Akibat Didorong Penumpang Lain, Kaki Wanita Ini Terperosok di Celah Peron Stasiun MRT
Hari Senin merupakan hari pertama kerja setelah menghabiskan akhir pekan. Biasanya di setiap hari Senin, para pekerja yang menggunakan transportasi umum lebih padat dan bahkan banyak diantara mereka memaksa masuk ke dalam angkutan umum demi tidak terlambat tiba di tempat kerja.
Baca juga: Dramatis! Kepala Pria ini Tersangkut di Celah Peron Stasiun
Moda terpadat dan cepat tanpa hambatan adalah kereta api, selain memudahkan, daya angkutnya pun cukup banyak. Namun pada Senin (8/4/2019) kemarin seorang wanita terjatuh dari MRT Singapura (SMRT) dan kakinya terperosok di celah peron di Stasiun Buona Vista, Singapura.
Insiden tersebut terjadi pukul 08.45 pagi waktu setempat dimana kereta menuju HarbourFront. Sebuah postingan di Facebook dengan pengguna bernama Brandon Wong mengatakan, Senin pagi itu, kereta sangat penuh dan penumpang bergegas keluar dari kereta.
Kemudian seorang wanita terjatuh setelah didorong penumpang lain serta membuat kakinya terjebak diantara kereta dan peron dari lutut kebawah. Wong yang melihat kejadian itu bergegas membantu bersama staf SMRT untuk mengangkat kaki wanita tersebut agar keluar dari celah.
Atas insiden ini, Wakil Presiden Corporate Communication SMRT Margaret Teo mengatakan, pihaknya mengaktifkan fitur berhenti darurat di peron sebelum staf stasiun dan penumpang lain membantu wanita itu. Untungnya petugas dan penumpang lain cukup cepat tanggap dan wanita itu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan.
“Tim perawatan kami mengobatin dia dan kami berharap dia pulih dengan cepat,” kata Teo yang dikutip KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (8/4/2019).
Dia menambahkan bahwa insiden itu menyebabkan keterlambatan sepuluh menit dalam layanan kereta api. Penumpang diberitahu tentang penundaan layanan melalui pengumuman di kereta dan stasiun.
Dalam posting Facebook-nya, Wong mendesak kereta komuter untuk membantu orang lain yang membutuhkan dan bersimpati dengan mereka, daripada hanya “berdiri di sekitar mengambil foto dan video“. Dia juga menyarankan bahwa SMRT harus bekerja pada waktu tanggap darurat stafnya dan melatih mereka lebih sering tentang bagaimana melakukan pertolongan pertama.
“Kaki wanita itu tertangkap pukul 08.45 pagi, staf SMRT pertama di tempat kejadian tiba 45 detik kemudian, yang kedua lebih dari satu menit kemudian. Saya mengerti bahwa kerumunan pagi di Buona Vista dapat menjadi sangat tidak terkendali, tetapi harus ada lebih banyak urgensi. Selain itu, pembicaraan tentang ambulan bahkan tidak dimulai sampai lebih dari 10 menit kemudian. Menurut saya, itu terlalu lambat,” tulisnya di akun Facebook.
Ketika Wong memperhatikan bahwa wanita itu tidak berdaya, dia memegang tangannya untuk meyakinkannya bahwa kereta telah dihentikan secara manual dan bahwa mereka akan membantunya mengeluarkan kakinya dari celah. Dia mengatakan bahwa seorang mahasiswa kedokteran akhirnya melangkah maju untuk membantu sekitar pukul 09.00 pagi.
Baca juga: Pemuda Loncat ke Rel, Aktivitas di Stasiun Bawah Tanah Kanada Berhenti Sementara
Posting Facebook-nya membuat pengguna terbagi, dengan beberapa mempertanyakan kritiknya atas staf SMRT di komentar. “45 detik sudah cukup cepat, kecuali staf MRT hanya berdiri 20 meter jauhnya,” ujar seorang warganet bernama Shamsul.
Yang lain memuji dia karena perhatiannya. “Terima kasih banyak atas pemikiranmu yang cepat, anak muda. Bisa jadi itu ibu atau saudara perempuan atau anak perempuan,” tulis warganet lain.
Automatic Announcer di Kereta Jepang Error, Rekaman Komuter ini Undang Gelak Tawa!
Kendati jaringan perkeretaapian Jepang selalu mendapat sorotan berkat performanya yang prima, armadanya yang canggih nan mutakhir, hingga tingkat On Time Performance (OTP) yang hampir sempurna, namun tetap saja operator kereta di sana pernah melakukan satu kesalahan – kendati tidak sedikit kereta-kereta di negara berjuluk Negeri Matahari Terbit ini sudah dioperasikan oleh sistem otomatis. Setelah pada beberapa waktu yang lalu salah satu operator kereta di Jepang meminta maaf karena mereka memberangkatkan kereta lebih cepat beberapa menit dari jadwal awal, kira-kira sekarang mereka bikin salah apa lagi ya?
Baca Juga: 5 Stasiun Tersibuk di Dunia, Semua Ada Di Jepang!
Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman soranews24.com (26/3/2019), sebuah layanan kereta komuter di Jepang menyiarkan pengumuman tentang perjalanan yang tidak semestinya – dalam artian rekaman pengumuman tersebut bisa dibilang rusak sehingga menimbulkan audio yang mengundang gelak tawa setiap penumpang yang mendengarnya.
Merasa kejadian lucu ini terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja, salah seorang penumpang kereta komuter tersebut merekam dan mengunggah hasil rekamannya ke jejaring sosial Twitter. Adalah @Rapid_ACE223 yang mengunggah hasil rekamannya tersebut ke dunia maya pada 21 Februari 2019 silam, dan berhasil menuai lebih dari 35 ribu retweets dan 88.937 likes dari pengguna Twitter lain.
Dalam video berdurasi 1:44 itu, @Rapid_ACE224 menyertakan caption dalam bahasa Jepang yang berarti, “Pengumuman otomatis di Seibu Ikebukuro Line mengalami kerusakan,”
https://twitter.com/Rapid_ACE223/status/1098520452702453761?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1098520452702453761&ref_url=https%3A%2F%2Fsoranews24.com%2F2019%2F02%2F26%2Fjapanese-train-announcement-fail-makes-tokyo-commuters-laugh-out-loud%25e3%2580%2590video%25e3%2580%2591%2F
Dapat Anda dengar di pengumuman tersebut, sistem menyebutkan sejumlah Line yang sebenarnya tidak ada di dalam pengumuman.
“The Yarakucho Line, and the Fukutoshin Line, the JR Yamanote Line, and the Tozai Subway Line, and Kokubunji and Hon-Kawagoe and Seibuen the Kokobunji Line, the Ikebukuro Line, and Seibu-Shinjuku the Tamako Line, the Tama-monorail Line, and the Kokubunji Line and the Haijima the Haijima Line, the JR Chuo Line , the Keio Line, and the JR Chuo Line…”
Seperti itulah kurang lebih kerusakan yang dialami oleh sistem pengumuman otomatis di salah satu kereta komuter di Seibu Ikebukuro Line. Tentu saja, pengumuman semacam ini mengundang gelak tawa dari siapapun yang mendengarnya – terlepas dari aksen Bahasa Inggris orang Jepang yang terdengar lucu dan unik.
Baca Juga: Ternyata, Olimpiade 1964 Punya Pengaruh Penting Bagi Jaringan Kereta Shinkansen
Ternyata, kesalahan pengumuman semacam ini juga pernah terjadi di Indonesia, lho! Sekira awal September 2014 silam, KRL Jabodetabek yang menghubungkan stasiun Tanah Abang – BSD juga mengalami hal yang hampir serupa – hanya saja pengumuman di dalam kereta tersebut menggunakan bahasa Jepang. Ya, karena armada yang digunakan oleh Commuter Line Jabodetabek ini menggunakan produk Jepang, sehingga error yang terjadi pun menggunakan bahasa Jepang.
“Pas kereta berhenti di Sudimara, pengumumannya pakai bahasa Jepang,” ujar salah satu penumpang, dikutip dari laman detik.com (8/9/2014).
Cathay Pacific Beri Diskon 20 Persen untuk Pembelian Ekstra Bagasi 24 Jam Sebelum Keberangkatan
Sebagai maskapai yang berpusat di Bandara Internasional Hong Kong, Cathay Pacific selalu memberikan kemudahan bagi pelangganya. Salah satu diantaranya adalah dimana Cathay Pacific menawarkan diskon bagi penumpang yang membawa bagasi lebih.
Baca juga: Tak Mau Keluarkan Biaya Ekstra Karena Kelebihan Bagasi? Yuk Disimak Tipsnya!
Sehingga penumpang kini berhak mendapatkan membawa antara 30 kg hingga 50 kg dengan kapasitas bagasi standar tergantung kelas perjalanan yang dipilih. Hal ini memungkinkan penumpang yang ingin membawa bagasi lebih banyak dimudahkan
KabarPenumpang.com melansir dari laman buyingbusinesstravel.com (9/4/2019), Cathay Pacific memberikan diskon hingga 20 persen dari tarif standar kelebihan bagasi biasa. Diskon ini akan diberikan bila penumpang membelinya 24 jam sebelum keberangkatan dengan pembayaran sebelum keberangkatan.
Diskon ini sendiri diberikan kepada penumpang yang akan bepergian dari Eropa ke Hong Kong, Cina Daratan, Asia Tenggara hingga £122 atau setara Rp2,2 juta untuk setiap kelebihan lima kilogram, hingga maksimum berat bawaan 50 kg dengan syarat waktu pemesanan 24 jam sebelum keberangkatan.
Bisa dikatakan dengan sistem pembayaran baru ini, penumpang bisa menghemat hingga £300 atau Rp5,5 juta. Sebab dulunya sebelum ada sistem baru ini, penumpang hanya bisa membayar kelebihan bagasi di konter check in bandara. Harga untuk kelebihan bagasi untuk penerbangan yang berasal dari atau mendarat di tujuan lain berkisar dari US$50 hingga $240 per lima kilogram.
Kehadiran sistem pembayaran baru untuk kelebihan bagasi tersebut selain menghemat waktu dan uang, penumpang juga lebih tenang sebelum melakukan penerbangan dengan Cathay Pacific. Untuk melakukan reservasi kelebihan bagasi, penumpang Cathay Pacific bisa membelinya melalui situw website maskapai atau melalui telepon ke kantor reservasi lokal negara pelanggan atau pusat kontak global maskapai tersebut.
Baca juga: Wabah Campak Landa Hong Kong, Pramugari Cathay Pacific yang Hamil Memaksa Cuti
Untuk penumpang yang sudah memiliki tiket Cathay Pacific atau Cathay Dragon bisa masuk ke website dan ke menu manage booking untuk melakukan pembelian bagasi ekstra hingga 24 jam sebelum terbang. Meski bagasi ini hanya pada rute tertentu, penumpang yang membawa bayi dan tidak memesan kursi tidak bisa mendapatkan kemudahan tersebut.
Momen Langka! Pilot Airbus A320 Indigo Berhasil Abadikan Peluncuran Roket PSLV C-45!
Pada Senin, 1 April 2019 kemarin, Indian Space Research Organisation (ISRO) meluncurkan roket yang merupakan bagian dari misi ke-47 program Indian Polar Satellite Launch Vehicle (PSLV). Adapun roket yang melesat menuju orbit tersebut membawa 29 satelit, dimana satu diantaranya akan digunakan untuk kepentingan electronic intelligence – sisanya merupakan satelit milik negara lain. Nah, jika Anda selama ini hanya bisa melihat peluncuran roket ini hanya dari layar televisi atau komputer saja, siapa sangka bahwa salah satu pilot yang tengah mengudara berhasil mengabadikan momen langka ini. Wah, seperti apa ya ceritanya?
Baca Juga: Salah Paham, Penumpang IndiGo Airways Adu Jotos dengan Petugas di Apron
Adalah Captain Karun Karumbaya, seorang pilot Airbus A320 dari maskapai LCC (Low Cost Carrier), IndiGo yang berhasil melihat roket PSLV C-45 meluncur dari kota Sriharikota di Andhra Pradesh, pada 1 April silam. Kala itu, Capt. Karun berada sekitar 50 nautical miles 92,6km dari titik peluncuran roket tersebut. Merasa ini merupakan momen yang amat sangat langka, Capt. Karun lalu mengabadikannya melalui sebuah video berdurasi 44 detik.
Dalam video tersebut, tampak sebuah benda yang terlihat kecil meluncur dari balik hamparan awan putih. Tak lama benda kecil yang merupakan roket tersebut terekam oleh kamera, tampak roket itu mulai mengeluarkan asap yang terlihat seperti sebuah ekor.
Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman indiatoday.in (1/4/2019), ketika Capt. Karun melihat momen luar biasa ini, ia langsung mengaktifkan pengeras suara, dan langsung mengumumkan kepada para penumpang mengenai apa yang tengah terjadi saat itu.
“Penumpang yang terhormat, silakan tengok ke sebelah kanan, Anda bisa melihat roket PSLV diluncurkan,” ujar Capt. Karun melalui pengeras suara.
Baca Juga: Startup Indonesia Tawarkan Promo Tour Melihat Peluncuran Roket Soyuz MS-12
“Wow, itu luar biasa. Ini merupakan pemandangan yang sangat indah,” ujar Capt. Karun yang tidak bisa membendung perasaannya tersebut.
Berikut merupakan video yang berhasil diabadikan oleh Capt. Karun.
https://www.youtube.com/watch?v=4-dkGK25JEw
Mulai 8 April, Malaysia Airlines Hapus Bagasi Gratis Bagi Penumpang Kelas Economy Lite
Maskapai terbesar di Indonesia, Lion Air mulai menghilangkan bagasi gratis untuk penumpang sejak akhir Januari 2019 kemarin. Hal ini kemudian mulai diikuti beberapa maskapai berbiaya hemat lainnya seperti Citilink, namun belum jadi dilaksanakan.
Baca juga: Bagasi Cuma-cuma Hilang dari Penerbangan Domestik Lion Air, Bagaimana Reaksi Penumpang?
Bagasi gratis yang dihilangkan, berada di penerbangan domestik sedangkan penerbangan internasional masih tetap diberikan cuma-cuma. Meski begitu Lion Air masih memberikan bagasi untuk tas jinjing seberat tujuh kilogram dan lebihnya penumpang akan dikenakan biaya per lima kilogramnya bila masuk dalam bagasi kargo.
Ternyata, tak hanya di Indonesia saja, negara sahabat yakni Malaysia pun maskapainya mulai menerapkan bagasi berbayar untuk penumpang kelas ekonomi terendah mereka. Maskapai tersebut adalah Malaysia Airlines dimana mulai pemesanan per 8 April 2019 kemarin, penumpang tidak akan mendapatkan bagasi gratis lagi.
Dilansir KabarPenumpang.com dari malaymail.com (9/4/2019), Malaysia Airlines mengungkapkan, bahwa ongkos kelas “Economy Lite” atau yang terendah tidak akan memberikan bagasi gratis saat check in di penerbangan domestiknya. Jika penumpang ingin membawa bagasi, baiknya pilih kelas “Economy Basic” yang masih memberikan 20 kg bagasi atau “Economy Flexi” dengan 25 kg.
Bagi penumpang yang merupakan anggota dari Malaysia Airlines akan mendapatkan tambahan sebagai anggota dengan miles silver lima kilogram, gold sepuluh kilogram dan platinum 15 kg. Malaysia Airlines menyebutkan, pihaknya tetap memberikan bagasi tujuh kilogram untuk barang bawaan yang dijinjing untuk diletakkan di kabin.
Selain itu, penumpang juga tidak bisa mendapatkan diskon anak dan tidak ada pilihan opsi untuk mengupgrade kuris menggunakan Enrich Miles bila memilih kelas “Economy Lite”. Meski begitu, maskapai milik Malaysia ini masih memberikan bagasi gratis 20 kg di penerbangan internasionalnya meski tiket promo ekonomi.
Jika Anda membutuhkan bagasi lebih, bisa memilih “Economy Basic” dengan bagasi 25kg dan “Economy Smart” di 30kg. Penghilangan bagasi gratis di penerbangan domestik kelas “Economy Lite” ini akan memengaruhi pemesanan yang dilakukan mulai 8 April 2019 dan seterusnya.
Ini berarti, jika Anda telah memesan tiket lebih awal, penumpang akan tetap mendapatkan jatah bagasi gratis. Untuk penerbangan ke Madina dan Jeddah, bagasi gratis Kelas Ekonomi masih 30 kg di semua kelas Economy Fare.
Sebelumnya jatah bagasi gratis terakhir oleh Malaysia Airlines yang diketahui adalah pada Agustus 2018. Pada saat itu, dikatakan bahwa jatah bagasi domestik gratis berkurang dari 30 kg menjadi 20 kg.
Baca juga: Ikuti Jejak Lion Air Hilangkan Bagasi Gratis, Citilink Siapkan Sosialisasi
Selain Malaysia Airlines, Malindo juga merevisi jatah bagasi gratisnya. Ongkos termurah juga tidak termasuk dengan tunjangan check in gratis dan sebagai hasilnya, Anda bahkan dapat membayar lebih untuk barang bawaan Anda daripada kursi Anda di pesawat.
Bikin Panik Penumpang! Masker Oksigen Mendadak Keluar di Boeing 777 British Airways
Dapatkah Anda membayangkan jika ketika tengah melakoni sebuah penerbangan, tiba-tiba masker oksigen keluar dari langit-langit bangku Anda? Tentu saja Anda semua akan panik, bukan? Pikiran mengenai pesawat yang Anda tumpangi akan jatuh bakal memenuhi isi otak. Namun apa jadinya jika masker oksigen ayng seolah menjadi pertanda sesuatu yang buruk akan menimpa penerbangan tersebut keluar akibat kesalahan dari sang pilot?
Baca Juga: Fakta Unik! Penerbangan Perdana British Airways Ternyata Hanya Membawa Satu Penumpang
Ya, inilah yang terjadi pada pesawat Boeing 777 milik Britania Raya, British Airways dengan nomor penerbangan BA16 yang tengah melakukan perjalanan dari Singapura menuju London beberapa waktu yang lalu. Sekira dua jam setelah pesawat tinggal landas, masalah ini muncul dan sempat membuat seisi kabin panik bukan kepalang.
Mengutip dari laman thesun.co.uk (8/4/2019), adalah Mitchell Webb, 24 tahun, seorang penumpang maskapai tersebut mengatakan bahwa, “layar hiburan dan lampu kabin tiba-tiba mati dan masker oksigen yang keluar dari bagian atas seat kami,” ujar Mitchell yang kala itu tengah mengudara bersama rekannya, Luke Gregory.
Turunnya masker oksigen ini dibarengi oleh pemberitahuan otomatis yang menginstruksikan kepada para penumpang untuk segera memasang masker tersebut. Dapat Anda bayangkan bagaimana paniknya kondisi di dalam kabin British Airways BA16 ini?
Namun siapa sangka, kurang lebih tiga menit pasca masker oksigen ini turun, awak kabin mengumumkan melalui pengeras suara supaya penumpang British Airways BA16 mengabaikan pengumuman darurat sebelumnya.
“Menurut awak kabin, masker oksigen turun karena ada kesalahan teknis dan mereka tengah dalam proses reboot sistem,” terang Mitchell.
Tidak hanya itu, salah satu awak kabin juga mengatakan sesuatu yang sangat meyakinkan kepada para penumpang bahwa penerbangan tersebut tetaplah aman dan tidak ada situasi darurat sama sekali. Setelah sang awak kabin mengumumkan hal tersebut, secara berangsur ketegangan di dalam kabin mulai mereda.
Kendati begitu, para penumpang tidak mendapatkan permohonan maaf sama sekali dari pihak British Airways BA16 terkait insiden yang menakutkan tersebut, “bahkan setelah pesawat mendarat, pilot tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai insiden tadi,” terang Mitchell.
Baca Juga: British Airways Flight 9, Guratan Kelam Dunia Aviasi Akibat Abu Vulkanik
Menanggapi insiden ini, pihak British Airways menyurati masing-masing penumpang BA16 via email yang berisikan permintaan maaf akibat ketidaknyamanan yang tercipta.
“Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi pada penerbangan dari Singapura menuju London … Keselamatan penumpang tetaplah menjadi prioritas kami,” tulis pihak maskapai kepada para penumpang.
Nikmati Kapal Pesiar Untuk Rayakan HUT Pernikahan Ke-45, Pasangan Ini Malah Dapat Celaka
Tak akan pernah terbayangkan oleh siapapun ketika menikmati liburan bukan rasa bahagia yang didapat, tapi malah hal mengerikan yang diterima. Insiden mengerikan tersebut dirasakan oleh sepasang suami istri yang tengah merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-45.
Baca juga: Tahun 2020, Roller Coaster Hadir di Kapal Pesiar Untuk Jelajahi Laut
Pasangan ini merayakannya dengan menaiki kapal pesiar “Legend of the Seas” milik Royal Caribbean pada tahun 2018 lalu. Saat itu, Sallyanne dan Louis Bignoux menaiki kapal pesiar untuk merayakan HUT pernikahan mereka.
Awalnya semua baik-baik saja hingga tiba saat Sallyanne berdiri digeladak sembari menghisap rokok dan sang suami duduk di kursi santai. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (7/4/2019), kejadian itu terjadi saat kru kapal tengah menaiki tangga untuk melakukan pemeliharaan dan kotak peralatan itu jatuh.
Kotak seberat 20 kg tersebut kemudian jatuh dan mengenai bagian kepala serta dada Bignoux. Para kru kapal yang merasa bersalah tersebut kemudian berlari turun untuk membantu nyonya Bignoux.
“Setelah dia (kru kapal) mulai naik, hal berikutnya yang saya dengar adalah Louise menjerit kesakitan sembari memegangi kepala dan dadanya. Dia tidak terlihat seperti dia dengan semua itu,” ujar Sallyanne.
Dia mengatakan, kotak tersebut berisi dengan palu, kunci pas dan berbagai peralatan berat lainnya yang dibutuhkan untuk pemeliharaan kapal. Sallyanne mengatakan anggota kru itu terkejut dengan kecelakaan tersebut dan terus berteriak ‘Oh My God’ mereka turun dari tangga.
Kejadian tersebut menimpa Lousi Bignoux ketika mereka dalam perjalanan ke Kaledonia Baru. Bahkan setelah insiden tersebut kepala Louis masih mengalami memar yang berat dan membuatnya sakit kepala.
Dalam beberapa bulan setelah insiden, Bignoux telah melakukan pemulihan gangguan stres pasca-trauma dari insiden yang katanya juga menyebabkan kecemasan sosial dan depresi. Kru kapal sangat memperhatikan pasangan Bignoux, pasangan ini juga memuji atas kepedulian kru kapan, namun pasangan tersebut masih akan melanjutkan kasus tersebut ke jalur hukum.
Dia mengatakan insiden itu bisa berakhir jauh lebih buruk jika penumpang yang kejatuhan kotak adalah orang yang lebih tua atau lemah. Pasangan ini telah menyewa pengacara dan memulai proses hukum pada Agustus 2018. Tuduhan yang dilayangkan oleh pengacara korban adalah Royal Caribbean telah gagal dalam tugas perawatan untuk keselamatan penumpang.
Baca juga: Loncat Bebas dari Ketinggian 30 Meter, Penumpang Ini Dilarang Naik Kapal Pesiar Selamanya
Seorang juru bicara Royal Caribbean tidak akan mengomentari tindakan hukum yang tertunda tetapi merekamengatakan ‘mengoperasikan semua kapal dengan aman, profesional dan bertanggung jawab.’
Gunakan Sayap Lipat nan Unik, Akankah Boeing 777X Jadi Pesawat Paling Efisien?
Lagi-lagi nama Boeing menjadi sorotan sejumlah media, setelah terakhir raksasa manufaktur kedirgantaraan asal Amerika Serikat ini mengakui kesalahan Dennis Muilenburg cs. terhadap sistem operasi pada armada Boeing 737 MAX 8 yang menyebabkan dua kecelakaan pesawat – Ethiopian Airlines dan Lion Air dalam rentang waktu lima bulan saja. Kini banyak pihak di luar sana yang mempertanyakan tentang pesawat teranyar Boeing, 777X. Akankah pesawat twin engine terbaru Boeing ini mampu menyuguhkan perjalanan udara yang efisien dan juga keberselamatan?
Baca Juga: Wow! Mesin Boeing 777X Lebih Besar dari Body 737
Sebagaimana yang kita ketahui bersama, Boeing 777X ini sendiri terbagi ke dalam dua varian – 777-8 dan 777-9. Pesawat-pesawat ini rencananya akan mulai dikirimkan kepada para pemesan pada tahun 2020 mendatang. Untuk Boeing 777-8 sendiri, pesawat ini mampu memboyong maksimal 395 penumpang, sedangkan ‘kakaknya’, Boeing 777-9 mampu menangkut hingga 425 penumpang. Dengan kapasitas angkutnya tersebut, tidak heran jika pesawat yang terkenal dengan penggunaan folding wings (sayap lipat) ini didaulat sebagai pesawat jet bermesin ganda terbesar di dunia.
Sejak rencana awal pengadaan pesawat ini dipublikasi secara masif, tercatat Boeing menerima sekira 326 pesanan dari delapan pelanggan setia perusahaan: Lufthansa, Etihad Airways, Cathay Pacific, Emirates, Qatar Airways, ANA, Singapore Airlines, dan satu pelanggan yang tidak dikenal. Perusahaan sendiri berharap agar bisa mengirimkan armada 777-9 pertama ke Emirates pada pertengahan tahun 2020.
Nah, menyinggung soal sayap lipat yang menjadi ikon dari dua pesawat ini, tentu sebagaian orang akan bertanya-tanya, “Mengapa Boeing mendesain sayap yang tidak lazim, atau bahkan terbilang baru di ranah pesawat jet komersial?”
KabarPenumpang.com mengutip dari laman interestingengineering.com, Boeing mengatakan bahwa desain sayap lipat ini sebenarnya ditujukan agar pesawat bisa tetap beroperasi di bandara yang saat ini sudah ada – karena bentang sayap armada 777X ini mencapai 235 kaki atau yang setara dengan 71,6 meter. Ketika sayap tersebut dilipat, maka bentangnya menyusut ke angka 212 kaki atau yang setara dengan 64,6 meter.
Baca Juga: Meski Khusus Internal Perusahaan, Boeing Tepati Janji Perlihatkan 777-9
Tujuan dari penggunaan sayap yang sangat panjang ini adalah untuk mengurangi hambatan yang disebabkan oleh vortisitas, atau membangunkan turbulensi, yang terbentuk di ujung sayap pesawat. Semakin sedikit hambatan, maka semakin besar efisiensi bahan bakar, dan semakin murah pesawat tersebut untuk dioperasikan.
Tentu saja, sayap lipat ini hanya akan diaplikasikan ketika berada di darat dan tangki bahan bakar tidak akan membentang sampai ke lipatan sayap tersebut.
Dengan inovasi yang dibawa Boeing dalam armada barunya ini, akankah bisa menjadi model acuan untuk perjalanan udara yang efisien?
20 Penumpang Delhi-Bhubaneswar Rajdhani Express Keracunan Makanan
Keracunan makanan seringkali terjadi dan biasanya membuat penyantapnya mual, muntah hingga kekurangan cairan. Baru-baru ini keracunan makanan menimpa penumpang kereta Delhi-Bhubaneswar Rajdhani Express di India. Sebanyak 20 orang jatuh sakit setelah menyantap makanan yang di sajikan kereta itu.
Baca juga: Insiden di Gerbong Restorasi, Air dari Toilet ‘dicampur’ ke Dalam Minuman
Penumpang keracunan setelah menyantap nasi, ayam dan makanan lainnya saat dibagikan oleh petugas dapur pada malam hari. Namun setelah makan, penumpang digerbong B3, B5, B7 dan B9 mengeluhkan mereka mual, muntah, sakit perut dan merasakan gelisah.
KabarPenumpang.com melansir dari laman thelogicalindian.com (8/4/2019), adanya keracunanan makanan dalam kereta Delhi-Bhubaneswar Rajdhani Express membuat seorang penumpang bernama Satya Prakash men-tweet kejadian tersebut ke Menteri Kereta Api. Dia mengklaim bahwa penumpang di gerbong B3 menderita kercunan makanan dan meminta bantuan segera.
Salah seorang pejabat kereta api, kemudian mengatakan sesaat setelah tweet tersebut diterima, otoritas kereta api langsung mengirimkan bantuan medis dengan beberapa orang dokter ke Stasiun Gomoh untuk menemui dan memeriksa para penumpang yang keracunan makanan itu. Manajer Divisi Kereta Api SK Srivastava dan Manajer Stasiun Bokaro GN Singh mengatakan bahwa segera setelah mereka menerima informasi, tim dokter dikirim untuk menemui penumpang di stasiun Bokaro Steel City, dan tim lain bergegas untuk menghadiri orang-orang yang jatuh sakit di stasiun Gomoh.
“Ini diduga kasus keracunan makanan. Semua penumpang stabil sekarang,” kata seorang petugas.
Dokter juga mendatangi orang-orang di stasiun kereta api Tatanagar di sekitar Bhubaneshwar. New Delhi-Bhubaneswar Rajdhani Express seharusnya tiba di Tatanagar pukul 10.35 pagi, tetapi tiba pada pukul 1.45 siang dan meninggalkan stasiun Tatanagar pada pukul 2.15 siang.
“Mobil Pantry (pembawa makanan) juga sedang diperiksa dan sampel makanan dikumpulkan untuk menyelidiki kualitas makanan,” kata seorang juru bicara.
Indian Railway Catering and Tourism Corporation (IRCTC) juga mengumpulkan sampel makanan. Sebuah penyelidikan telah disiapkan oleh perusahaan kereta untuk melihat masalah ini. Penumpang sangat jengkel dan frustrasi karena kereta berjalan terlambat lebih dari tiga jam pada saat mencapai stasiun Tatanagar, di mana ia berhenti selama 30 menit, bukan lima menit.
Baca juga: Tergerus Zaman, Tradisi Bawa Bekal dan Berbagi Makanan di Kereta India Mulai Hilang
Ternyata, makanan tak layak yang disajikan di kereta api di India telah menjadi masalah utama bagi penumpang. Dalam insiden lain pada tahun 2017, sekitar 26 orang jatuh sakit setelah makan makanan yang disajikan oleh Perusahaan Kereta Api India dan Perusahaan Pariwisata di Tejas Express yang menuju Mumbai dari Goa. Masalah kebersihan makanan sejak lama menjadi momok di India, dimana kesadaran warganya masih rendah untuk menjaga kebersihan.
Birmingham New Street, Stasiun Kereta Pertama di Inggris yang Adopsi Jaringan 5G
Jaringan komunikasi 4G sepertinya sebentar lagi akan mulai sedikit turun eranya. Pasalnya jaringan 5G kini mulai di uji coba diberbagai bidang dengan salah satunya adalah pada moda transportasi massal seperti bus, kereta atau kendaraan lainnya.
Baca juga: Ford Adopsi 5G Pada Teknologi ‘Komunikasi Antar Kendaraan dan Infrastruktur’ di Tahun 2022
Baru-baru ini, Vodafone meluncurkan uji coba langsung jaringan komunikasi 5G-nya di Brimingham New Street. KabarPenumpang.com melansir dari laman railway-technology.com (5/4/2019), uji coba di Brimingham New Street sendiri adalah yang pertama kali di jaringan Stasiun Inggris.
Uji coba jaringan 5G Vodafone di Inggris, memiliki beberapa bagian dan memungkinkan para penumpang kereta api di stasiun tersebut bisa memuat halaman website atau video secara instan menggunakan perangkat 5G yang kompatibel. Tak hanya itu, Vodafone juga mengundang penumpang di Stasiun Brimingham New Street untuk menguji kecepatan jaringan 5G dengan menggunakan router 5G yang sudah mereka siapkan.
Memiliki latensi yang rendah, membuat penumpang lebih mudah dalam melakukan streaming film ataupun mengunduh file kerja menggunakan jaringan 5G dengan mulus tanpa buffering atau lag. Vodafone sendiri akan memperkenalkan jaringan 5G-nya ke beberapa lokasi stasiun lainnya di Inggris tahun ini.
Sehingga nantinya akan mentransfer jaringan baru di 19 kota hingga akhir 2019. Pengujian langsungnya sendiri tengah dilakukan pada berbagai situs yang terhubung pada jaringan konvegensi serta optik tunggal milik Vodafone.
“Kami sangat senang membawa 5G ke West Midlands, memberikan bisnis, penghuni dan pengunjung konektivitas cepat dan andal bahkan di lokasi yang sangat sibuk seperti stasiun kereta api dan bandara,” ujar Direktur Bisnis Vodafone Anne Sheehan.
Dia mengatakan jaringan 5G tersebut akan memungkinkan aplikasi dan pengalaman baru yang mendukung pengembangan kota. Dimana akan terhubung dan mendapatkan solusi transportasi cerdas. Sehingga, hal ini akan bisa membatu bisnis dalam menerapkan teknologi yang muncul seperti kecerdasan buatan Internet of Things (IoT) dan robotika.
Baca juga: Bersiap Gelar 5G, Bandara Internasional Schipol Hadirkan Jaringan Seluler Indoor Terpadu
Diprakarsai dan didanai bersama oleh Departemen Digital, Budaya, Media, dan Olahraga atau Department for Digital, Culture, Media and Sport (DCMS), Proyek 5G Perkotaan Tersambung Perkotaan Barat atau Urban Connected Communities (UCC) akan menciptakan pengujian 5G di kawasan regional pertama di Inggris, yang akan diluncurkan akhir tahun ini.
