Dengan Enam Panel Surya, Boeing Tambah Daya Listrik Stasiun Luar Angkasa ISS Hingga 30 Persen

Boeing didaulat untuk menambah daya listrik di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Karenanya, perusahaan dirgantara terbesar di dunia ini berencana untuk menambah enam solar array atau panel tenaga surya baru. Diperkirakan enam solar array ini mampu meningkatkan daya listrik ISS hingga 30 persen lebih banyak (digabung dengan panel surya yang ada), baik untuk penelitian ataupun kebutuhan komersial.

Baca juga: India Luncurkan Kereta Bertenaga Panel Surya

Diketahui, ISS telah beroperasi selama lebih dari dua dekade, dan dijadwalkan bakal dinonaktifkan antara tahun 2025 dan 2030. Meski demikian, di masa-masa terakhirnya, ISS bukan malah ditinggalkan, namun justru lebih didukung. Sebab, ISS, yang semula penggunaannya berada di kontrol pemerintah atau hanya untuk kebutuhan pemerintah (AS, Rusia, Eropa), saat ini mendapat lebih banyak partisipasi yang melibatkan perusahaan-perusahaan swasta.

Bagian dari upaya ini telah melibatkan sejumlah perbaikan, seperti port docking universal yang dapat digunakan oleh pesawat luar angkasa yang berkunjung, dan baterai nikel-hidrogen yang baru dan lebih baik untuk mendukung operasional stasiun saat dalam gerhana (pencahayaan minim); termasuk dukungan dari Boeing terkait susunan panel surya baru.

Solar array yang dikembangkan oleh anak perusahaan Boeing, Spectrolab, ini berukuran 19×6 m yang disadur dari keluarga sel surya XTJ Prime canggih, yang memberikan daya lebih dari sel sebelumnya namun tetap beroperasi pada suhu yang lebih dingin untuk mengurangi limbah panas.

Saat instalasi selesai, setengah lusin array akan menghasilkan lebih dari 120 kilowatt listrik, atau cukup untuk memberi daya pada 40 rumah di AS. Dengan tambahan enam panel sel surya ini, berarti ada total 14 panel surya, dimana delapan solar array sebelumnya menghasilkan 240 kilowatt. Jika digabungkan, ISS akan mendapatkan peningkatan daya 20-30 persen.

Daya listrik nantinya itu bukan hanya digunakan untuk mendukung kebutuhan dasar listrik ISS sehari-hari, melainkan juga untuk memenuhi permintaan daya yang meningkat dari rangkaian eksperimen oleh pemerintah dan swasta.

Baca juga: Sebelum Terbang dengan Kapsul Boeing CST-100 Starliner, Astronot Berlatih dengan VR

Saat ini, panel sel surya baru masih dalam proses pembangunan dalam kemitraan dengan Deployable Space Systems of Santa Barbara, California, yang menyediakan komponen struktural yang mencakup deployment canister dan bingkai yang akan mendukung array saat “selimut” panel surya dibuka. Menurut Boeing, prototipe array baru itu sudah diuji di ISS pada 2017 silam.

“Sel surya ruang angkasa XTJ Prime jauh lebih efisien daripada pendahulunya dan cocok untuk mendukung penelitian mutakhir yang dilakukan di atas Stasiun Luar Angkasa Internasional,” kata Tony Mueller, Presiden Spectrolab, seperti dikutip dari New Atlas.

Sambut Olimpiade Tokyo 2021, JR East Co Hadirkan ELLA Robot Barista di Semua Stasiun Besar

Jepang rasanya layak disebut sebagai Negeri Robot. Pasalnya banyak robot yang menggantikan pekerjaan manusia baik dalam kebersihan, penjagaan hingga penjualanan makanan dan minuman. Robot-robot tersebut bisa ditemukan baik di bandara maupun di stasiun-stasiun Jepang.

Baca juga: Wuih, Ada Robot Desinfektan Beroperasi di Stasiun Takanawa Gateway

Baru-baru ini startup teknologi ritel Singapura, Crown Technologies mengumumkan mereka telah menandatangani kesepakatan lintas batas besar pertamanya dengan JR East Business Development SEA Pte. Ltd, yang merupakan perusahaan East Japan Railway Company. Crown dikenal sebagai salah satu pengguna pertama mesin kopi otomatis dan kafe pintar di Singapura.

Di mana konsep ELLA sebagai barista robotik pertama dari Crown Coffee di Singapura sejak Oktober tahun lalu. Crown juga sudah menyajikan Buscaglione Coffee Italia yang kuat kepada pelanggan dengan semua proses yang sepenuhnya digital termasuk aplikasi kopinya sendiri.

Dilansir KabarPenumpang.com dari kr-asia.com (12/1/2021), badan teknologi Crown Robotics bertanggung jawab untuk membuat konsep ELLA dan Crown Digital yang mengembangkan aplikasinya. Dalam kemitraan baru ini, ELLA akan ditempatkan di seluruh stasiun jalur kereta penumpang terbesar di Jepang pada waktu Olimpiade Tokyo 2021 yang akan dihelat pada akhir Juli mendatang.

Di Crow Coffee proses pembuatan kopi sepenuhnya digantikan otomatisasi dengan lengan robot ELLA yang membatu menyeduh pada cangkir kopi. ELLA merupakan robot barista yang dirancang untuk beroperasi ritel tanpa bantuan manusia dan tanpa kontak di lingkungan bervolume tinggi seperti olimpiade. Selain itu, juga sangat praktis dan aman dalam masa pandemi Covid-19.

Nantinya ELLA yang akan beroperasi 24/7 yang mana setiap kios mampu menghasilkan 200 cangkir kopi berkualitas barista per jam. Penyiapan modular ELLA memungkinkan penawarannya dilokalkan untuk pasar Jepang. Untuk penggunaannya, seorang pembeli kopi bisa menekan layar digital transparan interaktif dan sistem pemesanan aplikasi seluler dengan gateway pembayaran dengan dompet elektronik sendiri.

Hal ini memungkinkan JR East memanfaatkan berbagai kemungkinan keterlibatan seperti iklan dan pemberitahuan yang ditargetkan langsung ke pengguna akhir. Di bagian belakang, computer vision yang diberdayakan oleh kecerdasan buatan memantau kios 24/7 untuk setiap kelainan yang dapat memengaruhi operasi ELLA.

Sementara itu, modul pemenuhan, yang didukung oleh aplikasi selulernya sendiri, menggunakan analitik prediktif untuk memperkirakan permintaan dan mendigitalkan manajemen rantai pasokan. Ini akan memungkinkan JR East untuk mendukung pengisian ulang dan servis kios hanya dengan tim pemenuhan yang ramping dengan kekuatan data besar.

Baca juga: Restoran di Stasiun Higashikoganei Punya Robot yang Bisa Buat Mie Soba

Untuk diketahui, ELLA melengkapi Visi jangka menengah hingga jangka panjang JR East untuk Inovasi Teknologi rencana 20 tahun yang memanfaatkan kemajuan dalam IoT, data besar, dan AI untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di Jepang karena penurunan populasi usia kerja. Crown Technologies juga mengungkapkan bahwa mereka akan segera meluncurkan putaran Seri A, serta menyebarkan 30 unit komersial tambahan ELLA di seluruh Singapura.

Bandara Hong Kong dan Heathrow, Dua Bandara Besar yang Terpuruk Pandemi

Perjalanan udara di seluruh dunia terkena imbas yang besar karena pandemi Covid-19. Hal tersebut juga membuat beberapa bandara dunia sepi penumpang hingga membuat bandara tersebut nyaris tak beroperasi karena pembatasan di setiap negara demi mencegah penularan virus corona.

Baca juga: Bandara Taoyuan Taiwan Alami Penurunan Jumlah Penumpang Sampai 70 Persen

Ada dua bandara besar yang jumlah penumpangnya anjlok secara drastis di dunia yakni Bandara Internasional Hong Kong dan Banadara Internasional Heathrow. KabarPenumpang.com melansir dari bangkokpost.com dan bbc.com, kedua bandara ini mengalami kemerosotan penumpang yang cukup drastis.

Bandara Internasional Hong Kong mencatat kurang dari sembilan juta penumpang melewati bandara tersebut tahun lalu. Ini level terendah sejak 1985 dan menurut Asosiasi Transportasi Udara Internasional, harapan pemulihan jangka pendek juga tampak suram. Apalagi Hong Kong mengambil langkah pada Malam Natal untuk menaikkan waktu karantina dari 14 menjadi 21 hari.

“Dua puluh satu hari karantina adalah titik pemblokiran yang sangat kuat untuk pemulihan lalu lintas udara. Semua orang akan terhalang total dari perjalanan,” kata Alexandre de Juniac, direktur jenderal dan CEO badan penerbangan global.

Adapun angka penumpang tahunan akan dirilis oleh Otoritas Bandara minggu ini dan diperkirakan menunjukkan penurunan sekitar 89 persen dalam jumlah orang yang bepergian masuk dan keluar melalui Bandara Internasional Hong Kong. Pada awal tahun yakni tepatnya tiga bulan pertama tahun 2020, diperkirakan 8,8 juta kedatangan dan ini sebelum pembatasan secara efektif yang ditutup dari pengunjung pada bulan Maret.

Hingga November tahun lalu, HKIA hanya menyambut ,72 juta tamu, sementara 58.433 orang lainnya keluar masuk bandara pada bulan Desember. Selain itu Bandara Heathrow di London, Inggris ternyata menjadi yang pertama melaporkan angka tahunannya pada tahun lalu.

Di mana mereka mengungkapkan jumlah penumpang turun 72,7 persen menjadi 22,1 juta. Sedangkan pada bulan Desemben turun 82,9 persen menjadi 1,1 juta di tengah virus corona yang baru.

Karena hal tersebut, belum lama ini, pemerintah Inggris mengumumkan bahwa semua pelancong harus menunjukkan hasil tes negatif virus corona sebelum mereka bisa masuk ke negara itu. Penumpang yang tiba dengan kapal, kereta api, atau pesawat, termasuk warga negara Inggris, harus mengikuti tes hingga 72 jam sebelum meninggalkan negara keberangkatan dan aturan baru diharapkan mulai berlaku akhir pekan ini.

Baca juga: Laporan Q1 2020: 15 Bandara PT Angkasa Pura I Alami Penurunan Trafik Penumpang 8,11 Persen

“Tahun lalu sangat menantang untuk penerbangan. Meskipun kami mendukung pengetatan kontrol perbatasan untuk sementara dengan memperkenalkan pengujian pra-keberangkatan untuk kedatangan internasional, serta karantina, ini tidak berkelanjutan. Industri penerbangan adalah landasan ekonomi Inggris tetapi berjuang untuk bertahan hidup. Kami membutuhkan peta jalan untuk keluar dari penguncian ini, dan pengabaian penuh tarif bisnis,” kata Kepala eksekutif Heathrow John Holland-Kaye.

Ternyata, Setir Kemudi Paling Kotor Dibanding Interior Mobil Lainnya

Manakah bagian yang paling kotor di dalam mobil Anda? kursi penumpang, gagang pintu atau sandaran kepala? Ternyata yang paling kotor adalah setir kemudi. Kenapa setir kemudi? Ini karena setir kemudi pada mobil lebih sering dipegang dan digunakan dibandingkan yang lainnya.

Baca juga: Grab Minta Pengemudi dan Penumpang Isi Form Pernyataan Kesehatan Sebelum Melakukan Perjalanan

Bahkan tingkat kotornya enam kali lebih kotor dari layar ponsel pada umumnya. Selain itu empat kali lebih kotor dari tempat duduk di toilet umum serta dua kali lebih kotor dari tombol lift publik. Apalagi di masa saat ini, yang mana mobil pribadi semakin jarang digunakan karena kebanyakan orang bekerja dari rumah atau tinggal di dalam ruangan.

Sehingga mobil teronggok begitu saja untuk waktu yang cukup lama. Hal ini kemudian membuat bateri dan jamur menghinggapi bagian dalam mobil. Di mana itu bisa menimbulkan masalah kesehatan yang serius.

Pengguna bisa sakit kepala dan penyakit pernapasan lainnya serta debu dapat memperburuk alergi. Untuk hal itu, meski jarang digunakan pengguna mobil harus rajin membersihkan bagian dalam mobil mereka terutama di bagian setir yang paling sering dipegang dan digunakan.

KabarPenumpang.com merangkum financialexpress.com (7/12/2020), M,enurut survei yang dilakukan oleh situs persewaan mobil, carrentals.com, sekitar sepertiga pemilik mobil jarang membersihkan mobil mereka di dalam, sementara sepuluh persen pemilik bahkan tidak melakukannya. Terkait kebersihan bagian dalam mobil, Anda dapat memilih dari berbagai perawatan perawatan interior untuk pembersihan menyeluruh guna mengatasi noda dan kotoran yang terkumpul selama bertahun-tahun penggunaan.

Tetapi untuk pembersihan tingkat tertinggi, ada baiknya untuk memilih perawatan pembersihan mendalam seperti Perawatan Interior GermKleen dan Perawatan Udara Mobil dari 3M, yang menggunakan sediaan antimikroba berbusa dalam yang diformulasikan secara khusus yang dapat membunuh 99 persen kuman dan bakteri. Selain itu, Anda dapat memilih lapisan pelindung cat tingkat lanjut seperti Advanced Paint Sealant, perawatan Trizact, kilap cat, dan lapisan pelindung dari 3M.

Bagi mereka yang tinggal di dekat pantai atau di daerah dengan curah hujan tinggi, disarankan untuk mendapatkan perawatan anti karat bagian bawah bodi mobil oleh 3M untuk pengoperasian yang tidak merepotkan selama bertahun-tahun. Perawatan lain seperti UV Protect by 3M juga melindungi cat mobil Anda dari kerusakan akibat paparan sinar matahari yang keras dalam waktu lama. Selain itu, keluarga Anda berhak atas lingkungan yang bersih dan aman, baik di rumah atau dalam perjalanan keluarga.

Baca juga: Mobil Otonom May Mobility Mengular dengan Proteksi Anti Covid-19

Membersihkan interior mobil telah lama menjadi bagian penting dari perawatan mobil. Baik itu mobil Anda, atau bekas, membersihkan interior akan membantu mengurangi risiko kontaminasi dan terutama melindungi anak-anak dan orang tua dari alergi debu dan penyakit lainnya. Dengan berbagai macam perawatan perawatan mobil yang ditawarkan hari ini, Anda cukup duduk dan bersantai, sementara kendaraan dicuci bersih berkilau untuk menjaga kesehatan dan keselamatan.

Inilah Alasan, Mengapa Tetap ada Asbak di Pesawat, Meski Merokok Dilarang dalam Penerbangan

Merokok di dalam kabin pesawat yang tengah mengudara sudah lama dilarang. Namun, yang menjadi pertanyaan, mengapa meski sudah sejak lama ada larangan, tetapi sampai saat ini masih ada saja ada asbak rokok di dalam lavatory atau toilet pesawat?

Baca juga: Masih Bingung Peraturan Cairan Masuk Kabin? Ini Penjelasannya!

Jawabannya adalah, sampai hari ini sebagian besar pesawat masih memiliki asbak kecil di toilet agar ada tempat aman untuk memadamkan dan meletakkan rokok jika ada penumpang yang bandel dan melawan hukum dengan menyalakan rokok.

Federal Aviation Administration atau FAA mengatakan, asbak rokok yang berada di dinding dekat pintu merupakan syarat meski larangan merokok sudah ada. Dilansir KabarPenumpang.com dari simpleflying.com (25/12/2021), Undang-undang menyatakan bahwa terlepas dari apakah merokok diperbolehkan di bagian lain dari pesawat, toilet harus memiliki asbak mandiri yang dapat dilepas yang terletak secara mencolok di atau dekat sisi masuk setiap pintu toilet, kecuali bahwa satu asbak dapat digunakan untuk lebih dari satu pintu toilet.

Asbak sendiri tetap dihadirkan ke pesawat keluaran baru dan tidak ada tanda-tanda perubahan undang-undang. Ternyata selain Amerika Serikat, standar kehadiran asbak dalam pesawat juga diadopsi secara internasional, banyak negara lain akan mengamanatkannya juga, dan maskapai penerbangan ingin menjaga operasi pesawat tetap fleksibel.

Bahkan ada kasus yang melaporkan penerbangan British Airways ke Meksiko yang dilarang terbang karena asbak tidak mencukupi. Pada tahun 1995 masalah perubahan peraturan diangkat oleh FAA salah satunya pada asbak. Tanggapan tersebut, dalam Petunjuk Kelaikan Udara tahun itu, menyatakan bahwa persyaratan untuk lokasi pembuangan yang aman dan nyaman masih sesuai.

“Pengalaman dan laporan sebelumnya telah menunjukkan bahwa ada kemungkinan besar bahwa orang-orang ini mungkin menyimpan bahan rokok yang menyala ke dalam wadah kertas toilet atau linen ketika tidak ada tempat yang aman dan nyaman untuk membuangnya dan tindakan seperti itu dapat mengakibatkan kebakaran dalam penerbangan di atas pesawat,” ujar FAA.

Pada masa lalu,  merokok di pesawat adalah hal yang biasa. Beberapa pesawat awal bahkan memiliki ruang merokok. Merokok biasa terjadi dalam penerbangan hingga setidaknya tahun 1980-an. Kemudian, maskapai penerbangan Amerika Serikat mulai melarangnya pada pertengahan 80-a, dan dilarang di semua penerbangan domestik pada tahun 1987.

Baca juga: Regulasi Sudah Disahkan Sejak 2008, Ternyata Masih Banyak Penumpang Korean Air yang Nekat Merokok di Ketinggian 36.000 Kaki!

Namun, baru sejak tahun 2000 ada larangan secara internasional yang mana terjadi ketika FAA melarang semua maskapai memasuki AS jika mereka mengizinkan merokok.

Bikin Geram, Media Asing Sebut Indonesia Tempat Terburuk untuk Penerbangan!

Pesawat Boeing 737-500 PK-CLC Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 dipastikan jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pesawat itu hilang kontak dan dipastikan jatuh pada posisi 11 nautical mile di sebelah utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Baca juga: Tiga Fakta Kejadian Aneh Berbalut Mistis Dibalik Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Pesawat yang dipiloti Capt. Afwan tersebut semula dijadwalkan takeoff atau lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 13.25 WIB dan tiba di Bandara Supadio, Pontianak pada 15.00 WIB. Kabar jatuhnya pesawat Sriwijaya Air ini pun jadi sorotan bukan hanya media nasional, melainkan media-media internasional (media asing); salah satunya Indian Express.

Media asal India ini tidak hanya melakukan memberitakan jatuhnya pesawat nahas rute Jakarta-Pontianak itu, melainkan juga menyoroti seringnya terjadi kecelakaan pesawat di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, kesimpulan dari rentetan kecelakaan yang pernah terjadi di sini berbuah label Indonesia sebagai negara terburuk untuk penerbangan.

Dilansir dari berita di media itu berjudul “Explained: Why Indonesia is the worst place to take a flight”, jatuhnya pesawat Boeing 737-500 Sriwijaya Air SJ182 bak pelengkap buruknya catatan keselamatan penerbangan di Indonesia. Tak hanya itu, salah satu media online terbesar di India ini juga menyebut bahwa kecelakaan pesawat yang terjadi juga melibatkan buruknya perawatan, pelatihan pilot, kegagalan komunikasi dan mekanik, serta kontrol lalu lintas udara.

Rentetan keburukan tersebut pun menyebabkan terjadinya 104 kecelakaan dengan sedikitnya 2.353 orang meninggal, begitu data dari Aviation Safety Network. Tak disebutkan dengan jelas angka itu muncul didasari kecelakaan pesawat sejak tahun berapa. Tetapi, satu yang pasti, itu termasuk kecelakaan terbaru yang melibatkan pesawat tua Sriwijaya Air.

Pesawat tua Sriwijaya Air memang tak luput dari sorotan. Menurut mereka, aneh bila sebuah pesawat yang berusia sudah hampir 27 tahun masih dioperasikan maskapai. Sebab, pada umumnya, pesawat komersial akan berhenti mengangkut penumpang usai 25 tahun mengudara.

Meski banyak pendapat menyebut usia pesawat tidak menjadi masalah dan tidak terkait langsung dengan kecelakaan, namun, tetap saja, pesawat yang baru dikirim dari pabrik dengan pesawat lama dengan komponen baru tidaklah sama.

Baca juga: Menakar Kesalahan Prosedur Perawatan Pesawat Nahas Boeing 737-500 Sriwijaya Air SJ-182

Selain karena masalah perawatan sampai kontrol lalu lintas udara yang buruk, Indonesia juga disebut jadi negara terburuk untuk penerbangan berkat posisinya sebagai negara kepulauan. Disebutkan, kepulauan Indonesia yang membentang dari London-New York ini juga membuat cuaca di sini tidak begitu bersahabat dan menyebabkan rawan terjadinya insiden tersambar petir. Belum lagi ancaman gunung meletus yang terus mengintai.

Terkait penanganan Covid-19 di industri penerbangan, India Express juga meragukan kemampuan Indonesia. Jika sudah begitu, adalah penting untuk meyakinkan segenap insan di luar negeri bahwa industri dirgantara di sini tak seburuk yang mereka gambarkan ke khalayak ramai.

Inilah Jawaban Mengapa Black Box Direndam Air Pasca Ditemukan

Black box pesawat Boieng 737-500 Sriwijaya Air PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 akhirnya ditemukan. Dari dua komponen black box atau kotak hitam, tim SAR baru menemukan black box Flight Data Recorder (FDR) pada tanggal 12 Januari lalu. Adapun black box Cockpit Voice Recorder (CVR) masih dalam pencarian setiap hari sselama 1×24 jam.

Baca juga: Inilah Pinger Locator, Alat Kunci Temukan Black Box Sriwijaya Air! Bisa Tembus Kedalaman 6 Ribu Meter

Usai ditemukan dan diangkat dari laut, black box FDR kecelakaan pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak ini langsung direndam air bersih atau air payau. Mengapa demikian?

Dikutip dari usatoday.com, Jhon Cox, eks kapten pilot maskapai US Airways menuturkan bahwa alasan black box harus terendam di air untuk mengaktifkan sensor underwater locator beacon (ULB) pasca ditemukan bias. Sebab, ketika ditemukan dan diangkat ke daratan, sinyal ping dari black box sudah tak penting lagi.

Justru, pasca ditemukan dan diangkat ke daratan, black box, entah itu FDR ataupun CVR, harus masuk ke laboratorium untuk diunduh melalui komputer khusus yang mampu membaca data-data black box. Jadi, sekali lagi, tidak penting sinyal ping black box pasca ditemukan.

Jawaban mengapa black box wajib direndam air usai ditemukan, menurut Jhon Cox, adalah untuk mencegah terjadinya endapan, seperti garam atau mineral, yang mengering di black box. Jika itu terjadi, black box rawan disfungsi ketika dibuka di laboratorium, sekalipun sudah dibersihkan dengan mesin pengering khusus.

Sebab, mesin pengering hanya mampu menghilangkan air dari black box, bukan menghilangkan endapan garam, mineral, ataupun pasir secara maksimal.

Demikian juga sebaliknya, bila black box tidak direndam air bersih atau air payau pasca ditemukan dari dasar lautan, dikhawatirkan black box menjadi kering dan lengket efek dari garam dan mineral. Normalnya, black box memang dalam keadaan kering. Namun, ketika jatuh ke lautan dan diangkat, maka, black box tidak boleh lagi dalam keadaan kering.

Baca juga: KNKT: Ada 7 Tipe Black Box dengan Parameter Berbeda

Proses pengeringannya pun tidak boleh sembarangan. Salah-salah prosedur pengeringan, maka, black box berpotensi rusak alias data-datanya tak bisa terbaca, sesuatu yang sangat tak diinginkan ketika sebuah kecelakaan terjadi.

Seperti yang sudah diketahui bersama, di dalam black box ada CVR dan FDR. Di FDR dan CVR terdapat Emergency Locator Transmitter (ELT) atau disebut juga ULB di sumber lain. Nah, ELT atau ULB itulah yang memancarkan sinyal ping. Adapun FDR menyimpan rekaman data penerbangan selama 25 jam (teknologi modern bisa sampai 70 jam). Sedangkan CVR menyimpan rekaman suara di kokpit selama 30 menit sampai 2 jam (teknologi terbaru bisa mencapai 25 jam).

Bila GoJek dan Tokopedia Melakukan Merger, Bakal ada Dampak Positif

Sepertinya isu GoJek bermerger dengan startup lainnya terus saja mencuat. Beberapa waktu lalu dengan Grab dan kini dengan e-commerce yakni Tokopedia. Nah, kali ini jika GoJek jadi bermerger dengan Tokopedia apa dampak yang akan dirasakan keduanya?

Baca juga: Jika Merger Terjadi, GoJek dan Grab Bakal Untung, Tapi Pengemudi Merugi

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, akan ada nilai positif bila rencana merger tersebut terjadi. Hal ini karena bisa berdampak baik dengan pembangunan ekonomi Indonesia di era digital.

Ekonom senior Istitute for Development of Economics and Finance Aviliani mengatakan, hal ini sebagai praktis bisnis yang wajar karena ekosistem akan terjadi dengan sendirinya. Dia menyebutkan apalagi GoJek belum mempunyai e-commerce dan dengan bermerger maka keduanya akan semakin besar.

Selain itu, Ketua Umum Yayasan Next Indonesia Unicorn (NextICorn) Daniel Tumiwa mengatakan melihat keduanya saat ini, baik GoJek maupun Tokopedia, jika bergabung maka akan menghasilkan fundamental bisnis yang jauh lebih kuat. Dia mengatakan, bila terealisasi, merger GoJek dengan Tokopedia akan membuat keduanya bergerak sangat cepat.

Ini karena keduanya bisa memiliki keleluasaan menjalankan berbagai hal yang saat ini mungkin masih terbentur sejumlah kendala.

”Memperluas jangkauannya dengan penawaran yang lebih lengkap. Tidak terhambat dengan isu-isu ego, proses, prosedur, ataupun hal teknis lainnya. Fokus untuk bisa sesegera mungkin mengangkat ekonomi Indonesia dengan pemberdayaan yang sudah dibawa oleh insititusi masing-masing selama ini,” kata Daniel yang dikutip dari bisnisindonesia.com.

Hal tersebut juga yang membuat rencana merger GoJek dengan Tokopedia akan lebih berdampak positif jika dibandingkan rumor sebelumnya yang menyebut Gojek akan merger dengan Grab. Selain itu, berkaitan dengan rencana Initial Public Offering (IPO) Tokopedia di dua negara juga menjadi poin positif tersendiri.

Terutama jika proses itu dilakukan setelah terjadinya merger dengan GoJek. Aviliani menambahkan, tanpa kolaborasi dan seandainya masing-masing pihak membuka layanan sendiri-sendiri maka akan membutuhkan investasi yang sangat besar.

“Sedangkan dengan bergabung jadi lebih cepat membangunnya. Maka kalau mau jual sebagian saham, buat Gojek tentu untung dapat data banyak dari Tokopedia, karena mereka bisa menawarkan kredit ke seller di tokopedia,” ucapnya.

Sementara dari sisi konsumen, Aviliani melihat dampak langsung berupa keuntungan dari rencana merger keduanya.

“Kalau saya lihat konsumen yang akan banyak diuntungkan dari bergabungnya dua perusahaan (Gojek-Tokopedia),” paparnya.

Adapun dampaknya terhadap perekonomian akan bergantung dari beberapa hal, antara lain apakah barang yang dijual di Tokopedia, misalnya adalah bukan barang impor. Ia menyebut perlu diperhatikan sejauh mana arus perputaran barang di dalam negeri dan menyarankan untuk meminimalisir barang impor, terutama untuk barang konsumtif.

“Bila hanya impor buat apa? Bila tidak produksi di sini (Indonesia) maka nilai tambah kecil,” imbuhnya.

Baca juga: Samakan Brand di Semua Negara, GoJek Ubah Nama Get di Thailand

Ia berharap, ketika Gojek dengan Tokopedia merger, kekuatan ekspansi semakin tinggi. Dengan demikian, perusahaan bisa membawa produk Indonesia untuk go international, utamanya untuk di regional Asia Tenggara. Untuk diketahui, baik Gojek maupun Tokopedia memiliki investor sama seperti Google, Temasek Holdings Pte dan Sequoia Capital India.

Tiga Fakta Kejadian Aneh Berbalut Mistis Dibalik Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Kecelakaan fatal Boieng 737-500 Sriwijaya Air PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 akan segera terungkap usai Flight Data Recorder (FDR) atau black box pesawat ditemukan. Namun, tak banyak yang sadar bahwa tanggal penemuan black box atau kotak hitam pesawat nahas yang berusia 26 tahun itu sama dengan tanggal penemuan black box kecelakaan pesawat Airbus A320 AirAsia QZ851 flight 8501, yakni sama-sama ditanggal 12. Kok bisa?

Baca juga: Menakar Kesalahan Prosedur Perawatan Pesawat Nahas Boeing 737-500 Sriwijaya Air SJ-182

Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 pada Sabtu siang (9/1) dilaporkan hilang kontak empat menit setelah lepas landas. Pesawat itu dilaporkan hilang pada pukul 14.40 WIB di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di sebelah utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki. Pesawat yang dipiloti Capt. Afwan tersebut semula dijadwalkan take-off atau lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 13.25 WIB dan tiba di Bandara Supadio, Pontianak pada 15.00 WIB.

Sejak awal, kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 memang sudah penuh dengan hal-hal berbalut mistis. Pada November 2020 lalu, Mbak You, paranormal beraliran kejawen, sempat memberikan ramalan 2021 di hadapan awak media. Dalam salah satu ramalannya, Mbak You menyinggung soal kecelakaan pesawat.

Menurutnya akan ada kecelakaan pesawat berlambang merah dan biru mengalami kecelakaan. Pesawat dengan lambang merah akan mengalami kecelakaan berat. Sementara yang berlambang biru tak terlalu berat.

Mbak You juga menyebutkan terjadinya kecelakaan pesawat itu. Menurutnya, akan terjadi sebelum Juli 2021. “Itu terjadi di pertengahan, sebelum bulan Juli. Mulai sekarang saya hitung maju, sebelum bulan Juli sudah ada kasus tersebut,” terang Mbak You dalam video viral di media sosial.

Selanjutnya, ketika kecelakaan benar-benar terjadi pun, momentumnya pun juga aneh. Beberapa netizen coba menghubungkan antara waktu kejadian dengan nomor penerbangan pesawat.

Disebutkan, SJ-182, jika dibreakdown itu sama dengan Sabtu mewakili “S” Januari mewakili “J” dan 182 atau 18:2 yang berarti 9. Singkatnya, SJ-182 sama dengan Sabtu, 9 Januari yang notabene menjadi hari, tanggal, dan bulan terjadinya kecelakaan pesawat Sriwijaya Air yang menewaskan 62 orang, terdiri dari 50 penumpang dan 12 kru, tersebut.

Baca juga: Deretan Kisah Penumpang Sriwijaya Air SJ-182 Selamat dari Kecelakaan Maut, Bikin Nangis!

Tak cukup sampai di situ, tanggal penemuan black box pesawat Boeing 737-500 PK-CLC, yakni tanggal 12 juga sama dengan tanggal ditemukannya black box dari pesawat Airbus A320 AirAsia QZ851 PK-AXC.

Sekalipun tak ada hubungan langsung dengan terjadinya kecelakaan, namun, bukan berarti hal-hal kecil seperti ini tak memiliki makna apapun. Bisa saja, karena keterbatasan manusia menjabarkan fenomena alam, termasuk hubungan antara kejadian-kejadian di atas, tak sedikit orang yang menganggap ini sebagai lelucon belaka.

Rencana MRT Jakarta Akuisisi KCI Ditolak Serikat Pekerja KAI, Pengamat: Barang Sudah Bagus Jadi Rebutan

Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) se-Jawa dan Sumatera menolak rencana akuisisi 51 persen saham PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) oleh PT MRT Jakarta (Perseroda). SPKA berpandangan bahwa langkah tersebut hanya akan merugikan PT KCI secara bisnis dan moda transportasi perkeretaapian secara sistem yang notabene sudah mapan.

Baca juga: PT MRT Jakarta Canangkan Integrasi Ticketing dengan TransJakarta dan PT KCI

“SPKA berpendapat akuisisi tersebut justru berpotensi merusak sistem transportasi perkeretaapian yang sudah mapan, baik, dan terintegrasi dalam satu kesatuan sistem menjadikan terpecah hanya karena urusan kewenangan,” tulis SPKA dalam keterangan resmi yang diterima redaksi KabarPenumpang.com.

Sejalan dengan SPKA, pengamat transportasi, Djoko Setijowarno mengungkapkan bahwa langkah MRT yang ingin mengakuisisi KCI hanya untuk sebuah integrasi rasanya bias. Sebab, dahulu, saat sistem pelayanan masih buruk, tak ada pihak luar PT KAI yang peduli apalagi membenahi. Lantas, ketika saat ini pelayanan sudah bagus, aneh rasanya bila ada pihak lain di luar perusahaan yang ingin mengakuisisi KCI dengan dalih integrasi.

“Barang sudah bagus jadi rebutan. Ketika layanan tidak ada pihak luar PT KAI yang peduli apalagi membenahi. Yang ada hanya mencerca. Pada saat proses perbaikan juga sama, tidak banyak yang mendukung karena tidak yakin pelayanannya akan menjadi baik seperti sekarang,” jelasnya kepada KabarPenumpang.com melalui pesan singkat.

Lagi pula, jangkauan atau ekspansi operasional KCI yang sudah menjangkau Yogyakarta dan Solo juga akan menjadi masalah dikemudian hari, dalam hal ini terkait pemberian subsidi ke KCI daerah operasional Solo-Yogyakarta. Mau tidak mau DKI, sebagai pemilik MRT, akan memberikan subsidi juga ke dua Pemda itu untuk kelancaran operasional KCI; sesuatu yang tentu saja harus dikaji landasan hukumnya.

Djoko pun mengambil contoh kasus subsidi bus Trans Jabodetabek yang dipermasalahkan Badan Pengawan Keuangan (BPK). Menurutnya, jika itu saja jadi permasalahan, apalagi memberikan subsidi ke Yogyakarta dan Solo, tentu bisa menimbulkan masalah baru.

Sebelumnya, mendasar pada pasal 6 UU 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian, SPKA berpendapat bahwa PT KCI (KAI Commuter) merupakan Perkeretaapian Nasional, karena melayani angkutan orang lebih dari satu provinsi, sehingga kewenangannya ada di Pemerintah Pusat dan Pemerintah telah membentuk BPTJ melalui Peraturan Presiden No. 103 Tahun 2015.

Dalam Perpres tersebut, tugas BPTJ adalah mengembangkan, mengelola dan meningkatkan pelayanan transportasi secara terintegrasi di Jabodetabek dengan menerapkan tata kelola organisasi yang baik.

SPKA menegaskan berdasarkan Pasal 1 Perpres 83 tahun 2011 tentang Penugasan kepada PT KAI untuk menyelenggarakan Prasarana dan Sarana Kereta Api Bandar Udara Soekarno-Hatta dan jalur Lingkar Jabodetabek, Pemerintah menugaskan kepada PT KAI untuk menyelenggarakan prasarana dan sarana perkeretaapian Bandar Udara Soekarno-Hatta via Kota Tangerang; dan prasarana dan sarana perkeretaapian Jalur Lingkar (Circular Line) Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek).

Dalam pelaksanaan penugasan PT KAI dapat bermitra dengan badan usaha lainnya dengan mengikuti kaidah-kaidah bisnis yang baik, dengan memperhatikan Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor : Per – 01 /Mbu/2011 Tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) Pada Badan Usaha Milik Negara.

Baca juga: Jelang Elektrifikasi Jalur Kereta Yogyakarta-Solo, PT KCI Kelola Pengoperasian KA Prameks

SPKA menyebutkan bahwa adanya akuisisi akan berpotensi merusak sistem transportasi perkeretaapian yang sudah mapan baik terintegrasi dalam satu kesatuan sistem menjadikan terpecah berpetak- petak hanya karena alasan kewenangan.

“Integrasi antarmoda bisa dilakukan tanpa perlu akuisisi,” terang Dewan Pengurus Pusat SPKA dalam keterangan rilisnya.