Taksi-Robo Multidirectional Bisa Angkut Empat Penumpang Tanpa Kursi Pengemudi

Zoox Amazon baru saja memperkenalkan taksi listrik multidirectional yang juga otonom atau tanpa pengemudi. Zoox menamainya dengan Taksi-Robo yang mampu mengangkut penumpang sebanyak empat orang dan dirancang untuk digunakan di perkotaan.

Baca juga: Taksi Listrik dengan Tenaga Pedal, Bisa Angkut Dua Penumpang

KabarPenumpang.com melansir dari laman gadgets.ndtv.com (15/12/2020), Taksi-Robo ini tanpa adanya setir dan memiliki dua bangku yang berhadapan dan bisa digunakan oleh empat orang penumpang. Interior taksi ini cukup unik karena mengambil gaya gerbong tak seperti taksi otonom lainnya.

Panjang Taksi-Robo ini sekitar 3,6 meter dan lebih pendek dari mobil Mini Cooper standar. Taksi-Robo sendiri dikatakan Zoox Amazon merupakan salah satu kendaraan pertama yang memiliki kemampuan kemudi dua arah dengan empat roda sehingga memungkinkan manuver yang lebih baik.

Taksi-Robo mampu melaju dengan kecepan tertinggi hingga 75 mil per jam atau 120 km per jam. Kendaraan ini dilengkapi dengan berbagai macam fitur bermanfaat seperti pengisi daya nirkabel untuk smartphone dan perangkat lain yang kompatibel. Selain itu meski tanpa pengemudi, penumpang juga wajib menggunakan sabuk pengaman yang disediakan.

Dari video yang ada, taksi otonom ini akan memperlambat atau menghentikan lajunya ketika ada orang yang akan menyeberang atau lewat didepannya. Taksi otonom tersebut juga menampilkan panel kontrol pribadi untuk mengatur musik dan kondisi udara di dalam mobil serta bisa memeriksa waktu kedatangan, lokasi dan rute.

Zoox Amazon mengatakan, dengan tidak adanya kursi untuk pengemudi, setiap penumpang jadi memiliki kenyamanan dengan ruang yang lebih besar dan akses teknologi yang sama. Saat ini Taksi-Robo tengah diuji di pangkalan perusahaan di Foster City, California, dan juga di Las Vegas serta San Francisco.

Zoox, yang berbasis di Foster City di Silicon Valley, didirikan pada 2014 dan diakuisisi oleh Amazon pada Juni. Ini beroperasi sebagai anak perusahaan independen di Amazon.

Baca juga: BYD dan Didi Luncurkan D1, Mobil Listrik Pertama yang Dirancang Khusus untuk Ride Hailing

Amazon juga telah bekerja sama dengan Blackberry untuk membuat IVY, platform komputasi awan yang dapat dihubungkan dengan mobil untuk layanan dan wawasan berdasarkan data dari kendaraan dan pengguna. IVY juga dapat digunakan oleh pembuat mobil mana pun untuk menganalisis data sensor secara real-time dan memberikan informasi yang berguna bagi pengemudi.

Bawa Sepeda Besar, Penumpang MRT Singapura Viral di TikTok

Sudah umum ketika melihat orang membawa sepeda lipat atau perangkat mobilitas pribadi atau PMD ke dalam kereta MRT (Mass Rapid Transit). Apalagi bisa dikatakan alat transportasi ini masih masuk dalam ukuran yang ditetapkan oleh operator MRT. Namun bagaimana jika sebuah sepeda besar digantung di pegangan tangan dalam kabin MRT? Sepeda besar yang menggantung tersebut dibagikan dalam sebuah video di TikTok pada Rabu, (16/12/2020).

Baca juga: Viral di TikTok Pramugari Umbar Fakta Penghasilan

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman mothership.sg (16/12/2020), diduga sepeda ini milik seorang pria dan juga terlihat memarahi penumpang lain di kabinnya. Video sepeda ini berdurasi 30 detik memperlihatkan sepeda dilipat dan tergantung di tiang yang biasanya digunakan penumpang yang berdiri selama perjalanan.

Menurut pedoman SMRT (Singapore MRT), sepeda yang tidak dapat dilipat tidak diperbolehkan di kereta mereka. SMRT juga mengatakan, sepeda lipat dan PMD, diperbolehkan, jika sesuai dengan batas ukuran yang ditentukan, 120 cm x 70 cm x 40 cm saat dilipat.

Seorang pria mengenakan pakaian longgar dan bandana ungu terlihat berdiri di dekatnya, dengan lengan bertumpu pada tiang pegangan lainnya. Untuk beberapa alasan, pria itu tampak sangat gelisah dan terdengar membuat komentar marah di komuter lain.

Sebuah pesan yang ditampilkan di papan nama elektronik menunjukkan bahwa insiden itu terjadi di kereta menuju stasiun Jurong East. Kemudian kejadian pihak SMRT langsung mengeluarkan pernyataan tentang kejadian tersebut di Facebook pada Kamis, (17/12/2020) malam.

Menurut operator transportasi, seorang pria komuter mengabaikan saran dari staf SMRT yang ditempatkan di MRT Woodlands dan “memaksa jalan” di atas kereta dengan sepeda non-lipatnya. Kejadian ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.10 pada Selasa, (15/12/2020).

Dia kemudian pindah ke kereta lain di stasiun Jurong East dan akhirnya turun di stasiun Pioneer sekitar 40 menit kemudian. SMRT telah mengidentifikasi komuter dan mengajukan laporan polisi.

Mereka juga mengambil kesempatan untuk mengingatkan penumpang agar mematuhi peraturan kereta api yang ada tentang sepeda lipat dan PMD. Semoga polisi menanggapi insiden ini dengan serius. Meskipun masih belum jelas mengapa komuter pria muncul terpicu dalam video tersebut, membawa sepeda ukuran penuh ke dalam kereta jelas merupakan pelanggaran terhadap aturan SMRT.

Baca juga: Penumpang Masak Steak di Toilet Pesawat dan Unggah Video ke TikTok

“Menggantungnya di tiang pegangan juga bisa berbahaya bagi penumpang yang duduk di dekatnya. Kami berharap polisi akan memandang serius pelanggaran ini sebagai pencegahan bagi penumpang lain,” ujar pihak SMRT.

Bus Otonom Pertama di Jepang Meluncur di Prefektur Ibaraki

Berbagai kendaraan otonom kini mulai meluncur di jalan beberapa negara. Salah satunya adalah Jepang yang mana pada November lalu memulai layanan bus otonom pertamanya. Bus ini mulai meluncur di jalanan umum di sebuah kota yang berada di Prefektur Ibaraki.

Baca juga: SoftBank Kerja Sama dengan Navya Hadirkan Bus Otonom di Jepang

Dipilihnya kota tersebut karena memiliki populasi yang menua lebih cepat alias lebih banyak orang tua dibandingkan generasi muda. Bus otonom tersebut diluncurkan oleh anak perusahaan SoftBank Corp yakni Boldly Inc., yang juga sekaligus sebagai operator kendaraan tersebut.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumber kyodonews.net (25/11/2020), bus otonom ini bisa mengangkut sebanyak sembilan penumpang yang melaju dengan kecepatan 20 km per jam. Bus tersebut melakukan perjalan pergi pulang sejauh lima kilometer di sekitar pusat Sakai.

Meski akan beroperasi secara otonom, di dalam bus tetap akan ada kru dan satu orang petugas yang duduk di kursi pengemudi. Hal ini karena undang-undang lalu lintas Jepang melarang kendaraan tak berawak beroperasi di jalan umum.

“Kami ingin memperluas layanan kami di seluruh negeri untuk menyediakan mobilitas yang lebih berguna,” kata Kepala Eksekutif Boldly Yuki Saji pada upacara peluncuran layanan bus tersebut.

Untuk awal perjalanannya, Boldly akan mengoperasikan bus otonom ini dengan empat perjalanan pergi pulang dalam sehari bersama dengan pemerintah daerah. Mereka juga berencana akan memperluas layanan hingga lima rute tergantung pada permintaan.

Pemerintah kota setempat, dengan populasi sekitar 24 ribu, mengatakan telah mengalokasikan 520 juta yen ($5 juta) untuk membantu mendanai layanan bus selama lima tahun hingga Maret 2025, karena tenaga kerja yang menua di operator bus lokal membuat mereka menghadapi kekurangan pengemudi bus.

“Di kota setempat seperti Sakai, mendapatkan cukup banyak pengemudi untuk memelihara layanan bus umum semakin sulit. Bus otonom adalah apa yang kami cari untuk menawarkan mobilitas” kepada orang tua,” kata Masahiro Hashimoto, walikota Sakai.

Baca juga: Mobil Golf Semi-Otonom Mudahkan Para Lansia di Desa Pegunungan Jepang

Saji mengatakan bahwa dia telah menerima pertanyaan dari lebih dari seratus pemerintah daerah di Jepang sejak rencana layanan bus otonom di Sakai diumumkan pada Januari.

Mau Menikmati Sensasi Kereta Asli Orient Express? Langsung Ke Singapur Yuk

Kereta asli Orient Express akhirnya mendarat di Singapura dan mulai ikut dalam pameran Once Upon A Time On The Orient Express yang dibuka pada 12 Desember 2020 kemarin. Pameran ini akan berlangsung hingga 13 Juni 2021 di West Lawn Gardens By The Bay. Pameran ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menelusuri kembali perjalanan luar biasa dari lokomotif legendaris tersebut.

Baca juga: Desember 2020, Kereta Mewah Orient Express Tampil di Singapura

Pameran ini menampilkan kereta asli di mana akan ada dua gerbong kereta tahun 1920-an, serta mesin lokomotif asli, yang dibangun di Prancis 158 tahun lalu. Dua gerbong ini bahkan dengan susah payah dikembalikan ke kejayaan sebelumnya termasuk mobil fourgon yakni gerobak yang digunakan untuk membawa bagasi atau kargo dan satu dari hanya tiga yang tersisa di dunia saat ini.

Makanan yang disediakan pada pameran Orient Express (channelnewsasia.com)

Kemudian ada mobil Pullman yang dibangun pada tahun 1920 dengan interior yang membanggakan marquetry lemon burr bertatahkan motif bunga timah. KabarPenumpang.com merangkum channelnewsasia.com (11/12/2020), Orient Express terkenal dengan dekorasinya yang mewah, dan pengunjung akan melihat penguasaan keahlian dari dekat dimulai dari langit-langit kulit yang timbul di Cordoba dan relief kristal Lalique permadani Gobelins hingga tirai beludru dari Genoa, peralatan perak, taplak meja yang berharga, dan kristal kacamata bagus.

Ada pula yang dipamerkan yakni koleksi lebih dari 300 artefak dari zaman dulu seperti dokumen, seragam, furnitur yang telah dipugar dan jendela kaca patri. Bahkan ada juga poster, menu, barang pecah belah, peralatan makan dan batang monogram Louis Vuitton antik yang digunakan pada tahun 1900-an hingga 1920-an.

Selain segmen interaktif melalui berita dan klip film yang berfokus pada sejarah Orient Express dan bagaimana menghubungkan rute terkenal dari Eropa ke belahan dunia kita, akan ada pengalaman ruang pelarian yang menyenangkan yang dijadwalkan dibuka tahun depan, di mana Anda bisa bermain sebagai detektif Belgia terkenal Hercule Poirot dan memecahkan misteri ala novel Christie.

Ada juga restoran pop-up rimbun yang menyajikan masakan mewah dari Chef Yannick Alleno berbintang tiga Michelin di atas replika gerbong makan Anatolia yang secara resmi akan dibuka untuk pengalaman bersantap lengkap seperti makan siang, brunch, dan makan malam tepat sebelum Natal. Sementara itu, restoran pertama akan dibuka dengan sesi minum teh (S$78 ++ per orang), menawarkan kue-kue Paris yang sangat lezat yang meliputi The True Saint-Honore, Caviar Lime Madeleine, Coffee Flavored Religuses Pastry, Golden Profiteroles di samping sandwich tanpa kerak dari Comte Cheese dan Savora Sauce serta scone tradisional Inggris.

Pameran ini pertama kali diadakan di Paris pada tahun 2014 dan Singapura secara khusus dipilih sebagai tujuan pop-up pertama kereta di luar Prancis. Kemudian hal ini menjadi pengaturan yang rumit yakni pada 3 November, gerbong kereta dan lokomotif berlayar dari Paris (pertama kali meninggalkan Prancis) dan tiba di Singapura kurang dari sebulan kemudian pada 1 Desember, di mana hal itu dilakukan dengan hati-hati dan diangkut ke Taman West Lawn.

Menurut kurator acara Claude Mollard, lokomotif asli dan dua gerbong harus ditempatkan dalam infrastruktur yang dibuat khusus untuk melindungi karya seni dan pajangan, mengingat iklim yang panas dan lembab di Singapura. Secara total, keseluruhan proyek termasuk keterlibatan Singapore Tourism Board (STB) memakan waktu enam bulan dari awal hingga selesai.

“Badan Pariwisata Singapura senang bahwa Singapura akan menjadi tujuan pertama yang memamerkan Orient Express di luar Prancis. Peluncuran atraksi pop-up ini selama waktu-waktu ini merupakan bukti daya tarik global Singapura dan juga mencerminkan kepercayaan pada kami sebagai tujuan yang aman dan tepercaya,” kata kepala eksekutif STB Keith Tan.

Interior Orient Express (channelnewsasia.com)

Guillaume de Saint Lager, wakil presiden dan direktur eksekutif Orient Express setuju, ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk melihat pameran ini mengadakan tur dunia, dengan Singapura sebagai perhentian pertama. Dia mengatakan, Gardens By The Bay adalah karya luar biasa untuk Orient Express, dan menggemakan dimensi eksotis merek tersebut.

“Kami berharap, di masa-masa rumit ini, dapat membawa orang Singapura menjelajahi mitos Orient Express. Sebuah pelarian sejati untuk indra,” ujar Lager.

Baca juga: 4 Oktober 1883, Orient Express Pertama Kali Layani Rute Perancis ke Istanbul

Warga Singapura yang memenuhi syarat akan dapat membeli tiket untuk atraksi pop-up ini menggunakan voucher SingapoRediscover melalui paket bundel yang berbeda dari S$438 ++ dengan Fairmont Singapura yang mencakup menginap semalam dengan sarapan, tiket ke pameran Once Upon A Time On The Orient Express, pengalaman bersantap di gerbong sekaligus kenang-kenangan. Untuk reservasi kamar, bisa melalui reservasi.singapore@fairmont.com.

JAS Hadirkan Layanan Super Ini di Lima Bandara Besar, Penumpang Sangat Dimudahkan

JAS Airport Services (JAS) kini menghadirkan layanan cek kesehatan (travel health check) terintegrasi, mulai dari tes swab antigen dan PCR, pengecekan kelengkapan dokumen, pendampingan saat check-in dan imigrasi, pemberian sanitasi kit dan bungkus/disinfectant bagasi, sekaligus bekerjasama dengan instansi transportasi dan beberapa hotel untuk karantina maupun transit.

Baca juga: KA Bandara Soetta Tawarkan Layanan City Check-In dan Baggage Handling Gratis!

Perubahan regulasi perjalanan dalam masa pandemi Covid-19 sering menyebabkan penumpang maskapai menghadapi ketidakpastian dan kecemasan dalam mengatur perjalanan mereka. Seperti keputusan tes PCR maupun rapid test antigen yang diwajibkan untuk perjalanan udara jika memasuki maupun meninggalkan Jakarta dan Denpasar maupun banyak tujuan internasional.

Oleh sebab itu JAS lewat salah satu produknya yaitu ASA (Airport Special Assistance) kembali mengoptimalkan komitmennya dalam layanan ground handling penumpang yaitu dengan menghadirkan layanan cek kesehatan (travel health check).

Melalui layanan ini, penumpang yang hendak berangkat atau datang dari negara manapun dengan menggunakan maskapai apapun, selain mendapatkan kejelasan tentang regulasi perjalanan, mereka juga akan mendapatkan perlindungan optimal baik mulai dari persiapan perjalanan sampai dengan keberangkatan mereka maupun kedatangan mereka di area jangkauan JAS.

Layanan cek kesehatan (travel health check) mampu memberikan hasil tes swab antigen dalam waktu maksimal satu jam dan Tes PCR dalam waktu enam jam atau keesokan harinya.

Dalam hal ini, JAS bekerja sama dengan empat rumah sakit bertaraf internasional seperti Rumah Sakit Medistra, Rumah Sakit Pondok Indah Group, Rumah Sakit Siloam, dan Rumah Sakit Premier, meliputi Jakarta, Denpasar, Yogjakarta, Medan, dan Surabaya.

Penumpang dapat memilih Rumah Sakit terdekat domisili mereka dan pelayanan dapat dilakukan baik secara drive thru ke Rumah Sakit maupun dilakukan di rumah atau hotel.

Selain Tes Covid-19 untuk persiapan perjalanan maupun saat di bandara, penumpang juga akan didampingi oleh asisten pribadi yang bertugas memberikan bantuan saat check-in, imigrasi, paket sanitasi dan bungkus bagasi atau disinfectant bagasi.

Asisten tersebut juga akan membantu memeriksa kesesuaian dokumen penumpang dengan peraturan di negara atau maskapai.

Menurut Nina Violenty, Head ASA, masih banyak sekali penumpang yang kurang memahami regulasi perjalanan yang sifatnya dinamis. Nina percaya bahwa layanan cek kesehatan yang terintegrasi ini akan membuat penumpang merasa nyaman dan aman.

“Hampir 85 persen pelanggan yang menggunakan layanan kami adalah penumpang internasional, yang memang jelas membutuhkan tes PCR, bukan sekedar Rapid Test biasa. Jadi dengan tes PCR enam jam, mereka akan bisa terbang dengan nyaman,” kata Nina, dalam rilis JAS yang diterima KabarPenumpang.com.

Baca juga: Viral, Surat Pelancong untuk Manajer Bandara Soekarno-Hatta

Di tahun 2020 ini, JAS lewat layanan ASA-nya telah menangani sekitar 17,000 penumpang. Tidak hanya penumpang komersial, melainkan juga jamaah umroh. Khusus umroh ini biasanya layanan yang diberikan berupa jasa pendampingan selama berada di bandara, para jamaah juga dapat dibantu selama proses check-in, tes PCR, tracking bagasi, dan penyediaan lounge serta makanan.

ASA telah berdiri selama sembilan tahun sebagai bagian dari layanan ground handling JAS dan memiliki kelebihan utama yaitu akses informasi real time sehingga dapat melakukan koordinasi yang efektif untuk kedatangan atau keberangkatan penumpang. Pada 2019, ASA meluncurkan aplikasi seluler untuk mempermudah para penumpang melakukan pemesanan.

Penumpang Tak Gunakan Masker, Pengemudi Taksi Boleh Tolak Penumpang

Aturan baru menggunakan masker selama pandemi, membuat semua orang harus mengenakannya di mana pun mereka berada demi mencegah penularan virus corona. Bahkan transportasi umum pun mewajibkan setiap orang yang akan naik kereta, bus ataupun taksi menggunakan masker untuk keamanan diri mereka dan penumpang lainnya.

Baca juga: Cegah Virus Corona, Otoritas Angkutan Darat Singapura Bagikan 300 Ribu Masker ke Sopir Taksi

Sepuluh perusahaan taksi di Tokyo, Jepang meminta kepada pemerintah perubahan aturan untuk melindungi pengemudi dan penumpang dari virus corona. Di mana mereka meminta agar semua penumpang menggunakan masker dan pengemudi diperbolehkan menolak bagi mereka yang tidak menggunakan masker tanpa alasan yang tepat.

Permintaan aturan baru ini kemudian diizinkan oleh Kementerian Transportasi Jepang untuk melakukan penolakan pelanggan tanpa menggunakan masker. KabarPenumpang.com melansir timeout.com (10 /11/2020), aturan tersebut karena warga Tokyo tetap bergantung pada transportasi umum untuk perjalanan mereka.

Berdasarkan undang-undang transportasi jalan raya Jepang, sebagaimana diberlakukan oleh Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi, operator taksi hanya dapat menolak layanan dalam keadaan tertentu, seperti kepada pelanggan yang sangat mabuk atau melakukan kekerasan atau di antara keadaan khusus lainnya.

Sepuluh perusahaan taksi Tokyo meminta kementerian mengubah aturan untuk mengizinkan kebijakan ‘tanpa masker, tidak boleh bepergian’, karena penumpang yang mabuk berbicara dengan keras tanpa masker dapat meningkatkan risiko infeksi bagi pengemudi. Perubahan tersebut disetujui untuk melindungi pengemudi taksi dan penumpang berikutnya.

“Ketentuan tersebut tidak mendukung penolakan menyeluruh terhadap orang-orang yang tidak mengenakan masker,” kata seorang pejabat kementerian transportasi.

Pejabat tersebut menambahkan bahwa jika pelanggan mereka tidak memakai masker, pengemudi taksi harus memeriksa apakah mereka memiliki kesehatan atau alasan lain yang tidak dapat dihindari. Kementerian mengatakan ketentuan itu disetujui untuk melindungi tidak hanya pengemudi taksi tetapi juga pengendara berikutnya.

Baca juga: Pengemudi Taksi di Beberapa Negara Positif Terkena Virus Corona

Sejak merebaknya virus, perusahaan taksi di Jepang telah mengambil tindakan pencegahan seperti sering melakukan disinfeksi kendaraan. Pengemudi diharuskan memakai masker wajah dan menjalani pemeriksaan suhu tubuh juga.

Tak Kuat Bayar Sewa, 4 Pesawat ATR Pakistan Airlines Ditarik Leasing

Empat pesawat ATR 72-500 Pakistan International Airlines (PIA) dilaporkan ditarik lessor. Melirik ke kontrak, pesawat-pesawat tersebut sejatinya masih terus dipakai maskapai yang berbasis di Karachi, Pakistan, itu sampai 2021 mendatang. Tetapi, karena tak lagi mampu bayar sewa, leasing ABRIC pun menariknya.

Baca juga: FedEx Terima ATR 72 Khusus Kargo Pertama

Empat pesawat itu ialah AP-BKV, AP-BKX, AP-BKY, dan AP-BKZ. Menurut planespotters.net, sebagaimana dikutip Simple Flying, seluruh ATR tersebut bergabung ke PIA pada pertengahan 2015 setelah terbang dengan UTair-Ukraina. Keempat pesawat tersebut menghabiskan sebagian besar tahun 2020 dengan mendekam di bandara alias digrounded.

Dari keempat ATR di atas, salah satunya, AP-BKY, telah meninggalkan Pakistan. Alih-alih menuju ke Dublin, Irlandia (markas ABRIC), data dari software pelacakan pesawat menunjukkan pesawat telah mendarat di Johannesburg pada 14 Desember. Tak disebutkan dengan jelas keperluan pesawat itu di sana.

Dilansir Simple Flying, sekalipun ketidakmampuan sebuah perusahaan sudah umum, namun, badan investigasi kriminal, kontra-intelijen, dan Badan Investigasi Federal (FIA) tetap menyelidiki kasus gagal bayar PIA ke leasing.

Disebutkan, harga sewa untuk dua pesawat ATR PIA seharga US$1120 per hari atau US$34.000 per bulan. Adapun dua pesawat lainnya sedikit lebih murah dari itu. Bila diakumulasi dari perjanjian sewa pada 2015 lalu sampai 2020 ini, PIA setidaknya harus merogoh koceh sebesar US$43,7 juta, masih lebih kecil memang dibanding asset perusahaan sebesar US$668 juta.

Akan tetapi, PIA diketahui memiliki utang hampir US$3 miliar. Tentu, tambahan utang sekecil apapun semakin mendorong perusahaan ke jurang kebangkrutan.

Meski demikian, CEO PIA, Arshad Malik, mengaku maskapai sudah dalam jalur yang benar untuk mencetak keuntungan di masa mendatang.

“Kami mencoba untuk mengurangi kerugian PIA dengan kerjasama dengan sektor swasta. Kami menghadapi masalah karena pandemi virus Corona, tetapi PIA akan segera menggapai prestasi baru,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengungkap bahwa keputusan perusahaan membatalkan perjanjian sewa empat pesawat ATR sudah tepat dengan mengaktifkan klausul force majeure, yang menghancurkan bukan hanya PIA melainkan juga industri penerbangan global secara umum.

Di masa kritis seperti sekarang ini, PIA memang bak sudah jatuh tertimpa tangga. Setelah diisukan bangkrut berdasarkan metode Z-score oleh seorang analis Bloomberg, pesawat Airbus A320 PIA mengalami kecelakaan dan merenggut 97 jiwa, terdiri dari 91 penumpang dan delapan awak, awal Juni lalu.

Usai kecelakaan itu, hasil investigasi menunjukkan, satu dari tiga pilot di Pakistan menggunakan lisensi palsu. Sadar perusahaan jadi sorotan, PIA bergerak cepat. Di akhir Juni, juru bicara PIA, Abdullah Hafeez Khan mengatakan bahwa penyelidikan pemerintah tahun lalu telah menemukan sekitar 150 dari 434 pilotnya mengantongi baik itu lisensi palsu atau mencurigakan.

Baca juga: Kasus Belum Usai, Maskapai Pakistan “PIA” Cek Lisensi 141 Pilot, 29 Pilot Tak Layak Terbang dan Dipecat

Pada bulan Agustus, PIA akhirnya memecat sekitar 63 pilot karena berlisensi palsu dan memecat 54 pilot lainnya akibat berbagai masalah. Tak lama setelah itu, maskapai menyebut ada sekitar 15 pilot lagi yang lisensinya dibatalkan dan 14 lainnya tak layak terbang.

Akan tetapi, rupanya hal itu tak cukup mampu meyakinkan Eropa dan Uni Emirat Arab untuk mengizinkan pesawat mereka masuk. Padahal, Eropa, khususnya Perancis dan Inggris, merupakan rute gemuk PIA. Tentu larangan masuk pesawat PIA ke Eropa sangat memberatkan kinerja keuangan.

Demi 737 MAX Kembali Terbang, Boeing Kirim Pilot Khusus ke Maskapai

Boeing disebut mempekerjakan 160 pilot khusus demi memuluskan kembalinya 737 MAX ke dalam layanan. Di bawah program yang dinamakan “Global Engagement Pilot”, ratusan pilot tersebut akan ditugaskan ke maskapai yang hendak mengoperasikan MAX sebagai instruktur atau pengamat kokpit selama kurang lebih 35 hari.

Baca juga: Pastikan Aman, Boeing 737 MAX American Airlines Sukses Lahap Penerbangan Penumpang Perdana

Sejak diizinkan terbang (mendapat sertifikasi) kembali oleh Regulator Penerbangan Sipil Amerika Serikat (FAA) pada 18 November 2020 lalu, berbagai maskapai dunia mulai mengatur jadwal penerbangan perdana mereka dengan Boeing 737 MAX.

American Airlines digandang bakal jadi maskapai perdana yang akan melakoni penerbangan penumpang perdana 737 Max secara komersial pada 29 Desember mendatang, dari Miami ke New York City, Amerika Serikat (AS). Namun, siapa nyana, maskapai bertarif rendah asal Brazil, GOL Linhas Aéreas Inteligentes, malah jadi maskapai pertama yang mengoperasikan Boeing 737 MAX secara komersial.

Padahal, sebelumnya, bersama regulator Eropa, Kanada, dan Cina, regulator penerbangan sipil Brazil sempat menyatakan bahwa pihaknya tidak akan mengadopsi sertifikasi oleh FAA terhadap 737 MAX dan memilih melakukan sertifikasi ulang secara mandiri untuk memastikan pesawat aman.

Dilansir BBC, ratusan pilot yang ditugaskan secara khusus oleh Boeing ke berbagai maskapai, nantinya akan digaji tahunan sebesar US$20 ribu atau sekitar US$32 juta total cost Boeing untuk para pilot.

Mengingat pilot-pilot tersebut akan mengemban tugas berat, mereka diwajibkan memiliki rekam jejak yang bersih dan tentu saja kemampuan memadai, seperti memiliki sekurang-kurangnya 1.000 jam terbang, tidak pernah mengalami insiden, kecelakaan, pelanggaran, dan memiliki lisensi 737 serta pesawat-pesawat Boeing lainnya.

Selain mengerahkan ratusan pilot untuk mengawasi kinerja pilot on duty 737 MAX, Boeing juga memantau seluruh pergerakan 737 MAX di seluruh dunia selama 24 jam dalam sehari serta tujuh hari dalam sepekan. Itu dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian proses kembalinya MAX berjalan lancar.

Sebelumnya, kepala FAA, Stephen Dickson, percaya bahwa Boeing sudah mengakomodir seluruh masukan dari regulator. Ia pun dengan sangat percaya diri menyebut, “Saya 100 persen nyaman dengan keluarga saya terbang di atasnya.” Di samping itu, pihaknya juga sudah bekerja dengan teliti untuk memastikan Boeing 737 MAX aman sebelum akhirnya diputuskan mencabut larangan terbang.

Demikian juga dengan The Air Line Pilots Association International atau Asosiasi Pilot Internasional (ALPA). Asosiasi yang mewakili hampir 60 ribu pilot di Amerika Utara itu mengaku yakin dan percaya kepada teknisi yang bekerja. Secara tidak langsung, ALPA siap untuk menerbangkan MAX.

Baca juga: FAA Izinkan Boeing 737 MAX Terbang Lagi, EASA Pilih Sertifikasi Ulang Mandiri

Meski keamanannya diragukan dan kehilangan kepercayaan dari maskapai, pramugari, dan penumpang, namun, analisis dari para pakar menyebut hal itu tak akan lama. Sejarah pun membuktikannya. Pada 2013 lalu, Boeing 787 Dreamliner sempat dilarang terbang selama empat bulan akibat sejumlah insiden. Tak sedikit penumpang yang menyatakan takut naik pesawat itu. Pun demikian dengan maskapai dan pramugari.

Seiring berjalannya waktu, dengan pembuktian dan berbagai campaign, pada akhirnya Boieng 787 Dreamliner berhasil mendapat kembali kepercayaan mereka, bahkan menjadi salah satu pesawat widebody twin jet favorit di dunia, bersaing dengan Airbus A350.

Ikut Instruksi Gubernur, TransJakarta dan MRT Jakarta Lakukan Penyesuaian Operasional Jelang Nataru

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan instruksi No.64/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Dalam Pencegahan Covid-19 di Masa Libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Adanya Ingub ini PT Transportasi Jakarta melakukan penyesuaian pola operasional.

Baca juga: TransJakarta Lengkapi Seluruh Halte di 13 Koridornya dengan WiFi Tanpa Bayar dan Batas Kuota

Direktur Operasional PT TransJakarta Prasetia mengatakan, akan ada penyesuaian layanan operasional yang akan berlaku mulai 18 Desember 2020 higga 8 Januari 2021.

“Mulai besok, TransJakarta akan melayani pelanggan mulai pukul 05.00 – 20.00 WIB. Ini berlaku untuk semua layanan reguler kami baik BRT, Non BRT dan Mikrotrans,” ujar Prasetia yang dikutip dari siaran pers, Jumat (18/12/2020).

Meski begitu, untuk layanan kesehatan akan ada perpanjangan jam operasional yakni dari pukul 21.00 – 23.00 WIB dari yang sebelumnya pukul 22.00 – 23.00 WIB.

“Hal ini agar para tenaga medis tetap termobilitas dengan baik saat melaksanakan tugasnya,” kata Prasetia.

Walaupun ada pengurangan jam operasional, tetapi tidak akan ada pengurangan rute alias semua rute akan beroperasi selama penyesuaian jam operasional diberlakukan. Prasetia menyebutkan, TransJakarta tetap melayani pelanggan dengan 145 rute yang sudah aktif di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB tansisi.

“Namun sesuai arahan dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, pelanggan TransJakarta tetap dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas normal baik di halte maupun di dalam bus,” jelasnya.

Seperti diketahui selama masa PSBB Transisi, TransJakarta telah memberlakukan pembatasan jumlah pelanggan dengan ketentuan maksimal 60 orang untuk bus gandeng, 30 orang untuk bus sedang, 15 orang untuk bus kecil dan lima orang untuk Mikrotrans. TransJakarta tetap menghimbau masyarakat untuk tetap dirumah apabila tidak ada keperluan mendesak.

Namun jika harus meninggalkan rumah karena terpaksa, selalu pastikan untuk menerapkan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Selain itu PT MRT Jakarta juga memberlakukan penyesuaian pada jam operasional mereka.

Baca juga: Catatkan 27 Ribu Penumpang Per Hari, MRT Jakarta di Masa Pandemi Masih Untung di Bisnis Non Farebox

“Di hari kerja, jam operasional akan berlangsung sejak pukul 05.00 – 20.00 WIB dan pada akhir pekan atau hari libur pukul 06.00 – 20.00 WIB. Perjalana kereta MRT Jakarta ini akan tetap memiliki jeda waktu di jam sibuk selama lima menit dan di jam normal serta akhir pekan akan memiliki jeda setiap kereta sepuluh menit,“ kata Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin.

Airbus Luncurkan ‘The Pod’ Pesawat Sel Bahan Bakar Hidrogen 6 Baling-baling

Airbus resmi meluncurkan desain ‘The Pod’, sebuah pesawat sel bahan bakar hidrogen. Meski belum diketahui kapan mulai diproduksi, pesawat dengan enam pod atau baling-baling, dimana masing-masing pod memiliki delapan bilah ini sudah didaftarkan hak paten oleh Airbus.

Baca juga: Inilah Tiga Konsep Pesawat Bertenaga Hidrogen Airbus, Beroperasi Penuh Mulai 2035

The Pod merupakan bagian dari program ZEROe, komitmen produsen pesawat asal Eropa itu untuk memproduksi pesawat komersial ramah lingkungan (bebas emisi) bertenaga hidrogen pertama di dunia pada 2035 mendatang.

Berbeda dengan berbagai konsep pesawat hidrogen yang telah diluncurkan Airbus, The Pod boleh saja menggunakan baling-baling, sebagaimana pesawat lain, namun, pesawat ini ditenagai oleh sel bahan bakar hidrogen, bahan bakar yang dinilai sebagai solusi energi masa depan.

“Konfigurasi ‘Pod’ pada dasarnya adalah sistem propulsi sel bahan bakar terdistribusi yang memberikan daya dorong ke pesawat melalui enam propulsor yang diatur di sepanjang sayap,” jelas Matthieu Thomas, Arsitek Utama Pesawat ZEROe, sebagaimana dikutip dari laman resmi Airbus. “Sel bahan bakar hidrogen memiliki pertimbangan desain yang sangat berbeda, jadi kami tahu bahwa kami harus menemukan pendekatan yang unik,” tambahnya.

Sekilas tentang sel bahan bakar hirdogen The Pod, pesawat sebetulnya ditenagai oleh listrik melalui alat elektrokimia sejenis baterai yang diproduksi dari bahan bakar hidrogen dan oksigen dari luar.

Bedanya, bila baterai menghabiskan zat dari dalam untuk bekerja, sel bahan bakar memanfaatkan zat dari luar, seperti dua bahan bakar tadi (hidrogen dan oksigen). Tenaga listrik itu kemudian disalurkan ke semua propulsor. Bisa dibilang, The Pod ZEROe merupakan pesawat listrik yang didukung sel bahan bakar hidrogen.

Teknologi sel bahan bakar hirdogen masih perlu dikembangkan lebih jauh. Karenanya, sejauh ini, hanya pesawat kecil yang kemungkinan bisa terbang dengan bahan bakar itu; tak terkecuali dengan The Pod, yang hanya memiliki kapasitas kursi sebanyak 20 penumpang.

Secara umum, Pod terdiri dari berbagai elemen, seperti baling-baling yang terbuat dari bahan komposit, motor listrik, sel bahan bakar, power elektronik, tangki hidrogen cair, sistem pendingin, satu set auxiliary equipment. Cara kerjanya, hidrogen dan udara disuplai ke sel bahan bakar untuk menghasilkan arus listrik. Elektronik daya atau power elektronik mengubah arus untuk memberi daya pada motor listrik. Berkat energi ini, poros motor berputar, sehingga baling-baling berputar.

Baca juga: Pertama di Dunia, Pesawat Sel Bahan Bakar Hidrogen Hy4 Sukses Mengudara

Yang paling menarik dari pesawat sel bahan bakar hidrogen cair ini bukanlah dari bahan bakar itu sendiri, melainkan dari desainnya yang mudah dibongkar pasang. Hal itu dimaksudkan agar pesawat mudah untuk diperbaiki atau mendapat perawatan serta mengisi bahan bakar hidrogen cair saat di bandara.

Kendati demikian, Airbus menyebut konsep pesawat yang sudah dikembangkan sejak tahun 2018 ini belum dapat dipastikan bakal diproduksi atau tidak. Kepastian itu akan didapat setidaknya tahun 2025 mendatang setelah melewati berbagai pertimbangan.