Sejak Februari 2020, 99,9 Persen Penumpang Qatar Airways Bebas Covid-19

Maskapai penerbangan mulai kembali melebarkan sayapnya meski pandemi Covid-19 masih melanda dunia. Salah satu maskapai yang kini sudah beroperasi kembali secara normal adalah Qatar Airways. Maskapai ini telah mencatatkan lebih dari 99,988 persen penumpang yang terbang dengan mereka bebas Covid-19. Di mana bila dipresentasekan hanya kurang dari satu persen penumpang terkonfirmasi positif virus tersebut.

Baca juga: Susul Singapore Airlines, Qatar Airways Luncurkan Menu Vegetarian

Bahkan sampai saat ini awak kabin yang terinfeksi di dalam pesawat hanya 0,002 persen. Jumlah tersebut tercatat sejak Qatar Airways memperkenalkan APD lengkap pada awak kabin bulan Mei lalu serta face shield untuk seluruh penumpang.

“Statistik terbaru ini adalah bukti bahwa melalui penerapan langkah-langkah yang tepat, seperti pemberlakuan prosedur keselamatan dalam kabin, kebersihan, dan pembatasan jarak fisik yang ketat di bandara, begitu pula dengan kepatuhan terhadap persyaratan masuk dan tes dari otoritas setempat, penumpang tak perlu resah soal melakukan perjalanan udara,” ujar Chief Executive Qatar Airways Group, Akbar Al Baker yang dikutip dari keterangan tertulis.

Dia mengatakan, sejak awal merebaknya Covid-19, mereka sudah menerapkan program pemantauan, deteksi virus dan kebersihan dalam kabin paling ketat di kalangan komunitas penerbangan global. Sebab sebagai industri penerbangan, Baker menyebutkan, mereka ingin sektor ini dapat kembali pulih dengan menjamin keselamatan dan perlindungan bagi penumpang dari keberangkatan hingga kedatangan di semua maskapai penerbanga.

Baker menjelaskan, pendekatan berbasis risiko mendorong kami untuk menerapkan sejumlah langkah tambahan, seperti pemberlakuan tes PCR untuk penumpang yang berangkat dari negara-negara ‘berisiko tinggi’, juga penggunaan sistem penyaringan udara HEPA tercanggih dalam pesawat. Hal ini merupakan tambahan dari Sistem Kabin Ultraviolet Honeywell yang baru-baru ini diperkenalkan yang dioperasikan oleh Qatar Aviation Services sebagai langkah tambahan saat pembersihan armada pesawat mereka.

Ini juga sekaligus menjadi bukti komitmen Qatar Airways dalam menyempurnakan praktik keselamatannya. Qatar Airways pun telah menerapkan segala upaya yang mungkin dilakukan untuk melindungi awak kabin dan karyawan dari paparan hingga penularan melalui pelatihan pencegahan penularan dalam pesawat yang diberikan oleh spesialis serta pengenalan seragam penerbangan APD lengkap di bulan Mei kemarin.

“Langkah yang kami ambil ini sukses menghapuskan risiko penularan hingga saat ini. Setelah pemberlakuan langkah-langkah penting tersebut, kami berhasil melaporkan bahwa 99,988 persen di antara lebih dari 4,6 juta penumpang yang terbang bersama kami terdeteksi bebas COVID-19 sejak Februari 2020. Di samping itu, kurang dari satu persen dari lebih dari 37 ribu penerbangan Qatar Airways telah terkonfirmasi membawa penumpang yang terinfeksi,” tambahnya.

Baker menyebutkan, studi IATA terbaru menukan satu dari 27 juta penumpang tertular Covid-19 di dalam pesawat. Sehingga dirinya berharap penumpang dapat bepergian dengan tenang ketika mengetahui bahwa terbang akan terus menjadi bentuk perjalanan yang paling aman.

“Meskipun angka ini rendah, kami akan terus memantau dengan saksama perkembangan global dalam upaya mengendalikan penyebaran COVID-19, juga bekerja sama dengan otoritas kesehatan setempat untuk mendukung aktivitas pelacakan setiap kali ada kasus positif terkonfirmasi dengan subjek penumpang yang terbang bersama kami dalam rentang waktu masa inkubasi. Sebagai sebuah industri, selayaknya kami tetap waspada dan tidak mudah berpuas diri namun tetep memastikan penerapan prosedur keselamatan serta keamanan yang ketat demi menghapus kekhawatiran para penumpang, baik mereka yang hendak pulang ke rumah mereka atau, mengunjungi kerabat atau sanak saudara, atau berekreasi,” tambahnya.

Baca juga: Dear Guru, Qatar Airways Bagikan 21 Ribu Tiket Gratis Tujuan ke Seluruh Dunia! Simak Cara Dapatkannya

Menurut data terbaru IATA, Qatar Airways berhasil meraih predikat sebagai maskapai internasional terbesar selama April hingga Juli dengan memenuhi misinya untuk mengantar para penumpangnya pulang ke rumah masing-masing. Hal itu lantas makin mendorong maskapai untuk memberikan pengalaman terbaik bagi penumpang dari segi keselamatan dan keandalan serta mampu memulihkan jaringan pelayanan secara efektif. Maskapai kami telah menerapkan protokol keselamatan dan kebersihan yang paling ketat, baik di dalam pesawat maupun di Hamad International Airport.

Hari Ini, 89 Tahun Lalu, Kapal Induk Terbang Pertama di Dunia USS Akron ZRS-4 Mulai Beroperasi

Pada hari ini, 89 tahun lalu, bertepatan dengan Selasa, 27 Oktober 1931, kapal induk terbang pertama di dunia, USS Akron (ZRS-4) milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mulai beroperasi. Satu-satunya kapal udara di dunia yang bertenaga helium ini disebut kapal induk dikarenakan kemampuannya untuk mengangkut beberapa pesawat tempur biplan F9C-2 Curtiss Sparrowhawk.

Baca juga: Hari Ini, 111 Tahun Lalu, DELAG Maskapai Pertama di Dunia Asal Jerman Resmi Berdiri

Dilansir airships.net, ide untuk membuat versi awal dari USS Macon (ZRS-5), yang beroperasi antara September 1931 dan April 1933 ini, muncul setelah Biro Aeronautika Angkatan Laut AS mengajukan proposal Five Year Plan. Pada tahun 1926, Kongres AS pun menyetujui proposal tersebut untuk memproduksi kapal udara kaku yang jauh lebih besar dari kapal udara legendaris Zeppelin.

Kapal induk terbang pertama di dunia USS Akron (ZRS-4) saat ingin merilis pesawat tempur. Foto: NavSource Naval History

Sekalipun dibangun untuk menyaingi Zeppelin, namun USS Akron (ZRS-4) diproduksi oleh Goodyear-Zeppelin Corporation, perusahaan patungan Luftschiffbau Zeppelin dan Goodyear Tire and Rubber Corporation.

Menariknya, USS Akron (ZRS-4) tak mengikuti desain Zeppelin. Hal itu dikarenakan tim desain dan konstruksi kapal udara dikepalai langsung oleh kepala insinyur Zeppelin, Karl Arnstein. Arnstein memang diketahui menolak desain konvensional Zeppelin di bawah arahan Ludwig, kepala desainer Zeppelin Company senior sejak LZ-2 tahun 1906 yang cenderung konservatif.

Desain kapal udara Zeppelin tradisional konstruksinya dibangun dari single braced girder, yang umumnya berjarak 15 meter dengan tanpa pengait di antaranya. Desain Arnstein untuk USS Akron dan USS Macon menggunakan apa yang disebut “deep rings”, yang merupakan struktur segitiga besar dengan jarak 22,5 meter.

Dengan desain itu, kapal udara buatan Arnstein diklaim lebih kuat dan tangguh. Itulah mengapa selain mampu mengangkut penumpang, USS Akron (ZRS-4) juga mampu mengakut pesawat tempur dengan sistem penggerak semi otomatis saat peluncurannya di bagian lambung kapal berbentuk hurut “T”.

Kapal udara yang digerakkan oleh Mesin Maybach VL-2 560 horse power yang dihubungkan ke empat baling-baling di sebelah kanan dan kiri kapal ini, pada pelaksanannya, dioperasikan sebagai kapal intai. Dengan stabilitas tinggi dan senyap berkat inovasi desain oleh kepala insinyur Zeppelin, USS Akron (ZRS-4) jadi armada yang cocok untuk misi pengintaian.

Namun, kapal udara ini masih terlalu besar untuk melakukan misi tersebut. Maklum, dengan panjang keseluruhan 785 kaki (239 m), kapal udara ini jadi salah satu yang terbesar dan jauh lebih besar dibanding kapal udara legendaris Zeppelin, LZ 129 Hindenburg dan LZ 130 Graf Zeppelin II memiliki panjang sekitar 18 kaki (5,5 m). Terlebih, di awal-awal penggunaannya, USS Akron (ZRS-4) belum didukung oleh skuadron tempur F9C-2 Curtiss Sparrowhawk biplane. Alhasil, misi pengintaian USS Akron (ZRS-4) berjalan tak sempurna.

Proses peluncuran pesawat tempur dari kapal induk terbang USS Akron (ZRS-4). Foto: Airship.net

Baca juga: Hari Ini, 91 Tahun Lalu, Kapal Udara R101 Buatan Inggris Pesaing Zeppelin Terbang Perdana

Barulah setelah didukung oleh F9C-2 Curtiss Sparrowhawk biplane pada Juli 1932, misi pengintaian USS Akron (ZRS-4) mulai membuahkan hasil. Namun sayang, memasuki 1933, tepatnya pada 4 April di tahun tersebut, USS Akron (ZRS-4) mengalami kecelakaan akibat dihantam badai di lepas pantai New Jersey, AS.

Nahasnya lagi, penerbangan dalam misi untuk mengkalibrasi peralatan pencari arah radio di sepanjang pantai timur laut AS itu memuat banyak perwira tinggi AS, seperti Laksamana Muda William Moffett, Kepala Biro Aeronautika Angkatan Laut, dan Komodor Frederick T. Berry, komandan NAS Lakehurst. Tak lupa, kapal juga memuat Frank C. McCord selaku komandan kapal. Tak lama setelah itu, USS Akron (ZRS-4) pun dipensiunkan oleh Angkatan Laut.

Penularan Covid-19 Lebih Subur Terjadi di Ruangan Ber-AC Tanpa Sirkulasi Udara

Sampai saat ini penularan virus corona baru atau Covid-19 melalui udara masih menjadi subjek perdebatan dan tidak dapat dikesampingkan dengan jelas. Seperti laporan ilmiah terbaru yakni 5 Oktober 2020, dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS, telah mengakui modus penularan ini.

Baca juga: Apakah Aerosol Bisa Sebabkan Infeksi? Lalu Apakah Buka Jendela Ruangan Bisa Hindari Virus?

Di mana mereka mengatakan bahwa “patogen yang terutama ditularkan melalui kontak dekat yaitu, transmisi kontak dan transmisi droplet terkadang juga dapat menyebar melalui transmisi udara dalam keadaan khusus”. Tetesan dan partikel yang lebih kecil dari 5 nanometer yang mengandung virus tetap tertahan selama Ukuran virus adalah 80-160 nm dan tetap aktif selama 48-72 jam di permukaan dalam ruangan, disinilah tantangan terletak saat virus berkembang yang mana berada di udara dan dibawa ke kamar atau ruangan ber-AC.

Kemungkinan tertular infeksi melalui penularan melalui udara sangat tinggi di ruang tertutup (gedung, transportasi umum) atau ruang yang tidak berventilasi baik atau ketika terkena tetesan pernapasan yang dihasilkan selama berteriak, bernyanyi keras, dan berolahraga dalam waktu lama. Ada dua transmisi utama media di ruang dalam ruangan: batuk yang dihasilkan aerosol dan partikulat (debu) tersuspensi di udara Pengurangan aerosol dalam ruangan dan tingkat debu merupakan langkah menuju mitigasi sumber penularan ini.

KabarPenumpang.com merangkum indialegallive.com (10/10/2020), ternyata laporan terkait penularan di ruang terbatas sudah ada seperti di pusat perbelanjaan, asrama pekerja, pertemuan keagamaan, kantor bahkan kapal pesiar seperti awal virus ini muncul.Di mana kapal pesiar Diamond Princess masih memiliki jejak Covid-19 di berbagai permukaan kabin yang bergejala dan penumpang asimtomatik hingga 17 hari setelah kabin dikosongkan.

Hal tersebut kemudian akhirnya menyoroti peran sistem ventilasi yang buruk dalam penyebaran Covid-19. Beberapa sistem pendingin udara mensirkulasi ulang udara dalam ruangan dan mencampurnya dengan udara luar yang segar. Arus udara yang dihasilkan oleh kipas AC memungkinkan virus untuk tetap melayang di udara untuk waktu yang lebih lama dan melakukan perjalanan lebih jauh daripada yang seharusnya mereka tempuh.

Sistem AC terpusat dan sistem ventilasi onboard tidak dirancang untuk menyaring partikel sekecil virus corona, penyakit ini menyebar dengan cepat ke kabin lain selama masa karantina. Namun, hal yang sama tidak berlaku untuk sistem pendingin udara di dalam pesawat.

Menurut Asosiasi Transportasi Udara Internasional, risiko penularan di pesawat mungkin lebih rendah daripada di banyak ruang terbatas karena pesawat modern memiliki sistem penyaringan udara kabin yang dilengkapi dengan filter HEPA atau filter udara partikulat efisiensi tinggi memiliki performa serupa dengan yang digunakan untuk menjaga kebersihan udara di ruang operasi rumah sakit dan ruang bersih industri.

Filter ini sangat efektif dalam menjebak partikel mikroskopis sekecil bakteri dan virus dan dapat menangkap lebih dari 99 persen Ini biasanya menyediakan antara 15 dan 20 kaki kubik total pasokan udara per menit. Sistem udara kabin dirancang untuk beroperasi paling efisien dengan mengalirkan sekitar 50 persen udara luar dan 50 persen udara yang disirkulasikan ulang.

Metode teknologi yang direkomendasikan untuk mengurangi penularan virus melalui udara adalah pengenceran, tekanan udara, filtrasi dan pemurnian di mana Filter menjebak semua patogen, membentuk koloni patogen dan merupakan sumber infeksi. Oleh karena itu, dibutuhkan pemurnian. ASHRAE atau American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers merekomendasikan tujuh strategi yakni pengenceran (tingkat ventilasi tinggi yaitu perubahan udara per jam), pola aliran udara (bagaimana udara mengalir), tekanan udara (tekanan negatif di ruang isolasi sehubungan dengan) lingkungan), suhu, kelembaban relatif, filtrasi dan iradiasi kuman ultraviolet sebagai strategi untuk mengurangi paparan aerosol infeksius.

Oleh karena itu, cara untuk mengurangi transmisi ini adalah dengan meningkatkan ventilasi dengan udara luar, dapat dilakukan melalui cara alami atau udara segar. Jadi buka jendela jika memungkinkan dan hindari sirkulasi ulang udara atau dapatkan lebih banyak udara segar.

Sistem penyejuk udara dan ventilasi untuk perumahan serta bangunan lain seperti rumah sakit, hotel dan sekolah harus diperiksa dan dibersihkan secara teratur untuk mencegah penularan. Bangunan yang menggunakan ventilasi sentral harus menggunakan filter yang paling efisien.

Baca juga: Ilmuwan: Bukti Penularan Covid-19 di Udara Semakin Banyak

Filter dengan efisiensi lebih tinggi seperti HEPA harus digunakan dan tingkat pergantian udara yang lebih tinggi per jam (10-15) disarankan untuk bangunan berventilasi mekanis. Gunakan AC jendela yang memiliki pemasukan udara luar dan biarkan ventilasi terbuka. Jika AC atau ventilasi tidak tersedia, seperti yang terjadi di kebanyakan rumah, buka jendela untuk memungkinkan udara segar masuk ke ruang tertutup. Semua kipas angin harus berfungsi.

Veelo, Setang dengan Roda Mirip Traktor Tangan

Setiap orang memiliki kebutuhan tersendiri untuk bermain dengan berbagai alat yang dilengkapi roda. Mungkin sepatu roda, sepeda ataupun skeatboard sudah sering digunakan. Tetapi ketika menggunakan sepatu roda ada yang ingin bila menggunakan tambahan roda untuk dipegang.

Baca juga: Sambil Gowes, Iwind Bikin Pesepeda Mampu Menghirup Udara Murni

Ya Veelo atau sepeda yang hanya pegangan dan satu roda depan bisa membatu seseorang yang menginginkan tambahan dorongan ketika menggunakan sepatu roda. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (22/10/2020), Veelo merupakan besutan Brice Jamienson seorang pengusaha asal Kanada.

Veelo memiliki dasar rangka baja tahan karat yang tersambung dengan satu set setang yang dapat diperpanjang di bagian belakang dan roda dibagian depan. Bila dilihat ini seperti gerobak dorong listrik tapi hanya dorongannya saja atau terlihat seperti sebuah traktor tangan.

Veelo dilengkapi dengan roda yang memiliki pelek 20 inci, roda dengan ketebalan 4 inci dan motor hub tanpa sikat yang mampi menghasilkan kecepatan tertinggi 20 mph atau sekitar 32 km per jam. Motor ini dikendalikan oleh throttle di setang.

Selain itu Veelo dilengkapi dengan tuas rem dan layar LED yang akan menampilkan data seperti kecepatan dang tingkat pengisian baterai. Veelo menggunakan paket baterai lithium yang dipasang di bingkai.

Sistem pengereman pun regeneratif sehingga membantu dalam keamanan pengguna. Fitur lainnya yakni lampu LED di bagian depan dan belakang yang disertai indikator belok. Tak hanya itu, Veelo diperlengkap dengan sistem suspensi.

Bahkan sebuah aplikasi tambahan dalam pengerjaan akan membuat tampilan LED sekaligus memungkinkan pengguna untuk mengubah kinerja perangkat. Saat ini Veelo juga tengan menjadi subjek kampanye Kickstarter. Untuk satu Veelo sendiri dibanderol dengan harga sekitar CAD$1300 atau sekitar sekitar US$989.

Baca juga: Rail Bicycle, Mudahkan Petugas Kereta Api Lakukan Inspeksi Pada Jalur Rel

Untuk diketahui, Easyglider adalah alat serupa, tetapi tampaknya tidak lagi diproduksi. Ini juga memungkinkan untuk menggunakan unicycle listrik FlyRad dengan cara yang sama, meskipun cukup pendek sehingga pengguna harus jongkok saat menggunakannya.

BiLevel “Double Decker,” Ciri Khas Kereta Api di Negara Maju

Kereta dua tingkat atau yang dikenal dengan BiLevel atau kereta double decker merupakan jenis kereta yang memiliki dua tingkat akomodasi penumpang dibandingkan kereta standar. Kereta dengan dua tingkat ini meningkatkan kapasitas penumpang dalam contoh kasus hingga 57 persen per kereta.

Baca juga: Obsesi PT KAI Hadirkan Kereta Bertingkat, Akankah Terealisasi?

Di beberapa negara kereta dua tingkat ini sering disebut dostos yang berasal dari bahasa Jerman Doppelstockwagen. Penggunaan kereta bertingkat dapat mengatasi masalah kapasitas penumpang kereta api, menghindari pilihan lain yang terkait dengan biaya infrastruktur seperti kereta yang lebih panjang sehingga membutuhkan peron yang sangat panjang.

Kemudian frekuensi kereta api yang banyak per jamnya, di mana sinyal atau persyaratan keselamatan kereta tidak memungkinkan atau menambahkan jalur disampingnya. Dirangkum KabarPenumpang.com dari wikipedia, kereta dengan dua tingkat diklaim lebih hemat energi dan akan menghemat biaya operasi per penumpang.

Dengan dua tingkat ini, dapat mengangkut sekitar dua kali lebih banyak seperti standar tanpa memerlukan dua kali lipat berat untuk menarik atau bahan pembuat. Namun kereta bertingkat memakan waktu lebih lama untuk menaik turunkan penumpang di setiap stasiun karena lebih banyak orang yang akan keluar masuk kereta.

Peningkatan waktu tinggal membuat mereka paling populer untuk rute jarak jauh yang membuat lebih sedikit stasiun pemberhentian. Kereta dua tingkat mungkin tidak dapat digunakan di negara-negara atau sistem kereta api tua dengan ruang bebas yang rendah.

Ini mencakup banyak jaringan kereta api di timur laut Amerika Serikat dan hampir seluruh jaringan British Rail. Di beberapa negara seperti Inggris, jalur baru yang dibangun lebih tinggi dari yang ada struktur gauge untuk memungkinkan penggunaan kereta api bertingkat di masa depan.

Kereta dua tingkat berasal setidaknya dari paruh kedua abad ke-19. Di Prancis beberapa ratus voitures à impériale dengan kursi di atap digunakan oleh Chemins de fer de l’Ouest , Chemins de fer de l’Est dan Chemins de fer du Nordpada tahun 1870, telah digunakan selama lebih dari 2 dekade.

Yang mana desainnya terbuka di bagian samping dengan atap ringan atau tenda yang menutupi jok. Pada tahun 1860-an MJB Vidard memperkenalkan gerbong dua lantai di Chemins de fer de l’Est, dengan bodi penuh, jendela, dan pintu dengan desain yang sama menurunkan lantai di lantai bawah agar pusat gravitasi tetap rendah.

Gerbong Vidard memiliki tinggi total 13 kaki 8 inci (4,17 m) dengan tinggi kepala di bagian bawah gerbong hanya 5 kaki 5 inci (1,65 m). Gerbong tersebut berkapasitas 80 orang (kelas tiga) dengan kendaraan dua gardan seberat 13 ton bila terisi penuh.

The Chicago, Burlington dan Quincy Railroad ditempatkan mobil bilevel di layanan komuter di daerah Chicago pada tahun 1950. Ini adalah sukses, dan menyebabkan Atchison, Topeka dan Santa Fe Railway memperkenalkan jarak jauh Hi-Level mobil di Chicago- Los Angeles El Capitan streamliner pada tahun 1954.

Pada tahun 1968, empat mobil listrik tingkat ganda eksperimental mulai beroperasi di Sydney, Australia yang memungkinkan kereta penumpang Electric Multiple Unit bertingkat ganda pertama di dunia. Bisa dikatakan kereta dua tingkan ini memiliki desain yang cukup unik yang mana biasanya termasuk menurunkan lantai bawah ke bawah tingkat atas roda sehingga lebih dekat ke rel.

Desain ini cocok untuk melintas di bawah jembatan, terowongan dan kabel listrik. Untuk keselamatan, desain ini juga meminimalkan ketinggian mobil dan menurunkan pusat gravitasi. Namun desain kereta bertingkat juga bergantung pada ketinggian platform stasiun kereta ada tiga desain yang dapat digunakan untuk platform entry dan high yang memerlukan penggunaan desain mobil split level.

Ini di mana pintu terletak di tingkat tengah dengan akses ke tingkat atas atau bawah yang bercabang dengan tangga untuk naik dan turun. Untuk peron stasiun kereta rendah, digunakan desain “dua lantai” dengan pintu masuk tingkat ke lantai bawah. Kadang-kadang yang ketiga, desain “roda dua lantai di atas” yang sangat tinggi digunakan.

Baca juga: Sydney Hadirkan Kereta Double Deck Terbaru dari Korea Selatan, Mengular di 2020

Ini adalah desain gerbong berlantai satu tradisional “dengan lantai dua” yang, jika menggunakan platform rendah, memerlukan tangga ke ketinggian lantai tradisional dan kemudian tangga internal naik ke lantai atas. Kereta bertingkat ini sudah banyak digunakan di berbagai belahan dunia baik Eropa, Amerika dan Asia. Penggunaanya juga ada yang untuk kereta komuter maupun jarak jauh.

Terbaru, MH370 Diklaim Jatuh di Samudera Hindia pada Koordinat Ini! Peneliti Berani Taruhan

Pencarian pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 yang hilang pada 8 Maret 2014 mulai menemukan titik terang. Terbaru, pesawat tersebut diklaim jatuh di koordinat lintang 39’10 S, 88’18E, jauh di sebelah Selatan Samudera Hindia. Oleh karena itu, pencarian dasar laut harus sesegera mungkin dimulai untuk membuktikan klaim tersebut.

Baca juga: Akibat Virus Corona, Peringatan Tragedi MH370 Dilakukan Via Streaming

Dilansir nzherald.co.nz, sejak hilang dengan membawa 239 penumpang dan awak, pencarian MH370 yang dipimpin oleh Australia dan Malaysia sedikitnya telah menghabiskan US$200 juta atau sekitar Rp3 triliun (kurs 14.651) di area lebih dari 120.000 kilometer persegi hingga 2018 lalu. Namun, masih belum membuahkan hasil.

Setelah lama tak terdengar, kabar pencarian pesawat MH370 kembali menyeruak usai sekelompok pakar penerbangan mengklaim berhasil menemukan titik koordinat lokasi hilangnya pesawat. Klaim dari tim yang terdiri dari Victor Iannello, Bobby Ulich, Richard Godfrey, dan Andrew Banks ini pun diunggah di situs berita penerbangan, AirLive, akhir pekan lalu.

Dalam laporan tersebut, Byron Bailey (dan timnya) mengklaim bahwa pesawat berada di sekitar koordinat S34.2342 dan E93.7875, tepatnya di koordinat lintang 39’10 S, 88’18E, sekitar 2.070 km di lepas pantai Perth, Australia. Titik tersebut berjarak 100 mil laut dari titik perkiraan terakhir dan ia menjelaskan bahwa proses penyelidikan selama ini mencari di tempat yang salah.

Selain itu, ia mengklaim bahwa pencarian berada dalam jarak 30 km dari tempatnya memperkirakan bahwa puing-puing pesawat berada. Bailey juga percaya bahwa pilot berusaha untuk membuang pesawat sejauh mungkin ke selatan sehingga puing-puing kecil dapat ditemukan. Dengan begitu, tim ini sedikit mendukung teori bahwa pilot Zaharie Ahmad Shah berniat untuk membajak MH370. Seolah yakin dengan temuannya dan tim, ia pun berani bertaruh atas rumahnya.

Melengkapi Bailey, Victor Iannello juga menegaskan bahwa “Ada kemungkinan yang lebih baik dari sekedar kemungkinan (pada umumnya). Karena itu, tim yang berbasis di Amerika Serikat ini menyerukan agar proses pencarian dasar laut secepatnya dimulai.

Baca juga: Para Ahli Kembali Temukan Titik Lokasi Pencaraian Terbaru Malaysia Airlines MH370!

Sebelum muncul pekan lalu, empat orang dalam tim tersebut juga pernah mengklaim telah menemukan lokasi jatuh atau hilangnya pesawat MH370 pada Februari lalu. Kala itu, penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa lintasan terakhir MH370 kemungkinan besar di sepanjang jalur selatan atau sepanjang bujur E93.7875°. Kemudian, tim juga fokus pada tiga kasus yang masih diamati lebih jauh, masing-masing dengan area pencarian yang saling berkaitan.

Area pencarian prioritas tertinggi terapat di 6.719 NM2 (23.050 km2) mengasumsikan tidak ada input pilot setelah kehabisan bahan bakar. Area pencarian prioritas tertinggi berikutnya mencakup 6.300 NM2 (22.000 km2), dan mengasumsikan ada luncuran ke arah selatan setelah kehabisan bahan bakar. Prioritas terendah adalah luncuran terkendali ke arah yang sewenang-wenang dengan luas sekitar 48.400 NM2 (166.000 km2).

Kembalikan Tas Belanja Hermes, Pengemudi Taksi Dapat Rejeki Nomplok S$100 dari Penumpang

Kejujuran sangat penting dalam berbagai hal dan biasanya ketika melakukan hal ini, seseorang tidak mengharapkan imbalan apapun. Seperti yang belum lama ini dilakukan oleh seorang pengemudi taksi di Singapura dengan mengembalikan tas belanjaan penumpangnya dan dirinya juga tak menyangka akan mendapat rejeki nomplok setelahnya.

Baca juga: Sisa Tsunami Jepang 2011, Muncul Misteri Penumpang Hantu di Taksi

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman mothership.sg (24/10/2020), pengemudi tersebut mengembalikan tas belanja bermerek Hermes itu dan mendapat ang pao atau amplop merah yang berisi uang sebanyak S$100 atau sekitar Rp1.080.880. Pengembalian tas itu dilakukan oleh pengemudi taksi yang bernama Nicholas Lim.

Dia menuliskannya di grup Facebook untuk pengemudi taksi di Singapura pada 22 Oktober kemarin. Dalam postingannya Lim mengatakan mengangkut penumpang tersebut dari Marina One dan menurunkannya di Choa Chu Kang sekitar pukul 19.40 waktu setempat dan tidak memeriksa kursi bagian belakang tempat penumpang tersebut duduk.

Kemudian Lim berisitirahat sekitar satu jam empat puluh menit sebelum menjemput penumpang berikutnya sekitar pukul 21:20 waktu setempat. Saat penumpang itu naik, penumpang melihat tas belanja Hermes dan menanyakan milik siapa.

Lim menyimpan tas belanja itu sampai pemilik menghubunginya. Dia mengatakan, bahwa setelah menyelesaikan perjalanan dari Suntec Tower 5 ke Dairy Farm, Lim menerima telepon dari penumpangnya yang pertama.

Lim mengatakan, dia tidak banyak bicara pada penumpang tersebut dan tidak meminta penumpang untuk membayar ongkos membawa tas belanja ke lokasi yang disebutkan. Sebaliknya dia hanya meminta agar penumpang itu menunggu selama sekitar 15 untuk perjalanannya.

Baca juga: 100 Halte Penjemputan dan Pengantaran Taksi Nirawak Bakal Dibuka di Beijing

Waktu yang diminta tersebut karena saat itu Lim berada tak jauh dari Choa Chu Kang. Ketika bertemu penumpang yang ketinggalan tasnya itu, Lim mengembalikannya dan memberikan sebuah ang pao. Dalam foto yang dipublikasikannya di laman grup Facebook tersebut terlihat ada lima lembar uang S$10 dalam ang pao dan mengatakan masih ada lima lembar lagi di dalam ang pao.

Hari Ini, 73 Tahun Lalu, Rhulin A. Thomas Jadi Pilot Tuna Rungu Pertama Terbang Solo Jarak Jauh

Pada hari ini, 73 tahun lalu, bertepatan dengan Minggu, 26 Oktober 1947, sahabat tuli Rhulin A. Thomas berhasil menerbangkan pesawat sendirian (solo flight), usai lepas landas dari Rehoboth Beach, Delaware (Timur Amerika Serikat). Ia pun mengunci predikat pilot tuna rungu pertama di dunia yang berhasil terbang solo coast-to-coast setelah pesawat single-engine J-4 Piper Cub yang ditumpanginya mendarat dengan selamat di Van Nuys, California (Barat Amerika Serikat) pada 7 November.

Baca juga: Hari ini, 76 Tahun Lalu, Tiga Kru Douglas A-20 Havoc Berhasil Tembus Badai untuk Pertama Kalinya di Dunia

Dilansir The Washington Post, tujuan dari penerbangan tersebut untuk membuktikan bahwa tuli bukan halangan untuk menjadi pilot. Itu berarti, secara tidak langsung Rhulin A. Thomas tengah mengkritik pedas tuli sebagai syarat menjadi seorang pilot.

Selain itu, tujuan Thomas mengambil jalan tersebut (penerbangan solo pantai-ke-pantai) untuk bertemu dua penerbang kawakan, George Truman dan Clifford Evans, yang kala itu baru saja kembali dari perjalanan keliling dunia. Pertemuan itu mungkin bukan pertemuan biasa, mengingat George Truman pernah menjadi instruktur penerbangan Thomas di College Park Airport.

Sebetulnya, sebelum Rhulin A. Thomas, Calbraith Perry Rodgers yang juga seorang teman tuli pernah melakukan penerbangan solo pantai-ke-pantai pada tahun 1911. Namun, selama perjalanan (tak disebutkan dengan jelas dari dan menuju mana) tersebut, pesawat Rodgers terus-menerus mengalami masalah sekalipun berhasil tetap mencapai tujuan.

Sumber lain menyebut, tak seperti Thomas, penerbangan Rodgers dibantu oleh tim darat sehingga keterbatasannya (tuli) tak benar-benar membuktikan bahwa pilot dengan keterbatasan serupa bisa benar-benar menjadi penerbangan andal. Lagi pula, nahas memang, Rodgers harus meninggal akibat kecelakaan setahun kemudian. Alhasil, penerbangan heroiknya pun dilupakan.

Presiden Asosiasi Pilot Tuli Internasional (IDPA), Clyde C. Smith, juga mengamini bahwa Rodgers cenderung dilupakan. “Kami masih menganggap Rhulin (Thomas) sebagai orang (pilot) tunarungu pertama yang terbang melintasi negara. Rhulin mendapatkannya (predikat pilot tunarungu pertama),” jelas Smith.

Dalam perjalanan pilot tunarungu atau tuli pertama yang berhasil terbang solo coast-to-coast sejauh 2.763 mil, setara dengan 4.446 km tersebut, J-4 Piper Cub Thomas dengan mesin berkekuatan 65 tenaga kuda, melakukan beberapa kali pemberhentian, seperti di kota Donora, Parkershburg, Anderson, Indiana, St. Louis, dan Phoenix.

Selama penerbangan tersebut, Thomas menerbangkan pesawat dengan agak rendah untuk memudahkannya melihat landasan. Hal itu merupakan tindakan preventif jika sewaktu-waktu terjadi badai ataupun tornado yang memang cukup sering terjadi di Amerika Serikat (AS).

Selain itu, terbang rendah juga dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kecelakaan saat mesin pesawat mati. Terbukti, pesawat single engine itu pernah beberapa kali mendarat darurat akibat mesin mati dan hujan lebat, termasuk tersesat saat diterjang badai di Indianapolis dan St. Louis.

Akan tetapi, yang paling mengerikan adalah saat pesawat Thomas diterpa angin kencang di California’s Banning Pass yang dikenal sebagai kuburan para pilot. Dalam buku Great Deaf American terbitan tahun 1983, Thomas mengatakan kepada penulis Robert dan John Panara bahwa ia seperti naik roller coaster di Banning Pass saat ia terbang antara 9.500 dan 11.000 kaki.

Baca juga: Pertama di AS, Pilot Pengidap Diabetes Terbangkan Pesawat Komersial

Setelah berhasil mendarat, ia pun langsung disambut oleh Walikota Los Angeles. Beberapa waktu berselang, ia juga diundang makan malam di Gedung Putih bersama Presiden Harry S. Truman. Seolah melengkapi keberhasilannya, ia juga diberi medali keberanian oleh Mayor Jenderal Angkatan Darat Harry H. Vaughan, yang diinisiasi Asosiasi Nasional Tuna Rungu dan Asosiasi Tuna Rungu Missouri.

Thomas, yang sejak usia 2 tahun mulai menjadi tuli setelah mengidap difteri, diketahui wafat pada 6 Desember 1999 pada usia 89 tahun akibat penyakit kanker pankreas yang dideritanya. Tuli atau tunarungu sendiri adalah seseorang yang memiliki hambatan dalam fungsi pendengarannya.

Dua Gerbong di Yorkshire Akan Diubah Jadi Pengalaman Tidur di Atas Gerbong

Tidur di dalam sebuah gerbong yang masih berada di bentangan rel kereta? Sepertinya ini akan menjadi sesuatu yang unik dan bisa menjadi pilihan terbaru dibandingkan harus tidur di sebuah kamar hotel yang mewah dengan pemandangan yang sudah pasti menawan.

Baca juga: Tohoku Emotion, Kereta Tematik dengan Menu Restoran Bintang Lima

Hal ini akan bisa dirasakan karena awal tahun ini Mulgrave Estate mengajukan permohonan kepada Dewan Scarborough untuk menggunakan dua gerbong di rel bekas di Stasiun Sandsend di Lythe Bank sebagai akomodasi wisata. Nantinya jika disetujui, gerbong kereta itu akan diposisikan di bentangan rel kereta yang tidak digunakan dekat Whitby, Yorkshire di Inggris.

KabarPenumpang.com melansir laman yorkshirepost.co.uk (5/10/2020), sebelum ini terlaksana, Mulgrave Estate membuat dokumen permohonan yakni usulannya adalah untuk membersihkan semak yang ada dari situs dan berdiri dua gerbong kereta api di ujung bekas peron stasiun yang berdekatan dengan The Station House di Sandsend.

“Gerbong akan digunakan untuk akomodasi liburan yang akan melengkapi bisnis pondok liburan yang ada di Estate, dengan menyediakan bentuk akomodasi tambahan yang memberikan kesempatan unik untuk menikmati dan merayakan bekas peninggalan kereta api di situs,” kata Mulgrave Estate.

Mulgrave Estate menambahkan dalam dokumen perencanaan, bahwa gerbong tersebut akan digunakan bersamaan dan akan ada satu set tangga logam dan gantry pendek untuk aksesnya.

“Interior satu gerbong sudah diubah menjadi dua kamar tidur dan kamar mandi. Gerbong lain akan digunakan untuk penyimpanan (sepeda, koper, papan selancar, furnitur taman, dan lainnya) dan saat ini tidak diubah secara internal,“ tambah Mulgrave Estate.

Dua gerbong yang akan digunakan, pertama adalah gerbong penumpang model Pullman. Sedangkan gerbong kedua memiliki gaya yang berbeda dan dikenal sebagai truk papan. Sebab, secara tradisional digunakan untuk mengangkut batu dan batu bara. Untuk diketahui Stasion House sendiri letaknya di selatan situs dan dimiliki oleh Mulgrave Estate.

Baca juga: Gerbong dan Lokomotif Ini Disulap Menjadi Sebuah Penginapan Luxury!

Yang mana ini dibagi menjadi dua tempat tinggal dengan sebagian digunakan untuk pondok liburan dan bagian selatan bangunan digunakan sebagai tempat tinggal dan dikenal sebagai Station House. Stasiun Sandsend dibuka tahun 1883 sebagai bagian dari Whitby, Redcar dan Middlesbrough Union Railway tetapi ditutup pada tahun 1958.

Labirin Raksasa di Tokyo Gunakan Bus Pariwisata yang Tak Beroperasi

Ini merupakan tahun yang berat bagi bisnis, terutama yang terkait dengan industri pariwisata, karena pembatasan perjalanan internasional dan domestik yang diakibatkan oleh pandemi telah berdampak besar pada perputaran keuangan. Sehingga ini akan membuat bus berhenti beroperasi. Nah, bagaimana ketika bus tak bisa beroperasi secara penuh dan kemanakah mereka terparkir?

Baca juga: Layaknya Pohon Natal, Ini Alasan Bus AKAP Dihiasi Lampu Warna Warni

Sudah barang pasti ke pool atau tempat perhentian bus terakhir tempat bus tak beroperasi. Namun bagaimana jika bus-bus ini malah menjadi objek wisata dikala pandemi melanda?

Di Jepang, bus pariwisata yang tengah berhenti beroperasi memiliki ide baru dengan menyusun bus-bus ini menjadi sebuah labirin raksasa. Ide ini bertujuan untuk menarik pelancong dan kembali mendapatkan keuntungan.

Dilansir KabarPenumpan.com dari japantoday.com (28/9/2020), labirin raksasa ini tersusun dari 60 bus. Bus diparkir di halaman Stasiun Tokyo dan dibentuk dengan formasi rapat sehingga tercipta jalan yang sempit serta berliku layaknya sebuah labirin.

Kehadiran labirin ini pun kemudian dimasukkan dalam itinerary penumpang bus yang berangkat dari Stasiun Tokyo ke taman hiburan Small World di Ariake. Untuk menikmati labirin bus pengunjung bisa membeli tiket yang dibanderol 4.980 yen atau sekitar Rp705 ribu untuk dewasa dan 3.980 atau sekitar Rp564 ribu yen untuk anak-anak.

Tur labirin bus dibatasi untuk enam kelompok yang isinya sebanyak 30 orang. Labirin ini sendiri berlangsung di Tokyo 19 September dan selesai pada 22 September 2020 kemarin.

Wisata labirin bus ini meski baru tetapi langsung menarik perhatian publik dan banyak orang yang memesan tiket melalui telepon sebelum tiket terjual habis. Kepala departemen PR Hato Bus, Yusei Ishikawa, mengatakan kepada outlet berita bahwa mereka ingin menghilangkan kesalahpahaman umum bahwa bus tidak berventilasi sebaik kereta.

Baca juga: Snap Uji Coba Bus Wisata Double Decker Tak Beratap untuk Transportasi Pekerja London

Mencari cara untuk mengedukasi publik tentang sistem ventilasi yang digunakan di dalam bus mereka, mereka memutuskan untuk membuat tur khusus yang mencakup labirin dan pengalaman di dalam pesawat yang mendemonstrasikan bagaimana udara di dalam dipertukarkan dengan udara di luar setiap lima menit.