Mobil Grab ‘Penuh’ dengan Tanaman Hias dan Permen Viral di TikTok

Menikmati perjalanan dengan menggunakan ride-hailing mungkin sudah biasa. Namun bagaimana bila ketika Anda di dalam perjalan menggunakan ride-hailing menemukan keindahan yang tidak biasa. Seperti di Singapura, seorang pengemudi ride-hailing menghias mobil dengan taman dan lampu peri bahkan memberikan permen untuk penumpang serta pengisi daya ponsel.

Baca juga: Kalau ke Taiwan Dapat Taksi Ini, Jangan Lupa Menyanyi Biar Dapat Diskon

Bisa dikatakan taksi online ini terbilang keren dan membuat penumpang yang naik di dalamnya nyaman. Dilansir KabarPenumpang.com melansir dari laman mothership.sg (14/4/2021), pengemudi Grab yang memberikan kenyamanan pada penumpang tersebut viral karena sebuah video di TikTok. Video ini diunggah oleh akun populer Jess (@jimmy12345_jim) pada, 18 Maret lalu saat dirinya tengah menumpang dalam mobil Grab tersebut.

Dalam video menunjukkan pengemudi Grab menyiapkan dua kontainer yang dipasang di belakang kursi pengemudi dan penumpang depan. Dalam kontainer atau wadah kecil itu, ada dekorasi tanaman sukulen kecil, patung dan lampu peri. Tak hanya itu, dalam video juga ada tisu, charger ponsel hingga permen yang bisa diambil penumpang. Karena unik, Jess yang kala itu menjadi penumpang bertanya kepada pengemudi kenapa mendekorasi mobilnya seperti itu.

“Paman, taksi kamu benar-benar luar biasa lho. Kenapa kamu melakukan semua ini?”, Tanya Jess.

“Ya! Layanan pelanggan!”, Jawab pengemudi itu dengan riang.

Penemudi Grab menjelaskan, “Jika Anda dapat memperlakukan anggota keluarga Anda dengan baik, mengapa Anda tidak dapat memperlakukan pelanggan dengan baik?”

“Setiap orang melakukan sedikit lebih banyak, dunia ini akan sangat indah.”

Jess menjawab, dengan keheranan dalam suaranya, “Itu benar sekali. Wow … ini Grab terbaik yang pernah saya ambil!”

Baca juga: Unik, di Taiwan Ada Museum Taksi yang Dibuka Temporer

Viralnya video ini sudah dilihat lebih dari satu juta tampilan dan disukai hampir setengah juta dalam waktu kurang dari 24 jam setelah diunggah. Bahkan video ini dibanjiri ribuan komentar yang menggembirakan. Beberapa dari mereka mendorongnya untuk memberi pengemudi itu peringkat bintang lima dan memberi tip kepadanya.

Mirip Sleeper Bus, Begini Desain Tempat Tidur Double Decker ‘Hotel Udara’ di Pesawat

Pesawat sejatinya merupakan moda transportasi tercanggih. Namun, dalam urusan kursi yang juga berfungsi sebagai tempat tidur double decker, justru pesawat masih tertinggal dengan bus, yang kini tengah happening dan kondang dengan sebutan sleeper bus.

Baca juga: Tak Puas dengan Layanan Singapore Airlines, Desain Interior Pesawat Bebas Covid-19 Ini Pun Lahir

Kendati demikian, penumpang pesawat mungkin tidak sedang bermimpi, untuk segera mencicipi kursi nyaman yang juga berfungsi sebagai tempat tidur dengan konsep double decker atau bertingkat. Sebab, desainnya sudah dibuat lengkap oleh David Martinez-Celis.

Sejak tahun 2009, ia telah membuat konsep tempat tidur bersusun untuk kabin Airbus A380, yang ketika itu trennya tengah melonjak drastis. Konsepnya sendiri disebut ‘Airborne Hotel’ dan bertujuan untuk memberikan setiap penumpang kursi berbaring tanpa kehilangan kapasitas penumpang dalam jumlah besar.

Meski sejak awal desainnya dikhususkan untuk A380, namun, banyak spekulasi bahwa desian tersebut masih cukup masuk akal untuk diterapkan di pesawat jarak jauh yang lebih kecil.

Dilansir Simple Flying, sistem pada desain ini pada dasarnya mengambil ruang sebanyak-banyaknya untuk kenyamanan penumpang untuk berbaring, dengan kapasitas empat orang di atas dan bawah. Penumpang bisa dengan mudah naik-turun kursi ‘sleeper aircraft’ ini dengan menggunakan tangga dan berpegangan pada armrest.

Karena memaksimalkan ruang yang ada, sudah pasti suasana di kabin pesawat nampak penuh sesak dan pandangan menjadi terbatas. Selain itu, kendati ini diterapkan pada pesawat widebody, hanya ada satu lorong di pesawat, imbas memaksimalkan ruang kabin. Jangan bicara leg room pada konsep ini, sebab, sudah pasti nyaman.

Di first class A380, sang desainer menyarankan konfigurasi 1-2-2-1 dengan total 16 kursi. Sedangkan di kabin kelas ekonomi, kursi menggunakan konfigurasi 2-3-2-3. Sedangkan untuk dek atas pesawat, konfigurasinya kurang lebih sama, hanya saja ada opsi untuk double aisle, dimana setiap kursi dekat jendela hanya ada satu kursi dan empat kursi di tengah.

Setiap kursi bisa dioperasikan dengan mudah ketika ingin diubah ke mode sleep atau flat. Selain itu, untuk penumpang di atas, armrestnya juga bisa digunakan untuk pembatas agar tak jatuh ketika terlelap tidur.

Baca juga: Bus Double Decker di London Jadi ‘Solusi’ Hidup Sejahtera Bagi Tunawisma

Secara keseluruhan, dari segi kenyamanan, desain kursi atau tempat tidur double decker di pesawat sudah sangat baik dan sangat dinanti kehadirannya.

Namun, ketika melewati proses sertifikasi, pertimbangannya bukan hanya kenyamanan tetapi juga keamanan. Inilah yang dipandang banyak pihak penuh dengan rasa pesimis. Tetapi, pengaplikasian ini bukan tidak mungkin bila dibantu sejumlah pihak untuk membuatnya jadi bukan hanya nyaman, tetapi juga aman dalam segala kondisi.

ASDP Tutup Sementara Angkutan Lebaran Penumpang, Pengamat: Jasa Logistik Jadi Tumpuan

Pemerintah mengeluarkan kebijakan terkait mudik pada periode Angkutan Lebaran khususnya dari 6 hingga 17 Mei 2021. Penghentian ini diatur dalam Permen Perhubungan No.13/2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri dalam kondisi pandemi Covid-19.

Baca juga: Mudahkan Transportasi di Aceh Singkil, ASDP Operasikan KMP Aceh Hebat 1 dan KMP Aceh Hebat 3

Dalam hal ini PT ASDP Indonesia Ferry ikut mendukung dengan menghentikan sementara penjualan tiket penyeberangan pada periode 6-17 Mei 2021. Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi mengatakan, pihaknya akan melakukan penyesuaian untuk menutup sementara penjualan tiket di sistem online ticketing Ferizy di empat pelabuhan utamanya yakni Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk.

Penutupan penjualan tiket sementara ini untuk penumpang pejalan kaki, kendaraan penumpang golongan I, II, III, IVA, VA dan VIA.

“Kami pastikan bagi konsumen yang telah membeli tiket via aplikasi pada periode tersebut, dapat melakukan refund sesuai ketentuan berlaku, yakni kategori penumpang pejalan kaki dan kendaraan penumpang,” kata Ira yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Jumat (9/4/2021).

Meski penumpang dan kendaraan pengangkut penumpang, ASDP tetap mengoperasikan pelabuhan penyeberangan dan kapal mereka. Namun kapal ferry hanya akan melayani pengiriman logistik dan masyarakat yang masuk dalam operasi pengecualian. Ira mengatakan, meski angkutan penumpang dilarang, pengiriman logistik tetap dilakukan untuk memperlancar serta menjaga pasokan di daerah.

Penutupan sementara Angkutan Lebaran 2021 dalam kacamata pengamat transportasi ada sisi positif dan negatifnya. Pengamat transportasi Djoko Setidjowarno mengatakan, yang akan ditutup sementara hanya angkutan penumpang bukan angkutan logistik.

Sehingga bisa perekonomian bisa tetap lancar. Namun, Djoko menambahkan, tidak adanya penyeberangan kapal ferry yang mengangkut penumpang maka pendapatan kapal akan menurun tidak seperti Angkutan Lebaran sebelum pandemi seperti saat ini.

Baca juga: Perkuat Sektor Logistik, ASDP Operasikan KMP Ferrindo 5 Layani Rute LDF Patimban-Panjang

“Pendapatan kapal penyeberangan pasti menurun. Meski logistik tetap berjalan, pendapatan berkurang dari jumlah target penumpang dan ini akan mengganggu operasional juga,” jelasnya.

Masalah Lagi, Boeing Grounded 737 MAX! Kali Ini Terkait Kelistrikan

Boeing terpaksa menarik dan meng-grounded lebih dari 60 pesawat 737 MAX akibat ditemukan masalah pada sistem kelistrikan. Itu berpotensi menyebabkan malfungsi pada sistem anti-es engine dan unit daya tambahan (APU).

Baca juga: Duh, Boeing 737 MAX Masalah Lagi! Kali Ini Terkait Sealant Bahan Bakar

Sebelumnya, puluhan pesawat Boeing 737 MAX tersebut sudah lebih dahulu dilarang Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) sampai pesawat dinyatakan aman setelah inspeksi ketat.

Sumber The New York Times melaporkan, masalah tersebut terkait dengan unit kontrol daya listrik cadangan yang ada di pesawat, tanpa dilengkapi dengan electrical grounding path. Hal itu dinilai berpotensi menyebabkan malfungsi pada sistem anti-es engine dan unit daya tambahan (APU).

Akibat dari larangan terbang Boeing 737 MAX, setidaknya 16 maskapai di seluruh dunia terdampak keputusan ini, termasuk American Airlines, Southwest Airlines, dan United Airlines, yang merupakan operator terbesar 737 MAX sejak pertama kali diizinkan terbang pada November lalu.

“Boeing telah merekomendasikan kepada 16 pelanggan bahwa mereka mengatasi potensi masalah kelistrikan di barisan pesawat 737 MAX tertentu sebelum operasi lebih lanjut,” kata Boeing dalam sebuah pernyataan.

“Rekomendasi sedang dibuat untuk memungkinkan verifikasi bahwa terdapat path exists yang memadai untuk komponen sistem tenaga listrik,” lanjut Boeing.

“Kami bekerja sama dengan Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat tentang masalah produksi ini. Kami juga memberi tahu pelanggan kami tentang tail numbers tertentu yang terpengaruh dan kami akan memberikan arahan tentang tindakan korektif yang sesuai,” tutup Boeing dalam pernyataan tersebut.

Sejak pertama kali diizinkan terbang usai melewati sertifikasi ulang pada akhir 2020 lalu, Boeing 737 MAX perlahan tapi pasti mulai mendapat tempat di hati penumpang dan maskapai.

Pada awal Februari lalu, 737 MAX sudah berhasil mencatat 2.700 penerbangan penumpang dan 5.500 jam terbang bersama berbagai maskapai di setidaknya lima negara, meliputi Amerika Serikat (AS), Kanada, Brazil, Panama, Meksiko.

Di AS, dua maskapai besar, seperti American Airlines dan Southwest Airlines, jadi yang terdahulu mengoperasikan 737 MAX. Bersama keduanya, MAX sudah mencetak ratusan penerbangan, dimana 600 penerbangan di antaranya dicetak bersama American Airlines. Keduanya berjanji akan terus menerbangkan 737 MAX serta memperbanyak penerbangan MAX di kota-kota lain di AS.

Baca juga: Wow, Boeing 737 MAX Sudah Cetak 2.700 Penerbangan Pasca Diizinkan Kembali Terbang

Hanya saja, kendati sudah melewati proses perbaikan selama 400 ribu jam, 1.400 tes dan pengecekan, serta lebih dari 3.000 jam terbang, pesawat 737 MAX nyatanya masih ditemukan masalah.

Pada Januari lalu, 737 MAX dikabarkan bermasalah pada Sealant Bahan Bakar yang disebut FAA dapat memicu kebakaran hebat di darat. Sedikitnya, 25 pesawat digrounded karena masalah itu.

Sebelum Ponsel Vivo Terbakar di Bandara dan Dilarang Masuk Pesawat, Begini Aturannya

Beberapa maskapai resmi melarang ponsel atau HP merek Vivo tipe Y20 dan seluruh ponsel Vivo tanpa terkecuali masuk ke dalam pesawat, baik itu kargo maupun ke dalam kabin. Hal itu dilakukan menyusul insiden terbakarnya ponsel Vivo di Bandara Hong Kong yang dimuat di dalam kotak pallet, saat hendak dimuat masuk ke dalam kargo, beberapa waktu lalu.

Baca juga: (Lagi) Kasus Ponsel Meledak, Kali Ini Dialami Air Canada Flight 101

Maskapai pertama yang melarang ponsel Vivo masuk ke dalam pesawat tentu adalah Hong Kong Air Cargo, yang ketika itu hendak mengangkut ponsel tersebut ke dalam pesawat. Selain itu, maskapai domestik, Garuda Indonesia, juga turut melakukan embargo atau pelarangan ponsel Vivo masuk ke dalam pesawat.

Melalui Surat Pemberitahuan Informasi Kargo Nomor QA/007/IV/2021 dengan judul Pelarangan Pengiriman Kargo Mobile Phone/Ponsel Vivo Semua Tipe, Garuda Indonesia akan terus melarang ponsel Vivo sambil menunggu hasil investigasi oleh Otoritas Bandara Hong Kong (HKCAD).

Kendati demikian, dalam keterangan persnya, Garuda Indonesia tetap menerima spare part, aksesoris, dan selubung (casing ponsel) Vivo tanpa baterai lithium. Baterai lithium memang selama ini kerap menjadi momok di dunia penerbangan. Tak terhitung sudah berapa insiden terjadi dunia akibat baterai lithium di ponsel dan gawai.

https://twitter.com/SoloShokeen/status/1381337540452446208?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1381337540452446208%7Ctwgr%5E%7Ctwcon%5Es1_&ref_url=https%3A%2F%2Fkumparan.com%2Fkumparantech%2Fhp-vivo-y20-terbakar-di-bandara-dilarang-terbang-di-pesawat-1vXrqCmVWse

Karenanya, dari kacamata regulasi, dalam hal ini di Indonesia, sebetulnya, sudah lama Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengatur dengan ketat larangan barang mudah terbakar dan meledak termasuk baterai lithium dan powerbank masuk ke dalam pesawat.

Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 153 Tahun 2015 Tentang Pengamanan Kargo dan Pos Serta Rantai Pasokan Kargo dan Pos yang Diangkut dengan Pesawat Udara, disebutkan, bahan peledak, cairan, dan bahan mudah menyala dan meledak dilarang untuk dimuat di dalam kargo.

Demikian juga dengan di dalam kabin pesawat pada penerbangan penumpang. Melalui Surat Edaran Keselamatan terkait ketentuan membawa powerbank dan baterai lithium cadangan pada pesawat udara tahun 2018, disebutkan, powerbank dan baterai lithium cadangan, atau secara eksplisit berarti barang mudah terbakar, dilarang masuk ke kargo dan wajib diletakkan di bagasi kabin.

Itupun dengan ketentuan, keduanya tak boleh tersambung dengan perangkat elektronik lain dan wajib dalam keadaan non aktif.

Kembali ke regulasi terkait kargo, bila ponsel Vivo terindikasi ke dalam barang mudah terbakar, memang sudah sepatutnya itu, termasuk produk turunan dan seluruh ponselnya, dilarang masuk ke dalam pesawat, kargo maupun kabin.

Baca juga: Mengekor FAA, Qantas dan Virgin Australia Larang MacBook Pro 15-inch Masuk Kargo

Terkait insiden terbakarnya ponsel Vivo di Hong Kong, sebetulnya, baik pengirim maupun otoritas sama-sama berkomitmen untuk memastikan seluruh muatan kargo aman karena wajib dilengkapi dengan Consigment Security Cerificate. Jadi, seharusnya, insiden kargo HP Vivo terbakar tak seharusnya terjadi.

Meski investigasi ponsel Vivo terbakar masih dilakukan, sudah sepatutnya pelarangan terhadap ponsel tersebut dilakukan.

Fakta! Titanic Saat Kecelakaan Ternyata Tak Punya Cukup Sekoci untuk Selamatkan Penumpang

Sepertinya ketika membahas kapal Titanic tak akan ada habisnya. Bahkan seperti tak cukup sampai dibuatkan filmnya. RMS Titanic sendiri adalah kapal penumpang super Britania Raya yang tenggelam di Laut Atlantik Utara karena menabrak sebuah gunung es. Kapal ini meninggalkan Southampton pada 10 April 1912 yang berlayar ke arah barat menuju New York.

Baca juga: 1 September 1985, Bangkai Kapal Titanic Ditemukan, Banyak Barang Masih Utuh

Namun kapal yang dikatakan tidak akan pernah tenggelam ini, nyatanya tenggelam pada 14 April 1912 silam karena menabrak sebuah gunung es. KabarPenumpang.com menghimpun dari wikipedia.com, Titanic saat menabrak juga tergesek gunung es dan membuat lambung kapal melengkung ke dalam serta merobek lima dari 16 kompartemen kedap air. Pada perjalanannya yang berakhir tenggelam, kapal ini mengangkut penumpang yang bisa dikatakan bukan orang biasa.

Pasalnya sejumlah orang terkaya di dunia menjadi penumpangnya dan lebih dari seribu imigran dari Britania Raya, Irlandia, Skandinavia dan beberapa negara lain ada di kapal ini untuk mencari kehidupan baru di Amerika. Karena penumpangnya lebih banyak orang kaya, maka kapal Titanic dirancang senyaman dan semewah mungkin dengan dilengkapi berbagai fasilitas seperti gimnasium, kolam renang, perpustakaan, restoran kelas atas hingga kabin mewah.

Tak hanya itu, salah satu kapal mewah di masa lalu tersebut memiliki telegraf nirkabel mutakhir yang dioperasikan untuk keperluan penumpang dan operasional kapal. Bahkan mempunyai perlengkapan keamanan yang maju seperti kompartemen kedap air dan pintu kedap air yang bisa dioperasikan dari jarak jauh.

RMS Titanic mampu mengangkut penumpang hingga 2.224 penumpang. Namun, meski begitu kapal ini tidak memiliki sekoci yang cukup untuk menampung seluruh penumpang kapal. Sebab regulasi keamanan laut yang kuno membuat Titanic hanya memiliki sekoci yang mampu menampung 1.178 penumpang. Bisa dikatakan, hal inilah yang mengakibatkan banyaknya korban meninggal saat Titanic terbelah dua dan tenggelam. Sebab saat itu tidak banyak penumpang selamat yakni diantaranya 710 penumpang selamat diangkat dari sekoci oleh RMS Carpathia beberapa jam kemudian.

Sedangkan 1.517 orang lainnya tidak selamat dan kebanyakan meninggal disebabkan hipotermia. Ini karena banyak penumpang serta awak yang terjun ke laut di mana air laut saat itu -2°C. Musibah ini ditanggapi dengan keterkejutan dan kemarahan dunia atas jumlah korban yang besar dan kegagalan regulasi dan operasi yang terjadi serta sekoci dan alat kelengkapan penyelamatan lainnya yang tidak memadai.

Penyelidikan publik di Britania dan Amerika Serikat mendorong perbaikan besar-besaran keselamatan laut. Salah satu warisan terpenting dari bencana ini adalah penetapan Konvensi Internasional untuk Keselamatan Penumpang di Laut (SOLAS), yang masih mengatur keselamatan laut sampai sekarang. Banyak korban selamat kehilangan seluruh kekayaan dan harta benda mereka dan menjadi miskin, banyak keluarga, terutama keluarga awak kapal dari Southampton, kehilangan sumber nafkah utamanya.

Baca juga: Setelah Lebih dari Satu Abad, Gunung Es yang Bikin Kapal Titanic Tenggelam Akhirnya Terungkap!

Mereka semua dibantu oleh banjirnya simpati dan sumbangan amal dari masyarakat. Beberapa pria yang selamat, terutama kepala White Star Line, J. Bruce Ismay, dicela sebagai pengecut karena meninggalkan kapal ketika penumpang lain masih di atasnya dan mereka diasingkan oleh publik. Titanic memiliki panjang 269,06 meter dengan lebar maksimum 28,19 meter. Tinggi keseluruhannya, diukur dari dasar lunas ke puncak anjungan, adalah 32 meter. Kapal ini berbobot 46.328 ton daftar bruto dan dengan daya muat 10,54 meter, kapal ini berbobot total 52.310 ton.

Mengenal “Rejected Takeoff,” Pesawat Batal Lepas Landas Saat Ngebut di Runway Gegara Hal Ini

Mayoritas kecelakaan pesawat terjadi saat take off dan landing. Tak ayal, ketika pilot tengah melakukan approach untuk lepas landas maupun taxiing menuju runway, sampai akhirnya benar-benar melaju di kecepatan penuh, jantung kerap berdegup kencang. Terlebih ketika pesawat tiba-tiba melambat karena pilot membatalkan penerbangan.

Baca juga: Landing atau Divert? Inilah Delapan Cara Pilot Terbang dengan Aman

Sebab, bila timingnya tidak tepat, alih-alih berhenti sebelum aspal runway habis, pesawat justru meluncur bebas, keluar dari runway, dan terperosok ke persawahan, laut, ataupun area lainnya di sekitar runway.

Terlepas dari apa yang terjadi pasca pilot membatalkan penerbangan, sebetulnya apa yang menyebabkan pilot tiba-tiba memutuskan rejected takeoff?

Dilansir Simple Flying, istilah rejected takeoff sendiri ialah kondisi dimana pilot membatalkan lepas landas saat pesawat belum mencapai kecepatan yang dibutuhkan untuk mengudara atau V1. Itu berarti, ketika rejected takeoff diambil, secara teori, pesawat harusnya sudah diprediksi masih cukup waktu untuk berhenti sebelum ujung runway.

Serupa tapi tak sama, menurut Skybrary, rejected takeoff bisa dikategorikan pesawat sedang dalam posisi kecepatan rendah maupun kecepatan tinggi. Produsen pesawat umumnya mengartikan transisi pada dua kategori ini (kecepatan rendah maupun tinggi) antara kecepatan 80 dan 100 knot.

Sebelum dioperasikan, produsen juga diwajibkan melakukan uji rejected takeoff pada pesawat baru, seperti yang dilakukan Boeing bersama 777X pada Maret 2020 lalu.

Selaku produsen pesawat, Boeing sendiri menjelaskan, alasan pilot menolak lepas landas didorong oleh setidaknya lima hal. Kelimanya tak dapat ditolelir dan sangat berisiko membahayakan penerbangan.

“Lepas landas dapat ditolak karena berbagai alasan, termasuk kerusakan mesin, indikator atau alarm peringatan lepas landas, arahan dari kontrol lalu lintas udara (ATC), ban pecah, atau peringatan sistem.”

Kendati demikian, andaipun pesawat tetap melanjutkan penerbangan ketika dalam salah satu dari kelima kondisi itu, sebetulnya tak ada masalah dan pesawat dapat melanjutkan perjalanan serta mendarat dengan selamat.

“Faktanya, sekitar 55 persen dari (rejected takeoff), hasilnya mungkin pendaratan yang lancar jika lepas landas dilanjutkan,” jelas Boeing.

Baca juga: Mengenal “Go-Around,” Saat Pesawat Tak Jadi Mendarat Karena Beragam Faktor

Rejected takeoff sangat jarang terjadi. Tahun ini, rejected takeoff baru terjadi dua kali saja. Pada Januari lalu, pesawat Airbus A320 LATAM dikabarkan batal lepas landas di Sao Paolo akibat kerusakan mesin saat di kecepatan 20 knot.

Pertengahan Maret kemarin, pesawat kargo Airbus A300 Transcarga International Airways memutuskan batal atau menolak lepas landas akibat kerusakan mesin yang tidak terkendali di Bogotá, Kolombia.

Dikira Tewas Kecelakaan Pesawat, Pilot Brasil Selamat Usai 38 Hari Terjebak di Hutan Amazon

Hidup di Hutan Amazon yang penuh dengan misteri, mungkin tidak pernah terbayang seumur hidup Antonio Sena, sampai momen mengerikan itu benar-benar menghampiri hidupnya. Pilot asal Brasil berusia 36 tahun itu belum lama ini dikabarkan terjebak sejak 28 Januari lalu di hutan tropis paling luas di dunia tersebut selama 38 hari, sebelum akhirnya diselamatkan warga setempat.

Baca juga: Menipu Kematian, Begini Kisah Horror Penumpang Selamat dari Dua Kecelakaan Pesawat Terburuk

Dilansir The New York Times, kronologi pilot Antonio Sena terjebak selama 38 hari di Hutan Amazon bermula saat pesawat yang diterbangkannya, Cessna 210, melintasi langit hutan tersebut. Namu sial, pesawat mengalami kerusakan mesin saat di ketinggian 3 ribu kaki. Pesawat akhirnya mendarat darurat, menabrak pepohonan, sebelum akhirnya terbakar.

Meski terjadi benturan sangat keras, beruntung, Antonio Sena berhasil selamat. Tak hanya itu, ia juga sempat mengambil beberapa barang berharga dari dalam pesawat untuk hidup di tengah hutan, seperti pisau saku, senter, beberapa korek api, dan ponsel.

Setelah pesawat terbakar hebat, ia berpikir bahwa petugas akan menemukannya. Selain itu, sebelum pesawat menghantam pepohonan, Sena juga sempat memberi koordinat terakhir melalui radio berharap ada yang mendengar, mencatat, dan menyelamatkannya. Sayang, itu hanya isapan jempol belaka. Beberapa hari berlalu, tak ada satupun tanda-tanda tim penyelamat mencarinya. Hanya ada pesawat yang berlalu lalang.

Begitu juga dengan kantor yang menugaskannya untuk terbang ke area penambangan ilegal di Hutan Amazon, tepatnya di cagar alam Maicuru. Mereka juga tak ada tanda-tanda mencarinya atau mencari pesawat yang membawa solar untuk para untuk para penambang di sana.

Setiap kali ada pesawat melintas, ia pun melambai-lambaikan tangannya dan berteriak sekuat tenaga, mirip seperti balita atau remaja yang berteriak “pesawat…. minta uang”. Merasa sia-sia, ia pun mulai berjalan sejauh 60 mil menuju Paru River dengan petunjuk dari Google Maps di ponselnya yang baterainya sudah hampir habis.

Berjalan 60 mil di jalan tol atau di jalan arteri mungkin terasa biasa saja, namun, tidak demikian untuk di Hutan Amazon, rumah bagi banyak binatang buas dan mematikan, seperti jaguar, anaconda, ular berbusa, serangga beracun, dan lain sebagainya. Lagi pula, ia hanya berjalan menyusuri hutan di pagi menuju matahari di timur.

Begitu matahari mulai meninggi, ia berhenti dan menyiapkan tempat bermukim sementara. Baik ketika berjalan maupun bermukim di hutan, ia tak pernah mendekat ke rawa, sungai, ataupun danau, mengingat binatang buas banyak berada di sana.

Baca juga: Terlambat 2 Menit, Penumpang Ini Selamat dari Kecelakaan Maut Ethiopian Airlines ET302

Selama berminggu-minggu, ia bertahan hidup dengan memakan buah-buahan yang aman dan mengandung air. Sebetulnya, banyak jenis buah yang tak diketahuinya aman atau tidak. Namun, ia belajar dari binatang, salah satunya monyet. Ketika ia melihat binatang itu memakan buah tertentu, seperti breu, ia berasumsi buah itu aman dan Sena turut memakannya.

Empat minggu lebih berada di hutan, mendengar suara binatang dan pesawat sesekali melintas, tiba-tiba ia mendengar suara gergaji mesin. Antonio Sena pun akhirnya tak sendirian lagi, usai bertemu dengan penduduk setempat yang tengah mencari kacang Amazon. Setelah itu, ia menghubungi keluarga melalui radio dan dijemput menggunakan helikopter.

Syuting Adegan Pilot ‘Aneh’ di Kokpit ala Sinetron Indonesia! Netizen: Kalo Ga Bisa Jangan Maksain

Kualitas dunia sinetron atau FTV Indonesia memang masih belum bisa menyamai barat maupun negara-negara maju. Namun bukan berarti bisa dibully seenaknya, bukan? Kendati demikian, netizen kerap tidak tahan melontarkan kritikan pedas saat dipertontonkan suatu keanehan, seperti yang terjadi baru-baru ini pada sinetron yang mengambil set pilot di kokpit.

Baca juga: Bercumbu dengan Reporter Cantik di Kokpit Saat Pesawat Mengudara, Pilot Ini Diskors

Bagaimana tidak dibully, kokpit pesawat dan pilot, dengan segala ciri khasnya, termasuk seragam, filosofi, dan cara menerbangkan pesawat itu sendiri, begitu kentara perbedaannya dengan apa yang dipertontonkan sinteron di salah satu stasiun TV swasta itu.

Beberapa akun media sosial gemuk, salah satunya seperti Instagram @lambe_turah, menyoroti kelucuan itu dengan menulis “Outfit pilot zaman now” sebagai satire.

Bahkan, adegan asli sinteron tersebut diedit, dengan tambahan adegan pesawat American Airlines menabrak menara WTC dalam tragedi 11 September 2001, dan diunggah oleh akun tersebut hingga menuai banyak kritikan. Suatu satire yang mungkin cukup menohok.

Hingga kini, video editan yang diunggah sudah ditonton lebih dari 2,5 juta kali serta menuai reaksi atau komentar sebanyak 7 ribu.

Dari segi jalan cerita, sebetulnya tidak ada ada yang aneh. Pilot duduk di kokpit dan menerbangkan pesawat. Lalu pesawat cruising di udara. That’s it. Tetapi, bila dilihat dari teknis pilot dalam menerbangkan pesawat beserta perangkat kerjanya, tentu banyak kejanggalan.

Mula-mula, dari kursi. Kursi yang digunakan terlihat sangat berbeda, dimana adegan dalam sinetron itu menggunakan kursi gaming. Strukturnya juga berbeda selain warnanya. Keanehan juga terletak pada pangkat di seragam pilot, seatbelt, dan yoke pesawat; termasuk instrumen kokpitnya.

Cara menerbangkannya juga tak kalah aneh. Pilot umumnya menarik yoke pesawat untuk membuat pesawat mengudara, bukan malah mendorongnya sebagaimana yang ada di adegan sinetron tersebut. Pilot dalam sinteron itu juga diketahui salah menghadap sehingga terkesan pesawat terkesan terbang mundur.

Selain itu, di bagian awal saat take off, pesawat teridentifikasi bermesin jet, namun ketika di udara, pesawat seolah-olah bermesin baling-baling layaknya helikopter.

Atas berbagai keanehan tersebut, wajar rasanya bila netizen sampai tak kuasa menahan kritikan tajamnya, sekalipun tak sedikit yang bernada menyindir.

Baca juga: Kucing Ngamuk dan Serang Pilot, Pesawat Ini Mendarat Darurat

“Kalo ga bisa mending jangan maksain apa ya,” tulis salah satu netizen lewat akun Instagram @ndhawinarni.

Beberapa netizen yakin jika untuk membuat set pilot di adegan sinetron Indonesia ini nampak nyata, kru harus menggunakan kursi gaming, seragam pilot, apron, stroller bayi hingga headset. Beberapa lainnya memaklumi berbagai kejanggalan dalam syuting tersebut. Sebab, keterbatasan dana membuatnya menggunakan properti sederhana namun mendekati nyata.

Hadirkan Mega Bintang Mandarin, Ajang “Star Awards 2021” Siap Digelar di Bandara Changi

Menghormati industri televisi berbahasa Cina-Singapura, untuk pertama kalinya Bandara Internasional Changi menjadi tempat penyelenggaraan ajang Star Awards 2021. Kehadiran ajang ini di bandara Negeri Singa itu sempat tertunda dua kali tahun lalu karena pandemi Covid-19.

Baca juga: Untuk Kunjungan Singkat di Singapura, Bandara Changi Siapkan Fasilitas Khusus Pelancong Bisnis

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com (6/4/2021), alih-alih karpet merah biasa, tetapi para bintang akan memamerkan pakaian mereka dengan berjalan di landasan tepat di depan Airbus A350-900 milik Singapore Airlines pada 18 April mendatang. Perhelatan ini akan diadakan di HSBC Rain Vortex di Bandara Jewel Changi dan juga Terminal 4 Bandara Changi.

Dalam Star Awards 2021, tema yang diusung adalah “Connect!” Ini menunjukkan pada ide untuk menjembatani jarak dan menghubungkan antar manusia. Pada pagelaran yang tadinya dijadwalkan pada 26 April tahun lalu, menghadirkan berbagai bintang tamu spesial yakni Ella Chen, Kevin Tsai, Matilda Tao, Chung Hsin-ling, James Wen, Lau Dan, Lawrence Cheng, Gordon Lam dan Sandra Ng. Rencana acara ini akan disiarkan secara langsung dari studio satelit di Hong Kong dan Taiwan.

Pertunjukan tersebut juga akan menampilkan penampilan bintang pop Hong Kong Gigi Leung dan penyanyi wanita Singapura Joanna Dong. Penggemar dapat mulai menonton pada pukul 15.30 ke meWATCH dan Mediacorp Entertainment Channel di YouTube untuk mengintip persiapan di belakang panggung para bintang, yang akan berlangsung di T4 Heritage Zone dengan ruko bergaya Peranakan berwarna cerah. Komentar langsung tujuh jam akan mencakup wawancara dengan artis.

Setelah segmen pintu masuk karpet merah Walk of Fame para bintang pada pukul 17.00 waktu setempat, pertunjukan upacara penghargaan utama, yang dimulai pukul 19.00, akan memiliki panggung utama dengan latar belakang Lembah Hutan Shiseido dan Pusaran Rain Vortex HSBC di Jewel Changi. Pemberian hadiah juga akan berlangsung di empat lokasi berbeda di Terminal 4.

Artis terkenal seperti Fann Wong, Jeanette Aw dan Mark Lee akan terlibat dalam pertunjukan yang akan dipandu oleh Guo Liang dan Quan Yifong. Sementara itu, para artis yang siap menerima penghargaan sibuk bersiap-siap untuk tampil sebaik mungkin di acara tersebut.

Baca juga: Pembukaan Bandara Changi, ‘Hidup Mati’ Bagi Penerbangan dan Wisata Singapura

Pada konferensi pers online yang diadakan pada Selasa (6/4/2021), Rebecca Lim mengisyaratkan bahwa dia akan mengenakan gaun backless, sementara Desmond Tan mengungkapkan bahwa dia akan mengenakan sesuatu yang sangat berbeda dari biasanya.