Mark Heydon, Awak Kabin Aktif dengan Usia 63 Tahun!

Mimpi menjadi seorang awak kabin sepertinya tidak terbatas usia. Pasalnya seorang kakek yang akan memasuki usia 63 tahun di bulan depan baru saja mewujudkannya dan terbang bersama dengan salah satu maskapai serta melayani penumpang dengan baik.

Baca juga: Oman Air Kenalkan Seragam Baru Awak Kabin di London Heathrow

Mark Heydon, ya kakek yang satu ini tidak membiarkan usia senja menghalangi mimpinya. Dia bahkan meninggalkan pekerjaannya dengan jabatan sebelumnya sebagai petugas rumah tangga yang mengelola keuangan tahunan lebih dari 1 juta pounsterling.

KabarPenumpang.com melansir dari laman metro.co.uk (14/6/2016), bisa dikatakan posisinya saat ini adalah sangatlah berbeda dari pekerjaan sebelumnya. Tetapi kakek ini bahkan melakukannya dengan cepat karena dia sangat alami dalam melayani pelanggan.

Janine Santos mengunggah gambar yang diambilnya dengan Heydon ke akun media sosialnya dan memuji grandad-of-five untuk layanan pelanggan yang luar biasa sepanjang penerbangan pada 3 Juni 2019 kemarin.

“Saya hanya menyambutnya dan temannya di atas kapal dan berbicara dengan mereka tentang liburan mereka. Sangat menyenangkan berbicara dengan mereka, cukup mencengangkan bahwa (posting Janine) telah memiliki jumlah hit yang dimilikinya luar biasa,” ujar Heydon yang berasal dari Porthcawl di Wales.

Menurutnya, alasan memilih untuk menjadi seorang awak kabin, karena merasa melakukan satu hal yang sama sekali berbeda bisa membawa kebaikan baginya.

“Saya percaya sejumlah masalah membuat Anda lebih muda, melakukan satu hal yang menakutkan Anda, adalah salah satunya. Jelas ini menakutkan dalam arti bahwa Anda tidak pernah tahu apa yang ada di depan Anda,” tambahnya.

Janine menambahkan, dirinya tersentuh ketika melihat Heydon karena dia seusia dengan ayahnya, yang baru-baru ini meninggal akibat kanker. Heydone mengaku, mendapat pekerjaan ini tidak mudah dimana dirinya satu dari 260 orang kandidat yang terpilih lebih dari 12 ribu kandidat. Bahkan dirinya mengakui butuh empat hari untuk pulih dari kelelahan setelah pelatihan.

Baca juga: Abaikan Tombol Panggilan dari Penumpang, Awak Kabin Emirates Terima Memo Peringatan

“Istri saya sangat bangga pada saya. Dia menjaga saya untuk memastikan bahwa saya mengenakan seragam saya dengan baik dan dia cenderung mengamati penerbangan saya secara online untuk melihat apakah telah lepas landas atau tertunda. Hari pertamaku sangat menegangkan, aku merasa agak seperti kelinci di lampu depan. Saya mencoba mengingat banyak hal karena perannya beralih antara layanan pelanggan ke keamanan pesawat dan keselamatan penumpang,” ujarnya.

Kalau di Indonesia boleh tidak ya untuk kakek-kakek jadi awak kabin?

Banyak Peminat, KA Galunggung Kini Punya Tarif Rp35 Ribu

Warga Tasikmalaya yang mau ke Bandung atau sebaliknya kini bisa terhubung dengan kereta api yang ditempuh dengan waktu 2 jam 30 menit. Kereta yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) ini bernama Galunggung.

Baca juga: PT KAI Perpanjang Tarif Promo KA Galunggung

Kalau pernah dengar, nama kereta ini diambil dari sebuah gunung di kabupaten Tasikmalaya yakni Gunung Galunggung. Kereta ini sendiri merupakan kereta api lokal jarak menegah yang menggunakan rangkaian kereta Kahuripan.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kereta api ini sudah mulai beroperasi sejak 26 Desember 2018 lalu dan tujuan kehadirannya untuk memudahkan masyarakat Priyangan Timur. Karena sebelumnya kereta api yang melayani relasi ini hanya kereta jarak jauh.

Kereta Galunggung akan berhenti di delapan stasiun dari arah Bandung dan tujuh stasiun dari arah Tasikmalaya. Stasiun yang disinggahi Kereta Galunggung yakni Stasiun Rancaekek, Cicalengka, Leles, Cibatu dan Cipeundeuy.

Dari awal beroperasi hingga 25 Januari 2019 kemarin atau selama sebulan, PT KAI bahkan mengratiskan tiketnya. Namun tiket ini hanya bisa dibeli langsung di stasiun yang dilintasi kereta api Galunggung dan bisa dipesan H-7 keberangkatan.

Ternyata KA Galunggung ini memiliki peminat yang sangat besar, apalagi kehadirannya juga bersamaan dengan KA Pangandaran yang melayani relasi Gambir-Bandung-Banjar. Rata-rata okupansi KA Galunggung saja mencapai 89 persen dari kapasitas tempat duduk di relasi ini. Setelah menggratiskan, PT KAI sempat memberikan harga Rp1000 hingga Mei 2019 kemarin.

Sekarang untuk tiket kereta Galunggung relasi Kiarcondong menuju Tasikmalaya dikenakan tarif sekali jalan Rp35 ribu. Bahkan kini tiket KA Galunggung sudah bisa dipesan melalui web kai.id, aplikasi KAI Access, contact center 121 dan agen resmi PT KAI maupun langsung di stasiun.

Baca juga: KA Galunggung Rute Kiaracondong-Tasikmalaya Mulai Beroperasi

KA Galunggung akan berangkat setiap hari dari Stasiun Kiaracondong pukul 06.05 WIB dan tiba di Tasikmalaya pukul 09.25 WIB. Sedangkan dari Tasikmalaya pukul 10.35 dan tiba di Kiaracondong pukul 14.11.

Kata Pramugari, “Waktu Penerbangan Terbaik Ada di Pagi Hari”

Bagi Anda yang kerap mempercayakan pesawat untuk mengantarkan Anda dari satu kota menuju kota lainnya, kapan waktu penerbangan favorit Anda – siang hari atau malam hari? Tentu saja jawabannya akan sangat variatif, tergantung dari selera Anda masing-masing. Ada yang menjawab siang hari karena bisa melihat hamparan langit luas dari ketinggian puluhan ribu kaki, ada juga yang menjawab malam hari karena Anda gemar melihat kerlap-kerlip cahaya dari kota yang dilintasi oleh si burung besi.

Baca Juga: Inilah yang Diharapkan Seorang Awak Kabin dari Penumpang!

Namun percayalah, pilihan Anda tersebut berbeda dengan pilihan para awak kabin, yang sejatinya sudah mengetahui seluk beluk tentang sektor aviasi. KabarPenumpang.com melansir dari laman mirror.co.uk (14/6/2019), seorang awak kabin dari maskapai yang berbasis di New York, Stella Connolly mengatakan bahwa waktu terbang yang paling difavoritkan olehnya adalah di pagi hari.

Tentu Anda semua akan mengernyitkan dahi ketika mendengar pernyataan Stella, mengingat ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan secara matang sebelum mengambil tiket penerbangan di pagi hari – mulai dari kendaraan yang akan Anda gunakan menuju bandara, hingga waktu tidur yang secara otomatis akan tersita karena harus bangun lebih awal guna mempersiapkan diri.

Tapi ketika mendengar pernyataan dari Stella, maka semuanya akan masuk di akal – atau mungkin akan mengubah persepsi Anda tentang terbang di pagi hari.

“Sederhana saja, terbang di pagi hari sangatlah tepat waktu!” ujar Stella.

Sebentar, bukankah semua penerbangan itu dirancang untuk tepat waktu?

“Layaknya snowball effect, jika ada penerbangan di pagi hari yang mengalami keterlambatan, maka hal ltersebut akan berdampak keterlambatan lain pada jam-jam selanjutnya,” tandasnya.

Baca Juga: Sedikit Rahasia Yang Terlupakan dari Sosok Awak Kabin

Selain jarang terjadi delay, penerbangan di pagi hari juga berarti Anda akan menggunakan pesawat yang notabene masih bersih, karena pada dasarnya, petugas kebersihan selalu membersihkan pesawat di pagi hari – walaupun tidak menutup kemungkinan jika pesawat juga akan dibersihkan ketika tengah ‘bersandar’ di tengah operasi hariannya.

“Jika Anda bisa sampai di tujuan pada pagi hari, itu berarti Anda masih memiliki banyak waktu untuk bersantai dan tidak tergesa-gesa,” tambah Stella.

Kalau sudah mendengar penjelasan logis seperti ini dari seorang awak kabin, apakah Anda akan mengubah persepsi Anda tentang terbang di pagi hari?

Aska – Moda ‘Dua Alam’ Karya Startup AS dan Israel Siap Terbang Perdana di 2020

Ketika sektor electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL) sudah mulai dirambah oleh para pemain lama di sektor kedirgantaraan seperti Airbus, kini ada satu perusahaan lagi yang juga turut berkecimpung di sektor tersebut. Adalah perusahaan startup asal Amerika dan Israel NFT yang mengembangkan mobil terbang bernama Aska. Menurut NFT, sesuai dengan namanya, Aska tidak membutuhkan landas pacu untuk menerbangkan moda ini. Dengan hadirnya Aska meramaikan pengembangan moda eVTOL, maka inikah salah satu pertanda bahwa moda udaralah yang akan mengambil alih mobilitas penumpang di masa yang akan datang?

Baca Juga: Setelah Alpha One Vahana, Kini Giliran P2 Xcursion yang Uji Terbang

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (12/6/2019), NFT mengatakan bahwa Aska bisa dikendarai di jalanan seyogyanya mobil konvensional, karena ukurannya yang hanya sebesar mobil Sport Utility Vehicle (SUV) saja. Ketika Aska akan memulai perjalanannya di udara, maka sayap lipat yang terdapat di belakang kendaraan dapat dikembangkan kapanpun si empunya Aska membutuhkannya,

Aska eVTOL. Sumber: newatlas.com

Ketika bertransformasi menjadi moda udara, Aska akan di-support oleh 14 baling-baling yang siap mengangkatnya ke udara secara vertikal – sama seperti helikopter. Ketika sudah berada di udara, maka baling-baling yang ada di bagian belakang akan berputar ke posisi vertikal dan bertindak sebagai pendorong ‘moda dua alam’ ini. NFT mengklaim bahwa penerbangan dengan metode seperti ini akan memungkinkan moda untuk bergerak lebih cepat di udara namun tetap hemat energi.

Sementara ketika di darat, Aska akan menggabungkan sejumlah teknologi yang kini sedang naik daun – salah satunya adalah Artificial Intelligent (AI) yang memungkinkan Aska untuk menghindari obstacle dan bergerak secara stasioner.

Untuk masalah daya gedor sendiri, Aska menggunakan baterai isi ulang yang mampu menydiakan daya untuk Aska bergerak hingga 563km dalam kondisi baterai terisi penuh.

Baca Juga: Prototipe Taksi Drone Ehang 184, Sukses Uji Coba Dalam 1000 Kali Terbang

Sadar bahwa untuk memiliki salah satu kendaraan ini membutuhkan kondisi dompet yang tebal, maka Aska menawarkan solusi lain dengan cara memberikan layanan langganan kepada para penggunanya agar mereka bisa menggunakan moda ini kapanpun dibutuhkan.

Aska sendiri diambil dari bahasa Jepang yang berarti burung terbang diluncurkan pada Senin (12/6/2019) bertepatan dengan dihelatnya acara EcoMotion di Tel Aviv. Sementara untuk jadwal first maidennya, pihak NFT mengatakan bahwa Aska direncanakan untuk terbang perdana pada kuartal pertama tahun 2020 mendatang.

 

Alstom, Hitachi, dan Bombardier Satukan ‘Kekuatan’ Garap HS2 Project

Perusahaan pembangkit listrik dan transportasi rel dan kapal asal Perancis, Alstom bersama dengan korporasi gabungan antara Hitachi dan Bombardier baru saja merilis desain kereta yang diusulkan untuk HS2 Project yang rencananya akan bergulir di Inggris. Sebelum membahasnya lebih lanjut, HS2 Project merupakan proyek kereta cepat yang akan mengular di Britania Raya. Untuk beberapa wilayah, bagian yang akan digunakan sebagai jalur kereta ini sudah disetujui sejak tahun 2017 silam dan sedang menunggu tahap konstruksi – sedangkan wilayah sisanya masih menunggu persetujuan.

Baca Juga: Masih Jauh dari Realisasi, Keandalan HS2 Siap Jadi Rival Setara Bagi Shinkansen

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (7/6/2019), Alstom telah mengajukan penawaran tunggal untuk kontrak senilai 2,75 miliar poundsterling (Rp49,78 triliun), termasuk pembuatan dan pengiriman setidaknya 54 kereta, yang akan beroperasi pada Fase 1 HS2 Project yang akan mengular antara London dan West Midlands.

Guna memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk mengular di HS2 Project, kereta dari Alstom dikabarkan telah sesuai dengan persyaratan tersebut, dan menurut pihak perusahaan, nantinya kereta yang akan mengular di HS2 Project ini akan menghasilkan kenyamanan yang sama dengan layanan kereta konvensional lainnya.

Sebelumnya, Alstom telah secara langsung terlibat dalam proses desain kereta cepat Avelia untuk Amerika, Perancis, dan Italia – sedangkan untuk Hitachi dan Bombardier dikabarkan telah merilis gambar pertama dari desain kereta yang diusulkan.

Di sini, perusahaan kerja sama gabungan Hitachi dan Bombardier harus sedikit membagi otak karena baru-baru ini, mereka memenangkan tender senilai US$643 juta atau yang berkisar Rp9,2 triliun dari operator kereta asal Italia, Trenitalia untuk menghadirkan 14 unit kereta berkecepatan tinggi, Frecciarossa 1000.

Baca Juga: Terlambat Karena Masalah Teknis, Azuma High Speed Train Kini Resmi Layani Rute London–Leeds

Diharapkan HS2 Project ini akan mulai menurunkan kontrak pada awal tahun 2020 mendatang. Diketahui, selain London, Birmingham, Manchester dan Leeds, layanan HS2 akan menghubungkan beberapa tempat di luar jaringan inti HS2, termasuk York, Newcastle, Liverpool, Glasgow dan Edinburgh.

Diinformasikan, bulan lalu, Economic Affairs Committee of the House of Lords telah mendesak pemerintah untuk membatasi adanya kemungkinan pertambahan biaya pembangunan dari HS2 Project.

 

Ngeri! Kereta Cepat TGV Tujuan Barcelona Terjebak di Terowongan Selama Enam Jam!

Pengap, sesak, gelap, dan terkadang bau dari asap merangsek masuk ke dalam kabin penumpang. Itulah kurang lebih gambaran ketika kereta yang Anda tumpangi melintasi sebuah terowongan. Dalam kurun waktu sekira dua hingga tiga menit, Anda akan merasakan suasana tersebut – sebenarnya ini tergantung dari panjang terowongan yang Anda lalui. Namun apa jadinya jika Anda terpaksa harus merasakan sensasi tersebut selama berjam-jam lamanya? Apakah Anda akan kuat?

Baca Juga: TGV, Masih Jadi Lambang Supremasi Kereta Cepat Eropa

Ya, inilah yang dirasakan oleh penumpang kereta yang ada di Paris, Perancis pada Selasa (4/6/2019) kemarin, dimana mereka terperangkap di dalam sebuah terowongan di luar Paris selama kurang lebih enam jam. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thelocal.fr (5/6/2019), kereta TGV 9713 mengalami mati listrik sesaat setelah kereta tersebut bertolak dari Paris menuju Barcelona, Spanyol. Jangan tanyakan kondisi di dalam kabin kereta, karena sudah pasti sangatlah tidak nyaman – mengingat sistem kelistrikan di keseluruhan kereta mati total.

Kereta ini terperangkap di sebuah terowongan di daerah Yerres, tidak terlalu jauh dari perbatasan kota Paris. Operator kereta Perancis, SNCF mengatakan bahwa sebenarnya masalah kelistrikan ini hanya berlangsung 10 hingga 15 menit saja. Namun karena posisi kereta yang kala itu tengah berada di dalam terowongan, maka dari itu pihak SNCF berdalih bahwa kereta tidak bisa langsung melanjutkan perjalanannya.

Menanggapi kejadian yang bisa menjadi mimpi buruk bagi para penumpang ini, pihak SNCF lalu mengirimkan kereta lain dengan tujuan untuk bisa mendorong TGV 9713 tersebut – namun upayanya nihil.

Mengingat kondisinya yang sudah semakin mendesak, pihak operator kereta lalu memerintahkan penumpang untuk direlokasi menuju kereta lain yang berada di luar terowongan dengan didampingi oleh petugas SNCF, pemadam kebakaran, dan pihak kepolisian.

Menurut laporan, dua orang penumpang terpaksa dirawat oleh petugas karena kondisinya yang membutuhkan penanganan medis.

Seorang turis asal Australia yang juga berada di dalam rangkaian kereta tersebut, Heather Manton (68 tahun) mengaku kecewa atas insiden yang membuat panik seisi kabin kereta.

“Insiden tersebut sangatlah mengerikan,” papar Heather.

Baca Juga: 10 Terowongan Kereta Terpanjang di Indonesia, Ada Dimana Saja Ya?

Ya, bagaimana tidak? Anda melintasi kereta dalam hitungan menit saja perasaan sesak dan pengap sudah memenuhi seisi kabin – sebut saja ketika kereta api Argo Parahyangan melintasi Terowongan Sasaksaat. Tentu bagi Anda yang sering plesiran menuju Bandung dengan menggunakan kereta api sudah tidak asing lagi dengan keberadaan terowongan yang terletak di antara Stasiun Sasaksaat dan Stasiun Maswati ini. Pengap dan sesak bukan rasanya ketika kereta Gopar (Argo Parahyangan) melintasi terowongan ini? Nah, sekarang saatnya Anda membayangkan apabila Anda terjebak di dalam terowongan tersebut selama kurang lebih enam jam lamanya!

 

Sempat Sesak Napas, Penumpang Turkish Airlines Coba Mendobrak Kokpit

Pesawat Turkish Airlines yang menuju ke Sudan harus kembali ke Istanbul tempat keberangkatannya karena seorang penumpang yang mendadak mengeluh tidak bisa bernafas. Pria tersebut selain menjerit juga mencoba menghancurkan jendela kabin dan mencoba berlari ke arah kokpit.

Baca juga: Panik Saat Pesawat Mengudara, Pria Ini Coba Buka Pintu Darurat

KabarPenumpang.com melansir dari laman thesun.co.uk (15/6/2019), karena perilaku pria tersebut awak kabin dibantu penumpang lain menghentikannya di kelas bisnis Boeing 737-900 tersebut. Awak kabin kemudian menenangkannya selama 15 menit perjalanan dan penumpang tersebut dibawa kembali ke kursinya saat pesawat melanjutkan perjalanannya meuju Khartoum.

(The Sun)

Namun, setelah dua jam kejadian, pilot pesawat Turkish Airlines tersebut mengumumkan bahwa pesawat akan kembali ke Istanbul. Kemudian beberapa menit setelahnya, pria itu tiba-tiba berdiri dan menuju ke bagian depan pesawat.

Karena perilakunya ini, mau tak mau penumpang lain yang melihat tindakannya mencoba untuk mengamankannya dengan pengekang plastik yang disediakan awak kabin tetapi dia menolaknya. Hal ini membuat penumpang yang lain berteriak dan anak-anak menangis.

Kemudian pesawat akhirnya mendarat kembali di Istanbul setelah tiga jam lepas landas dan penumpang tersebut turun dengan kawalan polisi. Saat pria tersebut pergi, dirinya berjabat tangan dengan beberapa penumpang dan mencium anak-anak.

Hingga diamankan, pria asal Sudan tersebut tidak jelas dibawa kemana dan identitas aslinya tidak disebutkan maskapai. Hingga pengamanan pria ini, pihak Turkish Airlines tidak memberikan komentar apapun.

Pada Mei 2019 kemarin, seorang penumpang asal Cina juga merasa panik saat tengah berada di dalam sebuah penerbangan menuju ke Kunming di barat daya Cina. Pria tersebut meminta dipanggilkan keluarganya.

Pria tersebut sempat mondar-mandir dan membenturkan dirinya ke kursi serta sisi pesawat. Bahkan sepuluh menit sebelum pesawat mendarat, pria berusia 50 tahun tersebut melompat dari kursinya dan mencoba membuka pintu darurat. Untungnya dalam insiden ini maskapai mengkonfirmasi tidak ada penumpang lain yang terluka.

Baca juga: Bikin Panik Penumpang! Masker Oksigen Mendadak Keluar di Boeing 777 British Airways

Pria itu, yang menurut polisi tidak sehat, telah dibebaskan tanpa biaya kembali ke perawatan keluarganya, yang telah meminta maaf atas cobaan itu. Namun, tidak jelas apakah ia akan menerima larangan terbang seumur hidup oleh otoritas penerbangan Cina.

Gara-Gara Lupa Ubah Aturan AirDrop di Ponsel, Penumpang ini Terima Foto Porno

Seorang penumpang Southwest Aairlines membuka pesan dari iPhone miliknya dan mendapatkan kiriman foto porno. Kejadian tersebut terjadi dalam penerbangan dari Louisville ke Chicago pada Jumat (14/6/2019) dengan nomor penerbangan 1388, saat penumpang yang dimaksud baru saja selesai mengirim pesan kepada suaminya.

Baca juga: Ponsel Terjatuh di Sela Kursi Pesawat, Sebaiknya Minta Awak Kabin untuk Mengambilnya!

“Itu sangat eksplisit dan mengejutkan saya,” ujar Kat Pitman yang menerima gambar porno di ponselnya.

Penumpang berusia 40 tahun tersebut setelah mendapat kiriman gambar itu langsung mematikan AirDrop yang merupakan fitur dari Apple untuk mengirim foto, video dan dokumen secara nirkabel ke ponsel atau laptop terdekat dengan menggunakan Bluetooth atau WiFi. Namun, karena Pitman akan mengadukannya ke awak kabin, kemudian menyalakan kembali fitur itu dan mengambil tangkapan layar nama pengirimnya.

KabarPenumpang.com melansir laman traveller.com.au (17/6/2019), saat menyalakan fitur tersebut dia juga kembali mendapat dua pesan lainnya yakni foto dan video. Dari hasil tangkapan layar, nama yang tertera adalah Bilbo Baggins dari The Hobbit.

Kemudian Pitman menunjukkan tangkapan layar tersebut kepada dua orang awak kabin Southwest Airlines karena merasa khawatir pengirimnya berada tak jauh dari dirinya sehingga membuat tidak nyaman.

“Saya tahu ini terdengar gila,” kata dia kepada awak kabin.

Untungnya dengan sigap para awak kabin melakukan tindakan dengan menyalakan interkom dan mengatakan Tuan Baggins untuk menghentikan AirDrop-nya. Hal ini kemudian membuat Pitman terkesan dengan tindakan cepat awak kabin untuk membantunya.

“Keamanan dan kenyamanan semua penumpang kami adalah perhatian utama, dan kami tidak memaafkan perilaku yang tidak pantas seperti itu. Kru kami diperlengkapi untuk merespons dengan cepat dan tepat untuk mengatasi masalah ini yang diungkapkan oleh penumpang yang persis seperti yang dilakukan dalam kasus ini,” ujar juru bicara Southwest Chriz Mainz.

Mainz menyebutnya insiden terisolasi di Southwest, meskipun apa yang disebut insiden cyberflashing pada angkutan umum menggunakan AirDrop telah menjadi berita utama. Diketahui, Pitman melakukan perjalanan mingguan untuk pekerjaannya sebagai eksekutif nirlaba dan mengatakan ini adalah pertama kalinya hal tersebut terjadi padanya di pesawat. Dia telah menerima satu AirDrop lain dari orang asing.

Bahkan, Pitman mengatakan dia biasanya mematikan fitur, mengaktifkannya hanya ketika dia perlu untuk bekerja atau untuk berbagi barang dengan anak perempuannya yang masih remaja. Tetapi sehari sebelum penerbangannya, dia telah mengubahnya menjadi “semua orang” sehingga seseorang yang dia temui di sebuah konferensi dapat mengiriminya kartu nama mereka. Saat itu dia menawarkan AirDrop sebagai alternatif untuk mengirim pesan teks ketika peserta meminta nomor ponselnya.

Baca juga: (Lagi) Kasus Ponsel Meledak, Kali Ini Dialami Air Canada Flight 101

Dia mengatakan, selanjutnya tidak akan menggunakan pengaturan “semua orang” lagi AirDrop karena takut diulang. Tetapi dia mengatakan bahwa fokusnya seharusnya bukan pada pengaturan ponselnya.

Pengakuan (Lagi), CEO Boeing Ungkap Ada Kerusakan Lampu Peringatan di Kokpit 737 MAX

Lagi dan lagi, Boeing menjadi bahan ‘bulan-bulanan’ masyarakat. Tragedi jatuhnya dua pesawat berjenis 737 MAX 8 yang masing-masing dioperasikan oleh Lion Air dan Ethiopian Airlines yang jatuh dalam kurun waktu lima bulan ini seolah menjadi turn back point bagi perusahaan Amerika Serikat tersebut menuju sisi kegelapan. Setelah sebelumnya pihak Boeing telah disangka meloloskan produk gagal ke pasar oleh Federal Aviation Administration (FAA), kini pihak produsen pesawat ini kembali harus mengakui bahwa telah melakukan kesalahan dalam menerapkan sistem peringatan kokpit 737 MAX.

Baca Juga: Pasca Insiden Boeing 737 MAX 8, Akankah Pilot ‘Kembali’ Menyandarkan Kepercayaan Pada Pesawat Tersebut?

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman nytimes.com (16/6/2019), pernyataan tersebut kembali diungkapkan oleh Chief Executive Boeing, Dennis Muilenburg beberapa saat sebelum pagelaran Paris AirShow 2019 dihelat kemarin. Ya, seperti yang sudah diketahui bersama, ajang Paris AirShow menjadi salah satu acara penting bagi para produsen pesawat dari berbagai penjuru dunia.

Dennis mengaku Boeing telah melakukan kesalahan karena tidak mengungkapkan adanya kerusakan lampu peringatan kokpit 737 MAX. Hal itu pun menjadi perhatian para regulator di dunia penerbangan. Ketika Boeing mulai mengirimkan varian 737 Max ke maskapai penerbangan pada tahun 2017 silam, perusahaan percaya bahwa lampu sudah beroperasi di semua jet. Tetapi setelah 737 Max mulai beroperasi di tahun yang sama, para insinyur di perusahaan mengetahui bahwa lampu peringatan hanya akan berfungsi jika pihak maskapai telah membeli indikator kokpit yang dijual secara terpisah.

Ini berhubungan dengan sistem Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) yang kemarin didaulat menjadi penyebab utama dari dua kecelakaan yang menghilangkan lebih dari 300 nyawa tersebut.

“Jelas, kami dapat melakukan perbaikan, dan kami memahami itu dan kami akan melakukan perbaikan itu,” ujar Dennis, dikutip dari laman sumber terpisah.

“Ketika saya membuat komentar tentang desain MCAS sebelumnya dan bagaimana kami mengikuti proses-proses itu, itu juga melalui proses analisis. Itu tidak berarti bahwa itu tidak dapat diperbaiki,” tandasnya.

Baca Juga: Akhirnya! Boeing Akui Adanya Kesalahan Sistem pada Boeing 737 MAX 8

Dennis menambahkan bahwa pihak Boeing telah melibatkan sekira 90 persen pelanggan untuk berpartisipasi dalam sesi simulasi dengan perangkat lunak MCAS yang telah di-upgrade saat mereka tengah melakukan sertifikasi penerbangan dengan regulator.

Sementara itu, salah satu pejabat administrator dari FAA, Daniel K. Elwell mengkritisi pola kerja dari pihak Boeing yang terkesan sangat-sangat terlambat untuk memberitahu apa yang sebenarnya terjadi – Boeing baru memberitahu bahwa ada kesalahan pada sistem MCAS setelah pesawat 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh Lion Air dan Ethiopian Airlines jatuh.

Jepang Rencanakan Bangun Proyek Kereta Cepat di 5 Kota India

Jepang kembali memiliki rencana untuk membangun proyek kereta peluru di lima kota India. Lima kota tersebut adalah Delhi, Kolkata, Hyderabad, Chennai dan Bengaluru. Hal ini dikatakan oleh Director of Central Japan Railway Company Torkel Patterson.

Baca juga: Jelang Olimpiade Musim Panas, WiFi Gratis Siap Hadir di Kereta Peluru Shinkansen

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman urbantransportnews.com (11/6/2019), pembangunan proyek baru ini bahkan seperti membuat terbengkalai proyek pertama sektor Mumbai-Ahmedabad yang kemungkinan akan ditunda hingga tahun 2023 mendatang dibandingkan dengan target pemerintah pada tahun 2022.

“Ada rencana untuk mengatur konektivitas kereta berkecepatan tinggi di lima lokasi lagi di India. Pembicaraan belum dimulai, tetapi rencananya ada di sana. Ini akan tergantung pada peluncuran proyek pertama yang akan dibangun antara mumbai dan ahmedabad,” ujar Patterson yang juga Wakil Ketua Asosiasi Kereta Berkecepatan Tinggi Internasional (IHRA).

Patterson mengatakan, ada rencana untuk membangun jaringan kereta api berkecepatan tinggi di New Delhi, Kolkata, Hyderabad, Chennai dan Bengaluru. JR-Central, sebuah perusahaan kereta api swasta Jepang yang sedang membangun jaringan rel berkecepatan tinggi antara Mumbai dan Ahmedabad.

Proyek kereta peluru Mumbai-Ahmedabad sepanjang 505 km yang akan dibangun dengan biaya sekitar $12 miliar secara resmi diresmikan oleh Perdana Menteri Narendra Modi dan rekan sejawatnya dari Jepang Shinzo Abe pada bulan september 2017. Sedangkan MoU untuk proyek ini ditandatangani pada Desember 2015 lalu.

Kereta peluru ini, akan berjalan pada kecepatan maksimum 320 km per jam dan diharapkan dapat ditempuh dalam waktu dua jam tujuh menit antara Mumbai dan Ahmedabad. Nantinya dalam perjalanan kereta cepat itu akan melewati 12 stasiun.

Patterson mengatakan proyek kereta peluru itu akan beroperasi sebelum 2023 karena ada masalah terkait pembebasan lahan. Dia juga membicarakan harga tiket dan model pendapatan lainnya untuk mendukung ekosistem kereta berkecepatan tinggi.

Menurut Patterson, proyek kereta peluru, yang akan menggunakan teknologi Jepang yakni kereta Shinkansen, akan membawa transformasi dalam perekonomian India seperti yang terjadi pada Jepang. Patterson lebih lanjut mengatakan bahwa proyek-proyek kereta peluru tidak boleh dibangun di mana saja di suatu negara, tetapi hanya di sekitar pusat ekonomi.

Baca juga: Uni Emirat Arab Canangkan Proyek Kereta Peluru Bawah Laut Menuju India

Dia menambahkan bahwa alasan utama mengapa pemerintah Jepang memilih untuk membangun jaringan kereta api berkecepatan tinggi pertama di wilayah Mumbai-Ahmedabad karena Mumbai adalah pusat keuangan India dan AShmedabad adalah jantung dari perdagangan berlian negara itu.