Jepang Luncurkan Kereta Bertenaga Hibrida Tahun 2022, Kini Mulai Uji Coba

Jepang yang terkenal dengan kereta sebagai transportasi populer tak berhenti hanya di shinkansen yang merupakan kereta peluru. Sebab pada tahun 2022, Central Japan Railway Company atau JR Central akan memperkenalkan keluarga baru yakni kereta dengan teknologi hibrida.

Baca juga: Gandeng Rolls-Royce, Porterbrook Uji Kereta Bertenaga Listrik Hibrida Pertama di Inggris

Kereta tersebut akan menggunakan kombinasi baterai dan mesin diesel pertama di Negeri Sakura yang mampu melaju dengan kecepatan maksimum 120 km per jam. KabarPenumpang.com melansir dari laman mainichi.jp (26/8/2021), JR Central yang merupakan operator kereta telah menggelar uji coba untuk media pada 24 Agustus lalu.

Nantinya kereta ekspres hibrida seri HC85 yang baru akan menggantikan kereta diesel seri 85 yang saat ini digunakan untuk kereta terbatas Hida dan Nanki.

“Kereta hybrid berjalan menggunakan motor yang digerakkan bersama oleh tenaga dari mesin diesel dan listrik yang disimpan dalam baterai isi ulang. Sementara kereta seri 85, yang diperkenalkan 32 tahun lalu, masing-masing memiliki dua mesin diesel, kereta seri HC85 masing-masing memiliki mesin dan baterai yang dapat diisi ulang,” ujar JR Central.

Selama acara test-ride, kereta melaju antara Stasiun Unuma di Kakamigahara, Prefektur Gifu, dan Stasiun Nagoya di Prefektur Aichi dengan kecepatan maksimum hampir 120 km per jam. Kereta melaju dengan suara mesin dan getaran yang minim, serta kualitas perjalanan telah meningkat dari seri 85.

Menurut JR Central, kereta baru ini sekitar 35 persen lebih hemat energi dan mengeluarkan sekitar 30 persen lebih sedikit karbon dioksida dari pendahulunya. Ini juga membawa sistem pemantauan konstan termasuk data pada mesin dan komponen lainnya, dan mendeteksi tanda-tanda masalah internal. Biaya untuk menghadirkan 64 mobil (gerbong) baru pada seri kereta baru ini mencapai 31 miliar yen (sekitar US$282 juta).

Baca juga: Trem Hybrid Melintas di Jalur Krakow Polandia

“Kami akan terus memperkenalkan dan mengejar teknologi terbaru sehingga kereta api akan dicintai oleh wisatawan dan masyarakat lokal,” kata Manajer departemen gerbong kereta Takashi Sugiyama.






















10 Tahun Lalu Diterbangkan dari Afghanistan, Presenter Bertemu Pilot Penolongnya Saat ke Paralimpiade Tokyo

Sepuluh tahun lalu, seorang veteran marinir Inggris yang juga presenter BBC yakni JJ Chalmers tidak pernah tahu siapa yang menerbangkannya keluar dari Afghanistan saat dirinya dalam keadaan koma karena terkena bom di pinggir jalan. Namun saat dirinya dalam perjalanan menuju ke Jepang untuk meliput Paralimpiade Tokyo untuk BBC Radio 5 Live, seorang awak kabin menepuk pundaknya dengan misterius.

Baca juga: Teka-teki Dibalik Sistem Pertahanan Udara di Bandara Kabul Afghanistan

“Ini salah satu pekerjaan impian saya dan merupakan momen yang cukup istimewa sampai satu awak kabin menarik saya ke satu sisi dan berkata, ‘Tuan Chalmers, apakah saya benar mengatakan bahwa Anda bertugas di Afghanistan?’ Dan saya seperti, ‘Ini mau kemana? Apa yang terjadi disini?’“ ungkapnya.

Saat itu awak kabin mengatakan bahwa pilot mereka menerbangkan dirinya kembali dari Afghanistan ke Inggris saat terluka sepuluh tahun lalu. Chalmers mengaku dirinya menangis sebagai salah satu reaksi yang dikeluarkannya setelah mengetahui hal itu.

Nama pilot yang menyelamatkan dirinya adalah David Ellis. Sebelum hal itu dikemukakan kepada Chalmer, Ellis telah menerima manifes penumpang beberapa hari sebelum penerbangan. Dia mengenali nama Chalmer dan mencari di Google serta mendapatkan tanggal cedera dan melakukan triangulasi dengan log terbang RAF lamanya untuk mengetahui bahwa benar dia yang membawanya kembali ke rumah.

Dilansir KabarPenumpang.com dari nydailynews.com (25/8/2021), saat itu tahun 2011, dan Chalmers ditempatkan di Afghanistan membantu melindungi warga sipil setempat dan melakukan pencarian bom. Pada bulan Mei tahun itu, selama pencarian, dia dan timnya memicu bahan peledak. Dua temannya dan penerjemah Afghanistan mereka tewas, sementara Chalmers dan tiga lainnya terluka parah.

Chalmers, yang bernama lengkap Lance Cpl. John James Chalmers, telah memiliki lebih dari 30 operasi dalam dekade berikutnya. Dia nyaris tidak perlu mengamputasi lengannya, menurut organisasi asisten veteran yang dia dirikan, Help for Heroes. Sikunya rusak parah, dan dia kehilangan dua jari, serta mengalami cedera wajah dan kaki.

Chalmers tahu bahwa awak pesawat dan pilot telah berperan dalam menyelamatkan hidupnya. Tapi dia tidak tahu siapa nama mereka dan menemukan prospek bertemu langsung dengan pilot itu secara tak terduga.

“Saya duduk dengan ketakutan bertemu seseorang yang belum pernah saya temui sebelumnya, sungguh. Maksudku, dia melihatku, tidak sadarkan diri, seseorang yang begitu mendalam dan penting dalam hidupku sehingga kamu tidak pernah berpikir kamu akan bertemu,” kata Chalmers.

“Halo, JJ. Senang bertemu denganmu lagi,” kata Ellis, seperti yang diceritakan Chalmers.

Pembatasan Covid mencegah mereka berjabat tangan, tetapi itu tidak menghentikan mereka untuk mengenang berjam-jam tentang waktu mereka. Selain itu dia mendapat kesempatan untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya.

“Saya berterima kasih padanya karena memainkan peran penting dalam memastikan saya memiliki kehidupan. Dia adalah bagian yang kritis pada tahap awal di mana hidup saya masih sangat tergantung pada keseimbangan,” kata Chalmers.

Selain mendirikan kelompok bantuan veteran dan menjadi presenter TV, Chalmers juga menjadi parathlete, mendapatkan medali emas di Invictus Games 2014, mitra Inggris untuk Paralimpiade. Game-game itu didirikan oleh Pangeran Harry, yang telah menjadi teman bahkan muncul melalui Zoom untuk menghibur Chalmers ketika dia berkompetisi di “Strictly Come Dancing” Inggris, acara yang menginspirasi “Dancing With the Stars.”

Baca juga: Pesawat Delay Karena Badai Pasir, Pilot Belikan Pizza untuk Semua Penumpang

“Saya berutang sesuatu yang tidak akan pernah bisa saya bayarkan kembali kepada Anda. Saya sangat berterima kasih atas apa yang Anda lakukan untuk saya. Terima kasih,” kata Chalmers kepada pilot.






















20 Maskapai Ramai-ramai Tak Lagi Terbang ke Bandara Sydney, Ada Apa?

Sekitar 20 maskapai di seluruh dunia ramai-ramai meninggalkan Bandara Internasional Sydney dalam daftar rutenya. Hal ini tentu menjadi pukulan telak bagi Australia mengingat bandara itu merupakan gerbang utama negara benua tersebut.

Baca juga: Corona Melonjak, Australia Batasi Penumpang Internasional! Tiket Melonjak Sampai Rp400 Jutaan

CEO Bandara Sydney, Geoff Culbert, mengakui bahwa pihaknya telah kehilangan bisnis utamanya sejak 18 bulan terakhir. Celakanya, dalam beberapa bulan ke depan Bandara Sydney masih terus ditinggal maskapai, baik itu maskapai regional maupun internasional.

British Airways menjadi maskapai Eropa sekaligus maskapai internasional pertama yang mulai menangguhkan penerbangan ke Sydney. Maskapai asal Inggris itu tercatat mulai menghentikan penerbangan harian menggunakan Boeing 777 ke Sydney sejak April 2020.

Air India, yang sejak tahun 2013 silam mulai kembali terbang ke Australia, juga memutuskan menutup untuk sementara penerbangan ke Bandara Sydney pada tahun 2020.

Maskapai Amerika Selatan satu-satunya yang terbang langsung ke Sydney melalui Santiago, Chili, LATAM Airlines, juga menangguhkan rute tersebut pada tahun 2020. Padahal, maskapai baru membuka rute tersebut setahun sebelumnya.

Cina juga menangguhkan penerbangan mereka ke Sydney. Setidaknya, ada tiga maskapai asal Negeri Tirai Bambu yang membekukan rute ke sana, seperti Beijing Capital Airlines, Sichuan Airlines, dan Tianjin Airlines. Setahun sebelumnya, penerbangan ke Sydney bisa dibilang sangat diminati. Terlebih, skema codeshare juga mendukung wisatawan asal Cina untuk sampai ke berbagai tempat di Australia via Bandara Sydney.

Dari Indonesia, yang notabene cukup dekat dengan Australia, ada dua maskapai yang menghentikan layanan ke Bandara Sydney. Dua itu datang dari Lion Group; Batik Air dan Malindo Air. Citilink juga tercatat juga sudah menangguhkan penerbangan ke Sydney.

Sementara itu, induk perusahaannya, Garuda Indonesia masih terbang sepekan sekali ke Bandara Sydney dengan kapasitas maksimum 25 orang.

Amerika Serikat (AS) sejauh ini menjadi negara dengan maskapai terbanyak yang menangguhkan penerbangan ke Australia atau Bandara Sydney. Hawaiian Airlines, United Airlines, dan Delta Air Lines sudah sejak tahun 2020 lalu menangguhkannya. Sementara itu, American Airlines baru-baru ini mengumumkan penangguhan rute Los Angeles dan Sydney.

Bagi maskapai yang masih terbang ke Sydney, kondisinya memang sangat rentan. Di atas sudah disingguh bahwa Garuda Indonesia hanya terbang maksimum 25 penumpang per penerbangan. Korean Air mungkin lebih baik, terbang membawa 46 orang ke Sydney dari Seoul dan pulang ke Seoul dengan 93 penumpang seminggu sekali.

Maskapai lain seperti Air Canada, Air China, Hainan Airlines, dan Hong Kong Airlines bahkan hanya membawa kargo untuk penerbangan ke Sydney.

Ketatnya Pemerintah Australia dalam menahan laju penyebaran virus Corona menjadi alasan mengapa maskapai ramai-ramai menangguhkan penerbangan ke sini. Dengan pembatasan penumpang jauh di bawah load factor, maskapai sulit mencapai break even hingga akhirnya menangguhkan penerbangan ke Sydney, Australia.

Meski begitu, dalam waktu dekat, maskapai-maskapai yang tak lagi terbang ke Sydney untuk sementara waktu, akan terbang kembali.

Baca juga: Penerbangan Repatriasi Qantas Pulangkan Ratusan Aussie dari Bali

“Sydney telah menjadi rute yang sangat penting dan menguntungkan dalam jaringan mereka, dan kami yakin ketika perbatasan internasional terbuka, dan mereka dapat terbang ke Australia bahwa Sydney akan menjadi agenda utama mereka – jika bukan prioritas pertama mereka dalam hal tujuan,” kata Culbert.

“Ini adalah pertanyaan kapan perbatasan internasional dibuka kembali. Kemudian kami berharap dapat melihat dukungan yang baik dari maskapai internasional kembali ke pasar ini,” tutupnya, seperti dikutip dari Simple Flying.

Diburu Taliban Gegara Bersekutu dengan AS, Dua Cerita Pelarian Warga Afghanistan Ini Bikin Merinding!

Taliban menguasai Afghanistan sejak 15 Agustus lalu. Bagi mereka yang netral, itu sama saja. Pun bagi mereka yang pro, itu kemenangan. Tetapi, bagi mereka yang kontra dan bersekutu dengan Amerika Serikat (AS) sejak 20 tahun terakhir, itu sama saja kiamat. Tak ada pilihan lain kecuali menyelamatkan diri, keluar dari Afghanistan.

Baca juga: Miris, Warga Afghanistan Tewas di Bandara Kabul Gegara Kepanasan dan Kelaparan Saat Tunggu Evakuasi

Di antara berbagai cerita atau kisah menarik tentang pelarian warga Afghanistan dari kejaran Taliban, Khan dan Hakim adalah salah duanya. Masing-masing melewati rintangan tersendiri. Salah melangkah, sudah pasti ajal menjemputnya dengan cara yang kejam, dipenggal atau diberondong peluru tajam dari jarak dekat.

Dilansir theatlantic.com, Khan memulai pelariannya dari Kota Kabul. Sama seperti kisah warga Afghanistan lainnya yang hendak melarikan diri dari Taliban, Khan juga awalnya pergi ke bandara dengan berapi-api. Dalam benaknya, hanya bandara tempat teraman dan bisa menyelamatkan hidupnya.

Tetapi, tentu itu tidak mudah. Berkali-kali ia harus jatuh bangun dan babak belur dipukul Taliban dengan ujung dan gagang senjata. Istrinya yang tengah hamil delapan bulan dan anaknya hanya bisa menangis melihat hal ini. Tetapi, itu masih cukup beruntung. Andai saja Taliban tahu Khan adalah sekutu AS, sudah pasti ia akan ditembak mati detik itu juga.

Khan terus merangsek penjagaan di luar bandara yang berlapis-lapis. Dipenuhi oleh puluhan ribu warga yang berharap bisa masuk bandara tetapi tidak dalam daftar manifes penerbangan evakuasi di garis terluar, dijaga oleh Taliban, dan tentara sekutu di garis berikutnya.

Khan hilang kesebaran. Ia menyerah dan berjanji ke rekan AS-nya bahwa ia akan menyelamatkan diri dengan cara lain dan tidak akan pernah kembali ke bandara. Tetapi, beberapa jam kemudian, ia memutuskan kembali ke bandara. Namun, ia kembali gagal.

Puncak kegagalannya diwarnai dengan kericuhan setelah Taliban menembakkan senjatanya ke langit, membuat warga kabur ke segala arah. Di sini, istrinya yang sedang hamil bahkan jatuh terinjak-injak. Tetapi, Khan justru melihat ini adalah peluang untuk merangsek masuk ke gerbang. Ia pun berlari, meninggalkan istri dan anaknya untuk sejenak, dan mencapai gerbang.

Setelah menunjukkan visa spesialnya, ia diizinkan masuk dan kembali sebentar untuk membawa anak dan istrinya. Ia dievakuasi menggunakan pesawat Boeing C-17 Globemaster ke Pangkalan Udara AS di Qatar, dibawa ke Bandara Internasional Hamad, dan terbang ke Virginia menggunakan Qatar Airways setelah terkatung-katung selama beberapa hari menunggu penerbangan. Ia, istri, dan anaknya selamat.

Begitu juga dengan Hakim. Sekalipun ia memiliki cerita lebih sulit. Pasalnya, identitasnya dan keluarga, sebagai sekutu AS, sudah terbongkar. Hal yang sama sekali berbeda dengan Khan. Sudah begitu, Hakim berada ratusan mil jauhnya dari Kabul.

Setelah identitasnya terbongkar dan diburu Taliban, ia melakukan penyamaran. Pakaiannya compang-camping hingga dikira sebagai orang miskin. Di posisi itu, ia melarikan diri ke Kabul menggunakan bus. Ada belasan pos pemeriksaan Taliban yang dilewatinya. Setiap pos, belasan orang melakukan pemeriksaan dan Hakim berserta istri dan tiga anaknya lolos.

Baca juga: Ternyata Ini Alasan C-17 Globemaster Angkatan Udara Qatar Pakai Livery Qatar Airways

Ia berhasil ke Kabul. Tetapi, itu tak cukup. Ia harus pergi ke bandara dan itu tidak mudah. Singkatnya ia berhasil lolos dari semua itu, mendapat SIV atau special immigration visa setelah terkatung-katung, dan diterbangkan ke Makedonia lewat penerbangan charter yang digagas oleh jurnalis.

Ini pertama kalinya ia naik pesawat dan ke Makedonia. Ia bahkan tak tahu dimana Makedonia. Tetapi, ia tetap senang karena dipastikan selamat dari Taliban.

Diperingati di Jerman, 26 Agustus adalah “Hari Kertas Toilet”

Bagi kebanyakan orang barat (Eropa), kertas toilet punya peranan penting, salah satunya terkait dengan urusan pasca buang air besar. Nah, setiap 26 Agustus rupanya diperingati sebagai “Hari Kertas Toilet.”

Baca juga: Mengapa Orang Pilih Timbun Tisu Toilet Ketimbang yang Lain? Ini Dia Jawabannya

Dan Kota Stuttgart di Jerman akan merayakannya dan merupakan sebuah kesempatan yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran akan sejarah kebanggan produk tersebut. Ini dilakukan juga sekaligus menjelaskan kebiasaan membuang sampah yang merusak dari warga.

KabarPenumpang.com melansir themayor.eu (20/8/2021), pemerintah setempat menjelaskan, toilet bukanlah tong sampah dan terlepas dari sejarah panjang produksi kertas toilet di Jerman, orang masih perlu belajar untuk menghormati sistem saluran pembuangan.

Untuk diketahui, produksi kertas toilet skala besar dimulai di Cina pada abad ke-14 dan diadopsi orang Eropa setidaknya 500 tahun setelahnya. Toilet dalam ruangan pertama atau kloset air, diterapkan di Stuttgart pada abad ke-19. Selama periode ini, sistem saluran pembuangan kota juga muncul dan rumah-rumah pertama terhubung ke jaringan pembuangan limbah. Kota melanjutkan perluasan sistem sampai tahun 1960-an ketika mereka meluncurkan empat pabrik pengolahan air limbah.

Hal ini membuat jamban (toilet) menjadi fasilitas pilihan bagi penduduk perkotaan, karena sebelumnya sebagian besar rumah di Eropa tidak tangga menggunakan jamban. Kertas lebih lembut yang kita kenal dan cintai hari ini datang dengan munculnya toilet dan saluran pembuangan, karena koran kasar yang sebelumnya digunakan menyumbat pipa.

Sekarang, Stuttgart mengoperasikan jaringan saluran pembuangan sepanjang 1.700 kilometer, serta empat instalasi pengolahan air limbah. Hari kertas toilet telah menjadi sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Tisu Toilet di Stasiun Tokyo ‘Ingatkan’ Penumpang untuk Tak Gunakan Ponsel Ketika Berjalan

Kota ini membutuhkan bantuan semua warga di sini, karena, sayangnya, pabrik air limbah kesulitan memproses hal-hal selain air limbah. Masalahnya berasal dari penggunaan jenis kertas yang lebih kuat, yang tidak memiliki cukup waktu untuk terurai dengan baik dalam perjalanan singkat antara flush dan instalasi pengolahan limbah. Sehingga biaya yang dikeluarkan kota semakin banyak untuk memperbaiki pipa dan pompa yang tersumbat.






















Stadion Terbesar di Asia dan Dilengkapi Jalur Kereta, Inilah Jakarta Internasional Stadium

Menggantikan Stadion Lebak Bulus sebagai home ground Persija, Jakarta Internasional Stadium atau JIS juga digunakan untuk pertandingan sepak bola lainnya. Berada di Tanjung Priok, Jakarta Utara, JIS yang tengah dalam proses penyelesaian pembangunan ini akan mampu menampung 82 ribu penonton.

Baca juga: KAI, KCI dan TransJakarta Intens Bahas Transportasi Menuju Jakarta Internasional Stadium dengan JakPro

Komplek stadion ini dibangun di atas lahan seluas 22 hektar dan gedung stadion sendiri dibangun di atas lahan 375,7 meter persegi. Uniknya, JIS akan menjadi stadion dengan atap yang bisa dibuka dengan kapasitas terbesar di Asia dan kedua terbesar di dunia setelah Stadion AT&T di Arlington, Texas.

Dalam pembangunannya JIS sempat tertunda karena sengketa tanah dan gugatan class action oleh mantan penghuni liar yang rumahnya dihancurkan. Setelah penundaan perencanaan dan konstruksi, sengketa tanah berakhir dan tanah siap untuk dibuka untuk konstruksi pada tahun 2017, dan bangunan-bangunan bekas penghuni liar kemudian dihancurkan.

Dua tahun kemudian tepatnya pada September 2019 pembangunan stadion dimulai dan diharapkan selesai pada Oktober 2021. Meski pandemi, pembangunan tetap berjalan walaupun kemajuan konstruksi terus terlambat akibat berkurangnya pekerja konstruksi dan keterlambatan pengiriman dan pengangkutan material konstruksi untuk proyek tersebut.

Per 15 Maret 2021, pada minggu ke-80 konstruksi, proyek sudah 50,5 persen selesai, dibandingkan dengan yang diproyeksikan 52 persen sesuai rencana. JIS dibangun sudah sesuai dengan standar FIFA untuk mengakomodasi berbagai kegunaan seperti konser musik dan acara seni selain sepak bola dan acara olahraga lainnya. Stadion ini akan dikembangkan sebagai area multifungsi.

Selain stadion sepak bola, juga akan ada dua lapangan latihan outdoor. Selain fasilitas olahraga, pengembangan berorientasi transit (TOD) dengan hotel dan apartemen akan dikembangkan di area stadion. Jalur pejalan kaki yang lebar akan menghubungkan kompleks stadion dengan BMW Park di dekatnya. Direncanakan untuk mengembangkan agritourist yang menghubungkan kompleks stadion dengan reservoir Cincin dan hutan kota yang berdekatan.

Stadion ini diusulkan untuk terhubung dengan stasiun KRL Commuterline Pink Line , karena stadion terletak dekat dengan jalur, serta stasiun LRT Jakarta. Desainnya akan memiliki desain stand tiga tingkat dengan tinggi total stadion akan mencapai 73 meter, menjadikannya salah satu stadion tertinggi di dunia.

Ini juga akan memiliki fasad bergaya garis-garis harimau dan mosaik tempat duduk bertema warna dan maskot tim, sedangkan bentuk stadion sendiri terinspirasi oleh pakaian tradisional Betawi. Lapangan bermain stadion adalah ukuran peraturan FIFA 105 x 68 meter, dan akan menggunakan permukaan rumput hibrida. Rumput hibrida akan menjadi kombinasi dari rumput zoysia matrella dan rumput sintetis LIMONTA MIXTO yang diimpor dari Italia dan juga akan digunakan di lapangan pelatihan luar ruangan.

Nantinya juga akan menjadi stadion sepak bola pertama di Indonesia yang memiliki permukaan semi-buatan. Atap yang dapat dibuka terbuat dari membran ETFE dan panjangnya 100 meter. Tak hanya itu, JIS akan menjadi stadion sepak bola pertama yang memiliki atap yang dapat dibuka di Indonesia dan stadion sepak bola kedua di Asia Tenggara yang memiliki atap yang dapat dibuka setelah Stadion Nasional Singapura.

Baca juga: Jalan-Jalan Ke Ancol Naik Kereta? Yuk Turunnya di Stasiun Ancol

Stadion Internasional Jakarta akan memiliki dek observasi pemandangan langit di sisi atap yang dapat dibuka, stadion pertama yang memiliki satu di Asia Tenggara. Dek sky-viewing setinggi 70 meter atau 20 lantai di atas tanah yang menawarkan pemandangan kompleks Ancol dan area Jakarta Utara lainnya. Dek pemandangan langit dapat digunakan untuk jogging dan mendaki.

Softtop Mudahkan Pengendara Sepeda Saat Musim Hujan Tiba

Jika musim hujan tiba, pengendara sepeda cukup terkena imbasnya dan jika menggunakan payung akan sulit sehingga harus menggunakan jas hujan. Hal ini karena payung sulit untuk dipegang pengendara sepeda untuk menghindari air hujan mengenai tubuh.

Baca juga: Supaya Tak Kehujanan Saat Bersepeda, Payung Under Cover Solusinya

Sehingga sebuah perusahaan yang berbasis di Jerman yakni RainRider menghadirkan sebuah gadget baru. RainRider menghadirkan Softtop yang dirancang untuk membantu pengendara sepeda tetap kering atau setidaknya lebih kering.

Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (23/8/2021), Softtop ini terbuat dari kain poliester berlapos dan poliuretan tahan UV transparan. Berbentuk seperti payung tapi tidak melebar kesamping melainkan memanjang ke atas. Softtop sangat mudah dipasang ke sepeda karena mengunakan dudukan pelepas cepat di setang bersama dengan dua pengait di kedua kaki garpu.

Nantinya ini akan membuatnya membentuk cekungan yang tegang dengan satu set aluminium fleksibel dan batang serat karbon. Softtop dilengkapi dengan ventilasi jala, sehingga membantu mencegah berembun saat hari hujan.

Saat mengendarai sepeda, Softtop akan melindungi pengendara ketika hujan yang datang dari atas, depan dan samping. Hampir mirip dengan payung, Softtop bisa dilipat ke bawah dan ke belakang sepeda ketika pengendara memarkirkan sepeda untuk sementara.

Hal ini selain agar Softtop tidak tertiup angin saat diparkir, tetapi juga membuat sepeda tetap dalam keadaan kering. Namun, jika pengendera berhenti cukup lama, Softtop bisa dilepas, kemudian dilipat dan dimasukkan dalam tas seperti tempat matras yoga.

Baca juga: Musim Hujan Tiba, Mungkinkah Bakal Ada Ojek Payung Online?

Menurut RainRider, Softtop memiliki berat 1,5 kg dan tinggi 215 cm dengan lebar 40 cm. Softtop dijual saat ini seharga €129,95 atau sekitar Rp2,1 juta melalui situs web. Meski begitu, ini bukan produk pertama dari jenisnya, sebab sudah ada BikerTop yang serupa tetapi lebih pendek, LeafxPro dan Dryve.






















Naik Bus dengan Pod Tidur di Jepang Lebih Murah daripada Naik Shinkansen

Di Indonesia, perusahaan otobus sudah banyak yang menghadirkan kursi tidur di kelas VIP atau VVIP mereka. Ini biasanya untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang yang berangkat malam agar mendapatkan kualitas tidur tanpa menekuk kaki.

Baca juga: Luxury Class Sleeper Bus PO Harapan Jaya, Fasilitas “Mewah” dengan Harga Terjangkau

Nah, bila di Indonesia ada sleeper bus, di Jepang mungkin bus tidak dipikirkan untuk perjalanan malam. Tapi meski begitu beberapa bus malam di Negeri Sakura ini sungguh luar biasa, sebab ada banyak kursi bersandar yang dihadirkan untuk menawarkan pada penumpang lebih banyak ruang pribadi daripada yang kelas ekonomi di pesawat.

Ilustrasi penumpang tidur di pod dalam bus Foto: Sora News24

KabarPenumpang.com melansir laman soranews24.com (17/8/2021), di antara operator bus malam, Willer Express yang berbasis di Tokyo telah mendapatkan reputasi karena memiliki beberapa bus terbaik. Bahkan mereka telah mengalahkan diri mereka sendiri dengan bus ReBorn yang indah.

Seperti banyak bus malam di Jepang, ReBorn memiliki tiga kursi yang tidak terhubung di setiap baris. Namun, sungguh, ini lebih seperti pod pribadi daripada sekadar kursi biasa. Selain fungsi sandaran dan pijakan kaki, ada meja yang dapat dilipat dari kursi di depan Anda, outlet listrik untuk mengisi daya perangkat elektronik Anda, dan tempat minuman yang dipasang di dinding pod Anda.

ReBorn juga merupakan nilai yang luar biasa dibandingkan dengan Shinkansen, pilihan transportasi standar banyak orang untuk perjalanan di dalam Jepang. Tarif ReBorn antara Tokyo dan Kyoto, Osaka, atau Kobe mulai dari hanya 6900 yen atau sekitar Rp904 ribu, lebih dari 5000 yen atau Rp655 ribu lebih murah daripada naik kereta peluru.

Selain itu juga ada penghematan besar yang bisa didapat dengan memilih bus berkelas Willer Express daripada Shinkansen jika Anda menuju dari Tokyo ke Nagoya atau Niigata. Plus, ada keuntungan ekonomi dari tidak harus membayar untuk bermalam di hotel karena Anda tidur di bus dan melakukan perjalanan semalam berarti Anda tiba dengan cerah dan pagi-pagi keesokan harinya dan punya waktu seharian untuk menikmati pemandangan di tempat tujuan.

Baca juga: Simba, Sleeper Bus Ultra Mewah Yang Siap Meluncur di 2018

Bus ReBorn benar-benar mulai beroperasi musim panas lalu, tetapi dengan banyak orang di Jepang yang masih menghindari perjalanan, banyak orang tidak menyadarinya sampai beberapa buzz online baru-baru ini tentang interior bergaya mereka. Namun, setelah aman untuk berkeliling negara lagi, ini sepertinya cara yang bagus untuk memaksimalkan waktu tamasya sambil meminimalkan pengeluaran Anda saat bepergian di Jepang.






















Drone Copter Dipasangi Roda, Mampu Cek Kondisi Rel dengan Melintasi Langsung

Pemeriksaan rel kereta api merupakan tugas yang sangat penting. Biasanya dilakukan ketika tidak ada kereta yang berada di dekatnya. Namun, bagaimana jika pemeriksaan dilakukan menggunakan drone dan berada sejajar dengan kereta yang tengah melaju?

Baca juga: Pastikan Keamanan Penumpang, Drone 5G Patroli di Jalur Kereta Cepat Beijing-Shanghai

Mungkin Anda berpikir, drone tersebut melakukan pemeriksaan dengan terbang tepat di sebelah kereta yang tengah melaju di atas rel. Tetapi ternyata bukan begitu cara kerja drone yang melakukan pemeriksaan rel kereta api.

Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (24/8/2021), drone kereta api Staaker BG-300 akan berada di rel dan keluar saat kereta mendekat. Drone tersebut diproduksi oleh perusahaan Norwegia Nordic Unmanned.

Yang mana BG-300 merupakan drone copter bertenaga baterai yang dilengkapi satu set empat roda rel bermotor. Dengan memanfaatkan kehadiran roda ini, drone dapat berselancar bebas di sepanjang jalur rel dengan kecepatan rata-rata 12 mph atau sekitar 20 km per jam.

Bahkan dilaporkan oleh pengembang, drone mampu menempuh jarak sejauh 124 mil atau sekitar 200 km. Drone yang bergerak di atas rel ini cukup unik, karena melakukan pemeriksaan trek menggunakan kamera dan sensor lain.

Selain itu ditambah lagi dapat melumasi sakelar rel jika diperlukan. Keunikan lainnya adalah, jika drone bertemu dengan lalu lintas kereta api lain, maka akan terbang secara otomatis keluar dari rel untuk menyingkir hingga kereta tersebut melintas.

Ini juga bisa menggunakan fungsi untuk berpindah dari satu trek ke trek lainnya. Akibatnya, bentangan rel tidak harus ditutup untuk kereta api saat inspeksi sedang dilakukan. Tidak demikian halnya dengan kendaraan inspeksi yang digunakan secara tradisional, seperti troli atau truk yang dilengkapi roda rel.

Baca juga: Diterpa Gelombang Panas, Dubai Buat Hujan Buatan dengan Drone

Menurut Nordic Unmanned, BG-300 dikembangkan dalam kemitraan dengan “pemilik infrastruktur kereta api nasional besar Eropa.” Drone harus memulai layanan komersial di Eropa pada paruh pertama tahun depan.






















Sejarah Air Force Two, Pernah Tiga Kali Nyaris Tewaskan Presiden-Wapres AS

Meski tak mampir ke Indonesia, Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Kamala Harris, melakukan kunjungan perdananya ke Asia Tenggara. Dari 24-26 Agustus 2021, ia dijadwalkan berada di Vietnam. Terlepas dari sempat tertundanya agenda itu akibat ‘insiden kesehatan’, yang pasti kemanapun ia pergi, pesawat kepresidenan Boeing C-32 Air Force Two senantiasa menemaninya.

Baca juga: Mengenal Boeing C-32, Varian Air Force Two dari Boeing 757

Meski pesawat modern sudah ada sejak awal abad ke-20, tetapi AS tercatat baru secara khusus menugaskan pesawat kepresidenan pada Juli 1959. Ketika itu, belum berupa call sign Air Force Two melainkan pesawat resmi AS berbasis Boeing VC-137A Stratoliner yang ditumpangi oleh Wakil Presiden Eisenhower saat melawat ke Rusia (Uni Soviet).

Setelah itu, penggunaan Air Force Two untuk wakil presiden dan pejabat lainnya seperti Ibu Negara AS, Sekretaris Negara (Setneg), anggota kabinet AS, sampai pemimpin Kongres, semakin jelas. Pada tahun 1974, wakil presiden Nelson Rockefeller pernah dilayani oleh pesawat Convair VC-131 Samaritan Air Force Two untuk kunjungan dalam negeri.

Sedangkan untuk perjalanan internasional, Air Force Two yang dibangun dari McDonnell Douglas VC-9C mulai melayani wakil presiden AS sejak tahun 1975, melengkapi armada Air Force Two berbasis VC-137.

Berbagai pesawat, seperti Douglas VC-54 Skymaster, Douglas VC-118A, Boeing C-40 Clipper, C-20B, C-37A, C-37B, dan Lockheed C-121 Constellations juga pernah ditugaskan sebagai Air Force Two.

Selain Air Force Two, wakil presiden juga bisa saja menumpangi Air Force One berbasis Boeing 747, VC-25A. Pesawatnya tidak dikonfigurasi ulang melainkan hanya call sign-nya saja yang disesuaikan.

Saat ini, AS mempunyai empat pesawat Air Force Two yang berbasis Boeing C-32. Umumnya, pesawat yang digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan sang wakil presiden dan pejabat lainnya adalah Boeing C-32A.

Dari tulisan military.com, Boeing C-32A Air Force Two sudah dimodifikasi sedemikian rupa untuk mendukung aktivitas presiden, wakil presiden, dan pejabat negara lainnya; termasuk interior mewah dengan kapasitas 45 kursi, fasilitas lengkap seperti ruang makan, ruang rapat, toilet mewah, ruang istirahat, avionik militer, serta kapasitas tangki bahan bakar yang lebih besar untuk jangkauan lebih jauh hingga 11.000 km.

Tanpa modifikasi sekalipun, pesawat ini memang sudah dikenal sebagai pesawat tertangguh di dunia. Pesawat mampu terbang atau mendarat di bandara-bandara kering, tinggi, dan dengan landasan pacu yang pendek.

Secara lebih detail, kabin Air Force Two dibagi menjadi empat bagian. Bagian pertama atau area paling depan terdapat pusat komunikasi, dapur, toilet, dan 10 kursi kelas bisnis.

Bagian kedua adalah area terbatas atau private yang terdiri dari ruang ganti, toilet pribadi, sistem hiburan, dua kursi putar first class, dan dipan konvertibel yang dilipat menjadi tempat tidur.

Bagian ketiga berisi fasilitas konferensi dan staf dengan delapan kursi kelas bisnis. Bagian belakang kabin berisi tempat duduk umum dengan 32 kursi kelas bisnis, dapur, dua toilet, dan lemari.

Air Force Two juga didukung dengan berbagai peralatan komunikasi canggih, seperti telepon, satelit, monitor televisi, faksimili, dan mesin fotokopi terbaru. Selain itu, pesawat juga memiliki peralatan avionik yang canggih.

Baca juga: Keanehan Dibalik Momen Trump Tumpangi Air Force One untuk Terakhir Kalinya

Sepanjang sejarah Air Force Two melayani presiden-wakil presiden AS, setidaknya sudah ada tiga kali insiden yang bisa saja berujung fatal.

Pada tahun 2012 silam, Air Force Two yag ditumpangi wakil presiden Joe Biden pernah mengalami bird strike. Di Tahun 2020, bird strike juga pernah nyaris mencelakakan wakil presiden AS, Mike Pence, disusul inside Air Force Two terakhir pada Juni 2021 lalu. Ketika itu, Air Force Two yang ditumpangi wakil presiden Kamala Harris terpaksa return to base tak lama setelah lepas landas akibat masalah teknis.