Hadapi Order Fiktif dan GPS Palsu, GoJek Ambil Tindakan Preventif dengan Kecerdasan Buatan

Orderan fiktif dan penggunaan GPS palsu belum lama ini kembali marak serta membuat para ojek online merugi. Kecurangan ini kemudian membuat pihak GoJek mengambil langkah preventif untuk memastikan ekosistem mitra aman dari perlakuan tersebut, selain prosedur korektif yang telah dijalankan selama ini.

Baca juga: Viral Video Penumpang Marah di Facebook, Pengemudi GoJek di Panggil LTA Singapura

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, adanya orderan fiktif dan penggunaan GPS palsu ini dianggap mengganggu kenyamanan pelanggan dan aktivitas mitra pengemudi yang berlaku jujur saat mencari nafkah. Adapun langkah preventif yang diambil oleh GoJek adalah dengan melakukan pendeteksian melalui sistem dengan mengamankan ekosistem secepat mungkin dari dua perilaku merugikan berbagai pihak tersebut.

Algoritma kecerdasan buatan yang dibuat pihak GoJek akan mampu menghalau order fiktif, bahkan ini bisa ditelusuri sebelum masuk ke dalam akun mitra pengemudi. Chief of Public Policy and Government Relations GoJek, Shinto Nugroho mengatakan, pihaknya telah menyiapkan cara untuk menggagalkan praktik kecurangan dari orderan fiktif.

“Berdasarkan data dari tim anti fraud atau kecurangan, GoJek mampu mendeteksi pengguna aplikasi GPS palsu dengan akurasi hingga 98 persen. Kami menindaklanjuti setiap temuan, baik secara otomatis melalui sistem, maupun dengan penindakan hukum melalui laporan yang kami buat kepada pihak kepolisian,” kata Shinto yang dikutip dari tribunnews.com, Kamis (14/2/2019).

Dia mengatakan, sikap tersebut merupakan bentuk komitmen GoJek dalam memastikan ekosistem yang aman bagi seluruh pelanggan dan mitra. Pendeteksian tersebut dilakukan untuk menjadi dasar bagi pengiriman pesan pengingat kepada mitra driver agar menjauhi perilaku tersebut sehingga terhindar dari sanksi baik suspen ataupun pemutusan kontrak mitra dengan GoJek.

“Pengguna GPS palsu akan diidentifikasi, diedukasi, ditegur hingga diberi sanksi,” paparnya.

Baca juga: GoJek Kalah Saing, Grab Maju Selangkah Hadirkan Fitur Asuransi

Untuk diketahui, sebelumnya pihak Polda Metro Jaya berhasil membekuk koordinator sindikat pelaku order fiktif yang telah mengganggu ketenangan mitra driver GoJek dalam mencari nafkah. GoJek bersama Polda Metro Jaya berkomitmen untuk memproses secara hukum oknum yang tergabung dalam sindikat pelaku order fiktif.

Grab Gandeng HOOQ, Hadirkan Video di Dalam Aplikasi

Sebagai mobile platform online to offline (O2O) terkemuka di Asia Tenggara, Grab bekerja sama dengan HOOQ untuk memberikan layanan video on demand pertama terbesar di Asia. Kerja sama ini menghadirkan konten video hiburan premium bagi jutaan pengguna Grab di Asia Tenggara dan dimulai di Indonesia sebelum di Singapura, Filipina dan Thailand.

Baca juga: Meski Difabel, Bukan Halangan Bagi Wanita ini Menjadi Pengantar GrabFood

Grab sendiri memperkenalkan segmen video dalam aplikasi pengguna di Indonesia dengan pelanggan kategori platinum. Dirangkum dari siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com, HOOQ akan terintegrasi dengan aplikasi Grab dengan layanan serta pengalaman menonton video streaming tanpa hambatan bagi pelanggan sebagai bagian dari interaksi harian pengguna dengan aplikasi Grab sehar-hari.

Kerja sama ini akan mengakses konten populer HOOQ dari Indonesia, Asia dan Hollywood, serial orisinal terbaru dan 19 free to air TV. Untuk menikmati ini, pelanggan Grab akan mendapat akses selama tiga bulan tanpa registrasi.

Video online telah menjadi salah satu format media yang paling populer di Asia Tenggara, di mana sekitar 80 persen dari masyarakat Asia Tenggara menyatakan bahwa mereka menonton video online setiap harinya. Kemitraan ini juga akan memenuhi permintaan video online yang cukup tinggi dari masyarakat di Asia Tenggara dimana pendapatan dari biaya berlangganan video on-demand diprediksi akan meningkat hingga 6,5 kali menjadi US$390 juta pada tahun 2022 dari US$60 juta pada tahun 2017.

Hidayat Liu, Group Head of Strategy and Business Development of Grab, mengatakan, “Kami sangat senang dapat bermitra dengan HOOQ. Ini merupakan integrasi pertama yang terjalin antara platform digital regional dan penyedia online video streaming terkemuka di Asia Tenggara serta menandakan perjalanan penting bagi kedua perusahaan di Asia Tenggara. Melalui kemitraan ini, HOOQ dapat memperluas jaringan mereka di negara-negara tempat mereka beroperasi di Asia Tenggara dengan menggunakan jaringan Grab. Kami juga dapat mengembangkan pilihan layanan yang kami tawarkan bagi jutaan pengguna Grab.”

Kemitraan unik ini akan memperluas basis pelanggan HOOQ secara signifikan karena pengguna Grab akan dapat menelusuri, membayar, dan memutar video langsung dari aplikasi Grab. Peter Bithos, CEO HOOQ, menambahkan, ini adalah waktu yang tepat bagi HOOQ dan sangat senang bermitra dengan Grab untuk menyajikan konten terbaik kepada lebih banyak pelanggan di Indonesia. Untuk pertama kalinya di Asia Tenggara, dua perusahaan terkemuka menggabungkan teknologi untuk menciptakan aplikasi gaya hidup baru yang selalu terhubung dengan konten video gratis dan premium dari HOOQ.

“Indonesia memiliki jumlah pengguna internet terbesar di Asia Tenggara dan untuk itu Grab dan HOOQ memilih Indonesia sebagai negara pertama peluncuran layanan ini. Selanjutnya kami akan meluncurkan layanan serupa di Singapura, Filipina dan Thailand. Kami yakin bahwa kemitraan ini akan memberikan kemudahan akses bagi jutaan pengguna untuk menonton konten premium dan gratis HOOQ setiap hari!” ujar Peter.

Baca juga: Bantu Investasi Startup, Grab Venture Hadir di Indonesia

“Kami sangat senang menjadi negara pertama yang meluncurkan layanan baru ini bagi pengguna setia kami. Layanan “Video” terbaru ini akan menjadi pintu gerbang ke dunia hiburan tanpa hambatan. Dengan mengintegrasikan layanan video ke dalam aplikasi Grab, pengguna dapat semakin mudah menonton serial TV atau film lokal favorit mereka langsung dari aplikasi Grab. Ke depannya, kami juga akan menyediakan pilihan rekomendasi video yang sesuai dengan lokasi, waktu, dan perilaku pengguna.” jelas Ridzki Kramadibrata, President of Grab Indonesia.

Hiiii! Ada Kalajengking di Penerbangan Lion Air Pekanbaru – Jakarta

Penumpang maskapai berbiaya murah Lion Air dengan nomor penerbangan JT-293 yang melayani rute Pekanbaru – Jakarta dibuat kaget dengan kehadiran binatang yang menyerupai sebuah kalajengking di armada Boeing 737-800NG. Adapun binatang berbisa ini ditemukan di bagasi kabin pesawat dengan nomor registrasi PK-LPK tersebut. Kalajengking yang kehadirannya tidak diundang ini sendiri ditemukan oleh salah satu penumpang tak lama setelah pesawat mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (14/2/2019).

Baca Juga: Bagasi Cuma-cuma Hilang dari Penerbangan Domestik Lion Air, Bagaimana Reaksi Penumpang?

Dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com, pihak Lion Air menyatakan bahwa sudah terlebih dahulu melakukan pre-flight check (pengecekan sebelum mengudara) dan dinyatakan sudah berada dalam kondisi laik terbang (safe to flight).

“Operasional telah dijalankan sesuai standar prosedur,” ujar pihak Lion Air dalam sebuah keterangan resmi.

Berdasarkan data catatan perawatan terjadwal pesawat registrasi PK-LPK, Lion Air sudah melaksanakan pengendalian hama dan binatang berupa fumigasi pada 19 Oktober 2018 dan pest control pada 6 Februari 2019.

“Terkait dengan laporan salah satu penumpang yang menyebutkan adanya satu binatang berjenis kalajengking di bagasi kabin (head rack) sesaat setelah mendarat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta serta perkembangan berita, atas hal ini masih dilakukan penyelidikan intens dan lebih lanjut,” terang pihak Lion Air.

Mengutip dari laman sumber lain, pesawat dengan nomor penerbangan JT-293 ini dikabarkan mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekira pukul 19.00WIB, setelah menempuh perjalanan dari Pekanbaru selama dua jam lamanya. Seperti biasa, sesaat setelah pesawat mendarat, para penumpang langsung mempersiapkan barang bawaan mereka dan bersiap untuk turun.

Namun ketika tengah sibuk mengeluarkan barang bawaan mereka dari bagasi kabin, tiba-tiba muncul seekor binatang yang menyerupai kalajengking dari bagasi kabin seat nomor 19-C. Berdasarkan penuturan penumpang yang melihat langsung kejadian tersebut, kalajengking keburu menghilang ke dalam bagasi kabin sebelum petugas Lion Air mengeksekusi binatang yang diketahui sangat berbisa ini.

Baca Juga: Hindari Kecurangan di Bagasi Kabin, Qantas Lakukan Audit Penumpang

Menurut pihak Lion Air, petugas layanan darat (ground handling) dan teknisi segera menjalankan penanganan mendalam serta menyeluruh pada pesawat setelah penumpang maupun kargo selesai diturunkan, namun tidak ditemukan binatang tersebut.

Dalam upaya memastikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan, Jumat (15/2/2019), pesawat menjalani penanganan tepat sasaran guna membasmi serangan binatang secara efektif serta mencegah terjadinya potensi lain yang dibawa oleh binatang. Selain daripada itu, pihak Lion Air juga telah meminimalisir dampak yang timbul, agar operasional Lion Air lainnya tidak terganggu.

 

Siap-Siap! Juni 2019 Garuda Indonesia Buka Rute Penerbangan Langsung Makassar – Jepang

Maskapai plat merah, Garuda Indonesia dikabarkan bakal membuka rute penerbangan langsung dari Makassar menuju Jepang pada Juni 2019 mendatang. Rencana pembukaan rute penerbangan penumpang dan kargo ini menjadi salah satu topik pembahasan di kala pertemuan antara Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah dengan Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (14/2/2019) kemarin.

Baca Juga: Maret 2019, Garuda Indonesia Buka Rute Jakarta-Nagoya dengan Airbus A330

Pikri yang juga turut didampingi oleh CEO Region Domestik Kasumpua Garuda Indonesia, Aryo Wijosuseno, meminta masukan kepada Gubernur Nurdin perihal rencana pembukaan rute penerbangan langsung tersebut. Menurutnya, penerbangan langsung ke luar negeri dari Makassar ini cukup potensial – tidak hanya sekedar mengangkut penumpang, melainkan hasil alam yang sangat melimpah.

“Kami sudah rencana prepare akan berpusat di Ujung Pandang (Makassar). Hasil laut kita bawa ke Makassar kemudian ke Hongkong, Jepang Itu pesawat kargo,” ucap Pikri, sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman wartaekonomi.co.id (14/2/2019).

“Mudah-mudahan rutenya bisa cepat terealisasi,” imbuhnya. Dalam kunjungannya ke Sulawesi Selatan, Pikri mengatakan bahwa hal tersebut ditempuh dalam upayanya untuk memperkuat peranan Garuda Indonesia dalam pembangunan daerah.

“Apa yang perlu dikuatkan untuk pembangunan Sulsel. Peranan Garuda (Indonesia) sebagai milik negara bisa dimanfaatkan untuk kemajuan daerah. Tidak ada gunanya jika daerah yang kami terbangi tidak berkembang,” pungkasnya.

Di sisi lain, Gubernur Sulses, Nurdin Abdullah sangat berharap supaya rute direct flight Makassar – Jepang ini bisa cepat terealisasi dan Indonesia sebelah Timur mendapatkan perhatian lebih dari Pemerintah.

“Jadi ini di Indonesia Timur ini, kita ingin dapat perhatian,” ucap Nurdin.

Baca Juga: 22 Januari 2019, Garuda Indonesia Terbang Langsung ‘One Way’ dari London ke Denpasar

Mengutip dari laman sumber yang berbeda, Gubernur Nurdin menyampaikan bahwa Sulsel saat ini sudah melakukan pengiriman langsung (direct call) sehingga hal tersebut dapat membuka lebih lebar sektor wisata dan pengembangan hilirisasi. Untuk itu, guna pengembangan dibutuhkan penerbangan langsung atau direct flight ke luar negeri, termasuk ke Jepang.

“Direct call sudah sekarang butuh direct flight, bayangkan kita mau ke luar negeri harus ke Surabaya, Jakarta dan Malaysia. Bali mau ke Jepang lewat atas kita, numpang lewat,” ujar Gubernur Nurdin.

 

Punya Nama Valentine? Bisa Terbang Gratis ke Islandia Lho!

Mendapat hadiah di hari Valentine berupa coklat dan bunga sepertinya hal biasa. Namun bagaimana jika Anda diberi tiket gratis dalam sebuah penerbangan untuk menikmati keindahan alam di salah satu negara? Sudah dipastikan, hadiah seperti ini tidak akan ditolak, bahkan akan digunakan sebaik mungkin.

Baca juga: Islandia (1) – Menjejakkan Kaki di Negeri Surga Aurora

Tiket perjalanan gratis tersebut sudah mengalahkan coklat dan bunga yang dibawa pasangan untuk diberikan pada hari Valentine. Ya, Wow Air, sejak pertengahan Januari 2019 kemarin ternyata sudah menghadirkan tiket gratis bagi pelanggan bernama Valentine atau setiap pasangan yang memiliki nama Valentine tiket gratis berlibur.

Tiket gratis ini ditujukan dengan rute ke Islandia. Penerbangan tersebut akan diberikan bagi penumpang dengan memiliki nama Valentine baik di depan, belakang maupun di tengah. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman wkyc.com (4/2/2019), penerbangan gratis bagi pemilik nama Valentine sendiri akan ada dari empat kota di Amerika Serikat dengan tujuan Islandia.

Bahkan ada daftar kegiatan romantis yang tak habis-habisnya dan bisa dinikmati setiap pasangan yang memberikan hadiah tersebut kepasangannya dapat berada di Islandia. Entah tinggal di kamar dan hanya meringkuk di dalam kamar hotel sembari menyaksikan Cahaya Utara di Islandia yang terkenal atau menikmati salju glester dan pemandangan indah Reykjavik yang tak terbatas.

Penawaran gratis ini sendiri ternyata sudah dimulai pemesanan sejak 24 Januari 2019 kemarin hingga 14 Februari 2019 saat hari Valentine. Pembelian tiket tersebut untuk perjalanan dari tanggal 10-19 Februari 2019. Untuk menikmati layanan penerbangan gratis Wow Air, pemilik nama Valentine hars mengirimkan gambar paspor mereka dan referensi pemesanan dan penumpang akan diberikan tiket.

Baca juga: Berdasarkan Indeks Keamanan, Inilah 10 Negara Teraman Untuk Dikunjungi

Namun untuk pemilik nama selain Saint Valentine, pelanggan masih bisa mendapatkan kesempatan penerbangan yang luar biasa untuk menghabiskan hari Valentine mereka di Islandia atau bagian Eropa lainnya seperti London, Dublin, Berlin dan Frankfurt. Penerbangan satu arah $99 ke Islandia $149 penerbangan ke Eropa tersedia dari Boston (BOS), Washington, D.C. (BWI), New York (EWR) dan Detroit (DTW).

Mungkin untuk tahun depan, Anda bisa mengganti atau menambah nama dengan Valentine. Sebab, siapa tahu saja ada promo gratis penerbangan dari maskapai lain untuk menikmati keindahan alam negara lain. Berminat? Coba saja!

Ganti Tuas Persneling dengan Tongkat Bambu, Pengemudi Bus ini Tabrak Mobil Mewah

Sebuah kecelakaan bus dikabarkan terjadi di Mumbai, India pada Rabu (6/2/2019) kemarin, dimana sebuah bus yang tengah mengangkut anak sekolah ini menabrak sebuah mobil. Alih-alih dikendalikan oleh seseorang yang sudah memiliki pengalaman, pihak kepolisian yang menangani kasus ini mendapati bus ini dikemudikan oleh seorang pemuda yang berusia 22 tahun. Beruntung, kecelakaan ini tidak menghasilkan korban cidera atau jiwa.

Baca Juga: Duh! Remaja ini ‘Ditinggalkan’ Bus Ketika Tengah Transit

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman business-standard.com (7/2/2019), diberitakan pengemudi yang bernama Raj Kumar ini mengemudikan bus menuju Poddar Internasional School yang terletak di pinggiran kota Khar. Di tengah perjalanan, entah bagaimana caranya, Raj Kumar lalu menabrak sebuah mobil mewah yang ternyata disinyalir merupakan milik seorang pengusaha.

Pengusaha yang identitasnya disembunyikan tersebut lalu naik pitam terhadap Raj Kumar karena tabrakan itu telah menyebabkan mobilnya mengalami kerusakan. Si pengusaha ini langsung memanggil polisi ke TKP guna menindaklanjuti insiden tabrakan ini. Setibanya polisi di lapangan, Raj Kumar menjelaskan bahwa ia mengalami masalah pada bagian kemudinya.

Namun yang membuat pihak kepolisian dan si pengusaha ini terkejut adalah mereka menemukan ada sebilah tongkat bambu yang menggantikan peran dari tuas persneling bus nahas tersebut. Sudah jelas, Raj Kumar di sini didakwa telah lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai pengemudi bus, dan ia langsung diboyong menuju kantor polisi terdekat guna pemeriksaan lebih lanjut.

Di kantor polisi, Raj Kumar mengaku bahwa tuas persneling bus tersebut mengalami kerusakan sejak beberapa hari sebelum kejadian ini berlangsung, namun Raj Kumar berdalih belum sempat membetulkan kerusakan tersebut. Sebagai langkah agar Raj Kumar bisa tetap mengemudi, ia lalu berinisiatif untuk menggantikan peran dari tuas persneling tersebut dengan menggunakan sebilah tongkat bambu.

Baca Juga: Hajar Jembatan, Pengemudi Bus Tingkat Ini Disebut Belum Hafal Medan

Belum diketahui jelas apakah bus tersebut bisa beroperasi secara lancar ketika tuas persnelingnya diganti dengan menggunakan sebilah tongkat bambu, namun kendati lancar pun, Raj Kumar tetap tidak bisa menghindar dari dakwaan kelalaian dalam berkendara.

“Semua siswa yang berada di dalam bus tersebut dinyatakan selamat,” ujar salah satu pihak kepolisian.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini guna mencari titik terang.

 

Jetstar Tak Konsisten, Penumpang Bingung dengan Aturan Bagasi

Seorang penumpang Jetstar merasa tersesat dengan aturan bagasi maskapai. Sebab setiap terbang, dirinya akan membawa serta sepeda dalam penerbangan tersebut dan membayar semua kelebihan bagasi serta semua penanganannya.

Baca juga: Ikuti Jejak Lion Air Hilangkan Bagasi Gratis, Citilink Siapkan Sosialisasi

Dilansir KabarPenumpang.com dari stuff.co.nz (13/2/2019), Frida Sumardjo yang berangkat dari Auckland menuju ke Christchruch di Selandia Baru, saat memeriksa tas sepedanya di konter check in diberi tahu harus membayar biaya. Dia mengaku tidak sadar dengan pengenaan biaya untuk penanganan sepedanya tersebut.

“Aku punya barang bawaan yang sama masuk dan keluar. Setelah membayar $200 untuk penerbangan kembali, yang termasuk $34 untuk tas yang diperiksa dan $50 untuk bagasi yang terlalu besar,” ujarnya.

Dia mengatakan biaya tersebut seperti biaya transportasi untuk sepedanya dan bukan untuk penanganan. Frida juga mengatakan bahwa dirinya diberitahu bahwa bayarannya telah dinyatakan dalam syarat dan ketentuan Jetstar.

“Mereka mengatakan saya harus membaca syarat dan ketentuan di situs web, tetapi saya tidak berpikir saya perlu, saya pikir saya telah membayar untuk bagasi yang terlalu besar dan itu termasuk semuanya,” lanjutnya.

Karena ketidakjelasan tersebut, Frida kemudian menghubungi Jetstar dan biaya penanganan sudah termasuk dalam syarat serta ketentuan. Frida mengaku dirinya belum pernah membayar sebelumnya saat bepergian bersama sepedanya.

“Mereka bilang, kamu beruntung kamu tidak dikenakan biaya. Mereka bilang aku tidak boleh mengeluh karena aku tidak dikenakan biaya,” ujar Frida.

Dia sendiri membayar $60 sebagai biaya dengan barang seberat 15 kg dan menganggap dirinya hanya delapan kilogram. Frida mengatakan, ingin Jetstar membuat aturan bagasi yang jelas agar tidak menyesatkan.

Salah seorang juru bicara Jetstar mengatakan, maskapai tersebut menyesal saat mendengat Frida memiliki pengalaman yang tidak konsisten tersebut. Dia mengatakan, Jetstar akan mengingatkan tim bandara tentang kebijakan bagasi yang terlalu besar untuk memastikan hal tersebut diterapkan setiap saat.

Tetapi Jetstar juga memiliki pengingat bagi penumpang yang memeriksa barang bawaan berukuran besar harus selalu membeli berat bagasi bersama dengan biaya penanganan sehingga kami akan mengambil kesempatan ini untuk mengingatkan tim bandara kami untuk menerapkan ini secara konsisten. Seorang juru bicara Komisi Perdagangan mengatakan mereka tidak bisa mengomentari situasi karena mereka belum menyelidiki klaim pelanggan.

“Komisi memberlakukan UU Perdagangan yang Adil yang melarang perilaku menyesatkan atau menipu. UU Perdagangan yang Adil tidak menentukan jumlah biaya berbeda yang dapat dibebankan, hanya saja konsumen tidak boleh disesatkan tentang harga atau biaya,” ujar juru bicara komisi perdagangan.

Baca juga: Hindari Kecurangan di Bagasi Kabin, Qantas Lakukan Audit Penumpang

Sejak biaya diperkenalkan, Komisi telah memiliki satu keluhan tentang masalah ini, tetapi ditemukan bahwa tidak ada pelanggaran hukum yang jelas dan tidak ada tindakan lebih lanjut yang diambil.

Cerdas Namun Dipandang Licik, Lufthansa Perkarakan Penumpang yang Praktekkan Travel Hack

Ada saja cara licik-nan cerdas yang dilakukan oleh seorang oknum untuk mendapatkan keuntungan, seperti halnya seorang penumpang flag carrier Jerman, Lufthansa yang dikabarkan kedapatan berbuat curang untuk mendapatkan harga yang lebih murah ketimbang harga asli yang ditawarkan oleh pihak maskapai. Kendati kejadian ini sudah terlewatkan sekira dua tahun yang lalu, namun pihak Lufthansa tetap bersikeras untuk membawa kasus yang merugikan perusahaan ini ke ranah hukum.

Baca Juga: Lufthansa Hentikan Pengoperasian “Tante Ju”, Siapa Dia?

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, menurut berkas yang masuk ke pihak pengadilan, pada Mei 2016 silam, seorang penumpang yang identitasnya dirahasiakan membeli tiket return trip di kelas bisnis untuk rute penerbangan dari Oslo di Norwegia menuju Seattle di Amerika Serikat via Frankfurt, Jerman seharga £556 atau yang sekiranya setara dengan Rp10 juta kurs sekarang.

Penumpang ini melakoni perjalanan dari Oslo menuju Seattle dengan tanpa adanya masalah. Namun ketika dalam perjalanan pulang, penumpang berjenis kelamin pria ini diketahui telah membeli tiket Lufthansa terpisah dari Frankfurt menuju Berlin tanpa dirinya menyelesaikan return journey menuju Oslo. Dalam ketentuan yang berlaku di tubuh maskapai Lufthansa, sudah jelas bahwa praktek ‘kecurangan’ semacam ini tidaklah diijinkan.

Dalam kasus ini, Lufthansa berpegang teguh pada regulasi yang berlaku di perusahaan dan mereka menggugat penumpang ini dengan nominal €2.112 atau yang setara dengan Rp33,5 juta sebagai kompensasi dari kecurangan yang ia lakukan.

Pada bulan Desember lalu, pihak pengadilan distrik Berlin telah menolak gugatan yang dilayangkan oleh pihak Lufthansa terkait kasus ini. Namun Lufthansa tidak menyerah dan mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan banding atas putusan pengadilan tersebut.

Baca Juga: Lufthansa Hadirkan Makanan Astronot di Kelas Bisnis

Tidak menutup kemungkinan bagi Anda untuk bisa menghemat biaya penerbangan dengan cara mengambil non-direct flight. Tidak sedikit maskapai yang terkadang menawarkan rute non-direct flight lebih murah daripada yang direct flight. Ini berarti bahwa dengan memesan tiket non-direct flight, dimana tujuan yang Anda tuju sebenarnya adalah lokasi transit, Anda akan mendapatkan tiket dengan harga yang sedikit lebih murah ketimbang Anda membeli tiket direct flight.

Sebagai contoh, mungkin harga tiket penerbangan PP dari Oslo menuju Seattle ditambah dengan tiket dari Frankfurt menuju Berlin itu lebih murah ketimbang harga tiket direct flight dari Oslo – Seattle dan Seattle – Berlin.

Sebenarnya cara yang dilakukan si penumpang ini bisa dibilang cukup cerdas, namun tidak oleh pihak Lufthansa yang malah membawa kasus ini ke meja hijau.

 

Load Factor Rendah, Akankah LRT Palembang Senasib dengan MRT Malaysia?

Kepala Kantor Staf Presiden RI Moeldoko menuding Pemda Sumatra Selatan memiliki peranan yang cukup besar di balik sepinya moda transportasi anyar di sana, Light Rapid Transit (LRT) Palembang. Menurut Moeldoko, tugas pemerintah pusat sudah selesai dengan membantu pembangunannya, selanjutnya tugas diemban oleh pemerintah daerah setempat – mulai dari pengoperasian, perawatan, dan lain sebagainya.

Baca Juga: MRT Malaysia Butuhkan 250.000 Penumpang per Hari Agar Bisa Tembus Break Even Point

“Dia (Pemda Sumatera Selatan) harus berupaya maksimal bagaimana utility sebuah infrastruktur itu bisa berdaya guna dengan baik. Bukan belum ada mengeluh, setelah dibangun mengeluh. Terus apa kerjaan mereka?” ujar Moeldoko seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman cnnindonesia.com (12/2/2019).

Ya, beredarnya kabar mengenai sepinya moda transportasi berbasis massal ini memang sudah cukup lama terdengar, tepatnya setelah perhelatan Asian Games 2018 selesai. Di hari-hari biasa (weekdays), moda ini bisa dibilang cukup sepi, berbanding terbalik jika kala weekend, dimana load factor (tingkat keterisian) LRT Palembang menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan ketimbang weekdays.

Padahal biaya investasi kereta cepat pertama Indonesia itu mencapai Rp10,9 triliun. Belum lagi menyoal subsidi operasional bulanan yang mencapai Rp10 miliar. Menurut Moeldoko, pemeliharaan infrastruktur oleh Pemda Sumatera Selatan sangatlah penting karena itu merupakan salah satu bentuk dari investasi jangka panjang.

“Maka perlunya Pemda memberikan sosialisasi sehingga infrastruktur yang ada bisa termanfaatkan dengan baik. Jangan saat PON dibangun infrastruktur, setelah itu tidak terjaga. Ini harus ada semangat pimpinan daerah,” tukas Moeldoko.

Terlepas dari faktor-faktor apa saja yang membuat LRT Palembang ini sepi, namun ini mirip dengan yang terjadi di negara tetangga, Malaysia. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, MRT Malaysia yang berada di bawah kendali Menteri Keuangan mencatatkan target 250.000 penumpang setiap harinya. Hal tersebut harus direngkuh guna mencapai break-even point – dimana MRT Malaysia juga diketahui memiliki load factor yang cukup rendah, di bawah ekspektasi yang diharapkan.

Per-pertengahan tahun 2018 silam, MRT Malaysia mencatat load factor mereka setiap harinya hanyalah berkisar antara 130.000 hingga 140.000 saja penumpang per harinya.

“Inshaa Allah (Dengan berkat Allah), kami akan mencapai tujuan kami untuk mendorong penggunaan transportasi umum, yang akan berimbas pada pengembalian modal (break-even point),” ujar Wakil Menteri Keuangan, Datuk Othman Aziz.

Baca Juga: LRT Palembang Sepi Penumpang, Kepala Divre III: “Itu Wajar”

Lalu, apa yang membuat load factor kedua moda transportasi berbasis massal ini rendah? Tentu saja ada banyak variabel yang bisa mempengaruhinya, mulai dari harga tiket yang mungkin terlalu mahal, pelayanan yang kurang prima (ketepatan waktu keberangkatan, bantuan dari petugas, dll.), kualitas dari moda yang kurang memuaskan penumpang, rute perjalanan yang tidak sesuai dengan tujuan penumpang, atau bisa juga dari kesadaran masyarakat untuk mulai beralih menggunakan moda transportasi umum.

Sebagai informasi tambahan, di bulan September 2018 kemarin, LRT Palembang hanya mengangkut sekira 4.000 penumpang setiap harinya (weekdays), dan jumlah tersebut meningkat ke angka 6.000 hingga 7.000 penumpang kala weekend.

Uber Rilis Fitur Meditasi di Jalan, Hasil Kerja Sama dengan Calm

Dapat Anda bayangkan bagaimana Anda memulai rutinitas setiap harinya? Kerjaan yang menumpuk, deadline yang memburu, pancaran lampu rem kendaraan yang selalu menghiasi di kala peak hours, dan semua ini melelahkan, bukan? Terlepas dari moda yang Anda gunakan, apakah itu kendaraan pribadi atau layanan ride-hailing, namun siapapun jika terperangkap macet, seolah menjadi pemicu yang tepat untuk meningkatkan kadar stress seseorang.

Baca Juga: Uber Berlakukan Sistem Denda Bagi Penumpang yang Terlambat

Sadar betul akan problematika yang dihadapi oleh para penggunanya, perusahaan berbagi tumpangan asal San Francisco, Uber meluncurkan fitur latihan meditasi bagi penumpang di dalam armadanya. Para penumpang layanan Uber dapat menggunakan fitur hasil dari kerja sama Uber dengan perusahaan pelayanan Calm ini, terutama ketika jalanan tengah tersendat.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman gizmodo.com, para penumpang Uber akan mendapatkan pilihan untuk memilih durasi waktu meditasi selama perjalanan, mulai dari tiga menit, lima setengah menit, 12 menit 20 detik, hingga 30 menit, tergantung lamanya perjalanan Anda. Ternyata, fitur meditasi ini tidak hanya tersedia bagi para penumpang saja, pun dengan para pengemudi yang juga memiliki kesempatan untuk melakukan meditasi selama tiga menit. Persisnya fitur meditasi ini hadir dalam wujud headset yang memperdengarkan irama meditasi.

Adapun latar belakang Uber meluncurkan fitur ini adalah perusahaan menemukan 37 persen orang yang terlalu kelelahan ketika berkendara melalui sebuah survei yang mereka lakukan. Tidak hanya itu, sebanyak 56 persen dari 2000 responden menyalahkan pekerjaan mereka yang terlalu berat hingga pada akhirnya menyebabkan mereka stress, sedangkan 31 persen lainnya menyatakan bahwa stress muncul ketika mereka merasa kelelahan.

“Dalam kesibukan sehari-hari, kita mudah kehilangan keseimbangan. Gaya hidup kita yang sibuk membuat kita cemas dan lelah. Jadi, jika kita dapat meluangkan sedikit waktu untuk bermeditasi, kita akan merasa lebih santai, fokus, dan produktif,” ujar Head of Mindfulness dari Calm, Tamara Levitt.

Senada dengan Tamara, seorang juru bicara dari Uber pun mendukung setiap penumpangnya untuk menerapkan pola hidup yang lebih sehat, yaitu dengan cara bermeditasi.

Baca Juga: Lewat Aplikasi, Uber Wajibkan Pengemudi Untuk Istirahat Setelah 12 Jam Beroperasi

“Sekitar 54 persen orang menggunakan waktu mereka di Uber untuk melihat email, media sosial, dan berita di ponsel mereka, jadi pada perjalanan Uber Anda berikutnya, lepaskan pekerjaan Anda sejenak untuk bersantai dengan cara bermeditasi,” tutur pihak Uber.

Jika tidak ada aral melintang, Uber siap untuk merilis fitur ini dalam beberapa bulan ke depan.