Sebagai seorang awak kabin yang bahkan tidak perlu memiliki gelar sarjana ternyata memiliki gaji yang cukup besar ditambah dengan tunjangan yang diberikan oleh maskapai. Hal ini salah satu alasan pekerjaan menjadi awak kabin menjadi incaran banyak orang.
Baca juga: Inilah yang Diharapkan Seorang Awak Kabin dari Penumpang!
Sebagai salah satu bidang pekerjaan yang cukup kompetitif, ternyata setiap orang yang ingin menjadi awak kabin harus memiliki kemampuan yang lebih menonjol dibandingkan yang lainnya. Sebab maskapai sendiri lebih ingin menginvestasikan waktu dan uang untuk melatih awak kabin dan orang-orang yang bekerja harus proaktif.
KabarPenumpang.com merangkum dari aviationcv.com, ada tiga hal yang harus dimiliki seorang awak kabin yang bertugas dalam penerbangan multi bahasa.
1. Maskapai memilih motivasi untuk memberi pengalaman terbaik bagi pelanggan
Pekerjaan sebagai awak kabin dan dilihat maskapai dari seseorang yang paling kuat bukanlah kampanye iklan melainkan rekomendasi dari seseorang terdekat Anda (teman atau keluarga). Sebab maskapai akan menginvestasi lebih banyak waktu untuk meningkatkan pengalaman. Dimana mereka memilih mempekerjakan awak kabin yang bisa berbicara lebih dari satu bahasa. Hal ini karena seorang yang fasih dengan bahasa lain bisa memilih untuk memiliki pengalaman pelanggan dengan bahasa asli mereka.
Awak kabin sendiri merupakan agen pelayan penumpang di udara yang membantu penumpang dalam berbagai hal. Sehingga fasih beberapa bahasa menjadi pertanda yang baik bagi mereka yang ingin memajukan dan peningkatan dalam pekerjaan.
2. Gaji yang lebih dari cukup
Setiap orang yang bekerja sebagai awak kabin memiliki gaji yang lebih tinggi. Namun tidak ada perbedaan pembayaran mereka terbang di penerbangan domestik atau internasional. Sebab awak kabin dibayar untuk jam penerbangan sehingga seorang awak kabin yang melakukan pelayanan dalam penerbangan internasional bisa memiliki pembayaran lebih besar.
Tak hanya itu, saat menunggu penerbangan lanjutan mereka, bisa menjadi penerjemah paruh waktu bila multibahasa. Ada kelemahan kecil di sini yang perlu disebutkan awak kabin melalui proses penawaran untuk mendapatkan rute yang mereka inginkan. Namun, maskapai dapat menolak tawaran untuk memenuhi kebutuhan staf mereka. Kadang-kadang, karyawan multibahasa ditolak tawarannya untuk mengubah rute hanya karena mereka memiliki keterampilan bahasa yang diperlukan di mana mereka berada.
3. Banyak lowongan pekerjaan tersedia
Bisa berbagai bahasa adalah salah satu hal yang menguntungkan menjadi seorang yang melamar menjadi awak kabin. Sebab biasanya maskapi yang memiliki penerbangan internasional membutuhkan penumpang dapat pengalaman perjalanan lebih baik. Ketika Anda meluangkan waktu sejenak untuk mempertimbangkan bahwa ini adalah bidang yang menantang untuk dimasuki, itu adalah sesuatu yang penting untuk dicatat. Jika Anda bertanya-tanya apakah belajar bahasa baru dapat membantu, dengan segala cara, daftarlah untuk kursus belajar bahasa itu. Dengan menjadi fasih, Anda membuka diri terhadap peluang kerja yang jauh lebih banyak. Memang bisa multibahasa bukan menjamin bisa langsung menjadi awak kabin, tetapi bisa meningkatkan peluang.
Baca juga: Harap Waspada Jika Anda Mendengar Frasa ‘Easy Victor’ dari Awak Kabin
Jadi, jika Anda ingin melakukan perjalanan dunia, menyelami budaya baru dan bertemu banyak orang yang berbeda sambil mendapatkan gaji yang cukup besar, maka tambahkan bahasa tambahan sebagai kemampuan personal Anda.
Naik Grab harus selfie? Sepertinya ini akan cukup dinimati para penguna ride hailing. Apalagi pecinta selfie yang kerap kali berfoto dirinya sendiri dimana pun mereka berada, dan kehadiran permintaan saat naik Grab mungkin tidak akan disia-siakan begitu saja.
Baca juga: Lawan Opik, Grab Indonesia Luncurkan “Grab Defense”
Namun, kenapa ya Grab mewajibkan penumpangnya untuk selfie ketika naik angkutan mereka di Malaysia? KabarPenumpang.com melansir dari laman sea.mashable.com (13/4/2019), ternyata penumpang harus selfie untuk mengurangi tindak kejahatan yang terjadi. Grab menghadirkan fitur verifikasi penumpang dengan selfie ini sejak awal tahun 2019 ini. Bahkan tercatat kejahatan yang dilakukan penumpang menurun hingga 30 persen sejak fitur ini diluncurkan di aplikasi milik Grab.
Penumpang diminta untuk melakukan selfie saat menggunakan Grab sebagai syarat verifikasi pesanan. Teknologi pengenalan wajah atau facial recognition di aplikasi Grab akan memverifikasi foto. Bahkan fitur ini akan menolak foto yang tidak sesuai dengan data penumpang. Grab Malaysia menghadirkan fitur ini untuk memastkan foto selfie penumpang hanya akan digunakan untuk keperluan verifikasi hanya satu kali.
Meski begitu pastinya banyak pertanyaan apakah hal ini aman? Grab mengatakan, dalam proses verifikasi pihaknya melindungi sesuai Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Malaysia. Mereka juga menjamin bila foto penumpang tidak akan di publikasi ke pihak luar termasuk pengemudi. Kehadiran fitur tersebut adalah hasil kerja sama Grab dengan kementerian Transportasi Malaysia.
“Ini penting karena sektor publik dan swasta bekerja sama untuk memanfaatkan teknologi baru untuk kebaikan sosial,” ujar Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke.
Country Head Grab Malaysia Sean Goh mengkonfirmasi bahwa fitur ini hanya untuk alasan keamanan dan tidak ada informasi apapun tentang penumpang yang akan dikumpulkan. Menurutnya kehadiran fitur pengenalan wajah juga akan mengurangi kejahatan penumpang yang akan menjadi perhatian pengemudi.
“Selfie mereka hanya akan digunakan untuk keperluan verifikasi satu kali dan tidak akan ditunjukkan kepada pengemudi. Pengalaman kami adalah mereka yang ingin terlibat dalam kegiatan kriminal akan melakukannya dalam empat kali pertama mereka menggunakan aplikasi Grab begitu mereka mendaftar,” kata Goh.
Pada Juli 2018 lalu, Grab di Indonesia juga menerapkan fitur serupa. Namun, fitur tersebut berlaku untuk mitra pengemudi, bukan penumpang. Saat menerima pesanan, mitra pengemudi akan diminta untuk melakukan verifikasi identitas lewat selfie. Selain itu, Grab merilis fitur penyamaran nomor telepon (number masking), berbagi lokasi secara real time (Share My Ride), dan tombol darurat (panic button) di Indonesia.
Baca juga: Grab Hadirkan Beberapa Fitur Baru di Aplikasi, Termasuk Raih Poin Bila Order Dibatalkan Pengemudi
Meskipun ini mungkin merupakan langkah maju dalam melindungi pengemudi mereka, Grab telah dikecam atas biaya pembatalan yang mereka perkenalkan kembali pada 19 Maret. Penumpang akan dikenakan penalti hingga RM5 jika mereka membatalkan pemesanan mereka dalam jangka waktu 5 menit.
Kereta cepat yang akan dibangun pemerintah Malaysia menuju Singapura mengalami berbagai hambatan. Bahkan salah satunya adalah saat Malaysia menghadapi dilema perekonomian dengan utang luar negeri yang membengkak.
Baca juga: Terkendala Utang, Mahathir Tinjau Berbagai Proyek Kereta di Malaysia
Hal ini membuat pembangunan kereta cepat East Coast Rail Link (ECRL) dihentikan sementara pembangunannya sampai 31 Mei 2020 mendatang. Penundaan ini sendiri terjadi setelah tahun lalu Menteri Ekonomi Malaysia Mohamed Azmin Ali dan Menteri Transportasi Singapura Khaw Boon Wan melakukan perjanjian bilateral.
Namun kini Malaysia yang awalnya tidak mau melanjutkan pembangunan kereta cepat ini berubah pikiran untuk melanjutkannya. Padahal sebelumnya Perdana Menteri Malaysia Mahatir Mohammad sering melontarkan keengganannya untuk mengambil pinjaman dari Cina.
Pasalnya Mahatir menyatakan tidak mau meminjam dari Cina karena khawatir Malaysia kelak tidak mampu membayar utang tersebut. Sebelumnya, pada awal Februari, Mahathir sempat menyampaikan rencananya untuk membatalkan proyek kereta cepat yang menggunakan dana pinjaman dari Cina.
Tetapi faktanya, KabarPenumpang.com melansir dari laman railway-technology.com (15/4/2019), ternyata Malaysia sudah melakukan penandatanganan perjanjian revisi untuk melanjutkan proyek ECRL yang ditangguhkan tersebut dengan Cina. Perjanjian tersebut ditandatangani setelah berbulan-bulan kedua negara tersebut melakukan negosiasi.
Bahkan ada pernyataan dari Kantor Perdana Menteri Malaysia, dimana proyek ECRL tersebut akan dibangun dengan investasi $10,7 miliar atau hampir dua pertiga biaya aslinya.
“Pengurangan ini pasti akan menguntungkan Malaysia dan meringankan beban pada posisi keuangan negara,” ujar pernyataan tersebut.
Tahun lalu, Malaysia menghentikan pembangunan jalur rel karena biayanya yang tinggi dan mengatakan akan bernegosiasi ulang dengan pihak berwenang Cina untuk mengurangi skala proyek. Pejabat Malaysia Daim Zainuddin, yang bernegosiasi dengan Cina, mengatakan bahwa proyek semula 688 km akan berkurang 40 km menjadi 648 km.
Selain itu, biaya membangun setiap kilometer jalur akan berkurang secara signifikan dari $23,82 juta menjadi $16,53 juta. Rincian revisi lebih lanjut tentang pembiayaan dan pembayaran bunga akan diungkapkan dalam minggu ini.
Baca juga: Proyek High Speed Rail Malaysia-Singapura Ditangguhkan Hingga 31 Mei 2020
Sebagai bagian dari inisiatif Belt and Road China, proyek East Coast Rail Link akan menghubungkan Port Klang di Selat Malaka ke Pengkalan Kubor di semenanjung timur laut Malaysia.
Libur panjang Pemilu dan peringatan Wafat Isa Almasih yang jatuh pada Jumat (19/4/2019) banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berlibur keluar kota. Sebagai salah satu moda transportasi pilihan masyarakat, kereta api mengalami peningkatan jumlah penumpang di libur panjang akhir pekan ini.
Baca juga: Mulai 12 April, PT KAI Mulai Operasikan Switch Over Rel Dwi Ganda Jatinegara-Cakung
Hal ini membuat PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) I Jakarta mengoperasikan 11 kereta api tambahan. Kepala Humas Daop 1 Eva Chairunisa mengatakan per harinya pihak KAI menambahkan maksimal 5512 kursi untuk peningkatan jumlah penumpang.
“Ada 11 KA tambahan yang kami operasikan, delapan KA berangkat dari Stasiun Gambir dan tiga KA diberangkatkan dari Stasiun Pasarsenen dengan tujuan Bandung, Cirebon, Kutoarjo, Yogyakarta dan Solo. KA tambahan beroperasi mulai dari 15 hingga 21 April 2019,” ujar Eva melalui keterangan tertulis yang diterima KabarPenumpang.com, Selasa (16/4/2019).
Eva mengatakan, untuk KA reguler, per harinya telah disediakan total 34.804 seat, dari 58 KA keberangkatan baik dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen. Ada 32 KA keberangkatan dari Stasiun Gambir dengan 15.286 seat yang disediakan. Sedangkan dari Stasiun Pasarsenen ada 26 KA dengan 19.518 seat yang disediakan.
Tak hanya liburan panjang memperingati Wafatnya Isa Almasih, jelang Libur Nasional 17 April 2019 besok, penjualan tiket kereta api untuk perjalanan KA jarak jauh dari stasiun di Daop I terus mengalami peningkatan. Eva mengatakan, untuk H-1 tiket yang terjual mencapai 90 persen dari ketersediaan tempat duduk yang ada.
“Peningkatan penjualan dari Stasiun Gambir dengan keberangkatan 16 April 2019 mencapai 96 persen, sedangkan pada 17 April mencapai 83 persen. Untuk keberangkatan dari Stasiun Pasarsenen sendiri tiket yang terjual sebesar 93 persen dan 17 April 95 persen,” kata Eva.
Tingkat keterisian tempat duduk di kedua stasiun mulai antara tanggal 15-21 April mencapai 76 persen, dimana pada tanggal 16-18 April sudah melebihi 90 persen. Sementara untuk tanggal 19 April tersisa sekitar 20 persen dari total tempat duduk yang disediakan.
Baca juga: KRL Kerap Jadi Korban Sambaran Petir, Dirut PT KAI Minta Solusi dari Ahli Petir ITB
Dia mengatakan, jumlah tiket yang terjual ini terus bertambah seiring dengan ketersediaan kursi yang ada dan pembelian sendiri masih bisa dilakukan hingga menjelang keberangkatan penumpang. Tiket juga tersedia di loket dengan pembelian 30 menit sebelum keberangkatan selama masih tersedia. Selain itu penumpang bisa melakukan pembelian melalui website, aplikasi KAI Access dan agen penjualan tiket lainnya.
Bandara yang biasanya menampung penumpang per minggunya cukup sedikiti tiba-tiba harus padat dalam satu minggu kedepan. Bahkan jumlah penumpangnya pun naik selama seminggu yang biasanya total jumlah tersebut adalah penumpang satu bulan yang menggunakan pesawat melalui bandara.
Baca juga: Dampak Insiden Senjata Api, Otoritas Jepang Minta Amerika Serikat Tingkatkan Keamanan di Bandara
Lalu bagaimana tindakan pihak bandara dan keamanannya? Hal ini terjadi di Bandara Regional Augusta, Georgia, Amerika Serikat yang penumpangnya tiba-tiba membludak karena ada Tournament Master atau Master Turnamen.
Ini merupakan salah satu dari empat kejuaraan golf profesional utama. Turnamen ini berbeda dari yang lainnya, sebab diselenggarakan ditempat yang sama setiap tahun dan berlangsung setiap awal minggu bulan April.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman augustachronicle.com (12/4/2019), Administrasi Keamanan Transportasi atau The Transportation Security Administration (TSA) mengingatkan kepada penumpang yang hendak berangkat dari Bandara Augusta tersebut karena baru selesainya Tournament Master di kota itu. Sebab akan ada antrian yang panjang karena volume penumpang yang meningkat dari biasanya di bandara tersebut hingga Senin (15/4/2019) ini karena pelancong dan peserta serta penonton turnamen pulang ke tempat asal mereka.
Juru bicara Bandara Augusta, Lauren Smith mengatakan, pekan lalu bandara meningkatkan jumlah petugas keamanan untuk menjaga bandara. Smith mengatakan, pihaknya berharap setidaknya melihat 20 ribu penumpang selama seminggu.
“Ini merupakan jumlah penumpang bandara yang biasanya terlihat dalam sebulan,” ujar Smith.
Bahkan pihak bandara selain menambah polisi juga pihak TSA yang akan membantu dalam penyaringan penumpang dan kopernya yang dilakukan Senin ini. Sehingga pihak bandara meminta penumpang datang tidak dalam waktu yang mepet agar tidak ketinggalan penerbangan mereka.
Baca juga: Staf Keamanan Mogok Kerja, Delapan Bandara Jerman Ditutup
Adanya lonjakan penumpang tersebut diperkirakan oleh pihak TSA sendiri pada Jumat kemarin dan Senin ini. Mereka bahkan mengingatkan para pelancong yang akan berangkat dari Bandara Augusta agar tiba tiga jam sebelum jam keberangkatan mereka. Hal ini agar pelancong memiliki cukup waktu saat melewati keamanan bandara dan menuju ke gerbang keberangkatan mereka.
Apa yang akan Anda lakukan jika kereta yang tengah Anda tumpangi kehadiran seorang owner dari 400 perusahaan, termasuk owner dari kereta yang Anda tumpangi tersebut? Wah, tentu saja ratusan blitz kamera penumpang akan menghiasi gerbong sang owner itu ya! Baru-baru ini, miliarder asal Inggris, Sir Richard Branson tampak menaiki kereta Virgin Group – perusahaan miliknya yang baru saja menjalin ‘kerja sama’ dengan perusahaan kereta api berkecepatan tinggi asal Florida. Rencananya, bentuk kemitraan ini akan melahirkan jaringan kereta yang membentang dari Miami menuju Orlando.
Baca Juga: Virgin Trains Kembangkan Fitur Komunikasi Canggih Untuk Penumpangnya
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailycommercial.com (5/4/2019), bentuk kerja sama ini sebenarnya lebih ke arah akuisisi, dimana perusahaan asal Florida tersebut – Brightline telah bertransformasi menjadi bagian dari Virgin Train USA. Tidak lain dan tidak bukan, ini merupakan langkah strategis yang dilakukan oleh Sir Richard Branson dalam upayanya untuk memperluas sayap bisnisnya.
Kemitraan Virgin dengan Brightline ini sendiri sudah terjalin sejak November tahun lalu, dan Sir Richard Branson berharap bahwa dirinya mampu menaburkan keajaibannya pada pengoperasian di jalur ini kelak. Selain itu, Sir Richard Branson juga mengatakan bahwa pelayanan yang akan disuguhkan kepada para penumpang di kemudian hari sudah jauh lebih baik ketimbang di masa lampau.
“Di masa lalu, Anda tidak memiliki Wi-Fi (di dalam kereta). Sekarang Anda memiliki Wi-Fi yang hampir sempurna di setiap kereta yang Anda tumpangi,” ujar pria dengan nama asli Richard Charles Nicholas Branson tersebut.
“Siswa dapat belajar, pebisnis dapat bekerja, pengacara dapat bekerja, akuntan dapat bekerja selama mereka berada di dalam kereta. Dan itu jauh lebih aman dan lebih ramah lingkungan,” tandasnya.
Menurut rencana, jalur ini sendiri akan mulai beroperasi pada tahun 2022 kelak. Bagi Virgin Group, kemitraan ini memberikan tumpuan di pasar kereta penumpang di Negeri Paman Sam – di luar Florida, ada rencana untuk pengembangan jalur dari California Selatan menuju ke Las Vegas.
Baca juga: Richard Branson – Sosok Pengidap Disleksia di Balik Nama Besar Virgin Ltd
Seorang analis dari Court Street Group, Joseph Krist mengatakan bahwa dirinya kehabisan kata-kata dengan langkah strategis yang dilakukan oleh Sir Richard Branson tersebut. Selain itu, ia juga sempat memuji pengusaha sukses ini karena beliau telah sukses tidak di hanya satu bidang saja, melainkan di beberapa – sebut saja transportasi, sektor rekaman, perhotelan, dan lain-lain.
“Branson merupakan lambang kesuksesan branding yang sangat besar,” ujarnya.
Menyandang predikat sebagai pesawat dengan bentang sayap terlebar di dunia, Stratolaunch dikabarkan baru saja menyelesaikan first maiden-nya beberapa waktu yang lalu. Dengan suksesnya uji penerbangan perdana yang digelar pada Sabtu (13/4/2019) kemarin di California, maka ini seolah menjadi penanda bahwa gagasan unik nan inovatif di sektor kedirgantaraan global tidaklah menutup kemungkinan perusahaan pengagasnya untuk turut bersaing dengan raksasa aviasi lain, seperti Boeing dan Airbus yang belakangan ini dikabarkan tengah terlibat dalam suatu perseteruan.
Baca Juga: Perdana Keluar dari Hanggar, Pesawat Terbesar di Dunia Lakukan Uji Coba Mesin
Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (15/4/2019), pesawat dengan dua fuselage terpisah ini lepas landas dari Mojave Air and Space Port di California sekira pukul 06.58 waktu setempat untuk melintasi Gurun Mojave selama kurang lebih dua setengah jam perjalanan.
Selama uji penerbangan perdana kemarin, pesawat produksian Scaled Composites ini mencapai ketinggian 17.000 kaki atau yang sekira 5.200 meter dan mampu merengkuh kecepatan maksimum hingga 189 mph (304 km per jam) sambil melakukan serangkaian manuver untuk mengevaluasi kinerja pesawat.
Bagi Anda yang lupa, tujuan dari Scaled Composites menyematkan sayap terpanjang pada Stratolaunch (117 meter) adalah untuk memungkinkan pesawat untuk mengangkut muatan hingga 250.000 kg dalam bentuk roket atau satelit yang dibawa secara eksternal pada bagian sayap tengahnya. Nantinya, Stratolaunch ini akan membawa bawaannya tersebut menuju orbit rendah bumi.
Uniknya, daya angkut dari Stratolaunch ini melebihi berat asli dari pesawat ini sendiri (daya angkut mencapai 250.000 kg, sedangkan berat pesawat hanya 226.000 kg saja).
“Penerbangan pertama yang luar biasa,” kata Jean Floyd, CEO dari Stratolaunch.
“Penerbangan ini lebih jauh dari misi kami untuk menyediakan alternatif yang fleksibel untuk sistem peluncuran darat. Kami sangat bangga dengan tim Stratolaunch, kru penerbangan hari ini, mitra kami di Northrop Grumman’s Scaled Composites dan Mojave Air and Space Port,” tandasnya.
Baca Juga: World View Terbangkan Sandwich KFC ke Stratosfer
Sebagai gambaran dari pesawat ini, berikut adalah spesifikasi dasar dari Stratolaunch:
Panjang: 73 meter
Lebar Sayap: 117 meter
Tinggi Pesawat: 15 meter
Beban Maksimum Take-Off: 589,7 kg
Mesin: 6 × Pratt & Whitney PW4056 turbofan; dengan masing-masing thrust 252,4 Kn
Kecepatan Maksimum: 853 km/jam (masih dikembangkan)
Jarak Tempuh Maksimum Pesawat (Ferry Range): 4.630 km.
Chistmas Island atau Pulau Christmas merupakan pulau terluar dari Australia dan belakangan terkenal sebagai salah satu titik transit manusia perahu yang ingin mendarat di Negara Kangguru tersebut. Pulau ini tak asing bagi orang Indonesia karena letaknya hanya sekitar 500 km dari titik pantai di Selatan Jawa.
Baca juga: Pulau Christmas, Garda Terdepan Australia di Utara, Surganya Jutaan Kepiting Merah
Saat ini, Pulau Chirstmas bisa langsung dikunjungi pelancong asal Indonesia tanpa perlu transit dengan menggunakan maskapai plat merah yakni Garuda Indonesia. Pasalnya kini, maskapai kebanggaan Indonesia tersebut sudah memiliki penerbangan charter yang berangkat dari Bandara Internasional Soerkarno-Hatta.
(www.airliners.net)
Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan untuk penerbangan charter dari Jakarta langsung menuju ke Pulau Christmas pihaknya bekerja sama dengan salah satu travel agent.
“Kita punya penerbangan charter langsung ke Pulau Christmas dan bekerja sama dengan salah satu travel agent dan berangkat setiap hari Sabtu,” kata Ikhsan kepada KabarPenumpang.com, Senin (15/4/2019).
Dia mengatakan, untuk penerbangan charter ini sendiri Garuda Indonesia menggunakan pesawat Bombardier CRJ-1000ER nya dengan kode PK-GRP. Penerbangan charter menggunakan pesawat dengan nomor GA7000 dan berangkat setiap pukul 13.00 setiap hari Sabtu.
Diketahui, penerbangan charter Garuda Indonesia dari Jakarta ke Pulau Christmas sendiri bekerja sama dengan Travel Exchange Christmas Island. Untuk tarifnya sendiri ditetapkan dari Jakarta AU$375 atau Rp3,7 juta dan AU$405 atau Rp4,1 juta dari Pulau Christmas.
Bahkan Garuda Indonesia sendiri membuka konter check in mereka di Terminal 3 Bandara Soetta dengan papan bertuliskan Christmas Island. Adanya penerbangan langsung ini bisa memudahkan para pelancong yang ingin menikmati pemandangan jutaan kepiting merah yang bermigrasi dari dalam hutan ke laut melintasi jalan raya.
Fenomena ini yang merupakan salah satu daya tarik dari Pulau Chirstmas dan baiknya dikunjungi bulan Oktober atau November. Dulu sebelum ada penerbangan charter langsung ini, untuk sampai ke Pulau Christmas, pelancong bisa menghabiskan Rp13 juta dan ini belum termasuk tiket dari Jakarta ke Perth, visa, makan dan akomodasi.
Baca juga: Berdasarkan Indeks Keamanan, Inilah 10 Negara Teraman Untuk Dikunjungi
Tak hanya itu, sebelum adanya penerbangan charter Garuda Indonesia dari Jakarta langsung, hanya penerbangan dari Singapura dan Malaysia yang memilikinya tanpa harus transit ke Perth. Selain surga wisata alam, Pulau Christmas juga terkenal dengan keberadaan arena perjudian kelas dunia.
Siapa di antara Anda semua yang suka dengan anjing? Ya, hewan yang kerap dipelihara oleh manusia ini memang memiliki tingkat kecerdasan yang cukup tinggi. Selain ia dapat meniru tingkah laku majikannya, ternyata seekor anjing juga dapat merasakan emosi dari tiap orang. Nah, kali ini ada cerita yang berasal dari Chile dimana ada seekor anjing yang tampak menirukan perilaku manusia, yaitu menaiki kendaraan umum. Alih-alih diusir dari bus – kendaraan yang ditumpangi si anjing, si pengemudi bus ini malah membiarkannya duduk di salah satu bangku penumpang.
Baca Juga: Mirip Hachiko, Seekor Anjing di India Menunggu di Peron Setiap Jam 11 Malam
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman dogheirs.com, anjing ini dikabarkan masuk ke dalam bus berbarengan dengan seorang pria. Christian Lizama Fuentas, sang pengemudi bus mengatakan bahwa anjing berbulu putih gading tersebut merupakan peliharaan dari penumpang pria tersebut. Lalu Christian kembali melakoni pekerjaannya seperti biasa, tanpa menghiraukan keberadaan anjing tersebut di dalam bus yang ia kendarai.
https://www.youtube.com/watch?time_continue=62&v=mIch_DdvEuQ
Pemberhentian demi pemberhentian pun dilakukan oleh Christian hingga pada akhirnya ia tiba di titik akhir rute pengoperasiannya. Ketika ia sadar seisi bus yang ia kendarai sudah kosong, alangkah terkejutnya Christian ketika menemukan anjing yang dilihatnya tadi tengah duduk di salah satu bangku penumpang sembari melihat ke arah luar jendela.
Lucunya lagi, anjing ini tidak menggonggong sama sekali ke arah Christian ketika dirinya tengah mengabadikan momen unik tersebut. Dalam narasi yang ia lontarkan ketika tengah merekam kejadian ini, Christian mengatakan bahwa ia tidak akan mengusir anjing lucu ini dari dalam busnya karena ia merupakan seorang pecinta binatang.
“Saya tidak perduli apakah orang-orang akan berpikiran bahwa tempat duduk yang diduduki oleh anjing ini akan menjadi kotor, karena faktanya, orang-orang tersebutlah yang selalu membuat bus saya jadi kotor,” ujar Christian dalam video berdurasi kurang dari dua menit ini.
Baca Juga: Lagi Enak Makan Cemilan, Tiba-Tiba Seekor Anjing ‘Nimbrung’ di Celah Kursi Pesawat
Christian lalu membiarkan anjing ini untuk tidur sejenak di dalam busnya karena ia berpikiran bahwa si anjing cukup kelelahan setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh. Dan benar saja, tak berselang lama setelah Christian mengatakan hal tersebut, anjing menggemaskan ini lalu mengubah posisinya, dari duduk menatap jendela ke posisi tidur meringkuk.
“Saya berharap anjing ini tidak tersesat,” ujar Christian di akhir video.
Duh, menggemaskan sekali, bukan?
Anda masih ingat dengan laporan seorang penumpang Singapore Airlines yang mengaku menemukan sebuah kamera pada layar hiburan yang terletak di belakang bangku penumpang? Bagi sebagian orang, ‘diawasi’ oleh kamera seperti ini sangatlah tidak nyaman. Sebut saja founder Facebook, Mark Zuckerberg yang menutup kamera di laptopnya dengan selotip – mungkin supaya data pribadinya tidak diretas oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Baca Juga: Penumpang Keluhkan Ada ‘Kamera Tersembunyi’ di Layar Hiburan Singapore Airlines
Ketakutan semacam inilah yang menghantui penumpang ketika melihat ada kamera di layar hiburan suatu maskapai. KabarPenumpang.com mengutip dari laman koamnewsnow.com, Chief Technology Officer dari Panasonic Avionics, David Bartlett mengatakan bahwa ketakutan masyarakat tentang hadirnya kamera di layar hiburan pesawat hanyalah suatu reaksi yang berlebihan. Diketahui, Panasonic Avionics merupakan salah satu perusahaan yang berkutat di bidang In-Flight Entertainment (IFE).
“Memang untuk saat ini kamera-kamera tersebut belum bisa diakses, namun ini merupakan bekal untuk sistem hiburan di pesawat di masa yang akan datang,” ujar David.
Ya, perkembangan teknologi memang sudah semakin trengginas dewasa ini. Jika dulu di pesawat semua gadget harus berada dalam posisi mati atau setidaknya menghidupkan fitur “airplane mode”, lain halnya dengan sekarang, dimana sebagian maskapai malah menghadirkan fitur WiFi yang dapat digunakan penumpang ketika mengudara.
Dengan perbandingan apple-to-apple, bukan tidak mungkin jika penerbangan di masa yang akan datang memungkinkan setiap penumpang untuk melakukan teleconference dengan menggunakan kamera yang ada di layar hiburan pesawat tersebut.
Lagi pula, keberadaan kamera ini tidak pernah dirahasiakan, baik oleh pihak maskapai atau perusahaan yang bergelut di bidang IFE. Di sini, David juga menegaskan bahwa pihak maskapai tidak akan mengaktifkan kamera tersebut tanpa persetujuan dari penumpang.
“Ketika orang menduga bahwa maskapai menggunakannya untuk memata-matai penumpang dan mengumpulkan data, oke itu akan menimbulkan kekhawatiran, tapi itu sama sekali tidak benar,” terangnya.
Baca Juga: Khawatir Identitas Anda ‘Terekam’ oleh Kamera di Layar Hiburan? Tutupi Pakai Plester Luka Saja!
“Setahu saya, saya tidak percaya ada maskapai yang menggunakannya untuk tujuan itu – kami tidak akan pernah menyalakannya, ini adalah satu kesatuan yang kami jual ke maskapai,” tambah David.
Bahkan, David sendiri berani menjamin bahwa kemungkinan untuk kamera di layar hiburan ini diretas sangatlah kecil.
“Dibandingkan dengan sistem berbasis darat, sangat sulit untuk masuk ke sistem ini (kamera di layar hiburan).”