Ledok Sambi, ‘Hidden Place’ di Kaliurang, Yogyakarta

Yogyakarta menjadi salah satu tujuan wisata pelancong dalam dan luar negeri. Bahkan tempat wisata di kota Gudeg di masa pandemi ini banyak yang tutup sementara dalam pencegahan penyebaran virus corona. Namun meski begitu ada salah satu tempat wisata yang masih buka dengan protokol kesehatan yang tetap diterapkan.

Baca juga: Intip Yuk 10 Destinasi Favorit Versi Awak Kabin

Ya, tempat wisata ini berada di Jalan Kaliurang Km 19,2 Padukuhan Sambi desa Pakebinangun, Pakem, Selaman Daerah Istimewa Yogyakarta. Nama tempat tersebut yakni desa wisata Ledok Sambi. Ketika pelancong mengunjungi Ledok Sambi, akan merasakan nuansa alami Jogja. KabarPenumpang.com merangkum dari beberapa laman sumber, pelancong akan merasakan kesejukan, kesegaran dan kedamaian di hati. Sepanjang mata memandang akan terlihat landscape persawahan yang alami, pepohonan hijau rindang dan kejernihan air.

Bisa dikatakan, Ledok Sambi sendiri tempat yang cocok untuk piknik dan berkemah karena menyediakan tenda-tenda yang disewakan untuk menginap. Tak hanya itu ada pula rumah-rumah tradisional khas Jogja yang bisa dijadkan sebagai tempat bermain.

Sebelum masa pandemi, para pelancong di Ledok Sambi bisa mencoba mempraktikan kegiatan bertani seperti membajak sawah, bercocok tanam dan belajar budidaya jamur. Kemudian pelancong bisa menyusuri desa untuk menikmati pemandangan yang alami dan asri.

Pelancong juga bisa mengunjungi peternakan dan ikut memerah sapi serta mendapatkan ilmu menjaga dan merawat sapi bahkan menangkap ikan yang ada di sawah. Tak hanya menikmati dan melakukan berbagai hal di peternakan dan pertanian, pelancong juga bisa mengikuti outbound.

Lokasinya berada di Kali Kuning dengan fasilitas outbound seperti Flying Fox, meniti tali dan lainnya. Desa Ledok Smbi juga memiliki berbagai kegitan kesenian seperti wayang kulit, karawitan Jawa, uyon-uyon dan kegiatan lainnya.

Untuk menikmati segala hal yang ada di di Ledok Sambi, pelancong bisa masuk secara gratis yang mana tempat wisata ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 sampai 17.00 WIB. Bila pelancong ingin berkemah, bisa menyewa Rp120 ribu per malamnya yang bisa ditempati empat orang dan bisa check in sejak pukul 15.00 dan check out di esok harinya pukul 14.00 WIB.

Bila pencong ingin outbound, bisa membayar Rp160 ribu per orang dan minimal peserta sebanyak 20 orang dan maksimal 50 orang. Dengan membayar sejumlah uang tersebut, peserta bisa mendapatkan makanan berat dan makanan ringan.

Baca juga: Stasiun Kedundang di Yogyakarta, Punya Arsitektur Bersejarah Tinggi

Sayangnya selama masa pandemi, meski tetap dibuka untuk umum, berbagai kegiatan outbound ditiadakan sementara. Mereka juga membatasi pengunjung yang datang dan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat.

Kasus Belum Usai, Maskapai Pakistan “PIA” Cek Lisensi 141 Pilot, 29 Pilot Tak Layak Terbang dan Dipecat

Pakistan International Airlines (PIA) belum lama ini mengumumkan telah memecat 29 pilot karena tak layak terbang. Itu dilakukan setelah maskapai mengecek kembali lisensi mereka. Ada 141 pilot yang dicek oleh maskapai nasional Pakistan itu.

Baca juga: Gawat, 1 dari 3 Pilot di Pakistan Pakai Lisensi Palsu!

PIA mengaku langkah tersebut diambil sebagai antisipasi keselamatan penerbangan pasca jatuhnya Airbus A320 PIA dengan nomor penerbangan PK8303, Juni lalu. Kecelakaan tersebut diketahui akibat pesawat gagal mempertahankan ketinggian, sesaat sebelum mendarat.

Dari hasil investigasi, pesawat diketahui mengalami beberapa masalah, mulai dari malfungsi landing gear, disfungsi sistem alarm di dalam kokpit, hingga kerusakan pada kedua mesin pesawat.

Kondisi pesawat yang kurang prima pun juga didukung dengan perilaku in-action pilot. Sebelum jatuh, pilot tercatat melakukan beberapa hal aneh, seperti tidak melaporkan emergency, malfungsi landing gear, kegagalan mesin, tidak mengikuti anjuran petugas ATC, tidak melakukan prosedur pendaratan dengan baik, serta melanggar aturan sterile cockpit rule.

Celakanya, dalam kondisi tersebut, petugas ATC tidak mengecek kondisi pesawat yang sebetulnya sudah berada pada jarak pantau menara pengawas. Prosedur standar, seharusnya petugas ATC menggunakan binocular yang tergantung di atas meja untuk memantau langsung kondisi pesawat.

Di situlah letak kontribusi ATC dalam terjadinya kecelakaan pesawat PIA. Di saat yang bersamaan, pilot juga tidak menyadari kerusakan itu karena sistem peringatan dini di dalam kokpit tidak berfungsi sehingga pendaratan belly landing atau pendaratan tanpa roda terjadi tanpa diketahui oleh ATC dan pilot. Andai saja petugas ATC menggunakan binocular dan memberitahu pilot bahwa landing gear tak muncul, pesawat bisa saja tak jadi mendarat. Jika demikian, tentu di akhir ceritanya akan lain.

Dilansir Simple Flying, pasca kecelakaan tersebut, fakta kemudian muncul dimana Menteri Penerbangan Pakistan, Ghulam Sarwar Khan, menyebut satu dari tiga pilot di negaranya memiliki lisensi palsu. Dihadapan DPR Pakistan, ia membeberkan, dari 860 pilot aktif yang bekerja di maskapai domestik dan maskapai asing, 262 di antaranya memiliki lisensi palsu. Namun, tak disebutkan dengan jelas apakah pilot kecelakaan A320 PIA berlisensi palsu atau bukan.

Di akhir Juni, juru bicara PIA, Abdullah Hafeez Khan mengatakan bahwa penyelidikan pemerintah tahun lalu telah menemukan sekitar 150 dari 434 pilotnya mengantongi baik itu lisensi palsu atau mencurigakan.

Pada bulan Agustus, PIA akhirnya memecat sekitar 63 pilot karena berlisensi palsu dan memecat 54 pilot lainnya akibat berbagai masalah. Tak lama setelah itu, maskapai menyebut ada sekitar 15 pilot lagi yang lisensinya dibatalkan dan 14 lainnya tak layak terbang.

Baca juga: Analis Bloomberg: Maskapai Utama Pakistan “PIA” Kemungkinan Besar Bangkrut

Akibat kisruh lisensi palsu di Pakistan, Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa (EASA) pun memutuskan untuk melarang maskapai Pakistan International Airlines (PIA) selama enam bulan atau hingga akhir Desember mendatang. Namun, baru-baru ini EASA mengungkap bahwa larangan tersebut mungkin akan diperpanjang menyusul majemen pelatihan pilot dan langkah-langkah keselamatan yang masih diragukan. EASA belum dapat memastikan sampai kapan PIA dilarang masuk Eropa.

Hal ini tentu akan sangat menyulitkan PIA, terlebih di masa pandemi virus Corona seperti sekarang. Sebab, Perancis dan Inggris merupakan salah satu rute gemuk maskapai. Bila pun maskapai sudah boleh masuk Eropa, salah satu rute gemuknya, Manchester-Islamabad, sejak PIA dilarang ke Eropa, sudah dijajaki oleh British Airways, maskapai yang tentu saja lebih meyakinkan dibanding PIA.

‘737 MAX’ Rusia Bakal Dapat Saingan, Il-114-300 Sukses Terbang Perdana

‘Boeing 737 MAX’ Rusia, MC-21, sepertinya akan mendapat pesaing anyar dari dalam negeri. Setelah Selasa lalu MC-21 sukses terbang perdana menggunakan mesin PD-14 buatan Aviadvigatel, Rabu lalu, pesawat tuboprop terbaru, Il-114-300, sukses terbang perdana (first flight), setelah prototipe pertama diperkenalkan pada akhir tahun lalu.

Baca juga: Mengenal Irkut MC-21, Pesawat Produksi Rusia yang Jadi Calon Armada Merpati Airlines

Meski demikian, persaingan itu nampaknya tak akan berjalan ketat, mengingat pesawat buatan Ilyushin, anak perusahaan United Aircraft Corporation milik Presiden Rusia, Vladimir Putin, itu diplot untuk pangsa pasar regional Rusia, bukan untuk penerbangan menengah jauh layaknya Irkut MC-21.

Lagi pula, bila ditelusuri lebih lanjut, Irkut Corporation, perusahaan pembuat MC-21, juga merupakan anak perusahaan dari United Aircraft Corporation (UAC). Karena itu, keduanya tak mungkin saling bersinggungan.

“Hari ini pesawat turboprop Il-114-300 melakukan penerbangan perdananya – ini adalah pesawat lain di jalur penumpang, yang akan ditawarkan oleh pabrikan pesawat kami kepada operator dalam waktu dekat,” kata Direktur korporasi negara Rostec, Sergei Chemesov , kepada Simple Flying.

“Pesawat baru ini sangat relevan untuk negara kita: kompatibel dengan berbagai tingkat peralatan lapangan udara, diadaptasi untuk beroperasi dalam kondisi keras di Utara, Siberia, Timur Jauh,” tambahnya.

Disebutkan, pesawat uji dengan nomor registrasi 54114 itu lepas landas dari lapangan udara Zhukovsky, 40 km tenggara Moskow. Uji coba itu dimaksudkan untuk memeriksa kinerja mode operasi pembangkit listrik, stabilitas pesawat, kemampuan kontrol, dan operasi sistem pesawat.

Bila tak ada aral melintang, perusahaan berharap Il-114-300 akan mendapat sertifikasi pada 2022 dan mulai didistribuskan pada tahun 2023.

Pesawat turboprop dengan mesin TV7-117SM buatan perusahaan dalam negeri Rusia, Klimov, dibuat untuk mendukung mobilitas serta konektivitas udara di Rusia yang dinilai jauh dari kata sempurna. Dengan wilayah yang cukup luas dan iklim yang sangat menantang, dibutuhkan pesawat-pesawat tangguh seperti ini.

Secara historis, Il-114-300 merupakan pesawat versi Rusia dari Il-114 yang pernah berjaya di era Uni Soviet, tepatnya pada Maret 1990 silam. Adapun penambahan atau perbedaan dari keduanya terletak pada repertoar Ilyushin yang memiliki kapasitas penumpang maksimum 68.

Baca juga: Pesawat Ilyushin Il-14 Avia, Sejarah TNI AU yang Nyaris Terlupakan! Pernah Jadi Pesawat Kepresidenan

Selain itu, ada juga perbedaan pada muatan maksimumnya yang sebesar 6,8 ton dan jangkauan penerbangan dengan berat maksimum sejauh 1.400 km. Sedangkan jika dalam keadaan kosong, pesawat bisa menempuh jarak hingga 5.000 km. Turboprop ini juga memiliki kecepatan jelajah hingga 500 km per jam dan ketinggian jelajah mencapai 7.600 meter. Perbedaan lain tentu saja terletak pada sistem avionik pesawat dimana Il-114-300 lebih modern.

Sejauh ini, Ilyushin Il-114-300 sudah diminati oleh 20 maskapai regional dimana satu di antaranya, Siberia Polar Airlines dari Yakutsk, sudah menandatangani kontrak pembelian.

Tingkatkan ‘Ketenangan’ pada Penumpang, Cathay Pacific Tawarkan Asuransi Gratis untuk Diagnosis Covid-19

Selain kenyamanan, yang paling dibutuhkan bagi penumpang dalam melakoni perjalanan udara adalah keamanan. Di musim pandemi Covid-19 yang juga belum mereda, risiko penularan di moda transportasi masih menjadi isu tersendiri. Meski protokol kesehatan telah diberlakukan ketat dalam penerbangan, termasuk adopsi fitur HEPA (High Efficiency Particulate Air) di kabin, tetap saja rasa tidak tenang masih menghantui penumpang.

Baca juga: Maskapai Internasional Mulai Ramai Tawarkan Asuransi Covid-19 untuk Penumpang

Guna mengurangi rasa tidak tenang penumpang, beragam jurus dikemukakan pihak maskapai. Salah satu yang jadi andalan adalah asuransi yang memberikan pertanggungan dari ancaman Covid-19. Dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (17/12/2020), Cathay Pacific yang menggandeng AXA General Insurance Hong Kong Limited memberikan pertanggungan Covid-19 gratis kepada seluruh penumpang.

Pelanggan yang terbang dengan Cathay Pacific mulai hari ini hingga 28 Februari 2021 akan ditanggung untuk biaya medis terkait diagnosis Covid-19 yang timbul saat berada di luar negeri. Asuransi Covid-19 gratis diberlakukan otomatis bagi para pemegang tiket. Adapun pertanggungan yang diberikan meliputi:

Medis dan rawat inap
Cathay Pacif menanggung tes PCR Covid-19 dan rawat inap pelanggan jika diperlukan. Cakupan biaya pertanggungan terkait pengobatan Covid-19 sampai dengan US$200.000.

Biaya karantina
Penumpang akan menerima tunjangan sebesar US$100 per hari per penumpang hingga 14 hari akibat Covid-19 untuk membantu mereka selama masa karantina yang tidak terduga dan diwajibkan.

Evakuasi dan repatriasi
Cathay Pacific memastikan bahwa penumpang, termasuk teman perjalanan, atau anak-anak mereka yang terkena dampak dapat pulang dengan selamat. Pelanggan ditanggung untuk jangka waktu 30 hari mulai dari tanggal keberangkatan mereka, atau sampai mereka kembali ke rumah mereka, mana saja yang lebih dahulu.

Gegara Wajibkan Tes PCR dan Rapid Antigen, Wisatawan ke Bali Kompak Refund Tiket! Di Thailand Justru Diserbu

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali resmi mewajibkan tes PCR dan rapid antigen ke para pengunjung atau wisatawan sebagai syarat masuk ke Pulau Dewata. Aturan itu berlaku pada 18 Desember 2020 – 4 Januari 2021. Dirasa memberatkan, calon pengunjung yang telah membeli paket wisata ke Bali pun ramai-ramai melakukan pembatalan tiket (refund).

Baca juga: Qatar Airways Tuntaskan Refund Tiket Senilai US$1,2 Miliar

Dalam sebuah webinar Rabu lalu, Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyebut, pembatalan tiket perjalanan ke Bali oleh calon pengunjung jumlahnya mencapai 133 ribu tiket atau setara Rp317 miliar.

Meski gelombang pembatalan tiket pengunjung ke Bali masih mungkin terus terjadi dan pastinya akan merugikan banyak pihak, Gubernur Bali, I Wayan Koster, kepada wartawan, mengaku aturan tes swab atau rapid test antigen -terkadang disebut juga dengan swab antigen- dan tes PCR untuk wisawatan tak bisa ditawar.

Akan tetapi, anehnya, kebijakan serupa di Thailand tak berdampak apapun. Justru sebaliknya, dinilai bakal diserbu wisatawan. Dilansir travelweekly-asia.com, Thailand, yang selama ini tertutup dari wisatawan asing akibat pandemi Covid-19, belum lama ini mulai membuka diri dari dunia luar meski dengan berbagai syarat. Syarat tersebut mencakup tes PCR dan atau rapid antigen serta karantina mandiri 14 hari untuk wisatawan.

Dalam paket perjalanan wisata asal Inggris, Chic Locations, bekerjasama denganTourism Authority of Thailand (TAT) London dan Thai Airways International, setelah melalui karantina mandiri selama 14 hari dan tentu saja dengan hasil rapid antigen dan atau tes PCR negatif, wisatawan dapat menghabiskan waktu di Negeri Gajah Putih itu maksimal selama 60 malam atau dua bulan, di bawah aturan visa khusus wisatawan.

Kebijakan tersebut tentu tak berlaku untuk wisatawan atau turis yang memiliki waktu berlibur sempit. Sebaliknya, bagi wisatawan dengan waktu berlibur panjang, kebijakan itu dinilai masih belum ada apa-apanya dibanding menikmati musim dingin menusuk tulang selama beberapa pekan di Eropa Utara, Amerika Utara, AS, atau wilayah-wilayah lainnya yang memiliki suhu dingin ekstrem.

Baca juga: Akses Menuju Bandara Soekarno-Hatta Macet Total, Tiga Maskapai Beri Kompensasi Pada Penumpang

Direktur Chic Locations David Kevan mengungkapkan, “Jelas ide tersebut mungkin tidak menarik bagi semua orang mengingat lamanya tinggal tetapi setidaknya itu menunjukkan bahwa Thailand terbuka, meskipun dengan cara yang terbatas. Dan saya pikir kami mungkin akan terkejut betapa banyak klien yang ingin melarikan diri dari musim dingin yang keras di Eropa Utara dan melakukan penguncian abu-abu untuk hibernasi sinar matahari.”

Ia menambahkan, Thailand menjadi pilihan utama wisatawan mancanegara untuk menikmati matahari tropis, bersaing dengan Karibia dan Maladewa. Dengan adanya visa khusus turis di masa pandemi virus Corona seperti sekarang ini, diharapkan negara itu bisa menjadi pilihan berlibur wisatawan untuk merayakan natal dan pergantian tahun. Disebutkan, ada lebih dari 400 paket perjalanan ke Thailand dengan visa itu, mencakup mulai dari kedatangan sampai kepulangan.

Begini Kisah Pilot dalam Penerbangan 9 Hari Keliling Dunia Non Stop! Sempat Mau Mati Gegara Dehidrasi

The Rutan Model 76 Voyager berhasil mencetak sejarah sebagai pesawat pertama di dunia yang berhasil terbang keliling dunia non-stop selama sembilan hari tanpa mendarat. Kepastian itu didapat setelah Voyager mendarat dengan selamat di Edwards Air Force Base (Edwards AFB) -tempat yang sama untuk pesawat lepas landas tanggal 14 Desember 1986- pada 23 Desember 1986.

Baca juga: Inilah Rutan Model 76 Voyager, Pesawat Pertama yang Keliling Dunia Tanpa Mengisi Bahan Bakar

Mendengar pesawat terbang sembilan hari keliling dunia tanpa mendarat, tentu akan ada banyak insan yang heran dibuatnya. Pertanyaan yang paling mungkin adalah, bagaimana pilot dan co-pilot buang air kecil atau besar? Bagaimana minum dan makannya? Bagaimana tidurnya? Bagaimana dengan oksigennya? Serta sederet pertanyaan lainnya, baik menyangkut pilot dan co-pilot atau pesawat itu sendiri.

Dilansir historynet.com, penerbangan keliling dunia selama sembilan hari non-stop tanpa mendarat pertama di dunia itu sejak awal sudah nyaris gagal. Penyebabnya, desain pesawat yang terlalu lebar dan berat (karena memuat bahan bakar seberat 3 ton lebih di dalam 17 tangki) membuat proses lepas landas sangat berisiko. Singkatnya, pesawat berhasil lepas landas persis 243 meter sebelum ujung runway.

The Rutan Model 76 Voyager jadi pesawat pertama di dunia yang berhasil terbang keliling dunia tanpa mengisi bahan bakar. Pesawat buatan Rutan Aircraft Factory itu total melahap penerbangan selama 9 hari, 3 menit, dan 44 detik sejauh 42.212 km. Foto: National Air and Space Museum – Smithsonian Institution

Satu jam setelah lepas landas, di atas Pasifik, Jeana, yang memiliki ratusan jam terbang melihat keluar jendela dan mengatakan bahwa sayapnya yang panjang itu seperti hendak mengepak alias patah.

Disebutkan, selama tiga hari di pesawat, pilot mulai merasa kesehatannya berkurang. Dick mengaku sakit di sekujur badan. Sedangkan Jeana lehernya kaku. Di sini, tak disebutkan dengan jelas bagaimana mereka buang air besar atau kecil. Yang jelas, untuk mengatasi kurang tidur dan menjaga pesawat aman selama penerbangan, Dick lebih sering tidur siang dan Jeana tidur malam.

Usai melewati Hawaii, Dick dan Jeana diingatkan oleh ahli meteorologi di Mojave, California, AS, soal adanya badai besar di depan mereka. Sebagai informasi, keduanya memang terhubung dengan pusat control (mission control) di Mojave, dimana para ahli di bidang meteorologi, komunikasi, dan instrumentation and control engineering, standby selama penerbangan berlangsung. Singkatnya, pesawat berhasil melewati badai tersebut.

Seiring The Voyager terbang dari Pasifik menuju Afrika, para ahli mengaku khawatir akan kebocoran tangki bahan bakar dan kerusakan pada wingtip. Hal itu diperburuk dengan kesehatan kedua pilot, dimana dick merasa perutnya sangat sakit dan ia hanya bisa menangis. Di momen ini, sempat ada opsi untuk mendarat darurat sekalipun akhirnya urung dilakukan.

The Rutan Model 76 Voyager kemudian mulai memasuki Somalia dan Kenya bagian barat untuk terbang naik turun melewati gunung dan awan cumulonimbus. Di sini, misi terancam gagal.

Dick dan Jeana mengaku hampir mau mati karena dehidrasi dan hipoksia. Sudah begitu, keduanya lama tak mengirup oksigen 100 persen. Dick mulai berhalusinasi. Kepalanya migrain, jantungnya berdebar, perut sakit, mual, dan akhirnya muntah. Jeana masih bisa mengontrol dirinya dan mengambil alih pesawat. Dick tidur dengan lutut menempel di dada, digelapnya malam tanpa bintang di Afrika.

Akan tetapi, Jeana lupa membangunkan Dick saat di Kamerun dan pesawat nyaris menabrak gunung. Sempat terjadi cekcok antar keduanya di dalam kokpit yang sempit. Tetapi, keduanya kemudian saling berpelukan dan menangis haru usai Voyager melewati Afrika. Selangkah lagi untuk sampai ke Amerika Serikat (AS), dalam hal ini California.

Baca juga: Hari ini, 101 Tahun Lalu, Penerbangan Terjauh di Dunia Inggris-Australia Dimulai! Sempat Mampir di Batavia dan Surabaya

Voyager kemudian melewati Atlantik Selatan, pesisir Brazil, utara Venezuela, Panama, dan memasuki Kosta Rika, Nikaragua, Guatemala, Meksiko, dan AS, menuju California. Selama penerbangan itu, pesawat berkali-kali menghadapi badai, tepatnya di Panama, Brazil, dan Kosta Rika. Pesawat mulai lebih enteng. Bahan bakar terus menipis. Pesawat akhirnya mendarat dengan hanya menyisakan sedikit sekali bahan bakar.

Tinta emas sejarah pun mencatat akan pesawat pertama keliling dunia non stop tanpa mendarat, diikuti oleh setidaknya delapan penghargaan kepada pilot dan co-pilot.

Mengapa Slot Bandara Bisa Sangat Mahal? Inilah Jawabannya

Bandara menjadi salah satu komponen terpenting dalam rantai industri penerbangan global. Maskapai boleh jadi memiliki citra baik, dengan pesawat dan pilot serta pramugari terbaik. Namun, itu akan jadi tak bernilai bila tanpa bandara. Atas posisi penting itulah, bandara menjadi mahal dan sangat mahal dari segi bisnis. Saking pentingnya, tak jarang maskapai rela membayar mahal slot sebuah bandara untuk bisa lepas landas dan mendarat.

Baca juga: Kurangi Emisi Suara di Tengah Malam, Bandara Heathrow Patok Biaya Ekstra untuk Maskapai

Dilansir Simple Flying, bandara tersibuk di dunia tak selalu mematok slot paling mahal untuk maskapai. Sebab, sangat mahal, mahal, atau tidaknya slot di bandara tidak hanya bergantung pada traffic, melainkan posisi serta lingkungan atau wilayah tempat bandara berada; termasuk jam mendarat dimana jam sibuk di pagi dan menjelang malam pasti akan sangat mahal.

Pada tahun 2016, misalnya, Oman Air dan Bandara Heathrow memecahkan rekor harga dunia untuk sepasang slot (lepas landas dan mendarat). Oman Air membayar US$75 juta untuk hak mendarat di Heathrow, termasuk mendapatkan slot kedatangan di pagi hari yang diperebutkan.

Sebaliknya, Air New Zealand hanya meraup US$27 juta untuk pasangan slotnya ketika keluar dari Heathrow tahun lalu. Namun, pasangan slot Air New Zealand mengizinkan kedatangan pagi menjelang siang dan keberangkatan sore hari – di luar jam sibuk di Heathrow.

Menurut konsultan penerbangan, IBA Aviation, enam kriteria menentukan nilai pasangan slot di bandara mana pun. Keenam itu adalah seberapa sibuk bandara, atau tingkat kendala, seperti apa lingkungan ekonomi secara umum, jam berapa maskapai ingin tiba dan berangkat, seberapa sering maskapai ingin menggunakan slot, seberapa cepat dapat memutar pesawat, dan perbedaan musim yang signifikan di bandara tertentu.

Pada intinya, bila maskapai menginginkan lebih, baik itu dari segi slot parkir, jam tiba dan berangkat, serta lamanya maskapai menggunakan fasilitas bandara, semua itu akan menjadi kolaborasi unik untuk menjadikannya mahal.

Baca juga: 10 Bandara Ini Disebut Sebagai Yang Tersibuk

Perlu diingat pula, setiap bandara memiliki musim kepadatan traffic -yang mempengaruhi harga slot- berbeda-beda. London Heathrow memiliki slot paling mahal -dari segi musim- saat musim panas. Bandara-bandara di sekitar resor ski tentu di musim dingin, seperti bandara-bandara di Amerika Utara.

Akan tetapi, di musim traffic padat seperti kasus di atas, bagi maskapai-maskapai prestige seiring pemakaian bandara secara rutin, tentu akan mendapatkan harga khusus yang membedakan dengan maskapai lain yang hanya seminggu tiga kali atau bahkan seminggu sekali mendarat dan lepas landas di bandara.

Ada Sekat di Kursi Depan Bus, Fungsinya Bukan Cuma untuk Pengaman

Sering naik bus dan suka duduk di paling depan? Sadarkah Anda ada sekat yang memisahkan antara kursi paling depan tersebut? Sebenarnya apakah ada artinya sekat tersebut di kursi bagian depan? Ternyata sekat ini memiliki fungsi yang cukup penting bagi penumpang yang duduk di kursi depan atau hot seat.

Baca juga: Ada Pramugari di Bus AKAP, Dari Layani Penumpang Hingga Turunkan Barang di Bagasi

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, sekat bus di kursi depan memiliki dua fungsi yakni sebagai pengaman dan pegangan penumpang. Deddy Hermawan, Design Development karoseri New Armada mengatakan, fungsi pertama untuk pengamanan penumpang dan pengemudi.

Di mana jika terjadi rem mendadak, penumpang depan tidak akan jatuh ke arah pengemudi. Apalagi saat ini regulasi penumpang bus harus menggunakan sabuk pengaman selama perjalanan menjadiakan keamanan penumpang berlipat. Untuk fungsi kedua, Deddy menjelaskan ini akan berguna sebagai pegangan.

Sehingga bagi penumpang yang akan naik maupun turun dari bus bisa menjadikan sekat ini pegangan. Sekat ini sendiri cukup aman untuk pegangan penumpang karena dibaut ke lantai dan modelnya berbagai macam yakni dilapisi dengan plastik ABS dan ada juga yang dicetak dari polyurethane dengan frame besi di bagian dalamnya.

Deddy mengatakan, model ini biasanya disebut sebagai material integral skin. Selain ada di bagian depan, Anda sebagai penumpang juga bisa menemukannya di dekat tangga belakang ataupun tangga bagian tengah bus bila ada pintu bagian tengah.

Fungsi sekat ini pun sama dengan yang berada di bagian depan untuk melindungi penumpang agar tidak jatuh dari tangga dan menjadi pegangan. Ternyata sekat ini cukup penting, namun banyak penumpang yang menjadikan sekat ini sebagai sandaran kaki.

Meski dibuat dengan kokoh, menempatkan kaki di sekat tidaklah sopan untuk dilakukan di dalam bus. Walaupun kuat, ada kemungkinan tertendang, sekat jatuh mengenai pengemudi yang berada di depan. Sehingga, bila Anda duduk di depan, berlakulah sopan santun dan taat tata krama dengan tidak menaikkan kaki ke atas sekat tersebut.

Baca juga: Layaknya Pohon Natal, Ini Alasan Bus AKAP Dihiasi Lampu Warna Warni

Untuk diketahui, terkadang sekat di kursi depan juga dilengkapi dengan tempat gelas atau cup holder. Terkadang ini juga bisa meletakkan ponsel atau barang kecil seperti tisu yang sering digunakan penumpang.

Boeing Jual Furniture dari Suku Cadang Asli Pesawat 747 hingga F-4 Phantom! Segini Harganya

Boeing dikabarkan mulai menjual furniture yang terbuat dari suku cadang asli berbagai pesawat, mulai dari Boeing 747, jet tempur F-4 Phantom, sampai pembom strategis B-52. Semua furniture tersebut dijual terbatas di platform penjualan digital Boeing dan bisa dimiliki avgeek di seluruh dunia. Sekalipun, suku cadang itu dari pesawat bekas, tetapi harganya cukup lumayan, loh.

Baca juga: Percaya atau Tidak? Airbus A320 Lufthansa Dijual Rp429 Ribu!

Dilansir thedrive.com, dalam katalog Boeing, di antara berbagai furniture dari suku cadang bekas pesawat yang tersedia, kursi lontar atau kursi pilot F-4 Phantom jadi salah satu yang menarik. Betapa tidak, alih-alih memvermak kursi tersebut menjadi lebih layak untuk menghiasi rumah, Boeing justru menjual apa adanya, layaknya kursi lontar pada umumnya. Lengkap dengan seat belt dan berbagai item lainnya sehingga terlihat kumuh atau tidak eye catching.

Ada lagi kursi setengah lingkaran yang terbuat dari mesin pesawat. Furniture yang tertulis sebagai JT8D Engine Cowling Chair ini terlihat unik dengan perpaduan penutup mesin JT8D berwarna putih dan jok hitam setengah lingkaran. Furniture ini dijual seharga US$8.500 atau sekitar Rp120 juta lebih (kurs 14.121).

Selain kursi lontar dan bangku panjang setengah lingkaran, Boeing juga menjual meja berukuran sedang yang terbuat dari mixer knalpot mesin jet. Meja ini nyaris berbentuk utuh seperi sediakala dan hanya ditambah kaca yang menutupinya. Meski demikian, meja tersebut nampak gagah dengan kolaborasi sederhana itu.

Begitu juga dengan kursi kabin penumpang yang diberi roda di bagian bawah serta meja kecil (Aircraft Sculpture 6) untuk ditempatkan di balkon sambil menikmati matahari sore serta ditemani secangkir teh atau kopi. Keduanya juga terlihat elegan dan mewah dengan caranya masing-masing.

Rata-rata dari berbagai furniture tersebut, seluruhnya dijual seharga US$10 ribu atau sekitar Rp141 juta (kurs 14.121). Adapun yang tertinggi, kursi lontar jet tempur, dijual sebesar US$20 ribu atau Rp283 juta (kurs 14.121).

Selain menjadi wadah untuk memuaskan hasrat avgeek di seluruh dunia akan pesawat-pesawat favorit mereka, atau paling tidak akan barang-barang bekas pesawat secara keseluruhan, langkah Boeing tentu baik untuk lingkungan dan tentu saja menjadikan bisnis daur ulang pesawat bekas menjadi lebih kompetitif.

Belakangan, bisnis pesawat purna tugas lama-kelamaan semakin diminati. Sebab, 6.000 pesawat dalam 20 tahun mendatang akan mencapai akhir jam terbangnya. Lantas pesawat tua dibuang ke mana? Sebagian mungkin bakal dibuang ke kuburan pesawat di Gurun Mojave, sebagian lagi didaur ulang dan dibuat jadi barang berharga.

Baca juga: Percaya atau Tidak? Airbus A380 Dijual Rp415 Ribu!

Melihat hal itu, riset di Eropa coba mencari teknik pembuangan yang paling ekonomis dan ramah lingkungan. Hal itu dikarenakan pesawat dibuat dari 60 persen alumunium, 15 persen baja, 10 persen logam berharga mahal seperti titanium. Jadi, terlalu sayang untuk dibuang begitu saja, selain untuk menyelamatkan lingkungan.

Valliere Aviation, salah satu raksasa daur ulang pesawat tua di Eropa, mengerti betul betapa menggiurkannya pesawat tua. Biasanya pesawat tua dihancurkan, dibersihkan dari komponen radioaktif sesuai panduan hijau Eropa, diklasifikasikan, dan diteliti bagian mana saja yang masih bisa dipertahankan, seperti suku cadang berharga, roda pendaratan, mesin, dan peralatan avionik.

Merasa Tak Langgar Norma, Ibu Lima Anak Jadi Pengemudi Taksi Wanita Pertama di Jalur Gaza

Di Palestina seorang ibu melanggar norma dan tradisi di Jalur Gaza dengan menjadi seorang pengemudi taksi. Dia merupakan pengemudi taksi wanita pertama di daerah konflik tersebut. Naela Abu Jubba menjadi pengemudi taksi sejak satu setengah bulan lalu karena pandemi membutanya tidak dapat bertahan di pekerjaannya sebagai pekerja sosial.

Baca juga: DriveHER, Ride Sharing dengan Pengemudi Wanita dan Khusus Bagi Penumpang Wanita

Naela mengambil profesi yang telah lama dibatasi hanya untuk pria saja. Bahkan dia bercita-cita membuka kantor layanan taksi pribadinya hanya untuk pelanggan wanita. Dalam masyarakat yang didominasi laki-laki yang jarang menerima perempuan dalam banyak profesi, dia mendapat banyak kritik.

“Saya pertama kali berpikir untuk menjadi sopir taksi karena penderitaan yang dihadapi perempuan saat menggunakan jasa taksi dengan supir laki-laki, terutama ketika mereka meninggalkan salon tata rambut dan tata rias. Sebagian besar wanita di sini memakai kerudung dan tidak keluar dengan riasan, jadi mereka terpaksa memakai abaya atau niqab untuk menutupi wajah mereka saat pulang ke rumah,” ujar Naela yang dikutip KabarPenumpang.com dari al-monitor.com (8/12/2020).

Dia menambahkan, ini tidak berakhir di sini, karena beberapa wanita bahkan tidak diizinkan berbicara di taksi yang dikemudikan oleh pria, juga tidak merasa nyaman dan aman.

“Saya memutuskan bekerja sebagai sopir taksi khusus perempuan. Saya tidak menawarkan layanan saya kepada seorang wanita yang ditemani oleh seorang pria,” ujarnya.

Ketika dirinya mendiskusikan gagasan itu dengan beberapa teman, mereka memperingatkan Naela bahwa masyarakat Gaza tidak akan toleran. Namun ibu lima anak ini yakin, pekerjaan yang dilakukannya tidak melanggar etika atau moral publik dan dirinya percaya bisa melakukannya.

“Masyarakat patriarkal takut akan kesuksesan wanita mana pun. Saya terkejut dengan pandangan negatif masyarakat dan kritik keras dari beberapa sesama pengemudi taksi laki-laki. Setelah saya ditampilkan di media lokal, saya diserang di media sosial dan dilecehkan di jalan,” kata Naela.

Naela menambahakan, keluarganya saat ini tinggal di rumah dan berhenti dari pekerjaannya. Ini karena mereka tidak tahan lagi dengan gosip tetangga yang terus mendesak untuk mengamankan kebutuhan finansial dan hidupnya. Dia mengaku seolah-olah perempuan dalam masyarakat ini bekerja hanya untuk mencari uang.

Mereka tidak mengerti bahwa pekerjaan datang dengan status sosial dan memberikan otonomi dan kemandirian. Dia menegaskan bahwa dirinya bukanlah ancaman bagi pengemudi taksi pria yang berpesiar di jalanan untuk menjemput penumpang, karena dia hanya menerima permintaan online melalui teleponnya.

“Saya heran mengapa mereka menyerang saya. Saya mengharapkan kritik, tetapi tidak dengan cara yang memalukan ini. Kritik ini adalah salah satu tantangan terbesar saya,” katanya.

Wanita di Gaza tidak diperbolehkan bekerja sebagai pengemudi taksi dan mengemudikan kendaraan angkutan umum. Tetapi karena Naela menerima permintaan layanan secara online dan tidak bekerja melalui kantor taksi pribadi, dia dapat berkeliling menggunakan lisensi mobil pribadinya.

“Layanan saya sangat populer di kalangan wanita. Saya yakin saya akan dapat mengembangkan pekerjaan saya. Rata-rata, saya mendapat 20 hingga 30 permintaan seminggu. Untuk saat ini, saya hanya bekerja di Kota Gaza karena saya belum menerima permintaan dari gubernur selatan dan utara,” kata Naela.

Naela mendorong wanita lain yang bisa mengemudi dan memiliki mobil sendiri untuk mengikutinya, menekankan bahwa dia akan terus bekerja meskipun mendapat kritik negatif. Alaa Salama menyambut baik gagasan tentang pengemudi taksi wanita, dengan mengatakan bahwa itu adalah layanan yang sangat dibutuhkan dan sudah lama tertunda.

Baca juga: She Taxi di India Kembali Beroperasi Setelah Diberhentikan Tahun 2018

“Sampai hari ini masyarakat kami menolak gagasan tentang seorang wanita yang bekerja sebagai pengemudi taksi, tetapi di masa depan pasti akan berubah. Wajar jika sebuah ide baru memicu kontroversi, dan butuh waktu bagi masyarakat untuk menerimanya terutama dalam masyarakat konservatif seperti Gaza di mana kebanyakan hal dilarang bagi perempuan,” ujar Salama.