Cathay Dragon Bangkrut, Ribuan Pilot dan Pramugari Gigit Jari!

Cathay Dragon dilaporkan bangkrut atau stop operasi usai mengalami kesulitan keuangan hebat. Selain itu, berakhirnya sepak terjang maskapai juga diakibatkan induk perusahaan, Cathay Pacific yang juga mengalami nasib serupa akibat pandemi virus corona dan konflik berkepanjangan di Hong Kong.

Baca juga: Serba-Serbi Cathay Dragon, Mantan Pesaing Cathay Pacific yang Kini Jadi Anak Perusahaan

Konsekuensi dari itu, 5.900 karyawan, termasuk pilot dan pramugari, harus gigit jari karena belum ada kejelasan bakal ditarik ke induk atau entitas bisnis lain group perusahaan atau tidak. Besar kemungkinan mereka akan dirumahkan alias di-PHK.

Dilansir executivetraveller.com, usai proses stop operasi selesai, nantinya seluruh penerbangan Cathay Dragon akan dialihkan ke Cathay Pacific dan Hong Kong Express Airways, yang tergabung dalam Cathay Pacific Group. Itu berarti kedua maskapai itu akan mendapat tambahan sekitar 50 rute ke seluruh Asia (termasuk beberapa armada limpahan dari maskapai), dimana setengah dari itu berada di daratan Cina.

Chairman Cathay Pacific Group, Patrick Healy, mengatakan bahwa meski dia sedih melihat berakhirnya maskapai yang sudah menginjak usia 35 tahun itu, namun perusahaan tak bisa berbuat banyak untuk mempertahankannya.

“Kenyataannya di masa-masa sulit ini kita harus fokus pada satu brand maskapai premium terkemuka dunia di Cathay Pacific, dilengkapi dengan satu brand perjalanan wisata berbiaya rendah lewat HK Express,” jelasnya.

“Ada operasi substansial dan efisiensi pemasaran yang bisa diperoleh dengan menggabungkan armada kami dan menyederhanakan skema bisnis brand kami dengan cara ini,” tambahnya.

Dirunut ke belakang, sebenarnya rencana mengakhiri operasi Cathay Dragon sudah ada sejak awal tahun 2020. Akan tetapi rencana itu terhambat regulator penerbangan Cina karena pelanggaran selama protes pro-demokrasi tahun lalu.

Cathay mengatakan maskapai akan segera menghentikan operasi dan meminta persetujuan peraturan untuk membatalkan sebagian besar rute Cathay Dragon di Cathay Pacific dan di maskapai HK Express.

Mereka juga akan merumahkan 5.900 karyawan sebagai konsekuensinya. Secara keseluruhan, grup maskapai itu akan memangkas 8.500 karyawan atau 24 persen dari total karyawan. Jumlah ini termasuk 2.600 karyawan yang sebelumnya sudah tidak bekerja secara normal selama pandemi.

“Sekarang Cathay telah memutuskan jumlah karyawan (yang bekerja) dan penghapusan brand Dragon. Mereka mengetahui kapasitas maskapai dan strukturnya ke depan dan dapat menyelesaikan armada dan rencana jaringan barunya,” kata seorang analis penerbangan independen, Brendan Sobie.

Baca juga: Tak Punya Penerbangan Domestik, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Ditaksir Bakal Lebih Lama Pulih

Sebelum bergabung ke dalam group Cathay Pacific, Cathay Dragon yang dahulu bernama Dragonair merupakan pesaing ketat Cathay Pacific. Bahkan, nama Dragonair tercatat sebagai maskapai berbasis di Hong Kong pertama yang tergabung sebagai member aktif di International Air Transport Association (IATA). Maskapai ini juga tercatat sebagai kompetitor lokal utama dari Cathay Pacific yang berdiri pada 24 September 1946.

Namun, seiring waktu, Dragonair mulai mengalami kesulitan keuangan akibat manajemen yang buruk pada akhir dekade 80an. Akhirnya, pada Januari 1990 maskapai tersebut diakuisisi oleh tiga perusahaan sekaligus – Cathay Pacific, Swire Group dan CITIC Pacific. Hingga pada 28 September 2006, Dragonair sudah sepenuhnya menjadi anak perusahaan dari Cathay Pacific.

Berubah Jadi Rumah Tinggal, Stasiun Droxford Tua Masih Dilengkapi Dekorasi Seperti Saat Berfungsi

Stasiun berubah jadi rumah tinggal? Ini bukanlah hal yang asing, sebab di Indonesia pun ada stasiun yang beralih fungsi menjadi rumah tinggal, bahkan ada yang berubah menjadi restoran atau sebagainya. Di Inggris salah stasiunnya pun berubah fungsi menjadi rumah tinggal.

Baca juga: Bukti Cinta Pada Kereta, Halaman Belakang Rumah Disulap Jadi Replika Stasiun

Rumah ini bersejarah dengan memiliki teras platform (peron) dan ruang persinyalan. Rumah bekas Stasiun Droxford Tua dulunya melayani kereta ke Chruchill menuju ke Normandia yang hingga akhirnya beralih fungsi seperti saat ini. KabarPenumpang.com merangkum homesandproperty.co.uk (8/10/2020), stasiun ini dulunya dibuka tahun 1903 sebagai bagian dari kereta api Meon Valley sepanjang 22 mil atau sekitar 35 km.

Stasiun Droxford Tua tampak depan
(homesandproperty.co.uk)

Kemudian Stasiun Droxford Tua ditutup untuk penumpang di tahun 1950-an dan sekarang menjadi rumah dengan lima kamar tidur yang letaknya berada di lahan seluas lebih dari dua hektar. Platform terbentang di sepanjang ekseterior rumah tesebut dan beralih fungsi bukan lagi sebagai tempat penumpang menunggu melainkan teras terbuka.

Pemilik rumah tersebut yakni Antony dan Jo Williams mengatakan, ini tidak biasa untuk peron kereta api berukuran penuh dengan penutup. Dia menambahkan, hanya itu yang tersisa di jalur tersebut. Di sisi bagian lain, Antony menyebutkan ada ruang sinyal yang diubah pasangan itu menjadi wisma mandiri.

“Kami benar-benar membangun kembali ruang sinyal. Sekarang menjadi paviliun satu kamar tidur dengan dapur di lantai pertama dan kamar tidur serta kamar mandi di lantai bawah,” kata Antony.

Di dalam rumah utama, banyak fitur asli stasiun kereta api yang masih bisa dilihat, mulai dari gerai dan lemari yang tersimpan di ruang kerja, kantor tiket lama hingga perapian dengan kompor di ruang tamu, yang merupakan tempat menunggu para wanita. Tangga utama mengarah ke kamar utama dan dua kamar tidur tambahan, sementara tangga kedua di ujung rumah akan membawa Anda ke kamar tamu dengan kamar mandi.

Namun kekayaan sejarah bangunan itulah yang benar-benar memikat. Perdana Menteri Winston Churchill menggunakan stasiun Droxford sebagai markasnya selama persiapan pendaratan Normandia pada Perang Dunia Kedua. Pada 4 Juni 1944, dua hari sebelum operasi militer yang sangat penting, Charles de Gaulle, pemimpin Prancis Merdeka yang diasingkan, mengunjungi Churchill di Droxford dan diberi tahu tentang rencana invasi Sekutu.

“Orang-orang terpesona olehnya. Dan berada di bagian dunia yang indah, berada di Taman Nasional South Downs. Saya bukan orang gila dan ini hanya properti yang indah dan unik. Seseorang akan melihatnya dan jatuh cinta padanya,” papar Antony.

George Clarendon, partner di Knight Frank Winchester, memasarkan Old Droxford Stationmengatakan, baru saja muncul di sana, nostalgia, suasana properti, ini adalah era yang sudah berlalu. Anda masuk ke dalam rumah dan itu seperti properti normal lainnya tetapi dengan beberapa fitur menyenangkan salah satunya adalahjendela kantor tiket.

“Di luar, di teras, Anda bisa duduk di sana dan menyadari bahwa itu adalah platform stasiun Anda bisa merasa seolah-olah sedang menunggu kereta,” kata Clarendon.

Baca juga: Anda Pecinta Harry Potter? Kudu Lamar Kerjaan yang Ditawarkan Oleh Operator Kereta Heritage Inggris Ini!

Garasi dua lantai dan ruang bengkel memiliki izin perencanaan untuk lantai pertama untuk digunakan sebagai kantor impian bagi seseorang yang ingin melanjutkan kebutuhan Covid untuk bekerja dari rumah. Bagi mereka yang mempertimbangkan untuk kembali ke perjalanan pada akhirnya, Antony mengatakan perjalanan mingguannya ke London memakan waktu sekitar satu jam dari stasiun Petersfield atau Winchester.

Hari ini, 227 Tahun Lalu, Perancis Jadi Saksi Penggunaan Parasut Pertama di Dunia

Pada hari ini, 227 tahun yang lalu, bertepatan dengan 22 Oktober 1797, Perancis jadi saksi pelopor balon udara, Andre-Jacques Garnerin melakukan pendaratan pertama di dunia menggunakan parasut dari ketinggian sekitar 915 meter. Pria kelahiran 31 Januari 1769 ini pun resmi menjadi penerjun payung pertama di dunia yang sukses melakukannya.

Baca juga: Hari Ini, 37 Tahun Lalu, Pertama Kali Dalam Sejarah Dua Maskapai Barter Pesawat

Dilansir India Today, sejarah aksi heroik Andre Garnerin sebagai manusia pertama yang berhasil menggunakan parasut dari ketinggian, dimulai saat ia tengah mengejar mimpinya menjadi fisikawan. Namun sayang, di tengah jalan, ia terpaksa menjadi tentara kerajaan lantaran revolusi Perancis meletus pada 1793.

Akan tetapi, keahliannya di bidang fisika rupanya dibutuhkan unit militer untuk melakukan inovasi. Ia pun akhirnya memilih untuk membuatkan balon udara meskipun akhirnya tak kesampaian karena ia ditangkap oleh Inggris dan dipenjara selama tiga tahun.

Gambaran Andre Garnerin mencapai langit sebelum memulai terjun payung pertama di dunia. Foto: fai.org

Semasa menjalani masa tawanan di penjara Hungaria, Andre Garnerin justru banyak membuat desain parasut dan mengembangkan desain balon udara yang pernah ia buat. Bahkan, di periode ini, ia sempat terpikir untuk melompat dari tembok penjara yang tinggi menjuntai sekaligus menjajal keampuhan parasut buatannya. Tetapi, ia kesulitan untuk sampai ke puncak tembok dan akhirnya ide itu tak pernah terwujud.

Setelah dibebaskan dari penjara, ia mulai bereksperimen dengan rancangan parasut awal dan memutuskan untuk mencoba terjun payung pertamanya pada 22 Oktober 1797, di Parc Monceau, Paris, Perancis.

Kala itu, ia menggabungkan parasut dengan balon hidrogen untuk membawanya terbang ke langit Paris. Usai mencapai ketinggian 1.000 meter, tali pengait antara parasut dan keranjang sebagai singgasananya dengan balon udara diputus. Seketika itu, parasut yang terbuat dari sutra tersebut berhasil memperlambat laju penurunan secara drastis dan mengantar Andre Garnerin mendarat dengan selamat -sekalipun sempat terombang-ambing- 800 meter dari titik awal ia terbang.

Seolah tak puas dengan keberhasilan tersebut, pada 21 September 1802, Andre Garnerin tercatat berhasil menyelesaikan rekor terjun payung dari ketinggian 2.500 meter di London, Inggris.

Andre Garnerin dan istrinya, Jeanne. Foto: fai.org

Secara keseluruhan, beberapa tahun setelahnya ia melahap sekitar 200 penerjunan di berbagai negara, sebelum akhirnya meninggal dengan tragis saat hendak menguji coba parasut barunya pada 18 Agustus 1823. Saat itu, parasut barunya dilaporkan tak berhasil mengembang sempurna dan membawanya menghujam tanah dengan keras.

Selain Andre, istrinya, Jeanne juga berhasil terjun dengan parasut buatan sang suami dan menjadi perempuan penerjun parasut pertama dalam sejarah pada 1799. Ia melakukan penerjunan dari ketinggan yang sama dengan sejarah terjun payung pertama di dunia oleh Andre, yakni sekitar 915 meter.

Baca juga: Hari Ini, 111 Tahun Lalu, DELAG Maskapai Pertama di Dunia Asal Jerman Resmi Berdiri

Sebetulnya sebelum Andre Garnerin, ada nama lain. Dikutip dari History, Leonardo Da Vinci dan Louis-Sébastien Lenormand pernah membuat desain untuk sebuah parasut dari dua buah payung dan mencoba melompat dari pohon pada 1783.

Namun, menurut catatan sejarah, Andre-lah yang pertama berhasil merancang dan menguji parasut dan berhasil melihat bahwa parasut yang diciptakan Andre mampu memperlambat percepatan manusia yang jatuh dari ketinggian.

Jalur Kereta Tragedi Bintaro I Jadi Lokasi Wisata Horor

Cerita berbau mistis dan horor terkait tempat-tempat tertentu alias urban legend di Jakarta cukup banyak. Legenda kontemporer tersebut kerap kali dipercaya kebenarnnya oleh penduduk meski hanya cerita bukan melihat langsung.

Baca juga: Tragedi Bintaro I – Jadi Kecelakaan Kereta Terburuk dan Paling Tragis di Indonesia

Namun ketika mendengar seperti itu, beberapa orang memberanikan diri untuk mengetahui kebenaran dari cerita yang belum jelas. Untuk menghilangkan rasa penasaran, mereka biasanya datang ke tempat tersebut untuk merasakan sendiri pengalaman horor itu.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, bila Anda tak berani sendirian bisa mengikuti tur yang diadakan oleh Biang Overlander. Mereka mengangkat tema Jakarta Mystical Tour yang mana mengajak para pesertanya ke sepuluh tempat Urban Legend menyeramkan di Jakarta dalam sekali perjalanan seperti Menara Saidah, Terowongan Kasablanka, Taman Langsat, TPU Jeruk Purut, Rumah Kentang Prapanca, Rumah Pondok Indah, Jalur Kereta Bintaro, Toko Merah, Museum Prasasti dan Jembatan Ancol.

Salah satu tempatnya yakni jalur kereta api Bintaro di mana tempat Tragedi Bintaro I terjadi. Sayangnya ketika mengadakan tur ke jalur kereta api Bintaro, peserta wisata horor banyak yang terluka. Ini karena mereka menghindari kereta yang lewat di perlintasan kereta Bintaro.

Adanya hal ini membuat PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta, mengingatkan pentingnya pemberitahuan panitia terkait kegiatan yang berhubungan dengan perkeretaapian. PT KAI menyebutkan bahwa acara itu tak berizin dan melarang pihak penyelenggara melakukan agenda wisata horor dengan memasuki area jalur kereta api sebagai lokasi tur.

Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta, Eva Chairunnisa menuturkan Biang Overlander menyelenggarakan tur ini di sejumlah titik lokasi mistis termasuk di rel kereta Tragedi Bintaro 1987 pada Jumat 1 Oktober 2019. Dia sangat menyayangkan acara tersebut yang tidak berkoordinasi dengan PT KAI serta hampir menyebabkan kecelakaan Kereta Api pada saat kegiatan tersebut berlangsung dan tempat itu merupakan jalur rel Kereta Api Bintaro.

Eva mengatakan rel yang pernah dilintasi saat Tragedi Bintaro 1987 saat ini masih aktif digunakan sebagai jalur. Ia menyebut pemanfaatan ruang di sekitar rel merupakan kewenangan PT KAI.

”Area jalur rel Tragedi Bintaro 1987 yang digunakan sebagai lokasi kegiatan merupakan jalur aktif dengan lalu lintas kereta api yang cukup padat. Sesuai Undang–Undang 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian, jalur kereta api adalah jalur yang terdiri atas rangkaian petak jalan rel yang meliputi ruang manfaat jalur kereta api, ruang milik jalur kerta api, dan ruang pengawasan jalur kereta api, termasuk bagian atas dan bawahnya yang diperuntukkan bagi lalu lintas kereta api,” ujarnya.

Eva menegaskan dan mengajak semua pihak untuk tidak mengadakan aktivitas di sekitar jalur rel. Ia meminta keselamatan perjalanan kereta api menjadi tanggung jawab bersama. Untuk meminimalisir agar tidak ada lagi tragedi kecelakaan kereta api di Indonesia.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel. Mari sama–sama mewujudkan keselamatan perjalanan kereta api, karena ini menjadi tanggung jawab kita bersama.” ujarnya.

Baca juga: Legenda Kereta Hantu Manggarai, Antara Fakta dan Mitos

Karena adanya tindakan dari PT KAI, pihak Biang Overlander Untuk saat ini program akan direview dengan tidak ada lagi tempat-tempat seperti itu. Jadi belum sempat terjadi.

“Kami akan review tujuan lokasi acara karena bahaya juga tidak hanya dari lokasi semacam itu, tetapi di tiap lokasi pun jika terjadi jika terjadi tekanan mental yang berlebihan dari dimensi lain bisa jadi hal membahayakan,” jelas Ananda konseptor Jakarta Mystical Tour.

Viral! Burung Hantu Masuk ke dalam Kokpit Saat Mengudara

Seekor burung hantu tiba-tiba menyelinap masuk ke dalam kokpit helikopter saat sedang melakukan misi pemadaman kebakaran hutan di California, Amerika Serikat (AS); tepatnya di wilayah Fresno dan Madera.

Baca juga: Ditemukan di Dalam Kokpit Jet Airways, Burung Hantu Dianggap Pertanda Baik

Kehadiran burung hantu tersebut di helikopter Boeing Vertol CH-46D Sea Knight, yang kerap digunakan oleh Korps Marinir Amerika Serikat untuk tujuan transportasi ringan hingga berat ini pun membuat geger kru Sky Aviation, perusahaan charter pesawat yang ditugaskan untuk turut membantu memadamkan api.

Pasalnya, burung hantu tersebut sekelebat datang dan bertengger di bagian lain kokpit helikopter. Beberapa detik sebelumnya, burung hantu itu tak berada dimanapun. Setelah kru melihat-lihat sekeliling, barulah mereka tersadarkan bahwa ada burung hantu saat helikopter tengah mengudara.

Sebetulnya, burung masuk pesawat (helikopter) sudah sering terjadi. Namun, jarang sekali (hampir tidak pernah) burung masuk saat sedang dalam penerbangan.

“Aneh rasanya, ada burung hantu masuk ke dalam pesawat (helikopter). Belum pernah terjadi sebelumnya dimana seekor burung masuk saat (helikopter) sedang dalam penerbangan,” kata salah seorang kru anonim dalam sebuah akun Facebook, seperti dikutip dari firehouse.com.

Tak butuh waktu lama, postingan itu pun viral. Hingga kini, postingan itu telah mendapat lebih dari seribu like, 165 komentar, dan telah dibagikan lebih dari 3,7 ribu kali.

Menurut kesaksian dari pilot dan kru, meskipun sempat agak lama bertengger di dalam kokpit, burung hantu itu pun akhirnya pergi bak jelangkung, datang tak dijemput pulang tak diantar, setelah helikopter selesai mengguyur air ke api kebakaran hutan di California.

Keanehan itu pun coba ditafsirkan oleh para netizen. Menurut salah satu netizen, burung hantu tersebut sebetulnya hendak bertemu dengan para petugas sebagai tanda terima kasih karena telah berusaha menyelamatkan sarang mereka dari ancaman kebakaran.

Tak cukup sampai di situ, netizen lain lewat akun Bret Newberry mengungkapkan bahwa burung hantu itu memiliki kemampuan brilian untuk mengetahui isi hati seseorang. Menurutnya, kepercayaan itu sudah lama dipegang oleh penduduk asli Amerika. Bahkan, disebutkan, bila seseorang memiliki kedekatan khusus dengan burung hantu, niscaya ia bisa melihat isi hati seseorang tak peduli bagaimanapun mereka menyembunyikannya.

Baca juga: Dianggap Lumrah, Burung Elang Masuk di Kabin Pesawat Maskapai Timur Tengah

“Inilah yang dikatakan penduduk asli Amerika tentang burung hantu. Roh burung hantu adalah emblematik dari hubungan yang mendalam dengan kebijaksanaan dan pengetahuan intuitif. Jika Anda memiliki burung hantu sebagai power animal, kemungkinan besar Anda memiliki kemampuan untuk melihat apa yang biasanya tersembunyi dari seseorang. Ketika roh binatang ini membimbing Anda, Anda dapat melihat kenyataan yang sebenarnya,” ungkapnya.

Dalam sebuah komentar panjang, ia melanjutkan, terkait kehadiran burung hantu dalam helikopter saat sedang mengudara, mungkin itu adalah sebuah pertanda bahwa habitat hewan-hewan di hutan yang terbakar sudah benar-benar berubah. Itu berarti, tingkat kerusakan hutan akibat kebakaran sudah teramat parah dan harus sesegera mungkin dihentikan.

Airbus A319 Etihad Bekas Disulap Jadi Penginapan “Arabian Night” Mewah

Bisnis pesawat purna tugas lama-kelamaan semakin diminati. Sebab, 6.000 pesawat dalam 20 tahun mendatang akan mencapai akhir jam terbangnya. Lantas pesawat tua dibuang ke mana? Sebagian mungkin bakal dibuang ke kuburan pesawat di Gurun Mojave, sebagian lagi didaur ulang dan dibuat jadi barang berharga.

Baca juga: Pensiun dari Dunia Aviasi, Boeing 747 Disulap Jadi Restoran Mewah

Melihat hal itu, riset di Eropa coba mencari teknik pembuangan yang paling ekonomis dan ramah lingkungan. Hal itu dikarenakan pesawat dibuat dari 60 persen alumunium, 15 persen baja, 10 persen logam berharga mahal seperti titanium. Jadi, terlalu sayang untuk dibuang begitu saja, selain untuk menyelamatkan lingkungan.

Valliere Aviation, salah satu raksasa daur ulang pesawat tua di Eropa, mengerti betul betapa menggiurkannya pesawat tua. Biasanya pesawat tua dihancurkan, dibersihkan dari komponen radioaktif sesuai panduan hijau Eropa, diklasifikasikan, dan diteliti bagian mana saja yang masih bisa dipertahankan, seperti suku cadang berharga, roda pendaratan, mesin, dan peralatan avionik. Semua itu untuk dijual kembali di pasar suku cadang internasional.

Living room dengan sofa bed Arabian Night Airbus. Foto: Apple Camping

Selain berbagai bisnis pemanfaatan pesawat purna tugas seperti disebutkan di atas, yang paling umum tentu menyulap pesawat menjadi restoran, rumah tinggal, hingga penginapan. Terkait modifikasi pesawat jadi penginapan, Apple Camping adalah salah satunya.

Dilansir dari situs resmi perusahaan, perusahaan tersebut berhasil menyulap Airbus A319 bekas Etihad Airways menjadi sebuah penginapan unik di wilayah Pembrokeshire, Wales.

Layaknya, rumah atau penginapan pada umumnya, penginapan yang bertajuk ‘Arabian Nights Airbus’ ini dilengkapi dengan berbagai ruangan, seperti ruang keluarga dan dua tempat tidur single bed serta satu sofa bed, lounge di dalam pesawat (penginapan) lengkap dengan TV besar, dapur luas beserta perlengkapannya, tempat bersantai di luar kabin untuk menikmati matahari sore, ruang makan unik yang terpisah dari kabin utama, hingga dua toilet yang sedikit dimodifikasi dari aslinya.

Living and bed room Arabian Night Airbus. Jauh di bagian belakang tampak dapur luas beserta perlengkapannya. Foto: Apple Camping

Baca juga: Dengan Kocek Kurang dari Rp500 Juta, Nenek 78 Tahun Sulap Boeing 727 Jadi ‘Little Trump’

Tak seperti modifikasi pesawat pada umumnya, bagian kokpit, landing gear, sayap, stabilizer, rudder, dan berbagai bagian lainnya tak dipertahankan Apple Camping, kecuali livery asli yang sedikit diberi signage Arabian Night Airbus dan perusahaan, kompartemen bagasi kabin, serta 26 jendela asli pesawat.

Untuk menginap dua malam di penginapan bekas pesawat Airbus ini, traveler harus menyiapkan kocek sebesar 298 Poundsterling (setara Rp5,6 jutaan). Harga segitu untuk ukuran lokal sudah termasuk murah karena hanya setengah dari harga tiket pesawat. Selain punya penginapan pesawat bekas, Apple Camping juga punya penginapan bertemakan Pacman dan UFO. Tentu dari berbagai jenis pesawat bekas lainnya.

Setiap Warga Singapura Wajib Gunakan “TraceTogether” di Semua Tempat

Singapura akan mulai memasuki fase ketiga pembukaan kembali, dengan begitu pada akhir Desember 2020, semua orang diwajibkan untuk melakukan check in dengan aplikasi atau token TraceTogether. Check in tersebut akan dilakukan di semua tempat populer seperti restoran, tempat kerja, sekolah hingga pusat perbelanjaan.

Baca juga: Singapura Mulai Buka Akses Wisata, Semua Pelancong Tanpa Kecuali Wajib Gunakan Alat Pelacak

Nantinya check in menggunakan aplikasi atau token TraceTogether akan menggantikan penggunaan kode QR SafeEntry dengan kamera ponsel mereka, atau melalui aplikasi seluler atau kode batang SingPass di NRIC masyarakat. Di mana sebelumnya SafeEntry merupakan sistem check in digital nasional yang diamanatkan di semua tempat itu.

Dilansir dari straitstimes.com (20/10/2020) oleh KabarPenumpang.com, penggunaan TraceTogether secara wajib akan mulai di bioskop yang berada di antara tempat-tempat dengan aktivitas yang melibatkan kelompok orang yang lebih besar. Hal ini diungkapkan oleh gugus tugas multi kementerian yang menangani Covid-19 melalui konferensi virtual pada Selasa (20/10/2020).

Mereka mengatakan, tindakan tersebut bertujuan untuk mendapatkan setidaknya 70 persen dari populasi Singapura pada program TraceTogether yang merupakan sebuah teknologi pelacakan kontak untuk mendeteksi orang-orang yang pernah dekat dengan pasien Covid-19.

Menteri Pendidikan Lawrence Wong, salah satu ketua gugus tugas mengatakan, memiliki 70 persen populasi Singapura yang menggunakan TraceTogether adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi agar Singapura memasuki fase ketiga pembukaan dari lockdown.

“Saat kami memiliki tingkat penerimaan TT (TraceTogether) yang lebih tinggi dan penerapan SafeEntry khusus TT yang lebih luas dan transmisi komunitas selama periode ini tetap rendah, maka ada peluang bagus bagi kami untuk memasuki fase tiga pada akhir tahun, “katanya.

Tempat lain dengan check in TraceTogether wajib juga akan mencakup pertunjukan langsung, acara bisnis dan tempat ibadah dengan lebih dari 100 orang, kata Smart Nation and Digital Government Group (SNDGG). Aplikasi TraceTogether menyertakan fungsi untuk memindai kode QR SafeEntry, sementara token menggunakan kode QR dengan fungsi serupa. Wong mencatat bahwa hanya sekitar 2,5 juta orang, atau 45 persen dari populasi, saat ini menggunakan aplikasi atau token TraceTogether.

“Kami ingin itu lebih tinggi, agar TraceTogether efektif,” katanya.

Baca juga: Mulai Fase New Normal, Inilah Beragam Kebijakan dari Otoritas Darat Singapura

Saat ini sudah ada 38 pusat komunitas yang mendistribusikan token. Pada akhir November, token TraceTogether akan tersedia di semua 108 pusat komunitas di seluruh pulau. Aplikasi TraceTogether dan token berfungsi dengan menukar sinyal Bluetooth jarak pendek dengan aplikasi atau token lain di sekitar. Data kedekatan ini dienkripsi dan disimpan selama 25 hari sebelum dihapus secara otomatis. Awal bulan ini, SNDGG mengatakan lebih dari seratus ribu token telah dikumpulkan.

Penerbangan Terpanjang di Dunia Singapore Airlines Beroperasi Lagi, Malah Bakal Lebih Panjang

Penerbangan terpanjang di dunia oleh Singapore Airlines disebut akan dibuka kembali pada 9 November mendatang sejak ditutup pada 23 Maret lalu akibat virus Corona. Bahkan, penerbangan akan lebih panjang dari sebelumnya.

Baca juga: ‘Berkat’ Wabah Corona, Boeing 787 Dreamliner Air Tahiti Nui Pecahkan Rekor Penerbangan Terjauh

Hal itu dikarenakan terdapat sedikit perubahan rute, dari semula sejauh 9.534 mil atau 15.322 kilometer, antara Singapura ke Newark, New Jersey, AS, menjadi 9.536 mil atau 15.346, antara Singapura ke Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK), New York, AS.

Dilansir CNN International, pengalihan rute ini mau tak mau bakal membuat maskapai lebih selektif dalam menata komposisi kargo dan penumpang. Hal itu bertujuan agar pesawat tak kehabisan bahan bakar sebelum mencapai tujuan akhir. “Mengakomodasi campuran penumpang dan kargo dengan lebih baik. (hal itu tak sulit) dalam iklim penerbangan seperti saat ini,” tulis Singapore Airlines dalam sebuah pernyataan.

Kendati pun banyak pengamat penerbangan dunia memprediksi bahwa penerbangan jarak jauh sulit pulih alias kurang diminati di masa pandemi Covid-19, Singapore Airlines (SIA) tetap percaya diri untuk membuka kembali penerbangan terpanjang di dunia pasca lockdown tersebut.

Maskapai juga sudah membuat skema tertentu bilamana penerbangan terpanjang di dunia ini sepi peminat. “Sementara jumlah penumpang menurun, maskapai mengantisipasi permintaan kargo yang signifikan termasuk (permintaan dari) perusahaan farmasi, e-commerce, dan teknologi,” bunyi lain dalam pernyataan SIA.

Lagi pula, dengan kebijakan pembatasan masuk oleh Singapura selain warga negara Singapura, pemegang visa, dan traveller dari berbagai negara yang memenuhi syarat “Air Travel Pass” seperti Australia, Brunei Darussalam, Selandia Baru, dan Vietnam, serta Malaysia, Jepang, Korea Selatan, dan beberapa provinsi di Cina daratan, jumlah penumpang di rute tersebut memang tak akan se-ramai biasanya.

Akan tetapi, penerbangan tersebut penting untuk menandakan kembalinya penerbangan internasional. Sekalipun di awal-awal cenderung sepi, tak menutup kemungkinan di beberapa bulan ke depan rute tersebut perlahan pulih, imbas rencana bepergian traveller sejak penerbangan terpanjang di dunia ini kembali dibuka.

Penerbangan tersebut dijadwalkan sebanyak tiga kali dalam sepekan, menggunakan Airbus A350-900 dengan konfigurasi 187 kursi ekonomi, 24 kelas ekonomi premium, dan 42 kelas bisnis.

Baca juga: Singapore Airlines Buka (Kembali) Penerbangan Langsung Singapura – Newark

Singapore Airlines berjanji akan sesegera mungkin membuka layanan internasional lainnya usai rute terpanjang di dunia, antara Bandara Changi dan Bandara JFK sukses mengudara selama beberapa pekan. Hal itu dilakukan untuk mengukur sejauh mana respon pasar terhadap rute-rute internasional mereka, selain juga mengamati rute internasional oleh maskapai lain.

Penerbangan dari Singapura ke JFK akan memakan waktu 18 jam 5 menit, sedangkan JFK ke Singapura akan memakan waktu 18 jam 40 menit akibat headwind.

Mengapa Jendela Belakang Airbus A340 Miring ke Atas?

Airbus A340 memiliki beberapa fitur yang membuatnya berbeda dengan pesawat lain. Misalnya, tak banyak pesawat widebody dengan empat mesin yang hanya memiliki satu dek penumpang. Hal itu berbeda dengan Boeing 747 Queen of the Skies dan pesawat jet komersial terbesar di dunia, Airbus A380 superjumbo.

Baca juga: Bedah Jendela Pesawat, Inilah Bagian-bagian Beserta Fungsinya

Tak cukup sampai di situ, bila diperhatikan lebih mendetail, rupanya terdapat fitur lain yang membuatnya mudah dikenali, yakni jendela belakang yang miring ke atas.

Dilansir Simple Flying, Airbus A340 pertama kali masuk ke dalam layanan bersama Lufthansa pada Maret 1993 silam. Itu berarti tahun depan, pesawat ini akan bakal merayakan hari jadinya yang ke-30. Selama periode itu, pesawat terus-menerus menghiasi langit internasional dengan desain jendela belakang pesawat yang miring.

Jendela belakang serta fuselage floor slope yang dibuat miring ke arah ekor sebetulnya tak lebih dari sekedar fitur yang juga dapat ditemukan di banyak pesawat Airbus lainnya. Menurut salah seorang sumber di Airliners.net, jendela belakang miring cukup umum ditemukan di antara pesawat widebody Airbus. Lebih lanjut, dalam forum diskusi online Quora, jendela belakang miring juga bisa ditemukan di Airbus A300, A310, A330, dan A340.

Akan tetapi, alasan logis untuk itu adalah Airbus ingin mendapatkan sedikit space di bagian bawah kabin. Dengan membuat jendela bekalang pesawat miring sekitar 1 derajat, muatan barang ke dalam kargo pesawat atau ULD (Unit Load Devices) bisa lebih maksimal.

Dalam konteks saat ini, dimana banyak pesawat umumnya tak hanya mengejar efektivitas melainkan juga efisiensi, fitur tersebut sangat berguna. Seorang pilot Airbus A320 dan 321, Anas Maaz, mengungkap bahwa fitur tersebut juga berguna untuk mengurangi biaya desain pesawat. Lebih dari itu, lantai dan jendela belakang pesawat miring akan memberikan ruang kabin yang lebih luas.

Di samping itu, Airbus A340 juga terkenal di kalangan avgeeks sebagai pesawat dengan kemampuan lepas landas panjang serta sudut yang cukup vertikal. Biasanya pesawat lepas landas dengan posisi sudut kemiringan yang tidak terlalu vertikal (sekitar 45 derajat), demi menjaga kenyamanan penumpang. Tetapi, A340 dinilai lebih dari itu.

Baca juga: Inilah Kaca Elektrokromik yang Bikin Jendela Pesawat Tak Perlu Tirai

Sehingga, dengan membuat desain jendela serta fuselage floor slope belakang miring ke atas mengikuti ekor, gesekan atau benturan antara ekor dengan runway bisa terhindar. Dari segi aerodinamika, desain tersebut menghasilkan drag yang lebih rendah dibanding desain konvensional. Drag sendiri adalah gaya hambat yang yang dikarenakan adanya gesekan dan tahanan antara permukaan pesawat (wing, fuselage, dan objek yang berada di pesawat) dengan udara.

Meski tak terlalu sukses di pasaran, namun berkat berbagai fitur uniknya, A340 dapat dikatakan legendaris; apalagi setelah Airbus mengumumkan stop produksi pada 2011 lalu. Sekalipun sempat diisukan bakal come back menjadi A340 NEO, pandemi virus Corona nampaknya benar-benar mengubur A340 sebagai salah satu pesawat ikonik Airbus yang saat ini menyisakan sekitar 370 unit di dunia, dimana sebagian besar digunakan oleh maskapai Jerman, Lufthansa.

Pramugari Beberkan Rahasia Mencengangkan Soal Emergency Evacuation Slide Pesawat

Profesi pramugari bisa dibilang mendapat tempat cukup tinggi dalam strata sosial di Indonesia. Umumnya, seseorang dengan profesi tersebut bergelimang harta dan dekat sekali dengan segala sesuatu tentang kemewahan.

Baca juga: Bak Tanpa Riasan Penuh, Inilah Rahasia Cantik ala Pramugari Singapore Airlines

Di balik semua itu, sebetulnya perjalanan pramugari mengumpulkan pundi-pundi rupiah tidaklah mudah. Di antara sekian banyak tugas dan tanggung jawabnya, yang paling utama tentu menjaga keselamatan para penumpang di pesawat dan melayani kebutuhan penumpang.

Menjaga keselamatan dan melayani kebutuhan penumpang bahkan harus tetap didahulukan sekalipun dalam kondisi genting. Representasi dari itu, insiden yang menimpa Neerja Bhanot mungkin bisa jadi cerminan tepat.

Kala itu, pramugari yang belum genap berusia 23 tahun itu harus meregang nyawa setelah diberedel senapan dari para pemberontak. Padahal, sesaat sebelum ditembak, ia memiliki kesempatan melarikan diri, namun, ia memilih untuk menyelamatkan penumpang terlebih dahulu sebelum dirinya.

Ketika terjadi kecelakaan, saat penumpang lain sibuk menyelamatkan diri, pramugari juga tak lantas melakukan hal serupa, melainkan membuka pintu pesawat serta emergency dan mengaktifkan fitur emergency evacuation slide. Setelah itu, barulah penumpang dapat melarikan diri dari kabin.

Terkait emergency evacuation slide, cara kerja fitur ini bisa dibilang mudah, begitu juga saat mengaktifkan dan menggunakannya. Hal itu –mudah mengoperasikan- sepertinya sudah menjadi sebuah kewajiban mengingat fitur tersebut dipersiapkan memang untuk keadaan darurat.

Mula-mula, saat terjadi keadaan darurat, awak kabin akan memutar tuas slide posisi armed. Letaknya ada di pintu pesawat. Setelah itu pintu dibuka dan evacuation slide siap digunakan. Biasanya –sebagaimana rekomendasi FAA- evacuation slide akan siap digunakan setelah enam detik. Penumpang cukup menjatuhkan diri ke evacuation slide dengan posisi berbaring menghadap ke langit untuk membantunya meluncur ke permukaan.

Secara teknis, mungkin cara mengaktifkan fitur emergency evacuation slide nampak cukup mudah. Namun, belum lama ini, seorang pramugari yang tak ingin disebutkan namanya membeberkan rahasia tak mengenakkan dibalik fitur tersebut.

Dilansir express.co.uk, pramugari tersebut mengungkap bahwa ia seperti tersengat listrik setiap kali mengoperasikan itu saat pelatihan. Menariknya lagi, dalam forum Reddit tersebut, ia juga terus terang bahwa karena efek kejut seperti tersengat listrik itu teramat sering terjadi, pada akhirnya ia tak pernah mengaktifkan fitur tersebut sekalipun dalam kondisi darurat.

Baca juga: Yakin Sehat? Ini Rahasia Makanan di Pesawat Kata Mantan Pramugari

Beruntung, sengatan listrik tersebut dilaporkan tak berbahaya. Hal itu lebih dikarenakan perbedaan kondisi antara slide itu sendiri dengan permukaan tuas slide. Ketika tubuh manusia menyerap terlalu banyak elektron kecil dari kain tertentu yang bermuatan negatif – dalam hal ini, bahan seperti karet pada slide, maka, saat elektron ini bersentuhan dengan permukaan bermuatan positif, neutron bermuatan negatif melompat ke atasnya sehingga seperti menghasilkan efek kejut.

Meski demikian, belum diketahui secara pasti, apakah sesuatu yang tak mengenakkan tersebut juga terjadi oleh pramugari di seluruh dunia atau tidak, tak peduli dimana dan apa jenis pesawatnya.