[Video] Brutal, Perampok Aniaya Wanita Paruh Baya di Lift MRT Kuala lumpur

Tindak kriminal berupa perampokan yang disertai kekerasan bisa menimpa siapa saja dan dimana saja, tidak memandang jenis kelamin, usia, dan faktor-faktor lain yang memungkinkan seseorang untuk terhindar dari semua itu. Jangan kira lokasi yang kita anggap aman, itu benar-benar aman. Sebut saja kejadian yang baru-baru ini menimpa seorang wanita paruh baya di Kuala Lumpur, dimana ia menjadi korban perampokan yang disertai kekerasan ketika dirinya tengah berada di dalam lift salah satu stasiun MRT.

Baca Juga: Selain Cegah Hujan, Payung Juga Bisa Lawan Tindakan Kriminal

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (16/2/2019), kejadian ini sendiri terjadi pada Kamis (14/2/2019) dan aksi brutal dari perampok ini berhasil terabadikan dalam kamera pengawas yang berada di dalam lift. Di dalam rekaman berdurasi 56 detik tersebut, tampak seorang wanita yang membawa tas jinjing masuk ke dalam lift, dan tak lama berselang, seorang pria yang mengenakan kaos oblong tampak juga masuk mengikutinya.

Kebetulan, lift kala itu berada dalam kondisi tidak ada pengguna lain kecuali korban dan tersangka ini. Sesaat setelah pintu lift menutup, pria ini langsung melayangkan bogem mentah ke arah si wanita dan saking kerasnya pukulan tersebut, si wanita langsung tersungkur tak berdaya. Kendati dalam posisi terpojok, wanita ini tampak masih berusaha untuk melindungi tas yang ia bawa, dan tindakan ini memicu si perampok untuk kembali melayangkan pukulan dan tendangan lainnya.

https://www.youtube.com/watch?v=lGwkWkVNBMg

Agar si wanita tidak bisa menjangkau tombol lift dan meminta bantuan, si perampok ini memojokkan korbannya ke arah yang berlawanan. Di tengah-tengah pertarungan tak seimbang ini, tampak pintu lift sempat terbuka di salah satu lantai stasiun. Seketika, si perampok ini langsung menekan kembali tombol tutup pintu dan melanjutkan intimidasinya terhadap wanita malang tersebut.

Tampak wanita yang identitasnya tidak dibuka tersebut memohon kepada ‘sang algojo’ untuk tidak mengambil barang-barangnya dan menghentikan aksi kejinya tersebut – namun tidak diindahkan sama sekali olehnya. Setelah berhasil ‘melumpuhkan lawannya’, si pria langsung menggeledah isi tas wanita tersebut dan mengambil dompet sebelum akhirnya meninggalkan wanita ini di dalam lift dalam kondisi kesakitan.

Baca Juga: Perkeretaapian India Bocorkan Cara Ampuh Tindak Lanjuti Aksi Kriminal

Menanggapi kejadian ini, Kepala Departemen Investigasi Kriminal, Rusdi Mohd Isa mengatakan bahwa korban mengalami sejumlah luka pada bagian tubuhnya dan memar di dahinya.

“Korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan perawatan medis,” ujarnya.

“Tersangka berhasil melarikan diri dengan dompet korban yang berisikan KTP, kartu ATM, serta uang tunai senilai RM400 (sekira Rp1,4 juta),” lanjut Rusdi.

Pihak kepolisian pun tengah mendalami kasus ini dan mereka sudah berhasil mengantongi pernyataan dari tiga orang saksi yang sudah diperiksa.

 

 

Hadapi Pertumbuhan Penumpang, Angkasa Pura II Akan Bangun Bandara “Greenfield” di Jakarta

Kabar baik datang dari Indonesia! Ya, Republik ini tengah berencana untuk menginvestasikan total US$7 milyar atau yang sekira Rp100 triliun untuk pembangunan bandara greenfield di Jakarta. Hal ini ditempuh sebagai salah satu upaya untuk mendukung peningkatan permintaan perjalanan udara di Tanah Air. Menanggapi hal ini, salah satu operator bandara di Indonesia yang mengelola 16 bandara, PT Angkasa Pura II akan melakukan studi kelayakan guna menindaklanjuti rencana ini.

Baca Juga: Bandara Internasional Soekarno-Hatta Menjadi Hub Kedua Terbesar di Asia Pasifik

Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (15/2/2019), operator bandara akan mempertimbangkan apakah akan membangun bandara sendiri atau bekerja sama dengan perusahaan lain setelah studi selesai, meskipun keputusan akhir akan diambil oleh Kementerian BUMN.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan situs untuk bandara greenfield bisa dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta atau dapat dibangun di atas tanah yang direklamasi dari laut. Jika dibangun berdekatan dengan bandara yang eksisting, struktur baru akan membutuhkan pembukaan lahan sekitar 600 hektar. Jika dibangun di lokasi baru maka reklamasi 2.000 hektar akan diperlukan.

“Jakarta dan daerah sekitarnya dengan populasi sekitar 50 juta akan membutuhkan sistem multi-bandara yang terhubung untuk memenuhi permintaan (perjalanan udara). Bandara baru akan menjadi mahakarya negara,” ujar Awaluddin.

Diperkirakan, Bandara Internasional Soekarnno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma yang sebagai mana kita ketahui bersama melayani daerah Jakarta dan sekitarnya, tidak akan mampu untuk mengelola peningkatan permintaan perjalanan udara di masa yang akan datang

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, Angkasa Pura II sudah menginvestasikan ratusan juta dolar dalam pembangunan terminal baru dan landasan pacu di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta. Lalu lintas penumpang melalui bandara ini diperkirakan akan meningkat 46% menjadi 100 juta dalam satu dekade.

Pembangunan terminal baru dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2021 mendatang dan diwacanakan mampu mengelola sekitar 45 juta penumpang. Terminal yang ada juga akan dimodernisasi untuk dapat menampung 25 juta penumpang masing-masing dari hampir sembilan juta penumpang per tahun.

Baca Juga: Dalam Jumlah Pergerakan Penumpang, Bandara Soekarno-Hatta Unggul Tipis dari Changi

Angkasa Pura II juga berupaya memilih investor strategis untuk Bandara Internasional Kualanamu di Medan. Operator bandara akan mengumpulkan proposal dari 16 penawar pilihan, sebagian besar dari Asia dan Eropa, untuk menjadi mitra ekuitas. Mitra yang dipilih dapat memiliki maksimum 49% investasi dalam perusahaan patungan (Joint Venture) untuk mengoperasikan bandara Kualanamu.

 

Heboh Boarding Pass 2015 di Batik Air, Ternyata Hanya Penunjuk Waktu Keberangkatan

Baru-baru ini sebuah boarding pass Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6183 bertulis 2015 viral di media sosial. Boarding pass rute Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta tersebut berangkat pada 15 Februari 2019 kemarin.

Baca juga: Sepanjang 2018, Bandara Changi Amankan 40 Orang yang Menyalahgunakan Boarding Pass

Berita ini sendiri sudah diwartakan oleh media lokal Makassar terkait boarding pass 2015 tersebut. Sesampai di Cengkareng, penumpang dengan inisial SEP merasa ada yang aneh terhadap boarding pass-nya, dimana ada tulisan ’15 Feb 2015′ di tiketnya dan bukan 2019. Viralnya boarding pass tersebut, membuat SEP merasa tertipu dan membuat pihak Batik Air memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

(Lion Air Group)

Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, informasi tersebut tidaklah benar, sebab penulisan 2015 yang tertera di boarding pass sendiri sebenarnya menunjukkan waktu keberangkatan penerbangan. Danang mengatakan, SEP naik pesawat Batik Air ID-6183 dan duduk di kursi 17F.

“Batik Air nomor penerbangan ID-6183, artinya pesawat Batik Air berangkat dari Makassar pukul 20.15 WITA,” ujar Danang yang dikutip dari siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com, Minggu (17/2/2019).

Danang menegaskan, terkait layanan penumpang berupa boarding pas di Makassar menggunakan sistem SITA technology, dimana penulisan waktu tidak menggunakan tanda titik (.) atau titik dua (:). Berikut ini contoh beberapa boarding pass penerbangan lainnya dari Makassar.

1. Batik Air ID-6196 Makassar – Sorong tertera 0410 artinya STD 04.10 WITA.
2. Batik Air ID-6137 Makassar – Surabaya tertera 1000 artinya STD 10.00 WITA.
3. Lion Air JT-0787 Makassar – Surabaya tertera 1735 artinya STD 17.35 WITA.
4. Lion Air JT-0786 Makassar – Ambon tertera 1210 artinya STD 12.10 WITA.

“Keterangan: WITA = Waktu Indonesia Tengah, dimana Makassar sebagai kota keberangkatan asal yang mengikuti dalam kategori pembagian waktu wilayah ini (waktu setempat/ local time),” jelas Danang.

Dia menghimbau agar penumpang bisa melakukan check in 30-45 menit sebelum keberangkatan dan tidak lupa memperhatikan dan memahami dengan teliti boarding pass yang di dapat.

Baca juga: Mulai Hari Ini, Batik Air Buka Penerbangan Jakarta – Banyuwangi

“Apabila ada hal yang belum jelas, dipersilakan dapat menanyakan kepada petugas layanan darat Batik Air,” tambah Danang.

AirAsia ‘Hilang’ dari Traveloka dan Tiket.com, Alasan Teknis atau Ada Tekanan?

AirAsia sejak sepekan lalu hilang dari agen perjalanan daring atau OTA (Over The Air) besar seperti Traveloka dan Tiket.com. Hal ini kemudian diindikasi oleh maskapai berbiaya hemat tersebut adanya intervensi oleh kompetitor kepada OTA.

Baca juga: Lombok Akan Jadi Hub Ke-5 AirAsia di Indonesia

Direktur Niaga AirAsia Indonesia Rifai Taberi mengatakan, pihaknya melihat ada indikasi dan perintah yang memberikan tekanan pada OTA. Dia mengaku, mengetahui kejadian itu sejak pekan lalu, karena banyak pelanggan yang menanyakan terkait hilangnya AirAsia dari dua OTA terbesar tersebut.

Dengan menghilangnya, ini KabarPenumpang.com kemudian melakukan pengecekan pada Senin (18/2/2019) dimana semua rute baik domestik maupun internasional tidak ada penerbangan dari maskapai AirAsia baik di Traveloka maupun Tiket.com yang dijual.

“Yang aneh kok secara tiba-tiba dan satu per satu tidak menjual, karena selama ini biasa saja, kita sudah klarifikasi karena kita mitra dengan para OTA, mereka secara formal menjawab ada masalah teknis,” kata RIfai yang dikutip dari Antara, Minggu (17/2/2019).

Bahkan, sistem AirAsia sendiri tidak ada masalah teknis dan di OTA lainnya pun masih menjual tiket milik AirAsia salah satunya adalah Nusatrip. Rifai menilai sangat memungkinkan mitra maskapai menekan OTA terutama dengan pasar paling besar.

“Kalau itu tergantung dari pangsa pasar, pangsa pasar kami dari OTA cuma dua sampai tiga persen. Secara hubungan kerja sama memang sebagai agency, OTA berhak untuk menjual tiket maskapai,” tambahnya.

Dia mengatakan, pihaknya juga tidak ada eksklusivitas dari OTA tertentu dalam menjual tiket.

“Kalau kompetitor seperti apa kita selalu deal dengan agen perjalanan, baik konvensional dan online selalu sama, kami sebagai menjual tiket AirAsia dan kamu juga berhak untuk menjual apapun juga dalam ruang lingkup usahanya,” ujar Rifai.

Baca juga: Numpuk di Gudang, AirAsia Daur Ulang Jaket Keselamatan dan Seragam Awak Kabin

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu, AirAsia sempat melakukan pembaruan sistem reservasi. Sehingga pada Sabtu 16 Februari-17 Februari 2019 dari pukul 02.00-15.00 AirAsia.com, aplikasi, kantor penjualan AirAsia hingga call center tidak bisa melakukan pemesanan dan pembelian tiket.

Hingga berita ini diturunkan, kedua OTA terbesar yakni Traveloka dan Tiket.com belum memberikan konfirmasi apapun terkait hal tersebut.

Sambut World Cup Rugby 2019, Bus Low Deck di Jepang Dilengkapi Electric Wheelchair Ramp

Piala Dunia Rugby 2019 akan digelar di Jepang dan Mobility Networks Group akan memasok electric wheelchair ramp untuk Perusahaan Bus Hato yang digunakan sebagai pilihan bus pada gelaran dunia tersebut. Ramp otomatis pada bus tersebut akan digunakan untuk menunjang aksesbilitas bagi penumpang dengan kursi roda.

Baca juga: Kenakan Busana Super Minim, Model Asal Filipina Bikin Geger Stasiun MRT Singapura

Sehingga bus dengan electric wheelchair ramp mampu mengakomodasi para wisatawan yang datang menghadiri acara dan sekaligus dapat digunakan untuk membantu kru agar terhindar dari sakit punggung dan cedera ketika mengangkat bagasi yang berat. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumber thiis.co.uk (8/2/2019), model ramp otomatis ini sendiri merupakan kolaborasi antara teknisi di Passenger Lift Service atau PLS dan rekan-rekan mereka di Vanhool serta Hato Bus.

Paul Hemingway, Direktur Komersial Mobility Networks Group, mengatakan: “Kami sebagai Mobility Networks sangat bangga bekerja dengan klien bergengsi seperti Hato Bus dalam proyek ini untuk Rugby World Cup yang akan datang.

“Kami telah terlibat sejak awal dengan pelanggan dan telah menyediakan produk unik untuk memuaskan pelanggan dan persyaratan turnamen; menunjukkan fleksibilitas kami untuk memberikan solusi dan kebutuhan pasar yang tepat,” tambahnya.

Didirikan pada 2012 dan dengan kantor pusat di Kentucky, Mobility Networks Group adalah spesialis multinasional dalam produk aksesibilitas kendaraan. Selama beberapa tahun terakhir, Grup telah melihat ekspansi Eropa yang berlanjut ke pasar baru, yang dipimpin oleh strategi akuisisi.

Pada 2014, Grup mengakuisisi TMN Eropa Jerman, Sistem Caroil Italia pada 2015 dan bergabung dengan perusahaan Belanda Acdeos pada September 2017. Pada September 2018, perusahaan membeli IAV (sebelumnya CARadap), mengambil kepemilikan saham 100 persen di pabrikan Spanyol.

Baca juga: Tarif Tiket Pesawat Naik, Bus AKAP Diburu Masyarakat Pulau Sumatera

Ramp otomatis ini akan dipasang oleh Vanhool dengan bus tingkat dua Hato pada kuartal kedua tahun 2019. Diketahui, World Cup Rugby 2019 akan dimulai pada 20 September 2019 hingga 2 November 2019 mendatang di 12 tempat nasional di Jepang.

Kecewa Makanan Tak Sesuai Harga Tiket, Penumpang Tak Lagi Mau Naik British Airways

Lagi dan lagi seorang penumpang harus kecewa saat mendapat layanan makanan dalam kabin. Kali ini bukan sebuah binatang seperti kecoa dan cacing atau belatung tetapi, makanan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Baca juga: Setelah Insiden Kecoa, Kini Belatung Hidup ‘Tersaji’ di Makanan Pakistan International Airlines

Hal tersebut dirasakan oleh seorang penumpang British Airways yang kecewa dengan sarapannya karena kurang memuaskan. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman independent.co.uk (9/2/2019), Andrew Hedge merasakan hal tersebut saat memesan sandwich dalam penerbangannya dari Heathrow ke Florida musim panas lalu.

Saat itu dirinya disajikan roti yang sangat kering hanya dengan lapisan krim keju di atasnya. Dia mengatakan ini hal yang memalukan dalam penerbangan berbiaya £1200 tersebut menuju Miami. Pengusaha berusia 49 tahun tersebut mengatakan dirinya benar-benar terkejut.

“Ini adalah prestasi buruk dan kualitas sarapan yang dimana tiket pesawatnya tidak murah,” ujar Hedge.

Bahkan dirinya menuduh standar maskapai Inggris tersebut menurun selama lima tahun terakhir dan mengatakan tidak akan menggunakan British Airways lagi 100 persen. Seorang juru bicara British Airways mengatakan bahwa mereka berhubungan dengan penumpang dan meminta maaf bahwa standarnya jatuh di bawah harapan mereka pada kesempatan ini.

“Kami baru-baru ini meluncurkan program investasi bernilai jutaan pound ke kabin dan katering World Traveler Plus kami. Sejak Februari, kami telah memperkenalkan pengalaman bersantap baru dan lebih baik bagi pelanggan yang bepergian di kabin, termasuk pilihan yang lebih luas dan santapan kedua yang lebih substansial di kemudian hari dalam penerbangan,” kata juru bicara British Airways.

Hedge bukanlah yang terbaru dalam serentetan penumpang yang mengeluh tentang inferior dining inferior. Bulan lalu, seorang penumpang Emirates dibiarkan frustrasi dan marah setelah disajikan sandwich ayam Cajun yang mengecewakan dalam penerbangan ke Dubai.

Gambar menunjukkan gulungan dengan persegi dari apa yang tampak seperti keju olahan, dengan sepotong ayam yang sangat kecil di tengah sandwich. Lebih buruk lagi, penumpang Air India Rohit Raj Singh Chauhan baru-baru ini menemukan kecoa dalam makanannya.

Baca juga: Menjijikan, Ada Kecoa di Makanan ‘Bersegel’ Pada Penerbangan Full Service Air India

“Saya memberi tahu kru Air India, tetapi mereka mengabaikan saya. Karena anggota kru tidak mendengarkan, saya mengembalikannya kepada mereka. Aku bahkan menolak makanan mereka untuk orang lain, tetapi tidak berhasil,” ujarya.

Air India sejak itu meminta maaf atas kejadian tersebut.

Mulai Hari Ini, Garuda Indonesia Layani Rute Jakarta – Silangit dengan Boeing 737-800NG

Garuda Indonesia, mulai hari ini, Minggu (17/2) melayani penerbangan langsung Jakarta-Silangit dengan menggunakan armada Boeing 737-800NG dengan kapasitas 162 penumpang menggantikan armada CRJ-1000 berkapasitas 96 penumpang yang sebelumnya digunakan untuk melayani rute tersebut.

Baca juga: Baru 2 Minggu Tutup, Garuda Indonesia Buka Kembali Rute Jakarta – Silangit

Dalam siaran pers, Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan bahwa penambahan kapasitas pada rute Jakarta-Silangit tersebut merupakan salah satu upaya Garuda Indonesia untuk meningkatkan layanan dan kenyamanan bagi pengguna jasa dari dan menuju Silangit.

“Dengan pengoperasian Boeing 737-800NG kami harapkan dapat mengakomodir demand pasar yang tingggi atas layanan penerbangan Jakarta – Silangit tersebut,” papar Pikri.

“Peningkatan kapasitas pada rute Jakarta – Silangit ini juga merupakan upaya Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional untuk senantiasa mendukung program pemerintah, khususnya dalam mengembangkan 10 destinasi prioritas yang disiapkan untuk menjadi Bali Baru – terlebih dimana saat ini Danau Toba merupakan salah satu dari 4 kawasan prioritas dari 10 destinasi tersebut,” tambah Pikri.

“Dengan menggunakan armada B737-800NG ini, Garuda Indonesia menawarkan kenyamanan lebih bagi penumpang dari dan menuju Danau Toba,” lanjut Pikri.

Baca juga: Dengan Infrastruktur Baru, Bandara Silangit Kini Siap Terima Penumpang Internasional

Penerbangan langsung Jakarta – Silangit ini dilayani 4 kali setiap minggunya (Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu) dengan keberangkatan dari bandara Internasional Soekarno Hatta dengan GA268 pada pukul 07.35 WIB dan akan tiba di Bandara Internasional Silangit pada pukul 09.35 WIB dan kemudian terbang kembali dari Bandara Internasional Silangit dengan GA269 pada pukul 10.40 WIB dan tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta pada pukul 13.00 WIB.

Qantas Akan Hadirkan Lounge Kelas Satu di Bandara Changi

Bandara Internasional Changi Singapura yang menjadi salah satu hub transit terbesar kini akan kehadiran lounge baru untuk maskapai Qantas. Kehadiran lounge maskapai Australia ini sendiri datang dari perancang industri yang berbasis di Sydney, David Caon. Dimana David telah melihat pekerjaan yang tengah berlangsung di Jewel dan menyukai apa yang dilihatnya saat itu.

Baca juga: Jewel Changi, Bakal Jadi Destinasi Wisata Gaya Baru via Bandara Changi

“Saya ada di sana minggu lalu dan kami punya waktu sebelum penerbangan kami karena kami punya pertemuan di bandara dan saya memasukkan kepala saya ke belakang penimbunan. Itu tidak bisa dipercaya. Ini seperti sesuatu dari film fiksi ilmiah. Aku benar-benar tidak bisa melihat banyak, tetapi apa yang kulihat tampak luar biasa. Singapura sebagai perhentian, akan menjadi fantastis. Hal ini benar-benar unik,” ujar David yang dikutip KabarPenumpang.com dari traveller.com.au (15/2/2019).

Lounge kelas satu yang akan berada di Changi tersebut menjanjikan aspek serupa untuk membantu kesehatan penumpang dalam perjalanan seperti cahaya yang diatur, kualitas udara yang tinggi dan koneksi ke alam. Studio David sendiri bekerja sama dengan Akin Atelier telah mendesai Qantas First lounge khusus maskapai tersebut.

Nantinya kehadiran lounge di Singapura akan menambah rentetan louge kelas satu Qantas selain di Sydney, Melbourne dan Los Angeles. Sejak Maret tahun lalu, lebih dari 50 penerbangan Qantas kembali transit setiap minggu melalui Changi, menjadikannya hub terbesar maskapai di luar Australia.

Dengan konstruksi yang dimulai pada bulan April, Qantas telah meluncurkan desain lounge baru, yang dikembangkan menggunakan teknologi realitas virtual untuk membantu dalam menyempurnakan nuansa dan aliran fasilitas yang akan dapat menampung hingga 240 pelancong saat dibuka menuju akhir 2019. Lounge ini akan menggabungkan “bahan warisan” yang sama dengan lounge kelas utama Sydney Qantas Sydney seperti marmer dan kayu ek Carrara, dengan sentuhan seperti layar kisi yang mengingatkan pada ruko yang menambahkan citarasa Singapura.

Namun warna akan tetap tenang dan netral untuk meminimalkan rasa kesibukan, salah satu elemen dalam skema peningkatan kesejahteraan yang sangat penting itu. Tanaman hijau yang akan tumbuh lebih dari sekadar ode ke fitur taman dan kanopi hutan Jewel. Berdasarkan survei pelanggan dan penelitian ilmiah, ini merupakan alat penting dalam membantu menciptakan normalitas dunia luar bagi mereka yang transit.

Demikian juga, desain pencahayaan yang inovatif direkayasa untuk membantu ritme jam tubuh dan untuk merangsang sistem internal yang stagnan. Kualitas udara adalah prioritas lain. Tentu saja, persembahan makanan Neil Perry akan memiliki tujuan yang sama untuk memberi makan, menyegarkan dan menyenangkan. Tapi seperti angsa yang meluncur dengan anggun di atas air dengan kakinya mendayung dengan panik, para pelanggan mudah-mudahan hanya akan menikmati lounge mewah sementara semua sains sibuk mengerjakan keajaibannya.

Kemitraan Coen dengan Qantas termasuk peralatan makan Qantas, kursi dan desainnya untuk Qantas Perth International Transit Lounge, tempat asal penerbangan non-stop Australia-London, dan di mana fitur-fitur peningkatan kesehatan termasuk yoga di dalam ruang dan ruang meditasi pertama di dunia.

Baca juga: Wow, Harry Potter dan Fantastic Beast Ada di Bandara Changi

“Ini benar-benar tentang memberi orang kesempatan untuk membuat perjalanan mereka lebih mudah pada tubuh dan pikiran mereka,” kata Coen, yang juga sedang mengerjakan perbaikan Qantas A380s, dan lagi menggunakan realitas virtual untuk memastikan efektivitas optimal dalam tahap perencanaan.

Trik Tiket Open Jaw, Jadi Momok dalam Bisnis Penerbangan Full Service

Kasus gugatan yang dilayangkan flag carrier Jerman, Lufthansa kepada penumpang cerdik yang melakukan travel hack demi mendapatkan tiket perjalanan murah ternyata menarik untuk ditelusuri lebih dalam. Penumpang Lufthansa ini membeli tiket return Oslo (Norwegia) – Seattle via Frankfurt, namun sejatinya, ia tidak pernah menyelesaikan perjalanannya kembali menuju Oslo. Penumpang ini malah melanjutkan perjalanannya menuju Berlin dari Frankfurt. Setelah maraknya pemberitaan tentang insiden ini, maka spekulasi warganet pun menjadi liar.

Baca Juga: Cerdas Namun Dipandang Licik, Lufthansa Perkarakan Penumpang yang Praktekkan Travel Hack

Spekulasi yang paling santer terdengar adalah tentang harga tiket PP Oslo – Seattle plus tiket Frankfurt – Berlin yang lebih murah ketimbang harga tiket open jaw Oslo – Seattle – Berlin. Nah, mungkin Anda menemukan satu istilah baru yang sebenarnya sudah tidak asing lagi di sektor aviasi global, yaitu tiket open jaw. Tentu Anda menjadi skeptik dan bertanya-tanya, apakah tiket open jaw itu?

Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, sederhananya, open jaw merupakan tiket perjalanan dimana kota tujuan dan kota kembali tidaklah sama, namun dengan maskapai yang sama. Contoh supaya Anda bisa dengan mudah memahami tiket open jaw adalah, bayangkan ada seorang asli Sumatera yang hendak melakukan Tour de Java dimana perjalanan mulai dari Jakarta dan berakhir di Surabaya.

Jika ia beli tiket pesawat maka rutenya tentu bukan Medan-Jakarta PP; sangatlah tidak efisien jika ia harus kembali lagi ke Jakarta dari Surabaya hanya untuk kembali ke Medan. Jadi efisiennya (uang dan waktu) adalah ia beli tiket pesawat Medan-Jakarta satu arah, lalu Surabaya-Medan satu arah.

Jadi, tiket open jaw ini memiliki kode booking (PNR) yang sama, maskapainya sama, tetapi pergi dan pulang tidak dari bandara yang sama. Keistimewaannya adalah harga tiketnya bisa jadi sama atau beda bahkan lebih murah ketimbang Anda beli tiket pulang-pergi ke kota yang sama.

Baca Juga: Lufthansa Hentikan Pengoperasian “Tante Ju”, Siapa Dia?

Tiket open jaw ini biasanya ditawarkan oleh maskapai full service yang punya jaringan terbang banyak. Di Indonesia, tiket open jaw seperti ini tidaklah terlalu populer – namun beda cerita jika Anda pergi ke Eropa. Tiket semacam ini sangatlah populer di sana.

Gelapkan Uang Restoran di Bandara Changi, Seorang Supervisor Harus Mendekam 4 Bulan di Bui

Baru-baru ini seorang supervisor sebuah restoran di Bandara Internasional Changi, Singapura harus merasakannya dinginnya sel tahanan selama empat bulan ini. Hal tersebut dikarenakan dirinya telah menggelapkan uang restoran yang seharusnya disetorkan ke bank.

Baca juga: Petugas Keamanan Bandara di Bangkok Curi Uang Penumpang, Diamankan Malah Tertawa

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com (8/2/2019), Thura Myint pengawas restoran Ma Mum To Go di Terminal 1 Bandara Changi ini harus merasakan dinginnya tembok penjara selama empat bulan karena penggelapan uang restoran yang dilakukannya. Dia diketahui megantongi uang tunai senilai S$10580 hasil penjualan restoran Ma Mum To Go sejak tanggal 7-12 Desember 2018.

Awalnya uang tersebut seharusnya disetorkan secara tunai ke rekening perusahaaan. Namun karena gelap mata dan memiliki hutang, Thura kemudian menyimpan sendiri uang itu di kantongnya. Kejahatan penggelapan uang tersebut dirasakan oleh manajer cabang restoran Thye Lee Chee yang menyadari pada 13 Desember 2018, hasil penjualan yang didapat restoran tidak masuk dalam rekening perusahaan.

Chee yang curiga kemudian bertemu Thura dan berbicara terkait uang tersebut dan diakui uang tunai itu diambil dirinya. Thura mengklaim menggunakan uang tersebut semuanya untuk membayar hutang. Padahal gaji Thura bisa dikatakan cukup besar untuk seorang pengawas. Karena perbuatannya tersebut, dari gajinya akan dikurangi S$3031 hingga uang tersebut kembali.

Namun meski begitu restoran Ma Mum To Go masih menderita kerugian lebih dari S$75000. Pada Jumat 8 Februari 2019 lalu dirinya mengakui hal tersebut untuk satu tuduhan pelanggaran kepercayaan pidana sebagai seorang pelayan yang bisa dihukum hingga 15 tahun penjara dan denda.

Baca juga: Waspada! Sindikat Maling Koper Merajalela di Bandara Hong Kong

Pada sidang, Jaksa Penuntut umum meminta hukuman penjara empat hingga lima bulan dan mengatakan terdakwa Thura tidak pernah melakukan pelanggaran apapun. Thura mengatakan kepada hakim melalui seorang penerjemah bahwa dia menyesal atas pelanggaran itu dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi .