Air France Jadi Satu-satunya Maskapai di Dunia yang Operasikan Seluruh Tipe Airbus

Sejak pertama kali Airbus didirikan pada 18 Desember 1970, total sudah ada 11 pesawat narrowbody dan widebody andalan dan digunakan oleh mayoritas maskapai utama dunia. Menariknya, di antara maskapai tersebut, hanya Air France yang pernah mengoperasikan seluruh pesawat andalan Airbus tersebut. Kepastian itu didapat setelah Air France belum lama ini kedatangan Airbus A220 pertamanya.

Baca juga: Sejarah Pesawat Airbus A300, Dari Proses Penamaan Hingga Sumbangsih Dirut Garuda Indonesia

Sebetulnya, tak mengherankan bila Air France menjadi operator pengguna seluruh varian pesawat Airbus, mengingat keduanya sama-sama berasal dari negara yang sama, Perancis. Agar lebih lengkap, berikut 11 pesawat Airbus yang seluruhnya pernah masuk dalam barisan armada Air France, seperti dikutip dari Simple Flying.

Pesawat widebody
A300

Pesawat Airbus pertama yang dioperasikan maskapai pastinya adalah Airbus A300. Pesawat ini bergabung dalam barisan armada perusahaan pada Mei 1974. Maskapai nasional Perancis ini total memiliki 26 unit, dimana 10 di antaranya varian A300B2 dan 16 sisanya varian A300B4. Setelah dua dekade lebih atau pada Februari 1999, ke-26 pesawat itu keluar dari daftar armada Air France.

A310

10 tahun setelah menerima Airbus A300 pertama, Air France kembali kedatangan varian pesawat Airbus lainnya, Airbus A310 pada April 1984. Pesawat A310 terakhir yang bergabung dengan Air France terjadi pada 1991 dan terakhir kali dioperasikan maskapai pada Mei 2002.

A330

Tak begitu berhasil bersama A310, Air France kembali menjajal produk Airbus lainnya, A330. Pesawat ini bergabung dengan maskapai pada tahun 2001. Total, ada 16 pesawat yang dioperasikan Air France. Seluruhnya masih beroperasi sampai saat ini, kecuali satu pesawat saja yang sudah pensiun pada tahun 2009.

A340

Ada 30 Airbus A340 yang dioperasikan Air France. Tetapi, sebagaimana A310, pesawat ini tidak terlalu mentereng di pasaran dan akhirnya dipensiunkan maskapai pada Maret 2020 setelah dioperasikan sejak 1993.

A350

Pesawat terbaru dan tercanggih Airbus ini mulai bergabung dengan Air France pada September 2019. Saat ini, sudah ada 11 Airbus A350-900 di barisan armada Air France. 27 sisanya sedang proses pengerjaan dan akan segera dikirim.

A380

Kendati berstatus sebagai maskapai nasional Perancis, faktanya, Air France menjadi operator A380 keempat. Maskapai menerima pesawat superjumbo ini pada bulan Oktober 2009. Sayangnya, pandemi Covid-19 dan perubahan tren bepergian penumpang, dari sistem hub ke point-to-point, membuat A380 mulai ditinggalkan maskapai, termasuk Air France, pada Maret 2020 lalu.

Pesawat narrowbody
A318

Dari 80 Airbus A318 yang diproduksi, 18 di antaranya dioperasikan Air France. Pesawat itu bergabung dengan Air France pada Oktober 2003. Sampai saat ini, pesawat itu masih menjadi bagian utama dari armada jet regional maskapai.

A319

Air France pertama kali kedatangan pesawat ini pada September 1997. Total, ada 49 unit A319 yang dioperasika Air France. Menariknya, setelah 20 tahun lebih, maskapai masih mempertahankan 30 pesawat ini di barisan armada.

A320

Airbus A320 pertama bergabung dengan Air France pada 1988. Mei 2010, Airbus tak lagi mengoperasikan A320-100 dan -200. Sebagai gantinya, Air France mengandalkan Airbus A320-400. Total, ada 44 pesawat itu di barisan armada maskapai dan masih bertahan sampai saat ini.

Baca juga: Mengapa Pesawat Buatan Airbus Selalu Dimulai dengan Huruf ‘A’? Berikut Penjelasannya

A321

September 1997, Air France kedatangan pesawat A321 pertama. Sampai saat ini, total Air France sudah mengoperasikan 25 pesawat ini.

A220

Beberapa hari yang lalu, Air France kedatangan A220 pertama dari total 60 pesanan. Hadirnya pesawat ini menjadi pelengkap 11 varian pesawat Airbus yang pernah dioperasikan maskapai.

Masker Cerdas ini Bisa Otomatis Sesuaikan Kemampuan Bernapas Penggunanya

Selama pandemi, masker menjadi hal yang sangat diperlukan meski terkadang ada orang yang terganggu ketika menggunakannnya. Namun, ada masker baru eksperimental secara otomatis yang memudahkan untuk bernapas saat penyaringan udara maksimum tidak diperlukan.

Baca juga: Masker Puricare Wearable Air Purifier LG Dilengkapi Mikrofon dan Speaker

KabarPenumpang.com melansir newatlas.com (30/9/2021), masker ini dirancang oleh tim ilmuwan Korea yang menggabungkan dua membran filter berpori yang mana satu di antara kedua sisi pemakainnya terbuat dari nano fibers elastomer electrospun. Setiap membran berbentuk cakram dikelilingi oleh dan bergabung dengan mekanisme peregangan pneumatik berbentuk cincin.

Alat perengang itu pada gilirannya dihubungkan ke perangkat portabel ringan yang berisi sensor udara, pompa udara dan chip mikrokontroler. Perangkat itu sendiri terhubung secara nirkabel ke komputer eksternal yang menjalankan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan.

Ketika sensor mendeteksi konsentrasi tinggi partikel berbahaya di udara, bersama dengan tingkat pernapasan yang relatif normal di pihak pengguna, komputer mengaktifkan pompa. Hal ini menyebabkan cincin alat perengang mengembang dan menjadi lebih gemuk, yang memungkinkan membran yang terhubung tetap dalam keadaan rileks.

Akibatnya, pori-pori membran tetap pada ukuran terkecil, menawarkan tingkat filtrasi tertinggi. Namun, jika sensor mendeteksi udara yang lebih bersih dan bersama dengan laju pernapasan yang lebih cepat, seperti yang mungkin menyertai olahraga luar ruangan yang relatif aman dari Covid, maka perangkat lunak akan meminta alat perengang mengempis.

Dengan demikian menjadi lebih kurus, meregangkan membran saat melakukannya. Akibatnya, ukuran pori meningkat, memungkinkan pernapasan lebih mudah. Terlebih lagi, tes yang dilakukan pada sukarelawan menunjukkan bahwa bahkan ketika pori-pori cukup besar untuk secara signifikan meningkatkan kemampuan bernapas masker, efisiensi penyaringan udaranya turun hanya enam persen.

Baca juga: Lebih Jelas Tentang KN95, Masker Standar Cina yang Laris Manis

Rencana sekarang menyerukan agar teknologi dibuat lebih ringan, lebih kecil dan tidak terlalu besar, yang dapat melibatkan penghapusan pompa dan beralih ke mekanisme peregangan non-pneumatik. Sebuah makalah tentang penelitian tersebut, yang dipimpin oleh Seung Hwan Ko dari Universitas Nasional Seoul, baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal ACS Nano.






















Toyota Rilis C+walkT, Skutik Tiga Roda yang Ideal Melaju di Area Pejalan Kaki

Di Jepang, Toyota pada awal Oktober ini baru saja merilis skuter mobilitas listrik stand-up roda tiga yang disebut C+walkT. Skuter ini dirancang untuk bisa digunakan pengendara di area khusus pejalan kaki, taman bisnis skala besar, universitas atau tempat lainnya.

Baca juga: Uready, Skuter Roda Tiga yang Bisa Dibelokkan

C+walkT dilengkapi kontrol kemudi yang memiliki tampilan sentral dengan tombol untuk penerangan, klakson, tuas untuk akselerasi dan pengereman, serta memiliki semacam kesan skuter keamanan. Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (1/10/2021), C+walkT ini dijual di dealer mobil Toyota dengan harga mulai dari JPY 341 ribu (sekitar US$3.000).

Selain itu juga akan disewakan dan perusahaan mengatakan, peraturan daerah terus berubah. Meski begitu C+walkT bisa melaju di sepanjang jalan umum di beberapa titik di masa depan. Salah satu kasus penggunaan yang diusulkan adalah untuk “meringankan beban berjalan pada pengguna lanjut usia yang terlibat dalam pekerjaan keamanan.”

Kendaraan ini juga dilengkapi dengan deteksi rintangan, menawarkan peringatan visual dan alarm suara, sementara juga memperlambat kendaraan hingga dua kilometer per jam. Kecepatan C+walkT dibuat lambat untuk membantu mencegah tabrakan dengan pengguna lain, rintangan, dan pejalan kaki.

Sedangkan motor DC brushless 0,25-kW bisa dikemudikan hingga sepuluh kilometer per jam. Meski begitu, ini dirancang untuk bergulir melalui fasilitas pada kecepatan yang lebih rendah, dan baterai Li-ion yang dapat dilepas diperhitungkan baik untuk sekitar 2,5 jam atau perjalanan sejauh 14 km (8,7 mil).

Bahkan C+walkT ini akan membantu pengemudi melaju di jalan sempit karena bisa berbelok dengan rapat di jalur sepanjang 0,59 meter. Sehingga nantinya skuter ini akan membantu Anda beregerak ke arah yang benar.

C+walkT memiliki panjang 700 mm (27,5 inci) dan 450 mm (17,7 inci) pada titik terlebarnya, dapat menopang bobot pengendara hingga 100 kg (220 lb), bodi resinnya hadir dalam lapisan dua warna, dan masing-masing dari ketiga roda dibungkus ban anti bocor. Ini jelas merupakan kendaraan khusus, tetapi campuran e-mobilitas tampaknya akan bervariasi sehingga e-skuter bertenaga rendah ini dapat menemukan basis pengguna di suatu tempat antara Segways, hoverboard, dan kickscooter listrik.

Baca juga: Mimo C1 Gabungkan Fungsi Skuter dan Troli

Sayangnya belum ada kabar apakah C+walkT akan dirilis secara komersial di luar Jepang pada saat ini. Tetapi Toyota sudah memiliki solusi e-mobilitas pribadi lainnya dalam pengembangan, termasuk e-scoot duduk dan yang mampu menarik kursi roda.






















Singapore Airlines Bongkar Dua Airbus A380, Suku Cadangnya Didaur Ulang

Singapore Airlines menarik dua pesawat Airbus A380, 9V-SKG dan 9V-SKH, yang sebelumnya diumumkan pensiun. Namun, bukan untuk dioperasikan lagi ke dalam layanan, melainkan untuk dibongkar dan suku cadangnya didaur ulang.

Baca juga: “Bangkit dari Kubur”, Singapore Airlines Aktifkan Airbus A380 yang Disimpan di Gurun

Maskapai penerbangan nasional Singapura itu adalah operator A380 kedua terbesar di dunia setelah Emirates dengan total 24 pesawat.

Namun, dinamika industri penerbangan yang begitu cepat membuat maskapai memutuskan pensiun dini Airbus A380 beberapa tahun lalu, menjadikannya sebagai maskapai pertama di dunia yang mempensiunkan pesawat superjumbo itu.

Saat ini, total 12 Airbus A380 sudah dipensiunikan Singapore Airlines dan menyisakan 12 pesawat lainnya yang masih bertahan, sekalipun tak ada satupun yang beroperasi.

Di antara 12 pesawat yang sudah dipensiunkan itu beberapa di antaranya, seperti 9V-SKG dan 9V-SKH, dibongkar dan suku cadangnya didaur ulang. Didaur ulang dalam artian, komponen berharganya, seperti mesin Trent 900, landing gear, avionics, kursi, dan lainnya, dipasang di pesawat Airbus A380 lainnya yang masih dipertahankan maskapai. Dalam dunia penerbangan, ini disebut dengan istilah upcycling.

Dengan begitu, maskapai tidak perlu membeli seluruh suku cadang yang mahal untuk sisa armada A380 yang masih beroperasi. Tujuan besar dari ini tentu adalah efisiensi.

Laporan FlightGlobal, A380 Singapore Airlines dengan nomor registrasi 9V-SKG dan 9V-SKH itu saat ini masih dalam proses pembongkaran. Bila segalanya sesuai dengan rencana, proses ini akan memakan waktu dua bulan.

Selain dibongkar dan suku cadangnya didaur ulang, A380 Singapore Airlines yang sudah pensiun juga ada yang betul-betul dibongkar dan diabadikan menjadi sebuah gantungan kunci.

Februari tahun lalu, Aviation Tag meluncurkan produk gantungan kunci terbarunya yang terbuat dari badan pesawat A380 pertama Singapore Airlines yang pensiun, dengan nomor registrasi 9V-SKA.

Melalui laman resminya, perusahaan yang berbasis di Cologne, Jerman, itu mengaku ide membuat gantungan kunci dari pesawat yang sudah pensiun semata untuk menyelamatkan lingkungan dengan menghindari penumpukan pesawat-pesawat bekas yang jumlahnya jutaan di dunia.

Selain itu, perusahaa juga melihat minat tinggi para pecinta penerbangan untuk mengabadikan pesawat favoritnya sekalipun dalam bentuk yang lebih kecil.

“Kami selalu memiliki emosi yang campur aduk. Di satu sisi, sangat menyedihkan melihat era ini berakhir setelah hanya 10 tahun. Di sisi lain, kami senang bahwa kami berhasil melestarikan bagian dari pesawat ikonik ini untuk semua penggemar penerbangan,” Vice President Aviation Tag, Tobias Richter.

Baca juga: Dear Airbus Lovers, Kursi A380 Bekas Singapore Airlines Dijual Satuan Loh, Berminat?

Airbus A380 Singapore Airlines dengan nomor registrasi 9V-SKA dan memiliki nomor seri pabrikan 003 sendiri adalah pesawat pertama yang melayani dan mengakhiri penerbangan komersial. Pesawat ini pertama kali mengudara pada tanggal 7 Mei 2006.

Setelah melewati fase pengujian dan verifikasi, pesawat itu akhirnya dikirim ke Singapore Airlines pada tanggal 15 Oktober 2007. Setelah menghabiskan lebih dari 10 tahun, pesawat akhirnya dikembalikan ke lessor pada tanggal 5 Desember 2017.

Ada “Gita” di Bandara Seattle-Tacoma, Robot Pintar Pengantar Makanan di Terminal Keberangkatan

Duduk santai di gerbang keberangkatan menunggu makanan Anda tanpa harus mengantri? Rasanya semua orang akan bahagia bila diperlakukan seperti ini. Apakah Anda ingin merasakan hal ini?

Baca juga: Bandara Minneapolis Hadirkan “Gita,” Robot Pengantar Makanan ke Pelancong

Bila iya, di Bandara Seattle-Tacoma yang terletak di Washington, baru-baru ini memperlihatkan sebuah robot kecil di atas roda. Di mana robot tersebut berkeliaran bebas di terminal Bandara Seattle-Tacoma sembari mengantar makanan pada para pelancong yang menunggu di gerbang mereka.

KabarPenumpang.com melansir travelandleisure.com (21/9/2021), robot kecil tersebut bernama Gita dan pelancong bisa memesan makanan melalui aplikasi pemesanan seluler OrderSEA yang terhubung dengan 16 restoran bandara untuk memesan penjemputan saat mereka kekurangan waktu.

“Teknologi dapat membuat pengalaman bandara Anda lebih fleksibel dan tidak membuat stres. OrderSEA berarti para pelancong dapat melewatkan berdiri di antrean yang ramai, bagian yang paling tidak menyenangkan dan paling menegangkan dari perjalanan apa pun,” kata Komisaris Pelabuhan Seattle Sam Cho dalam sebuah pernyataan.

Gita, mampu menyimpan hingga 40 pon makanan dan mengirimkannya ke sekitar terminal (dengan biaya $2,99). Untuk saat ini, robot tersebut didampingi oleh pengawas di sekitar bandara, tetapi jika permintaan untuk layanan tinggi, armada robot Gita dapat segera berputar di sekitar terminal.

Semua penumpang tahu penderitaan karena harus membuat keputusan antara mendapatkan makanan atau tiba di gerbang tepat waktu. Sehingga fitur baru bandara memungkinkan para pelancong untuk memesan secara online atau dari perangkat seluler mereka sebelumnya, memberi tahu mereka dengan tepat berapa lama menunggu makanan.

Jadi, jika terdesak waktu, Anda dapat memesan makanan dari ponsel sambil menunggu di garis keamanan dan mengirimkannya ke gerbang Anda tepat waktu. OrderSEA saat ini memungkinkan pesanan dari restoran seperti McDonald’s, Trail Head BBQ Bar dan Pizza Vino, dengan lebih banyak opsi yang akan ditambahkan selama beberapa bulan mendatang.

Untuk diketahui, bandara ini juga telah mengembangkan banyak cara lain untuk menghemat waktu agar para pelancong tidak antre. Penumpang dapat menggunakan “SEA Spot Saver” dan memesan slot waktu untuk melewati pos pemeriksaan keamanan TSA.

Baca juga: Robot Katering Mudahakan Pelayanan Udara KLM

Selain itu, Sea-Tac juga menawarkan parkir Pra-Pesan untuk perjalanan mulus tanpa kontak bagi mereka yang berkendara ke bandara. Anda dapat memesan dan membayar parkir sebelum kedatangan Anda, memindai kode QR pemesanan di pintu masuk garasi, lalu berangkat. Selama pandemi, bandara membuka “Shot Bar”, yang adalah bar untuk mereka yang ingin minum tetapi tidak bisa duduk dan menikmati koktail santai.






















Kena Dekompresi Eksplosif, Dua Boeing 737-300 Southwest Airlines Alami Perbedaan Nasib

Sepanjang perusahaan berdiri, dua kali sudah penerbangan Southwest Airlines mengalami depresurisasi atau dekompresi eksplosif; Southwest Airlines flight 812 pada 1 April 2011, tak ada korban jiwa, dan Southwest Airlines flight 1380 pada 17 April 2018, dimana satu penumpang menjadi korban jiwa.

Baca juga: Bagaimana Pilot Tangani Depresurisasi Saat Pesawat di Udara? Ini Jawabannya

Meski mengalami depresurisasi atau dekompresi eksplosif saat di ketinggian di atas 30 ribu kaki (setara 9.144 meter), tipe pesawat, dan di bulan yang sama, tetapi, secara teknis, keduanya berbeda.

Ketika itu, pesawat Boeing 737-300 Southwest Airlines dengan nomor penerbangan 812 tengah melayani penerbangan penumpang berjadwal dari Phoenix , Arizona, ke Sacramento , California, AS.

Akan tetapi, saat dalam perjalanan, atap pesawat copot dan membuat lubang besar saat di ketinggian 34.000 kaki (10.000 m). Pesawat akhirnya berhasil mendarat darurat di Bandara Internasional Yuma, Arizona. Seluruh penumpang sebanyak 123 orang dan kru berhasil selamat.

Ini tentu luar biasa mengingat saat dekompresi eksplosif terjadi, apapun dan siapapun akan tersedot dan terhempas ke luar pesawat dalam sekejap, membuat tubuh mereka remuk. Padahal, saat dekompresi eksplosif ini terjadi secara tiba-tiba, mayoritas penumpang sedang tak menggunakan seatbelt atau sabuk pengaman.

Seharusnya, mereka yang berada di dekat lubang atau atap pesawat yang copot tersebut bisa tersedot keluar seketika.

Beruntung, sebagaimana penjelasan ahli yang dikutip nbcnews.com, dekompresi eksplosif yang bersumber dari atap pesawat memang tidak separah dekompresi eksplosif akibat lubang di sisi kiri maupun kanan pesawat, yang notabene sangat dekat dengan penumpang.

Jarak antara atap pesawat dengan penumpang di kursi terpaut sekitar dua sampai tiga kaki. Semakin jauh jarak antara lubang di atap dengan penumpang, semakin kecil kemungkinan mereka terhempas ke luar pesawat dalam sekejap.

Ditambah, penumpang masih punya cukup waktu untuk mengenakan sabuk pengaman. Sabuk pengaman inilah yang pada akhirnya membuat penumpang aman dan terbukti, tak ada satupun korban jiwa, baik dari penumpang maupun kru. Terlebih, pesawat juga berhasil mendarat mulus di bandara terdekat, sekalipun dalam kondisi sudah kehilangan tekanan.

Secara teori, saat pesawat mengalami dekompresi eksplosif atau depresurisasi di ketinggian ekstrem, pesawat masih dapat terus mengudara hingga 15 menit. Selebihnya, pesawat akan kehilangan ketinggian secara diagonal dan mendarat darurat dimanapun dengan kecepatan hingga 600 kilometer per jam.

Berbeda dengan insiden dekompresi eksplosif di pesawat Boeing 737-300 Southwest Airlines flight 812, di insiden dekompresi eksplosif pada pesawat Boeing 737 Southwest Airlines flight 1380, itu terjadi karena kaca jendela pesawat pecah akibat serpihan mesin yang rusak terbakar. Sudah pasti, jarak lubang di pesawat (di jendela) sangat dekat dengan penumpang.

Akibatnya, seorang penumpang wanita bernama Jennifer Riordan tewas sekalipun tak sampai terhempas keluar pesawat berkat sabuk pengaman dan bantuan penumpang lain.

Baca juga: Hari ini, 31 Tahun Lalu, Pilot British Airways Selamat Setelah 22 Menit Berjuang Melawan Dekompresi

Hanya saja, separuh tubuh bagian atasnya sempat berada di luar pesawat saat dekompresi eksplosif terjadi. Dalam kondisi ini, sudah pasti tekanan darah dan detak jantungnya meningkat. Berada di luar pesawat tanpa menggunakan masker oksigen saat di ketinggian 32,000 kaki (9.800 meter), sudah pasti akan membuat Riordan pingsan dalam sekejap.

Riordan akhirnya dinyatakan tewas setelah dilarikan ke rumah sakit, tak lama usai pesawat mendarat darurat. Hasil autopsi mengungkapkan, meninggal karena trauma benturan benda tumpul di bagian kepala, leher, dan tubuh.

 

Blokir Jalur Kereta, Petani di India Beri Penumpang Teh

Bagaimana jika Anda dalam perjalanan sebuah kereta tetapi berhenti karena para petani protes dan memblokir perjalanan tersebut? Pasti rasanya tidak nyaman dan ingin cepat melanjutkan perjalanan.

Baca juga: Ribuan Warga Turin Unjuk Rasa Dukung Hadirnya Kereta Berkecepatan Tinggi ke Lyon

Hal ini pun dirasakan oleh penumpang kereta api yang melintas di Bharat Bandh. Di mana para petani melakukan penutupan total jalur kereta api sebagai protes mereka.

KabarPenumpang.com melansir laman hindustantimes.com (27/9/2021), para petani ini menghentikan perjalanan kereta api dari Bathinda menuju ke Delhi di Stasiun Tapa. Meski menghentikan kereta itu, para petani tidak tinggal diam, mereka membagikan teh kepada penumpang.

Selain itu memberitahukan penutupan dilakukan karena tuntutan para petani yang tak didengar pemerintah. Seorang penumpang bernama Usha mengatakan bahwa dia harus mengunjungi Ambala dari Bathinda dan kereta dijadwalkan tiba pukul 09.00 pagi waktu setempat.

Namun karena terhenti di tengah jalan itu, dirinya dan penumpang lain terhambat perjalanannya.

“Saya memesan tiket secara online, tetapi departemen tidak memberitahukan kepada kami tentang kemungkinan petani melakukan pemblokiran jalur. Bahkan kereta akan kembali ke Bathinda,” jelas Usha.

Penumpang lain mengatakan, masalah ini pemerintah harus bertanggung jawab. Jika pemerintah mau menerima tuntutan petani, penumpang kereta tidak akan merasakan situasi itu.

Seorang pengunjuk rasa Sikander Singh mengatakan, bahwa pemerintah Modi kejam dan tidak peka terhadap petani.

“Petani wanita dan anak-anak melakukan protes tanpa batas waktu terhadap undang-undang pertanian di perbatasan Delhi. Kami juga menghentikan kereta dalam perjalanan menuju ke Delhi dari Sri Ganganagar. Petani akan mengatur makan untuk penumpang, tetapi pemerintah seharusnya membatalkan kereta seperti itu untuk menghindari pelecehan terhadap penumpang. Kereta tidak akan diizinkan bergerak sampai jam 4 sore,” tambahnya

Kepala BKU (Ekta-Ugrahan) Joginder Singh Ugrahan mengecam ketua menteri baru Punjab Charanjit Singh Channi atas pengumumannya bahwa dia akan mengunjungi para petani yang memprotes. Ugrahan mengklaim bahwa CM sebelumnya Kapten Amarinder Singh tidak melakukan apa pun untuk petani dan Channi akan menghadapi kemarahan petani.

Baca juga: Lawan Aturan Selama ‘PPKM’, Penumpang Kereta Cepat ini Kena Ganjaran

“Apakah kita sudah mengundang Channi? Jika orang menentangnya atau terjadi insiden yang tidak diinginkan, lalu apa? Kongres telah menjanjikan pembebasan utang sepenuhnya; ini tidak dilakukan. Apakah ancaman narkoba telah berakhir? CM menjanjikan pekerjaan, apakah dia menyediakan pekerjaan? Mengapa Channi akan berkunjung ke sana? Apa yang akan dia jawab di sana? Kami tidak memiliki harapan dari Channi. Saya menyarankan dia untuk menyelamatkan rumahnya (partai Kongres) dulu,” kata Ugrahan.






















Hebat, Remaja 17 Tahun di India Temukan ‘Bug’ di Situs Pemesanan Tiket Kereta

Masalah bug dan kerentanan sebuah situs web acap kali terjadi. Bahkan hal ini bisa berakibat pada kebocoran data penting. Dan insiden seperti ini belum lama telah terjadi di Indian Railway Catering and Tourism Corporation (IRCTC).

Baca juga: Lagi! Penumpang Lakukan Travel Hack Guna Pangkas Bobot Bagasi

Yang mana IRCTC mengalami Kerentanan Insecure Object Direct References (IDOR) yang kritis di situs web mereka. Bahkan kerentanan ini memungkinkan seseorang untuk mengakses detail perjalanan penumpang lain.

Akibat hal tersebut, membuat seorang siswa sekolah membantu IRCTC memperbaiki bug pada platform tiket online yang bisa mengungkap informasi jutaan penumpang itu. Dilansir KabarPenumpang.com dari thehindu.com (21/9/2021), siswa itu bernama P. Renganathan yang adalah seorang murid dari sekolah swasta di Tambaram di Chennai, India.

Menurutnya, saat dia memesan tiket kereta api dengan masuk ke portal milik IRCTC beberapa waktu lalu, dia menemukan sebuah kerentanan tertentu yang dapat membahayakan fitur kemanan. Renganathan menyebutkan, penumpang lain bisa mengakses nama, jenis kelamin, usia, nomor PNR, detail kereta, stasiun keberangkatan dan tanggal perjalanan.

“Karena kode back-end-nya sama, peretas bisa memesan makanan, mengubah stasiun keberangkatan, dan bahkan membatalkan tiket tanpa sepengetahuan penumpang yang bonafid. Layanan lain seperti pariwisata domestik atau internasional, tiket bus dan pemesanan hotel akan dimungkinkan di profil pengguna penumpang lain. Yang terpenting, ada risiko kebocoran database jutaan penumpang yang sangat besar,” kata Renganathan.

Untungnya masalah tersebut bisa diselesaikan pada 30 Agustus lalu. Untuk diketahui, adanya masalah ini Renganathan langsung melaporkan kerentanan ke CERT, India. Lalu, lima hari kemudian, bug tersebut diperbaiki dan diakui oleh IRCTC.

Baca juga: Sistem Tiket di-Hack, Metro di San Francisco Terpaksa Gratiskan Perjalanan

Karena bantuanya itu, remaja 17 tahun tersebut telah mendapat pengakuan dari banyak pihak seperti LinkedIn, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Nike dan Lenovo antara lain untuk melaporkan kerentanan keamanan pada aplikasi web mereka. Insiden ini kemudian membuat Renganathan ingin mengejar karir di bidang Ilmu Komputer, sambil melanjutkan penelitian independen tentang keamanan aplikasi web.






















“Pasumai,” Lokomotif Ramah Lingkungan dengan Pilihan Tenaga Listrik Pantograf atau Baterai

Berbagai moda transportasi dunia saat ini mulai merambah menjadi ramah lingkungan untuk membantu mengurangi emisi karbon. Hal yang terbaru adalah India di mana kini mulai merubah lokomotif mereka menjadi ramah lingkungan dengan menggunakan baterai ke armadanya dan lebih hemat biaya serta menamainya sebagai “Pasumai.”

Baca juga: Indian Railways Berdayakan Panel Surya Sebagai ‘Supplier’ Kelistrikan di Rangkaian Kereta

Hal ini terlihat karena gudang lokomotif listrik di Arakkonam, Tamil Nadu telah mengubah lokomotif listrik 23061 atau WAG5HA menjadi lokomotif shunting mode ganda yang dioperasikan dengan baterai dan AC agar bisa beroperasi di bagian listrik atau berkabel (pantograf) maupun non listrik atau tanpa kabel. KabarPenumpang.com melansir laman financialexpress.com (12/10/2020), menurut kementerian kereta api, pada bagian kabel, lokomotif dapat bekerja dengan dua mode tersebut.

Sedangkan pada bagian tidak berkabel, lokomotif akan beroperasi dengan mode baterai. Indian Railways mengatakan beberapa fitur lokomotif ini antara lain adalah dua set baterai 110V, 1100 AH, baterai VRLA, kompresor DC 1000LPM, 110V DC dalam mode baterai, kontrol kecepatan tiga langkah. Saat menggunakan baterai, lokomotif dapat beroperasi selama empat jam, terhitung bila kapasitas baterai penuh.

Beberapa keunggulan utama lokomotif ramah lingkungan adalah investasi rendah untuk konversi ke lokomotif shunting mode ganda, emisi gas rumah kaca yang sangat rendah, biaya konsumsi energi yang rendah serta polusi udara dapat diteban. Dari rincian yang dibagikan oleh kementerian perkeretaapian India, lokomotif ini menawarkan berbagai manfaat, termasuk dapat menarik 24 gerbong penumpang.

Baca juga: Bukan Nama Jet Tempur, Inilah Lokomotif Tejas yang Layani Kereta Ekspres dengan Kecepatan 160 Km Per Jam

Lokomotif ini juga dapat digunakan dalam situasi darurat seperti kecelakaan untuk mencapai titik kerusakan,  bahkan ketika pasokan peralatan overheat atau OHE tidak tesedia. Bulan lalu, pekerja lokomotif Chittaranjan memproduksi sebanyak 40 lokomotif listrik. Pada tahun 2020-21, pabrik pembuatan lokomotif KA India ini telah memproduksi 135 lokomotif hanya dalam kurun waktu 119 hari kerja.






















India Komersialkan Lokomotif Listrik Terkuat, Punya Tenaga 12.000 Tenaga Kuda

India mulai membuat proyek pembuatan lokomotif paling kuatnya pada tahun 2018 lalu dan prototipe pertamanya diluncurkan bulan Maret di tahun yang sama. Setelah cukup lama menunggu, akhirnya pergerakan komersial lokomotif listrik dengan kekuatan 12.000 hp (horse power) atau yang menjadi paling kuat di India akhirnya diluncurkan pada 18 Mei 2020 di Stasiun Pt Deen Dayal Upadhyaya Junction di bawah East Central Railway (ECR).

Baca juga: Indian Railway Mulai Uji Lokomotif Bertenaga Baterai Lithium Ion untuk Shunting

Lokomotif listrik ini dibuat di Madhepura yang berbasis di Bihar. Dengan operasional lokomotif yang kuat ini, India kini telah menjadi negara keenam di dunia yang bergabung dengan klub elit negara-negara penghasil lokomotif berkekuatan tinggi. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newindianexpress.com (20/5/2020), dari pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh ECR, lokomotif tersebut dinamai WAG12 dengan nomor 60027.

Lokomotif ini mulai menarik barang dengan komposisi 118 gerbong dari Pt Deendayal Upadhyaya ke persimpangan Bardhawan di Bengal Barat melalui Dehari di rute kereta sone.

“Ini adalah untuk pertama kalinya di dunia bahwa lokomotif listrik bertenaga besar telah dioperasionalkan di jalur kereta api yang cukup panjang. Lokomotif ini diproduksu di Pabrik Lokomotif Madhepura, yang tersebar di 250 hektar tanah di Bihar dengan kapasitas produksi 120 unit lokomotif per tahun,” kata kepala juru bicara ECR, Rajesh Kumar yang rincian pernyataan kereta api.

Pabrik lokomotif Madhepura sendiri dibangun dengan teknologi terbaru untuk menjadikannya game-changer di masa depan dan dalam kelancaran kereta barang. Lokomotif telah dilengkapi dengan sistem komunikasi frekuensi tinggi dan GPS untuk mendapatkan lokasi dari menit ke menit.

Merinci tentang fitur teknis yang menonjol dari pabrik, Kumar mengatakan bahwa Pabrik Lokomotif Madhepura memiliki semua kapasitas produksi 800 lokomotif listrik 12.000 HP dalam 11 tahun ke depan.

Kumar menjelaskan bahwa sekitar 10 ribu tenaga kerja (langsung dan tidak langsung) akan terlibat dalam proyek lokomotif ini. Tak hanya itu, sebuah pusat keterampilan di bawah inisiatif Corporate Social Responsibility juga sedang didirikan di Madhepura untuk memberikan pelatihan teknis kepada penduduk setempat.

Baca juga: Lokomotif Diesel GE WDFG-6G Menjadi yang Terkuat di Jaringan Kereta Api India

Proyek pembuatan lokomotif paling kuat dimulai pada 2018 dan lokomotif prototipe pertama diluncurkan pada Maret 2018. Ini adalah lokomotif pertama yang dibuat untuk Kereta Api India di bawah program “Make in India.”