Tiga Marinir Amerika Serikat Tahan Penumpang ‘Bingung’ di Pesawat
Memang kelakuan penumpang pesawat sering kali tidak bisa ditebak sehingga ini seringkali menyulitkan awak kabin dan membuat penumpang lain bingung harus seperti apa. Baru-baru ini karena ulah seorang penumpang, tiga orang marinir asal Amerika Serikat mau tak mau harus menahannya.
Baca juga: Heboh Pentagon Rilis Video UFO, Penumpang Pesawat Ini Bahkan Pernah Lihat UFO di Siang Bolong
Pada saat kejadian, ketiga marinir tengah dalam penerbangan rutin pulang ke Amerika dari Tokyo dengan tujuan Texas. Kapten Daniel Kult, Sersan John Dietrick dan Pfc. Alexander Meinhardt saat itu tengah menikmati film dari layar hiburan di kursi mereka dan mengenakan headphone untuk mendengarkannya.
Kemudian Dietrick mengatakan dirinya bisa mendengar seseorang dalam kamar mandi yang terdengar bingung padahal masih mengenakan headphone. Namun mereka tidak langsung mengambil tindakan tetapi mencari tahu dulu apa yang terjadi dan berkumpul di luar toilet bersama awak kabin. Awak kabin tersebut diminta untuk membuka kunci dan ketika pintu terbuka, Kult memegang pria tersebut dan menariknya ke Dietrick dan Meinhardt.
“Saya tahu harus turun tangan ketika dia menjadi bahaya bagi orang lain dan dirinya sendiri. Aku tidak berpikir dua kali untuk membantu menahannya selama sisa penerbangan,” ungkap Meinhardt yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (6/5/2020).
Setelah melakukan penahan kepada penumpang tersebut, ketiganya terus mengawasinya selama sisa penerbangan hingga tiba dan mendarat dengan aman di Bandara Internasional Los Angeles. Penumpang tersebut pun tidak diketahui kenapa bingung dan kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dievaluasi secara mental.
“Pada saat ini kami tidak dapat mengidentifikasi maskapai penerbangan atau mengomentari disposisi penumpang, karena insiden itu masih dalam penyelidikan,” kata juru bicara Marinir Letnan Dua Kayla Olsen.
Baca juga: Gara-gara Hotspot WiFi ‘Nyala’ di Kabin, Dua Penumpang Diturunkan dari Pesawat!
Kantor Pengacara AS untuk Distrik Pusat California dan FBI terus menyelidiki insiden itu. Diketahui, awalnya pesawat yang tengah mengudara tersebut berjalan normal seperti biasanya, namun ketika setengah perjalanan, kemudian ada insiden karena seorang penumpang yang membarikade dirinya di toilet. Penumpang tersebut mulai berteriak beberapa hal yang mengkhawatirkan dan mengancam.
Tragis! Boeing 737 Southwest Airlines Tabrak Orang Hingga Tewas Saat Mendarat
Maskapai berbiaya rendah (LCC) Amerika Serikat (AS), Southwest Airlines belum lama ini memakan korban. Dalam sebuah penerbangan Dallas – Austin, pesawat Boeing 737-700 dengan nomor registrasi N401WN tanpa sengaja menabrak seseorang di runway 17R Bandara Austin. Tak lama setelah insiden tersebut seseorang yang identitasnya belum diungkap itu ditemukan tewas.
Baca juga: Akibat Penerbangan Sepi dan Parkiran Penuh, Sejumlah Pesawat Rusak Gegara ‘Bersenggolan’
Dikutip KabarPenumpang.com dari aviation24.be, peristiwa bermula saat pesawat Southwest Airlines dengan nomor penerbangan WN1392, 8 Mei lalu, hendak landing di Austin, Texas, pada pukul 8.12 malam waktu setempat. Sebagaimana biasa, pilot melakukan sejumlah prosedur pendaratan.
Namun, tak lama setelah touchdown, di tengah kegelapan, pilot melihat ada seseorang di runway. Pilot sebetulnya sudah melakukan manuver untuk menghindar, namun tabrakan tetap tak terhindarkan. Akibat kejadian tersebut, penerbangan pun sempat tertunda beberapa saat, termasuk pesawat Airbus A220 milik Delta Air Lines yang seharusnya mendarat tak lama setelah Southwest Airlines dan terpaksa harus go around.
Selain itu, benturan yang terjadi juga menyebabkan bagian luar mesin sebelah kiri pesawat penyok dan robek, saking kerasnya benturan. Adapun kondisi korban tidak dijelaskan lebih rinci. Namun diperkirakan tewas dalam keadaan nahas bila melihat dari kerusakan pada pesawat. Kejadian ini masih diselidiki otoritas penerbangan sipil AS (FAA) bersama kepolisian setempat.
“Penerbangan Southwest Airlines WN1392 tiba dengan selamat setelah diizinkan mendarat di landasan 17R di Bandara Internasional Austin-Bergstrom (AUS) malam ini. Pesawat Southwest bermanuver untuk menghindari seseorang yang muncul di landasan 17R tak lama setelah mendarat. Pesawat dengan cepat berhenti, dan pilot melaporkan kejadian itu kepada petugas,” kata Southwest Airlines, dalam sebuah rilis.
Insiden pesawat menabrak seseorang di landasan pacu bukan pertama kalinya untuk Boeing 737. Sebelumnya, seorang pria juga pernah tewas ditabrak pesawat yang akan lepas landas di Bandara Sheremetyevo, Moskow, Rusia, akhir 2018 lalu. Ia diketahui adalah penumpang transit di Moskow setelah terbang dari Spanyol.
Baca juga: Boeing 737-800 dan Bombardier CRJ-1000 Garuda Indonesia Nyaris Tabrakan di Bandara Soekarno-Hatta
Komite Penyelidik Rusia, melaporkan, korban ditabrak pesawat Boeing 737 yang lepas landas menuju Athena, Yunani. Ia tewas dalam kondisi mengenaskan di landasan pacu. Kepala badan pengawas penerbangan Rusia, Alexander Neradko, mengatakan, pesawat yang menabrak dioperasikan maskapai Aeroflot. Akibat kuatnya benturan, jaket, tali sepatu, serta beberapa barang yang dikenakan korban terlepas dan berhamburan di landasan.
Akibat insiden ini, satu dari tiga landasan pacu pesawat ditutup untuk dibersihkan. Jadwal keberangkatan beberapa pesawat Aeroflot pun dijadwal ulang. Tidak diketahui persis mengapa dia bisa berada di landasan pacu. Menurut laporan media lokal, dia sempat dikawal oleh kepolisian bandara menuju pintu boarding untuk melanjutkan perjalanan ke Armenia. Tapi ia memisahkan diri dan menjauh.
PT KAI Operasikan “Kereta Luar Biasa,” Ini Dia Aturannya
Beberapa moda transportasi saat ini mulai mengoperasikan kembali armadanya. Hanya saja pengoperasian ini berbeda dari biasanya yakni bukan mengangkut penumpang untuk mudik tetapi untuk perjalanan bisnis, pelayanan fasilitas kesehatan, keamanan dan pertahanan, perjalanan darurat pasien, keluarga kritis atau meninggal serta repatriasi.
Baca juga: Bertarung Melawan Bau Busuk, Inilah Peran Petugas Pembersih Limbah Toilet Kereta
Salah satunya adalah PT Kereta Api Indonesia (KAI), di mana mereka mengoperasikan perjalanan Kereta Api Luar Biasa (KLB) untuk berbagai rute mulai 12 sampai 31 Mei 2020. VP PR PT KAI Joni Martinus mengatakan untuk KLB ada enam perjalanan yang akan beroperasi untuk masyarakat yang dikecualikan sesuai dengan penerapan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat. Joni menjelaskan pengoperasian KLB ini menyesuaikan dengan terbitnya Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 No.4/2020 tanggal 6 Mei 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalan Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.
“Sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19, masyarakat yang diperbolehkan menggunakan KLB ialah pekerja di pelayanan penanganan Covid-19, pertahanan & keamanan, kesehatan, kebutuhan dasar, fungsi ekonomi penting; perjalanan darurat pasien atau orang yang memiliki keluarga inti sakit keras atau meninggal; serta repatriasi,” ungkapnya.
Adapun 3 rute yang dilayani adalah Gambir – Surabaya Pasarturi pp (Lintas Utara), Gambir – Surabaya Pasarturi pp (Lintas Selatan) dan Bandung – Surabaya Pasarturi pp. Tiket dijual mulai Senin, 11 Mei 2020 di loket stasiun keberangkatan penumpang. Pemesanan dan pembelian tiket dapat dilakukan mulai H-7 keberangkatan, oleh penumpang yang bersangkutan dan tidak dapat diwakilkan.
Untuk dapat membeli tiket tersebut, calon penumpang diharuskan melengkapi persyaratan sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19. Persyaratan tersebut di antaranya menunjukkan surat hasil tes negatif Covid-19, surat tugas dari perusahaan, KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah, serta dokumen pendukung lainnya sesuai peraturan.
“Jika sudah lengkap, calon penumpang melapor ke Posko Gugus Tugas Covid-19 yang tersedia di stasiun penjualan tiket untuk menyerahkan berkas. Jika sudah diverifikasi, calon penumpang akan mendapatkan Surat Izin dari Satgas Covid-19 dua rangkap. Lembar pertama diberikan ke petugas loket saat akan membeli tiket dan lembar kedua ditunjukkan kepada petugas pada saat boarding. Surat Izin tersebut berlaku hanya untuk satu kali perjalanan,” jelas Joni.
Joni mengatakan, KAI membentuk posko penjagaan dan pemeriksaan tersebut berkordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Polisi, TNI, Pemerintah Daerah, Gugus Tugas Covid-19 Daerah, dan instansi terkait lainnya. Setiap penumpang yang akan menggunakan KLB tersebut diharuskan untuk menggunakan masker, bersuhu tubuh di bawah 38 derajat Celsius, membawa tiket, identitas asli, serta Surat Izin dari Satgas Covid-19.
“Penumpang yang akan berangkat namun tidak memenuhi persyaratan tersebut, dilarang naik kereta api dan tiket akan dikembalikan 100 persen,” tegas Joni.
Seluruh perjalanan KLB sudah menyesuaikan dengan jadwal pembatasan transportasi umum di masing-masing wilayah yang sudah menerapkan PSBB. KAI juga secara tegas dan ketat menerapkan protokol pencegahan Covid-19 mulai dari sebelum keberangkatan, dalam perjalanan, dan saat tiba di stasiun tujuan.
Dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, KAI tetap membatasi kapasitas angkut dengan menjual hanya 50 persen tempat duduk dari kapasitas kereta, membuat batas antre dan duduk di stasiun dan kereta untuk menerapkan physical distancing, menyediakan alat pengukur suhu badan, ruang isolasi, pos kesehatan, hand sanitizer, wastafel portable di stasiun, rutin membersihkan fasilitas penumpang dengan disinfektan; dan berbagai langkah pencegahan lainnya. Joni menjelaskan, pengoperasian KLB ini terus dievaluasi pelaksanaannya sesuai dengan situasi yang berkembang di lapangan.
“Kami tegaskan, pengoperasian KLB ini dikhususkan hanya untuk masyarakat yang dikecualikan sesuai aturan yang telah ditetapkan pemerintah dan bukan dalam rangka Angkutan Mudik Idul Fitri 1441 H,” tutup Joni.
Baca juga: KAIS RailOne, Mengenal Vooridjer Kereta Kepresidenan RI
Kereta luar biasa (disingkat menjadi KLB) adalah kereta api yang dijalankan di luar jadwal reguler atau grafik perjalanan kereta api. KLB umumnya dijalankan pada saat kebutuhan mendesak atau sangat mendesak yang jadwal KLB ini akan diteruskan ke stasiun-stasiun yang akan dilewatinya. Walaupun di luar grafik perjalanan kereta api (gapeka) KLB tetap mengacu pada peraturan perjalanan kereta api, yakni, tetap membuat maklumat perjalanan kereta api (malka) dan warta maklumat (wam). Kereta luar biasa pada umumnya digunakan untuk membawa para pejabat negara, seperti presiden serta kabinetnya, menguji coba jalan kereta (test run), pengiriman kereta, gerbong atau lokomotif, dan pengiriman rel kereta api.
China Eastern Klaim Jadi Maskapai Terbesar di Dunia
Maskapai China Eastern, pekan lalu, mengklaim telah menjadi maskapai terbesar di dunia saat ini bila dilihat dari segi kapasitas kursi yang tersedia saat ini. Maskapai yang berbasis di Shanghai, Cina tersebut menggusur maskapai berbiaya hemat asal Amerika Serikat (AS), Southwest Airlines yang tengah dalam kondisi kritis akibat pemangkasan kursi besar-besaran.
Baca juga: Virus Corona Justru Bikin Bandara Terpencil Ini Jadi yang Tersibuk di Dunia
Dikutip KabarPenumpang.com dari thepointsguy.co.uk, menurut analis penyedia data perjalanan global atau Official Aviation Guide (OAG), John Grant, Southwest Airlines saat ini telah memangkas hingga lebih dari satu juta kursi. Mereka menjadi salah satu penyumbang terbesar penurunan kapasitas kursi global di pekan lalu sebesar 109 juta (dibanding pekan yang sama di tahun lalu) menjadi hanya 26,6 juta.
Hal itu tentu berbanding terbalik dengan China Eastern yang perlahan mulai pulih kembali seiring turunnya kasus virus corona di Cina. Setiap pekan, mereka terus mencatat peningkatan kapasitas penerbangan. Bahkan, menurut Forbes, China Eastern, yang masuk tiga besar maskapai terbesar di Cina bersama Air China dan China Southern Airlines, disebut telah berencana untuk memulai kembali antara 70 atau 80 persen penerbangan pada akhir Juni.
Pada rute-rute gemuk, seperti dari Shanghai (SHA) – Beijing (PEK) atau Shanghai (SHA) – Shenzhen (SZX), China Eastern juga sudah mulai menerbangkan armada widebodynya, A330-300, dan akan terus melakukannya pada rute gemuk domestik lainnya seperti Shanghai (SHA) – Guangzhou (CAN).
Di Cina sendiri, ketika pembatasan perjalanan mulai mereda dan industri penerbangan perlahan naik, tercatat hampir terdapat 900.000 kursi tambahan untuk memfasilitasi masyarakat dalam menikmati hari libur nasional pekan lalu. Di samping itu, lonjakan jumlah perjalanan juga didukung dengan harga tiket yang jauh di bawah normal, sehingga memancing hasrat masyarkat untuk bepergian menggunakan pesawat. Menurut penyedia data penerbangan global, Airsavvi, Cina telah kembali ke sekitar setengah dari jumlah penerbangan domestik harian sebelum adanya Covid-19, dimana terdapat 6.000 lebih penerbangan.
Selain itu, maskapai-maskapai di Negeri Tirai Bambu itu juga sudah menghadirkan kembali berbagai layanan yang sebelumnya dihilangkan untuk mencegah penyebaran virus corona; tak terkecuali dengan China Eastern. Maskapai ini sebelumnya mengumumkan, bahwa mulai 3 Mei lalu, akan kembali menghadirkan layanan flight meal service di semua penerbangan domestik yang disebut “Edainty”.
Baca juga: Penerbangan di Cina Mulai Bergairah, Industri Penerbangan Global Perlahan Bangkit
Mulai dari sarapan, makan malam, makanan ringan, dan makanan kecil (dim sum), sekarang semuanya akan dikemas sebelum penerbangan dan dibagikan oleh kru sebagaimana biasa atau, tergantung pada tingkat risiko penerbangan mengingat masih ada beberapa kasus impor corona, ditinggalkan di kabin di masing-masing kursi penumpang sebelum mereka naik ke pesawat guna menghindari kontak langsung.
Meskipun setiap pekan penerbangan domestik terus mengalami pertumbuhan, namun, tidak demikian dengan penerbangan internasional. Maskapai ini memang tercatat masih mengoperasikan penerbangan harian dari Shanghai (PVG) ke London (LHR). Hanya saja, untuk saat ini, penerbangan tersebut masih berupa penerbangan khusus kargo dan tidak ada tiket penumpang yang dijual.
Taksi Air Thunder, Gaya Baru Menyusuri Kanal di Venesia
Siapa yang tidak kenaldengan salah satu moda transportasi air khas Venesia, gondola? Ya, kendati gondola ini memang kerap dianggap oleh sebagian orang sebagai moda transportasi yang romantis, namun sebuah firma desain asal Venesia, Nuvolari Lenard dikabarkan telah memoderinasi gondola dengan meluncurkan taksi air kembangannya, Thunder. Sepintas, taksi air Thunder ini memiliki penampakan layaknya sebuah speed boat berukuran mini dengan balutan desain kayuk lasik nan apik, lho!
Baca Juga: Italia (1) – Menjajal Transportasi di Venesia, Tak Beda Jauh dengan TransJakarta
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (5/5/2020), taksi air Thunder ini mampu menampung maksimal 14 penumpang dalam sekali perjalanan. Thunder-pun dilengkapi dengan sistem propulsi hibrida diesel-listrik yang dirancang khusus untuk mereduksi emisi. Walhasil, taksi air Thunder ini menawarkan perjalanan romantis ala Venesia yang bebas emisi, dipadukan dengan penggunaan mesin diesel yang sudah terkenal kuat.
Dua petinggi Nuvolari Lenard, Carlo Nuvolari dan Dan Lenard mengatakan bahwa kota Venesia dapatmengambil manfaat dari hadirnya taksi air seperti yang mereka berdua kembangkan – setidaknya untuk moda transportasi berkelanjutan di masa yang akan datang. Mengangkat topi kini pada perhelatan Venice Boat Show tahun 2019 lalu, duo ini menambatkan opsi mereka pada tenaga hibrida diesel-listrik untuk menjadi cikal bakal dari masa depan transportasi Venesia yang lebih ramah lingkungan.
Menurut mereka, perpaduan dua tenaga ini sangatlah cocok untuk kondisi Venesia – mesin diesel menawarkan ketangguhan operasional, sedangkan tenaga listrik dapat digunakan untuk melakukan penjelajahan low-speed di kanal-kanal Venesia. Sebagai bocoran, taksi air Thunder ini mengeluarkan daya hingga 306HP dengan kapasitas tangka diesel mencapai 190-L.
Sebagaimana yang sudah disebutkan di awal, taksi air Thunder ini memiliki desain kayu klasik – dimana ornamen kayu berlapiskan fiberglass menghiasi hamper semua bagian atas kapal. Interiornya tak kalah unik, Anda bisa menemukan 14 seat sofa bercorak klasik dengan penempatan berhadap-hadapan.
Baca Juga: Surga Kanal Transportasi, Tak Hanya di Venesia Lho!
Vizianello selaku pembuat prototipe dari taksi air ini mengatakan bahwa Thunder memiliki panjang kurang lebih 30 kaki atau yang setara dengan 9,2 meter. Vizianello yang juga terkenal sebagai creator taksi air kenamaan asal Venesia juga menyebutkan bahwa Thunder dapat dipersonalisasi kedalam beberapa konfigurasi, termasuk tender superyacht. Menarik, bukan?
Usut punya usut, Nuvolari Lenard juga berencana untuk mengembangkan taksi air bertenagakan sel hidrogen dan kabarnya, perusahaan ini tengah dalam proses negosiasi dengan salah satu produsen otomotif kenamaan asal Asia.
Menurut mereka, perpaduan dua tenaga ini sangatlah cocok untuk kondisi Venesia – mesin diesel menawarkan ketangguhan operasional, sedangkan tenaga listrik dapat digunakan untuk melakukan penjelajahan low-speed di kanal-kanal Venesia. Sebagai bocoran, taksi air Thunder ini mengeluarkan daya hingga 306HP dengan kapasitas tangka diesel mencapai 190-L.
Sebagaimana yang sudah disebutkan di awal, taksi air Thunder ini memiliki desain kayu klasik – dimana ornamen kayu berlapiskan fiberglass menghiasi hamper semua bagian atas kapal. Interiornya tak kalah unik, Anda bisa menemukan 14 seat sofa bercorak klasik dengan penempatan berhadap-hadapan.
Baca Juga: Surga Kanal Transportasi, Tak Hanya di Venesia Lho!
Vizianello selaku pembuat prototipe dari taksi air ini mengatakan bahwa Thunder memiliki panjang kurang lebih 30 kaki atau yang setara dengan 9,2 meter. Vizianello yang juga terkenal sebagai creator taksi air kenamaan asal Venesia juga menyebutkan bahwa Thunder dapat dipersonalisasi kedalam beberapa konfigurasi, termasuk tender superyacht. Menarik, bukan?
Usut punya usut, Nuvolari Lenard juga berencana untuk mengembangkan taksi air bertenagakan sel hidrogen dan kabarnya, perusahaan ini tengah dalam proses negosiasi dengan salah satu produsen otomotif kenamaan asal Asia. Detroit Kedatangan Sepuluh Minivan Odyssey Guna Bantu Penanganan Pasien Covid-19
American Honda mengirim sepuluh minivan Odyssey ke kota Detroit pada 5 Mei 2020. Minivan ini masing-masing sudah dimodifikasi untuk memungkinkan transportasi yang aman bagi pasien virus corona atau Covid-19 yang potensial ke lokasi medis untuk di uji atau mendapat perawatan
Baca juga: 20 Unit Bus SMRT Singapura Dikonversi Jadi Ambulans
Minivan Odyssey tersebut di modifikasi oleh seorang insinyur di Raymond, Ohio untuk membuat sistem ventilasi agar tekanan udara antar kursi depan dan belakang berbeda. Dia juga membuat penghalang plastik di belakang kursi depan dengan tujuan untuk melindungi pengemudi dan staf medis dengan lebih baik dari penularan virus ini.
KabarPenumpang.com melansir laman automobilemag.com (5/5/2020), modifikasi minivan Odyssey ini karena pada bulan April 2020, insinyur Honda di Jepang merancang sistem untuk minivan pasar domestik yang akan digunakan untuk mengangkut pasien Covid-19 di daerah Tokyo. Adanya berita tentang minivan JDM Honda kemudian membuat pejabat kota Detroit menghubungi pembuat mobil, terkait potensi sistem yang sama di Amerika Serikat.
Keinginan pembuatan mobil yang sama juga karena pada hari Senin (4/5/2020), sebanyak 43.950 kasus Covid-19 dikonfirmasi dan mayoritas di wilayah Metro Detroit dan menjadikannya sebagai hotspot penyakit ini di Amerika Serikat. Para insinyur di Honda Research & Development di Ohio kemudian membawa modifikasi minivan Odyssey dari konsep awal ke penyelesaian dalam waktu kurang dari dua Minggu.
Pasar Amerika Utara Honda Odyssey adalah model minivan yang lebih besar dibandingkan minivan JDM yang digunakan di Tokyo.
“Kami ingin membantu, tapi desainnya khusus untuk JDM Odysseys, jadi tidak bisa langsung diterapkan pada model domestik kami. Secara harafiah pada hari berikutnya teknisi Amerika Serikat kami berbicara dengan rekan-rekan mereka di Jepang dan mulai mengerjakan desain spek Amerika Serikat dengan pabrik kami di Alabama,” ujar Matt Sloustcher Head of PR American Honda di akun Twitternya.
“Kami sangat bangga menjadi bagian kecil dari proyek tersebut. Hal ini terjadi karena beberapa orang tidak akan luas dengan maaf itu tidak bisa di lakukan dan tekad untuk membantu. Mulai hari ini semoga membantu perbedaan kecil di Detroit,” tambahnya.
Diketahui, Honda bergabung dengan produsen mobi llain dalam membantu di pandemi ini di mana membuat sebagian besar produksi kendaraan global terhenti selama beberapa Minggu.
Baca juga: Kapal Penumpang di Swedia Dikonversi jadi Rumah Sakit
Ford diketahui menggunakan beberapa fasilitasnya untuk memproduksi ventilator medis, masker, pelindung wajah, pakaian keselamatan dan peralatan lainnya seperti yang dilakukan General Motors.
Gerai Bubble Tea Tidak Masuk Daftar untuk Izin Buka pada 12 Mei di Singapura
Berwisata tak hanya ke tempat-tempat hiburan, pantai, gunung, atau yang lainnya, tetapi kuliner juga menjadi salah satu daya tarik wisata. Hal ini terlihat ketika pelancong berkunjung ke suatu daerah atau negara, incaran pertama adalah makanan khas selain tempat wisatanya.
Baca juga: Beli Makanan Cepat Saji Lewat Drive-Thru Selama Pandemi? Ini Kata Para Ahli
Seperti Singapura yang menjadi salah satu negara yang banyak dikunjungi pelancong, di sini tak hanya bisa menikmati taman hiburan tetapi juga bisa mencoba berbagai makanan khas. Karena Negeri Singa ini memiliki warga negara yang bercampur, maka kuliner yang ada pun beragam.
Seperti bubble tea dan tempat minuman lainnya yang menarik untuk dicoba dan dinikmati untuk menghilangkan dahaga atau sebagai cemilan. Sayangnya gerai bubble tea, toko minuman beralkohol dan lainnya menjadi salah satu yang sudah dikeluarkan dari gerai ritel makanan yang diizinkan untuk dibuka kembali mulai 12 Mei.
KabarPenumpang.com merangkum dari laman straitstimes.com (2/5/2020), dikeluarkannya daftar gerai atau toko minuman ini dari daftar izin buka, salah satunya seperti gerai bubble yang telah membuat antrian panjang sebelum penutupan. Lembaga pemerintah Enterpise Singapore (ESG) mengatakan pada hari Sabtu (2/5/2020), toko mandiri (tidak termasuk di pusat jajanan, lapangan makanan, dan kedai kopi) yang sebagian besar menjual minuman harus tetap ditutup selama periode pembatasan sosial.
“Eceran online produk-produk ini diperbolehkan, hanya jika dipenuhi dari dapur pusat berlisensi dari pendirian F&B, jika ada,” kata ESG.
ESG menyebutkan toko khusus minuman lainnya yang tidak dibuka adalah jus buah, kopi dan teh. Sedangkan gerai makanan dan minuman yang tetap buka atau akan dibuka kembali harus menerapkan sistem check in digital nasional SafeEntry pada 12 Mei. ESG menyebutkan, ini untuk memfasilitasi pengumpulan informasi pengunjung yang efisien sehingga pelacakan kontak dapat dilakukan tepat waktu.
Gerai-gerai bubble tea, bersama dengan berbagai gerai makanan dan minuman lainnya, harus ditutup mulai 22 April sebagai bagian dari langkah-langkah pemutus arus yang diumumkan oleh Perdana Menteri Lee Hsien Loong bulan lalu. Diketahui, langkah-langkah yang ditingkatkan pada awalnya akan berlangsung hingga 4 Mei.
Namun, gugus tugas Covid-19 mengatakan pada Sabtu (25/2020) bahwa beberapa bisnis, termasuk bisnis makanan rumahan, penata rambut dan outlet penjualan makanan penutup, akan diizinkan untuk dibuka kembali hanya dari 12 Mei.
“Itu hanya akan dimulai dari 12 Mei, jadi kami telah menyatakan kategori yang akan kami buka sejak saat itu. Masing-masing toko juga akan diberi tahu, mereka perlu mendapatkan pengecualian khusus dari Kementerian Perdagangan dan Industri sebelum mereka dapat melanjutkan operasi,” kata Menteri Pembangunan Nasional Lawrence Wong.
Dia mengatakan bisnis yang belum diberitahu oleh pihak berwenang tentang pembukaan kembali seharusnya tidak menganggap mereka bisa melakukannya. Wong juga mengatakan pihak berwenang akan selektif tentang bisnis mana yang akan diizinkan untuk dibuka kembali, meskipun ia tidak memberikan contoh spesifik.
“Sebagian besar posisi pasca 12 Mei berbalik, itu akan kembali ke tempat kami sebelum langkah-langkah pemutus sirkuit yang diperketat berada di tempat tetapi tidak akan sama,” katanya.
Dia mengatakan, ada beberapa perusahaan yang beroperasi sebelum kami mungkin tidak ingin mengizinkan (membuka kembali) setelah penilaian risiko dan (karena) fakta bahwa beberapa tempat atau entitas ini mungkin tidak siap. Kementerian Kesehatan mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa bisnis beberapa bisnis akan diizinkan untuk melanjutkan operasi seperti gerai ritel makanan, termasuk kue dan permen, makanan ringan kemasan dan toko makanan penutup, tetapi hanya untuk dibawa pulang dan dikirim.
Baca juga: Demi Hindari Covid-19, Wanita Skotlandia Cuci Semua Makanan Berbahan Plastik
Bisnis makanan berbasis rumah, tetapi hanya untuk pengiriman atau pengumpulan. Makan pribadi berbasis rumah tidak akan diizinkan. Pengiriman dan pengumpulan pesanan makanan harus dilakukan dengan cara yang aman dan tanpa kontak dan dengan perjanjian, sehingga pengambilan pesanan dapat dilakukan untuk menghindari orang berkerumun. Rincian akan diberikan secara terpisah. Layanan binatu eceran, tukang cukur dan penata rambut, untuk layanan potong rambut dasar dan toko eceran persediaan hewan peliharaan juga akan dibuka kembali.
Pabrik Toyota di Tokyo Ubah Hiace Jadi Ambulans
Di Jepang, saat ini ada 14.305 kasus virus Corona atau Covid-19 yang dikonfirmasi dengan angka kematian sebanyak 455 kasus. Tokyo menjadi kota terbanyak dengan kasus ini di susul Osaka dan Kanagawa. Hal ini kemudian membuat Toyota Motor Corporation ambil bagian dan mengulurkan tangan dalam masa krisis karena pandemi ini.
Baca juga: 20 Unit Bus SMRT Singapura Dikonversi Jadi Ambulans
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman motor1.com (30/4/2020), awal Mei 2020 produsen mobil ini mengumumkan untuk memproduksi pelindung wajah bagi para medis di Jepang. Mereka memproduksi sebanyak 40 ribu unit per bulannya. Tak hanya itu, Toyota juga ternyata membantu dalam pengangkutan pasien kasus Covid-19.
Dimana produsen mobil tersebut menyediakan sebanyak sebelas kendaraan untuk pasien dengan kasus ringan sejak 10 April 2020 kemarin meliputi Tokyo tepatnya di Prefektur Chiba dan Miyagi. Bahkan tak tanggung-tanggung, Toyota juga menambahkan fasilitas baru untuk bantuan Covid-19 ini dengan Toyota Hiace diubah menjadi sebuah ambulans untuk mengangkut pasien dengan kasus parah.
Toyota mengatakan, ini merupakan jenis pertama yang dirancang untuk mengangkut pasien Covid-19 dengan kondisi parah. Transportasi berbasis Hiace sendiri dikembangkan menjadi kendaraan pengendalian sirkulasi bertekanan udara rendah yang memiliki kompartemen interior untuk memisahkan kabin depan dari area holding belakang. Hal ini untuk mencegah udara yang terkontaminasi di holding belakang menembus kabin depan.
Kendaraan baru dari Toyota ini disumbangkan ke Rumah Sakit Universitas Showa, Tokyo dan bergabung dengan armada awal bantuan transportasi pembuat mobil. Marque bermaksud untuk terus mengembangkan kendaraan ini sebagai tanggapan atas permintaan dari fasilitas medis dan pemerintah daerah di semua bagian dari proyek Kokori Hakobu Toyota.
Baca juga: Tak Ada Lockdown di Swedia, Warga Stockholm Justru Terlihat Santuy
Kehadiran Toyota Hiace menambah deretan moda transportasi yang dikonversi atau dimodifikasi untuk pasien Covid-19. Sebelumnya India mengubah gerbong kereta jarak jauh menjadi bangsal rumah sakit. Selain itu sebuah kapal penumpang di Swedia juga dikonversi menjadi rumah sakit dan bisa menampung sebanyak 520 pasien Covid-19.
Bahkan baru-baru ini sebanyak 20 bus SMRT di Singapura di ubah menjadi ambulans dan dalam kabinya dibagi dua untuk penumpang dan pengemudi serta pendingin udara didalamnya pun terpisah.
Mother Goose, Angsa Unik Penghuni Stasiun York
Ketika setiap orang membutuhkan ketenangan dalam kehidupannya, biasanya mereka akan bepergian atau menikmati waktu sendiri ke tempat yang nyaman. Apalagi saat pandemi seperti ini, banyak orang yang mencoba untuk menikmati kesunyian di rumah agar mendapat ketenangan batin.
Baca juga: Asik Berlenggak-lenggok di Rel, Satu Keluarga Angsa Buat Kereta Api Tertahan 30 Menit
Nyatanya tak hanya manusia, seekor angsa di Inggris pun mencari ketenangan dan kenyamanan di sebuah stasiun. Angsa ini menghampiri Stasiun York dan tinggal di hamparan bunga bahkan hingga bertelur.
Operator stasiun York mengatakan angsa yang dijuluki Mother Goose ini pertama kali terlihat pada bulan lalu oleh Polisi Transportasi Inggris di Stasiun York. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (4/5/2020), angsa ini beberapa waktu lalu sempat tak terlihat dan staf kereta api berpikir Mother Goose telah berpindah.
Sebab angsa ini menghilang lebih dari sehari dan kemudian tiba-tiba kembali serta meletakkan empat telur di hamparan bunga di stasiun tempatnya biasa terlihat. Kehadiran angsa ini membuat staf stasiun memvideokan aktivitas hariannya dan mempostingnya secara online. Bahkan sejauh ini video tersebut telah dilihat sekitar 70 ribu kali.
Stasiun York sendiri saat ini tengah berhenti beroperasi karena pembatasan pemerintah pada perjalanan yang mungkin telah menarik angsa untuk berpindah. Menurut dewan kota York, Greylag dan angsa Kanada sendiri sebenarnya pemandangan yang umum kota ini adalah rumah bagi sekitr 500 burung seperti itu. London North Eastern Railways (LNER) yang mengoperasikan stasiun sangat senang dengan kehadiran angsa ini.
“Ini adalah kisah yang sangat indah, indah dan kita semua perlu ini dalam kehidupan kita saat ini. Dia datang dua minggu yang lalu dan sedikit melihat-lihat dan dia membuat dirinya sangat di rumah di tempat tidur bunga,” kata direktur komunikasi LNER Kate McFerran.
Kate mengatakan staf menempatkan makanan dan air untuknya dan telah menempatkan pagar di sekitar tempat tidur bunga untuk keselamatan, tetapi dia “berperilaku sangat baik”. Dia mengatakan bahwa posting #GooseCam mereka di media sosial menunjukkan dia berpatroli di stasiun kereta api, kadang-kadang dengan seorang teman, dan menjaga telurnya.
Baca juga: Aneh bin Ajaib! Seekor Angsa Tabrak dan Berdiri Anteng di Dalam Taksi
“Itu telah membuat berita di Australia, di India, dan di seluruh dunia. Dia benar-benar memikat hati dan pikiran,” ujarnya.
Kate mengatakan dia berharap bahwa ketika telur-telur itu menetas orang akan menghubungi LNER dengan saran nama untuk goosling
